Marketing : Sedikit kesalahan UKM dalam memanfaatkan media online

Bebeberapa hari ini saya mendapatkan diskusi dari rekan2 beberapa komunitas  via Yahoo Messenger, berkenaan dengan penerapan marketing untuk penetrasi online. Dari beberapa hal yang saya amati ada beberapa yang kurang pas  di terapkan rekan2 dari sisi pemahaman awal.

  1. Masuk ke online tidak dibarengi peningkatan benefit dan insentif,
  2. Tidak diberikan insentif pemacu ingatan misal diskon khusus yang unik, karena di online informasi dikonsumsi cepat. Sehingga perubahan taktik harusnya cepat, bulan lalu bisa beda dengan bulan depan. Diskon jangan  begitu2 saja.
  3. Di awal penerapan penetrasi online, maka berharapa langsung kepada penjualan, tapi bukan membangun brand awareness, sehingg kecewa, seakan online tidak membantu, padahal penerapan media online itu bagian dari strategi, nah taktiknya yang berbeda dan dipertajam.
  4. Tergesa-gesa mengukur prestasi online dari tingginya penjualan, tapi tidak waspada taktik dari pesaing yang terus improvisasi tanpa kita pantau.
  5. Desain web tidak sesuai segmen yang dituju, kemudahan navigasi dan kontak ke layanan service tidak fokus tempatnya, sebaiknya di bagian atas kanan ada no Hotline.
  6. Ada beberapa toko online tapi wajahnya seperti blog pribadi, kurang Display able. Artinya seakan masih sebagai percobaan bikin toko online, yang karakter seperti masih pribadi, belum selera corporate
  7. Berpikir ketika membuat web dan blog bisnis maka sudah final dan ada kemajuan usaha, padahal masih perlu di sosialisasikan dan dipromosikan kembali.
  8. Semangat dalam membuat blog atau web bisnis baru mengonlinekan  belum meningkatkan manfaat, misal dengan artikel yang sangat bermanfaat atau tips.
  9. Berpikir web yang penting murah kalau perlu gratis, padahal perlu strategi pengembangan media, ini yang lebih mahal dari webnya. Butuh proses dan taktik lapangan.

Sehingga perlu dikembangkan lagi. Yah ini hasil dari dikusi via  YM yang saya jadikan tulisan di blog ini. Semoga  bermanfaat walau singkat.
Sukses

 

Peluang Usaha : Memulai Usaha butuh kreatifitas

Modal usaha berbeda dengan pulsa, pulsa kadang “nilai” nya diukur dari duit,  jika modal tidak selamanya diukur dari besarannya duit, karena dalam diri kita sebenernya sudah tertanam modal, sehingga modal duit sebaiknya dikombinasi dengan modal dalam diri kita ini.

Yang ada modal usaha namanya “kreatifitas”

Ketika Anda seorang penngganguran dan dalam hati bergumam saya pengangguran yg bukan sarjana sehingga sulit usaha/kerja. Maka itu lah yang akan berputar dalam pikiran kita, sebenernya saat itu juga menit itu juga bisa diganti putarannya,

Caranya : ubahlah rutinitas Anda

Ketika dalam pikiran anda sudah diputar dengan kalimat “tidak semua sarjana bisa sukses dan bisa kerja yang terpenting kreatif untuk usaha” maka bisa saja saat itu ketika mata Anda melihat ada beberapa orang bingung nyari pulsa/nanya2 penjual pulsa di Mall, maka besoknya jualan pulsa di sana.

Baca selengkapnya

Strategi Bisnis : Meluruskan tujuan membangun web bisnis

Dalam membangun web bisnis dengan berbagai bentuk media online, maka perlu ditentukan bagaimana tujuan awal  juga terhadap konsistensinya. Namun perusahaan seharusnya memikirkan 2 tujuan membangun media online, dari sekitar 8 tujuan yang ada di slide presentasi saya.

Tujuan  Pertama  Affective

Merupakan bentuk dari pengaruh, yang intinya aktifitas  dalam media online tidak saja menceritakan secara global, atau berhenti dari uraian deskriptif, tetapi ada upaya mempengaruhi agar setelah membaca media online ini, sasaran pasar  memiliki ingatan yang melekat dan persepsi yang membaik. Bisa saja dari awalnya yang tidak tertarik menjadi tertarik, dari awalnya yang berpikir negatif, menjadi simpatik.

Tujuan mempengaruhi ini  bisa dilakukan dengan berbagai cara di media online, mulai dari foto, audio dan video, yang terpenting adalah bahwa semua media itu tidak berdurasi panjang dan bertele-tele karena justru nanti  kurang menarik minat..

Baca selengkapnya

Peluang Usaha : Memulai Usaha asal nekat? Pahami dimensinya

Memulai usaha asal nekat, asal buka, asal jalan, asal asalan, semua serba asal-asalan karena peluang usaha pasti ada di mana-mana. Itu memang bisa berjalan, tidak masalah namun semua ada dimensi usahanya, artinya tidak semua bisnis bisa di generalisir seperti itu, hanya  modal nekat.

  1. Jika memulai usaha dengan barang orang lain, maka asal nekat ini bisa dijalankan, walau ukuran keberhasilannya bukan di nekatnya, tetapi  tetap tekad semanagt terhadap hambatannya
  2. Jika memulai usaha dari peluang usaha barang titipan orang lain, karena tanpa harus pusing bikin produknya, izin, brand dan syarat birokrasinya
  3. Jika sebagai penerus dalam penjualan itu juga bisa karena tidak mikir modal uang besar di awalnya
  4. Jika menjadi level perantara yang hanya modal komunikasi maka ini juga bisa dijalankan

tapi kalau menyentuh usaha bidang jasa maka ada dimensi sangat berbeda, karena jasa butuh kekuatan dan standari sasi dari sisi skill. Kompetensi juga harus diperjelas dengan standar dan pengakuan.  Beberapa hal yang bisa terjadi  sbb :

  1. Karena umur : umur masih 15 tahun mau usaha jadi notaris, tidak bisa nekat, tapi ada proses untuk  sekolah izin
  2. Karena izin : Mau usaha rumah sakit harus ada izin, tidak bisa asal buka di sembarang tempat dan nekat
  3. Karena pengalaman : Mau jadi bidan profesional yah tidak bisa asal buka layanan  hanya karena melihat di buku
  4. Karena analisa resiko : mau buka usaha konsultan kontruksi jembatan, yah belajar dulu dan kuliah dulu kuatkan pengalaman
  5. Karena pengakuan : mau jadi dokter yah ada surat izin, bukan karena kita memeriksa orang saja langsung merasa seperti dokter
  6. Dalam jasa kadang portofolio itu penting, berarti ada proses pengakuan dan kepercayaan

 

Memulai usaha asal nekat, asal buka, asal jalan, asal asalan itu ada dimensi yang beda, dan biasanya arahnya ke dagang barang orang, makelar,  jadi tidak bisa digeneralisir untuk semua usaha.

Marketing : Membangun Web Bisnis, perkaya dahulu konten

Tulisan ini sebagai sharing saja dalam bidang pengembangan web bisnis, karena saya sendiri menekuni online marketing sejak 1998-1999, dan kadang prihatin saja, ketika bertahun2 membantu mengkonsep dan  membangun web bisnis banyak pihak, sebagian besar sebenernya belum siap masuk pada media online sebagai alat penetrasi.  Sehingga proses analisa dan pembuatan web jadi mundur dan kadang tidak tuntas, walau dikomunikasikan ke pemesan atau stafnya, kita datangi pun juga tidak tertangkap dengan baik, semua ini karena ada beberapa hal

  1. Pemesan web menyerahkan sepenuhnya desain web hingga isi konten termasuk profol perusahaan, keterangan produk yang notabene itu bukan skill dari web developer
  2. Pemesan web sebenernya tidak memahami beda offline dan online
  3. Pemesan web tidak memahami bagaimana fungsi web developer bukan jurnalis online
  4. Pemesan web tidak mau tahu dengan kekurangan data dan kelengkapannya

Nah di atas adalah keterangan dari sisi perancang dan web develope juga  internet marketer,  nah pesan saya kepada kita semua jika dari sisi lain, yaitu dari sisi  sebagai pemilik perusahaan  yang akan memesan web  melalui orang lain, persiapkan konten dahulu secara matang:
Baca selengkapnya

Provider seluler banting harga perangkat bundling

Provider seluler ternama, setidaknya di 3 tahun terakhir, mulai 2010-2012, terus menggelontor pasar dengan paket bundling perangkat seluler dengan kartu perdana dengan harga yang sangat murah, bahkan kadang tidak masuk di akal bisa semurah itu, ada Esia dengan HP senilai ratusan ribu, dengan isian perdana berpulsa puluhan ribu, ada Telkom Flexi, juga ada Smartfren dengan HP ratusan ribu dengan layar warna.

Kenapa mereka seperti ini? Ini memang sudah dikatakan oleh  Jack Welch, Pebisnis dari General Electric (GE) bahwa ; “Apabila kecepatan perubahan suatu bisnis dilampaui oleh kecepatan di luar perusahaan maka akhir dari perusahaan itu sudah dekat”

Relevan memang statemen ini, ketika Provider seluler awalnya mengusung paket bundling dari HP ternama yang harganya 3-7 jutaan, tidak mampu menusuk di pasar dengan cepat, karena memang kondisi di luar, HP murah dari China membanjiri pasar Indonesia, dengan mengusung fitur2 yang semakin beragam dan terbaru, tentu ini tidak bisa menjadi provider seluler itu EGOIS terhadap pilihan harga yang selalu mengusung kepada produk bundling HP yang premium, mereka sadar ketika pasar eksekutif sudah masive, maka perlu membidik segmen dengan target HP yang low end.

Rumusnya adalah siapapun yang sudah terlanjur masuk pasar dengan harga dan produk, didukung dengan promosi terbuka, maka mereka mau tidak mau sudah pada persaingan yang sangat luas, sehingga pesaing bisa melakukan respon dan perubahan yang cepat, dengen manuver yang jauh lebih berani lebih dekat dengan konsumen. Dan yang terpenting pada saat itupulah konsumen akan pandai membandingkan.

Sehingga memang cara terbaik dari menang dari kondisi ini adalah menyeimbangkan irama pasar dengan irama bisnis di perusahaan Anda, karena market sekarang bisa menentukan ‘nilai dari harga’ produsen, bahkan dengan respon yang sangat simpel, yaitu “tidak mau membeli” dan mengajak dalam keluarga/koloni/komunitasnya untuk juga merekomendasikan produk lain, dengan alasan yang bisa saja sangat simpel, tidak perlu sangat teknis.

Strategi Bisnis : Memacu persaingan toko tradisional agar tidak terpuruk minimart waralaba

Faktor perizinan di daerah menjadi bahasan utama, disinyalir penyebab tumbuhnya minimart waralaba yang bakal bersaing dengan toko tradisional di perkampungan.

Namun ditengah opini masyrakat  bahwa minimart waralaba unggul segalanya dari toko tradisional, itu tidak benar, karena masih ada sisi lain yang bisa dikembangkan dari toko tradisional, setidaknya ada keunggulan juga:
Baca selengkapnya

Strategi Bisnis : persaingan toko tradisional vs minimart waralaba

Persaingan minimart waralaba dengan toko tradisional di perkampungan memang cukup  memaksa  suasana  yang tidak fair, memang dari faktor kekuatan permodalan juga standar layanan.

Strategi bisnis di minimart warakaba begitu baku, misal kalau kita masuk ke minimart waralaba, kemudian ada pramuniaga yg tersenyum maka kita berpikir itu demi keramahan, dianggap sopan. Tapi kalau diamatai itu jelas salah satu differenisasi, yang di toko tradisional belum tentu ada.

Lalu fenomena minimart waralaba ini bagaimana jika dihubungkan dengan kondisi toko tradisional sebagai pondasi perekonomian kerakyatan.

  1. Senyum dan keramahan adalah  wujud bersimpati, siapapun Anda, walau bercelana kumal, kaos lusuh, mungkin pemulung mau beli minum, tetap “kami akan tersenyum”,  Ini jelas  bentuk komunikasi yg distandarkan  di minimart walaraba
  2. Tidak disadari senyum keramahan ini selain menjadi differensasi juga sebagai bentuk keunggulan dari toko tradisional, yg kadang  memang tidak ada standard bahkan terkontaminasi faktor sosial, adanya apriori (maaf) misal ada sosok calon pembeli dengan baju kumal datang, terkadang beda keramahan si penjualnya ketika yang dating adalah tetangga yg make BMW. Ini adalah standar keterbukaan minimart waralaba. Baca selengkapnya

Memulai Usaha : Bisakah cuma asal nekat?

Informasi memulai usaha di media dan seminar, banyak yang menggambarkan bahwa  memulai usaha tidak perlu rumit , asal nekat saja. Dan memang banyak yang tergerak kesana memulai usaha dengan nekat,  pinjam modal bank pun nekat.  Sebenernya bisa tidak sih memulai dengan asal nekat?

Jawabnya tergantung usahanya, karena nekat itu hanya satu titik awal saja, bukan kunci suksesnya. Jika akan memulai usaha asal nekat maka masukkan kepada kerangka pikir ini

  1. Menjadi perantara penjualan/makelar sehingga berpikir nekat pada penjualan
  2. Menjualkan barang teman/reseller yang tanpa mikir faktor produksi
  3. Menawarkan barang secara online, sedang barang itu belum tentu milik kita

Namun 100% jangan berpikir sukses karena NEKATNYA, semata karena Tuhan, yang perlui dibuktikan dengan doa, usaha dan keuletan. Keuletan ini lah yang akan menentukan apakah setiap masalah dalam usaha bisa dengan tabah dilalui..tidak gampang menyerah.

Sehingga kalau dipandang memulai usaha dari sisi nekat nya  memang cocok jika kondisinya:
Baca selengkapnya

Bisnis & Marketing

Langganan Artikel Bisnis Marketing Toko Online Wirausaha

  • Begitu ada artikel baru, Anda dapat email pemberitahuan