Bisnis : 7 Metode Penetapan harga produk

Produsen kadang kebingungan menetapkan harga jual, apalagi jika belum memahami dengan baik metode penghitungan untuk produk jasa adan produk barang, bisa menjadikan sesuatu seakan rumit, padahal setidaknya itu bukan menjadikan hambatan  bagi pebisnis, meski penetapan harga produk untuk skala UKM.

Nah bagaimana metode penetapan harga itu? Mari kita simak beberapa metode penetapan harga yang bisa dipilih salah satu atau keduanya, ketiganya bergantung pada kondisi usaha.

Pertama, Penetapan harga mark-up, ini sering digunakan untuk para pemula, yang intinya adalah menghitung total biaya produksi kemudian menaikkan harga agar mendapatkan keuntungan.  Saya ambil skala untuk UKM, misal pengusaha sate untuk dititipkan ke warung-warung, misal angkringan, maka dihitung biaya pembelian bahan, biaya tenaga kerja, biaya distribusi/pengantaran. Mungkin dalam hal ini bisa saja jika pemula lupa, karena saking semangatnya usaha di hari pertama, hanya menghitung total biaya produksi, kemudin menambahkan sekian rupiah agar dapat laba, ternyata harga yang ditetapkan belum termasuk jik sate itu bersisa dan tidak laku, kan ini secara langsung mengurangi keuntungan. Nah metode mark up ini tidak langsug cocok kepada semua usaha, harus ada perhitungan yang lebih antisipasif terhadap resiko-resiko kemudian. Bahkan ekstrimnya jika kita mengambil keuntungan terlalu tinggi sehingga penetapan harga barang juga menjadi tinggi, maka akan sangat beresiko jika pesaing utama menetapkan harga yang lebih rendah. Banyak orang memilih ini penetapan ini karena dianggap lebih simpel, walau belum mengukur kekuatan permintaan di pasar.

Kedua, Penetapan harga demi pengembalian modal, yah ini sering dilakukan jika memang modal didapat dari pihak ketiga, atau dari usaha bersama, yang tujuannya begitu jelas, agar bisa memutar modal, dengan perhitungan macam-macam, termasuk misak suku bunga pinjaman ke pihak lain, kadang langsung saja menetapkan persentasenya misal 10% atau 40% dari modal. Kelemahan ini memang didasari pada kekuatan persaingan pasar, juga kondisi bahan baku yang naik turun sehingga jika pesaing menggunakan modal sendiri/mandiril maka bisa lebih fleksibel dalam menetapkan harga.

Ketiga, Penetapan harga pengekor(Umum), ini penetapan harga yang selalu mengkondisikan sesuai harga pesaing, atau harga umum di pasar, pun kadang beda harga, maka penetapan harga hanya lebih maha/murah sedikit banget. Penetapan ini sering dilakukan para pemula usaha, pebisnis awal yang belum paham posisi kekuatan permintaan pasar, dalam bahasa saya pribadi, seperti cari aman dahulu lah.

Keempat, Value riil, ini sering dijalankan pada perusahaan yang sudah memiliki kesetiaan pelanggan begitu kuat, atau justru untuk semakin memperkuat, pada posisi ini barang dibuat berkualitas unggul namun penetapan harga dibuat rendah dari pesaing. yang paling sering dirasakan dalam hal ini dengan menekan efekftitas biaya produksi, distribusi dan garansi.  Pada pilihan penetapan harga ini, harus lebih mampu improvisasi melakukan penyempurnaan di berbagai lini terus menerus karena kualitas di atas rata-rata namun harga di bawah rata-rata pasar, ini jika hanya sebuah ide pasti mudah, namun dalam operasional butuh benar-benar mampu melakukan perbaikan terus menerus.

Kelima, Penetapan harga dari Value yang dipersepsikan, ini sering menjadi metode pilihan untuk produsen yang sebelumnya sudah kuat dengan produk lain, atau kuat dari reputasinya, bisa juga dari kualitas jaringan, jaring distribusi , adanya bentuk award yang pernah diterima produsen, atau telah mendapatkan kepercayaan dari berbagai pihak. Saya ambil contoh, misal Penerbit Gramedia, atau Elexmedia, selain memproduksi buku namun juga memiliki Gerai yang terpercaya di berbagai tempat, dengan kualitas penyebaran dan fasilitas yang layak. Saya pribadi sengajar mengambil contoh ini karena tentu sebagian besar pembaca memgenal  Gramedia.

Keenam, Penetapan harga kompetisi jenisnya, ini sering berwujud pada harga produk yang bersifat custom, bisa juga dalam pelelangan, yang berlaku memang kekuatan sepihak dari dominasi konsumen. Ini juga memilliki kekuatan daya tawar yang tidak umum, artinya mungkin produk yang tidak diciptakan secara masal dan serempak.

Ketujuh, Penetapan harga paketan, ini sering terjadi penawaran tidak dengan menjual 1 produk, namun dengan beberapa produk digabung menjadi kelompok barang, atau paketan. Secara umum ini sering terjadi di Indonesia di bis-bis, misal 10ribu dapat 3 buku,  3 pensil, 2 penghapus dan 1 penggaris.

 

 

Strategi Bisnis : Memahami tipe pesaing dalam bisnis

Saat ini persaingan strategi bisnis provider seluler pada titik puncak, tekanan-tekanan pesaing tidak saja muncul dari satu lini namun sudah mulai menyeluruh. Menyeluruh dari  lini penurunan harga, produk dan layanan, kedekatan fungsi dan kedekatan harga dengan kepentingan pelanggan.

Satu hal, bahwa persaingan dalam strategi bisnis dengan lini penurunan harga akan memberikan keuntungan bagi pelanggan, karena masyarakat golongan menengah ke bawah merasakan harga yang semakin terjangkau, namun hal ini bisa menurunkan aspek kepuasan pelanggan jika hal ini muncul dengan tujuan untuk memunculkan persepsi; siapa termurah maka terbaik bagi pelanggan, dan menjadi pilihan masyarakat. Benarkah??
Baca selengkapnya

Strategi marketing & Strategi bisnis : Media iklan yang efektif untuk lingkungan yang ramai

Dalam  pengembangan strategi marketing dan dalam upaya melangsungkan strategi bisnis, tentu media iklan menjadi salah satu pilihan dalam menguatkan aspek marketingnya. Media iklan merupakan sebuah media yang strategis karena dalam posisinya yang langsung berkomunikasi dengan masyarakat dan pelanggan untuk menyampaikan pesan bisnis yang membujuk, terutama media iklan pada tempat dan lingkungan yang ramai.

Baca selengkapnya

Marketing utk orang awam : Pemahaman segmentasi pasar dalam marketing

Marketing merupakan bidang, ilmu, tantangan dan segalanya bagi bisnis, walau marketing tidak hanya ada di dunia bisnis, karena sebenernya setiap orang secara personal memarketingking diri sendiri. Perbedaannya adalah ekpektasi/harapan dan metode nya.
Materi “marketing untuk orang awam “ sengaja saya hadirkan agar semua istilah dalam web ini dipahami oleh segala lapisan masyarakat.
Baca selengkapnya

Strategi Bisnis : Pentingnya meningkatkan kinerja dengan Dorongan Positif bagi bawahan dan jajaran.

Strategi  Bisnis, dorongan seseorang untuk melakukan kewajiban dan berkreasi, berprestasi kerja tidak semata-mata muncul begitu saja dari dirinya sendiri. JIka dari diri sendirinya pun aka nada satu masa dan fase di mana dorongan itu tidak muncul. Karena lingkungan kerja merupakan heterogenisasi kepentingan baik secara teamwork maupun individual. Daya tahan terhadap perbedaan-perbedaan kepentingan merupakan gambaran sejauh mana lingkup bawah dan menengah membutuhkan sentuhan dorongan dari manajemen.

Baca selengkapnya

Strategi Marketing : Perbedaann efektifitas pemasaran langsung dan pemasaran via media masa

Strategi marketing sebagai ujung tombak dalam mendorong nilai tambah yang bersifat  ekternal dalam  keberlangsungannya perlu ada pemetaan penerapan strategi tersebut terutama  apabila secara terintegrasi , lini pemasaran sedang dalam target/pencapaian tertentu.

Perbedaaan mendasar antara pemasaran langsung dan pemasaran melalui media masa adlaah unsure komunikasi yang dibangun dan dihasilkan:

Baca selengkapnya

Bisnis & Marketing

Langganan Artikel Bisnis Marketing Toko Online Wirausaha

  • Begitu ada artikel baru, Anda dapat email pemberitahuan