Harga Psikologis, tidak melulu karena produk

Begitu diluncurkan Blackberry versi baru, belum menyentuhnya pun kadang ada yang sudah ingin membeli karena memiliki anggapan pasti lebih baik. begitu diluncurkan mobil versi terbaru/pengembangan produk lama dan lebih  mahal ada yang berpikir pastilah lebih nyaman.  Nah inilah kadang psikologi harga kadang membuat konsumen memahami harga lebih tinggi berarti seakan-akan segalanya lebih baik, Honda juga sering meluncurkan produk seperti ini, mulai dari Astrea Grand, Impressa, Legenda, Supra, Revo dan seterusnya, kira-kiara ada faktor psikologis konsumen yang dimanfaatkan tidak oleh produsen? Banyak yan berpikir seri baru pasti lebih baik, walau secara fisik nyaris sama, hanya stiker yang berbeda.. namun selera keinginan membelinya berbeda. itu bukti bahwa produk secara fisik tidak terlalu menjadi ukuran harga, barang sama dimodifikasi striping saja, bisa naik sekian ratus ribu dan orang tetap mau membeli, serti dinaikkan juga mau membeli meski harga naik tinggi, bahkan seri ditambahi kode XX yang artinya Extreme /Extra pun masih berminat..

Yah dorongan ini sering timbul dari konsumen karena dorongan harga psikologis, padahal sebenernya memang kenaikan harga itu karena ditingkatkannya biaya iklan, variasi biaya iklan, bukan pada produk fisik itu sendiri., bahkan dengan pendekatan  berbebtuk pengaruh/komunikasi pemasaran yang berbeda, harga bisa jauh lebih tinggi dari seri sebelumnya walau 99% sama produknya.

KOnsumen tidak semuanya langsung mengukur kenaikan harga berbanding lurus dengan  kenaikan kualitas secara riil, tidak selamanya membandingkan lini per lini, mungkin karena faktor persepsi di benaknya saja yang mendorongnya, lebih kepada seakan lebih baik karena
“baru”/.keluaran terbaru.

Nah itu pulalah yang bisa kita lakukan untuk mendorong produk Anda agar omzet bisa membaik, sering ada contoh ditulis Produk “NEW” atau peningkatan seri  dari  seri CONTOH 100, menjadi Contoh 100 XX, menjadi Contoh 100 RR, kode belakang ini bisa memacu psikologis.  Silahkan jika Anda mempunyai produk, setiap penyempurnaan, khabari pelanggan dengan komunikasi yang baik, mungkin iklan, agar mereka mengerti bahwa ada upaya penyempurnaan, meksi itu kecil.

Kewirausahaan dan Strategi Bisnis : Arti penting sebuah logo merek usaha

Sejauh mana korelasi strategi bisnis, strategi marketing dengan ekuitas merek yang dibangun dari ciri sebuah logo? Betapa hebatnya strategi bisnis Garuda Airways dimata saya sewaktu saya masih SMP, karena orangtua saya pernah bilang Logo itu senilai 1 milyar di tahun 80-90-an.Dalam hati saya, seberapa hebat sebuah logo?

Logo perusahaan atau produk merupakan salah satu kebijakan manajemen, juga representasi dari strategi bisnis yang mempunyai kaitan dengan bagaimana dapat menimbulkan ciri dan persepsi kepada masyarakat dalam sebuah simbol yang komunikatif, sehingga terjadi koneksi antara visualisasi/penglihatan  pelanggan dengan benak pelanggan. Logo mampu menciptakan daya komunikasi walau hanya berukuran beberapa sentimeter saja.
Baca selengkapnya

Uniknya Pebisnis jepang menetapkan harga dg target costing

Mungkin banyak yang sudah mengenal target costing, sebuah metode di jepang yang digunakan untuk menetapkan harga berdasar dari hasil riset sebelum produksi.

Urutannya adalah pebinis jepang mengadakan riset pasar tentang fungsi baru yang banyak diinginkan, kemudian dalam proses selanjutnya menentukan harga produk, namun menjadikan pesaing sebagai parameter, didukung seberapa kuat daya tariknya. Kemudian mereka mengadakan uji kelayakan produksi, dengan mencari informasi biaya produksi, pengadaan komponen dan kemungkinan rekayasa agar didapat harga yang lebih murah, agar target harga bisa sesuai harapan dan lebih terjangkau dari pesaing, selanjutnya menguji dari fungsi-fungsi, apakah ada fungsi yang bisa dihilangkan, yang memang itu sebenernya mayoritas tidak akan digunakan oleh segmen pemakai produk ini, di sisi lain dengan sungguh mencari supplier yang berani member harga  lebih rendah, kadang butuh waktu untuk menentukan pilihan.
Setelah semua terdata, kemudian mencoba membuat proyeksi final, apakah dari semua yang dilakukanm, harga yang ditarget, dengan kualitas yang diharapkan bisa masuk dalam persaingan, jika ternyata jawabannya tidak maka mereka sama sekali tidak mau meneruskan pengembangan ini karena dirasa tidak akan bisa memenuhi posisi persaingan karena harga tidak sesuai  target awal dan kemungkinan juga tidak akan mendapatkan keuntungan.

Yah itulah, pebisnis jepang dengan target costing, jadi justru kisaran harga jual sudah dipatok duluan, dengan target, baru uji kelayakan produksi, jika dalam usaha awal tadi dirasa ada keuntungan, perhitungan mantap, maka dengan sungguh-sungguh proyeksi itu diwujudkan. Bagaimana di Indonesia?

Kewirausahaan dan strategi bisnis : 7 penyebab kegagalan usaha/bisnis secara rata-rata

Kewirausahaan saat ini menjadi aspek pendukung reformasi bisnis lokal dan nasional yang skala pertumbuhannya mudah meningkat dan mudah menurun, bahkan secara praktikal boleh dikatakan bisa cepat untung dan cepat rugi.

Strategi bisnis dalam menunjang kewirausahaan sangatlah penting mengingat tidak semua wirausaha bisa dijalankan dengan konsep tradisiononal dan natural, seiring perubahan ekonomi, kondisi negara dan teknologi. Contoh perubahan itu, dahulu banyak usaha mikro di bidang cetak foto kilat 10 menit jadi, hampir di setiap lokasi baik kantor dan lembaga pendidikan ada. Terutama ketika musim pendaftaran ajaran baru. Namun apa yang terjadi dalam 2 tahun ini ketika Negara menurunkan pajak-pajak impor untuk yang sebelumnya berstatus pajak barang mewah menjadi barang konsumsi umum (Dari PPnBM mennjadi PPN, maka biaya impor barang-barang cetak mencetak untuk foto semakin murah dan berdampak menjamurnya kepemilikannya, semua berbasis digital. Sehingga pengusaha mikro Cetak Foto kilat dengan lampu petromax bangkrut karena masyarakat lebih memilih  penggunaan cetak digital baik  dari  kamera  digital yang praktis kemudian make over  foto  dengan komputer kemudian cetak dan print pun bisa secara mandiri dan cepat, ditinggal mandipun cetak foto 50 buah bisa selesai. Semua ini berkaitan dengan pemahaman, kuangan, prediksi dan teknologi.

Berikut ada 7 hal yang penyebab kegagalan usaha/bisnis secara umum;

Baca selengkapnya

Kewirausahaan & strategi bisnis : Sukses bisnis dengan jaminan layanan dan produk yang tidak merepotkan pelanggan

Kewirausahaan dan strategi bisnis merupakan materi permintaan khusus dari rekan-rekan pembaca di sebuah perguruan tinggi di Jakarta.   Jaminan dalam produk dan layanan merupakan hal yang penting untuk lebih mengikat pelanggan, namun tentu dalam  menentukannya  dan sosialisasinya haruslah tulus. Karena ketulusan merupakan gambaran ajakan dari produsen dan konsumen untuk tetap bekerjasama.

Dalam usaha bisnis dan wirausaha,  Jaminan produksi merupakan bagian dari alat bersaing selain dari produk dan layanan itu sendiri,  karena jaminan merupakan gambaran kualitas dari proses produksi dan layanan yang termonitor dan dievaluasi.

Jaminan produk baik untuk usaha kecil maupun besar harus memiliki nilai dari aspek-aspek berikut:

Baca selengkapnya

Kewirausahaan : inspirasi kewirausahaan, kewirausahaan dari sisi definisi kemunculan dan ide

Kewirausahaan dalam konteks lingkungan dan sumber pertumbuhan tidak saja lahir dari masyarakat ekonomi menengah, bahkan dalam perusahaan yang besar pun, kewirausahaan tetap dipacu untuk tumbuh.  Perusahaan ditengah badai krisis saat ini pun tidak melupakan unsur-unsur kewirausahaan sebagai bentuk pemacu  peningkatan layanan dan produktifitas.
Beberapa hal yang mendorong dalam kewirausahaan antara lain:

Baca selengkapnya

Kewirausahaan : Kekurangan pembelajaran Kewirausahaan di bangku kuliah

Kewirausahaan merupakan mata kuliah pokok dibangku kuliah yang hampir pasti ada di semua jurusan.  Dan saat ini kewirausahaan diharapkan menjadi tumpuan solusi pengangguran  dan perekonomian daerah dan nasional, karena merunut kembali pada tahun 2000 – 2006 tingkat pengangguran di sebagian besar negara ASEAN stabil bahkan menurun, sebaliknya Indonesia malah naik dari 6 persen menjadi 10,4 persen. Laporan PBB Mei 2007 menyebutkan tingkat pengangguran di Indonesia tertinggi di antara negara-negara ASEAN  (Harian “Kompas”, 16 Februari 2008)

Baca selengkapnya

Bisnis & Marketing

Langganan Artikel Bisnis Marketing Toko Online Wirausaha

  • Begitu ada artikel baru, Anda dapat email pemberitahuan