Kenapa iklan harus belajar dari pendahulu & pesaing

Kalimat di atas, sebagai judul ‘Kenapa iklan harus belajar dari pendahulu & pesaing’, saya artikan dahulu agar tidak timbul persepsi yang salah. Jadi dalam perjalanan waktu  kita kadang tidak memiliki pengetahuan dasar dalam menyusun iklan, sehingga memiliki pengertian yang sempit bahwa iklan yang penting desain keren, video modern megah, gambar heboh, koran termahal dll

Baca selengkapnya

Menyusun iklan efektif dari brand identity

Sebelum membahas tentang brand identity dan brand images, maka sy tuliska intronya dahulu. Banyak sekali pengusaha membuat iklan berdasar naluriah sj, iklan berdasar pesanan ke pihak lain, iklan dengan bentuk yg selalu mirip pesaing.  Setelah lama berjalan iklan dikomunikasikan ke konsumen, dan produk sudah digunakan, muncullah persepsi di tengah masyarakat tentang brand tersebut.

Baca selengkapnya

Marketing: Produk yg cocok promosi dg model sampling

Ketika sharing di depan para pengusaha di sebuah kota di kalimantan, saya mendapatkan sebuah sample produk berupa VCO ukuran kecil, yah memang promosi dengan sample ini cukup penting, walau tidak harus kepada semua produk. DI sisi lain saat sedang istirahat, di meja disajikan beberapa sample produk juga berkenaan dengan makanan khas beberapa kota, karena pada saat event ini juga didukung jasa pengiriman JNE yang sedang mengeluarkan layanan baru berkenaan Jasa pengadaan oleh2 khas dr berbagai  kota di Indonesia.

Nah tapi di sisi lain promosi2 barang tertentu jarang diberikan dalam bentuk sampling, lalu apa saja yang cocok dengan promosi model sampling, antara lain : Baca selengkapnya

Pentingnya Positioning, agar menembus pasar dg cepat

Hari ini memberikan pelatihan privat kepada salah satu pengusaha di Yogya berkenaan internet marketing dan SEO (search engine optimization) dalam upaya meningkatkan omzet produk fashion.  Sebelum memasuki materi SEO biasanya akan dibahas sekilas dasar marketing agar ketika pengunjung web tinggi, maka para pembaca web dapat terpuaskan informasinya.  Dari sekian yang penting untuk web, antara lain SRP (segmentation, targeting, dan positioning) maka akan sy coba tulis singkat di sini membangun logika positioning, ini sangat penting bagi usaha2 di Indonesia agar bisa dalam logika konsumen secara umum. Sehingga sy berikan beberapa conoh positioning dalam penerapan bisnisnya.

Baca selengkapnya

Bisnis:Bersaing tidak harus memiliki 100 keunggulan

Bisnis yang eksis hingga 40 tahun, seperti merek Indomie, Coca cola, dan lainnya coba amati apakah mereka memiliki keunggulan hingga 100 buah? Mereka ini lebih mengedepankan strategi bisnis yang berbasis riset pelanggan orientasinya kepada keunggulan yang benar-benar dekat ke konsumen, karena kita  ketahui kadang keunggulan bisa juga lebih dekat kepada produsen, biasanya ditandai dg penjualan yg tidak bagus, kurang direspon pasar, ‘keunggulan’ tidak bisa sepihak dirumuskan oleh produsen, tetapi juga melibatkan konsumen. Itu juga ketika Mie Sedap akan memasuki pasar Indonesia maka butuh 2 tahun meriset pasar dengan dana milyaran, namun setidaknya  lebih dr 15% pasar pesaing yg waktu itu dikuasai Indomie, tergerus keberadaan Mie Sedap.

Baca selengkapnya

Ketika iklan Anda tidak mampu menstimulasi lagi

Logika sebuah iklan adalah merangsang individu untuk memilih, mengumpulkan informasi, menjterjemahkan pesan dengan logika masing-masing orang. Yah itu prinsip dasar dari sebuah iklan ketika dihadirkan kepada khalayak umum, masih ada sifat individual di awalnya, walaupun nantinya pastilah ada perkembangan yang menimbulkan persepsi kolektif, meski hanya dalam lingkup keluarga, sekola, kuliah  dan group.

Kembali kepada rangsangan iklan kepada individu maka yang harus diperhatikan sejauh mana itu bisa menempus lapisan-lapisan memori dari manusia. Secara umum dan awam dapat digambarkan bahwa ketika iklan itu diterima oleh indera manusia yang disebut sensory receptor. maka informasi yg diterima akan ditampung itu menjadi stimulus, rangsangan-rangsangan sensory input. Baca selengkapnya

Karakter warna & brand pengaruhi persaingan, differensiasi

Banyak sekali dalam menentukan warna karakter untuk brand, berdasarkan naluriah “aku suka” atau terlihat “lebih manis”, yah itu karena dalam menentukan warna karakter brand masih egois, padahal dalam persaingan itu menjadi salah satu kunci awal untuk menekan pandangan konsumen, setidaknya ketika produk sejenis memiliki unsur kesamaan yg tinggi, seperti produk minuman cola, yang cola itu sendiri warnanya identik “coklat”. Baca selengkapnya

Konsumen tidak sekedar mengenal merek secara sempit

Konsumen mengenal merek dengan berbagai cara, dan belum tentu mengenal merek diawali dari sebuah pembelian, membaca sebuah iklan, tetapi juga bisa karena merek itu menjadi bagian dari SDM nya, dari pengumuman award, dll. Sehingga merek itu sendiri seperti angin yang akan tertiup kemanapun sesuai arah angin dan tekanan kuat rendahnya.

Dari sanalah merek itu akan meniti beberapa tahapan yang secara awan, dengan bahasa umum, maka bisa saya tuliskan : Baca selengkapnya

Memulai usaha, pentingnya memahami siklus awal bisnis

Tidak semua pemula dalam bisnis mau ikhlas menerima kondisi awal bisnis, yang kadang tidak langsung seperti apa yang diharapkan, misalnya penjualan belum bagus atau sama sekali belum ada penjualan, butuh energi promosi yg sangat kuat dan sabar, banyak ketidaksesuaian layanan dan respon pasar, belum adanya pemahaman yg merata di SDM, belum menemukan irama kerja yang baik sehingga kadang ada ide kadang tidak ada.

Siklus usaha setelah berjalan lama memang kadang berada pada kondisi membaik dan menurun, itu jika sudah berjalan pada waktu tertentu, namun jika pada permulaan, bisa saja belum ada pembanding,  belum ada ukuran.. .Namun semua itu akan serta merta dipahami sejalan waktu, namun setidaknya secara awam ada tahapan kecil yang mungkin dipahami, tentu uraian ini setelah melalui fase riset pasar/pengamatan pasar, sehingga penjelasan ini  antara memulai usaha dengan respon pasar, diuraiakan dengan bahasa biasa/umum : Baca selengkapnya

Peluang Usaha : Trend bikin EO, walau minim manajerial

Pengalaman tahun 2003-2004 masuk dalam tim EO yang menangani even besar, kemudian pengalaman terlibat dalam paniatia kongres nasional, forum2 nasional, menjadikan sebuah pemikiran, bahwa munculnya EO (event organizer) saat ini lebih dipengaruhi oleh keberanian anak mudah, remaja muda untuk tertangtan usaha dengan bentuk yang mudah dibuat dengan cepat, bukan pada basic pengalaman yang matang. Baca selengkapnya

Marketing : Meningkatkan omzet produk fashion

Sudah berkali-kali mengisi sharing marketing yg dihadiri para pengusaha fashion, mulai dari Pengusaha fashion tanah abang, batik pekalonganm batik solo, pengusaha fashion di derah jawa barat dll. Biasanya pertanyaan muncul secara klasik “bagaimana meningkatkan omzet produk fashion”. Ada banyak sekali cara meningkatkan omzet untuk produk fashion, bahkan mungkin jika digabungkan antara marketing online dan offline akan bisa lebih cepat diserap di pasar dengan dampak omzet yg drastis dan harga fantastis, ada pengusaha batik di jawa tengah beli ke pengarajin 300ribu dijual 1.6juta adalah biasa, namun loncatan pasarnya menggunakan media online.

Baca selengkapnya

Pentingnya database pelanggan untuk sukses bisnis

Pola pikir yang dibangun dari tulisan saya kali ini, adalah bahwa ada upaya untuk sukses bisnis jangka panjang dan jangka pendek, memang  istilah ini sangat umum, klise, terus berulang, tapi jangan salah sangka, karena implementasinya jelas beda-beda.  Karena bisnis adalah seni, dan kreasi adalah basis pengembangannya. Bisnis bukan ilmu teknik yg kaku, karena lincah luwes. Baca selengkapnya

Marketing :Tingkatkan omzet dari model produk yg bergaya

Tulisan ini terinspirasi dari ingatan sy tetang konsep General Motor dalam meningkatkan penjualan dibidang mobil. Yang  jika boleh saya gambarkan secara pribadi, bahwa ketika produk kita sudah masuk pasar dengan penjualan  yang sudah cukup bagus, tentu ada satu lini dimana muncul keinginan untuk meningkatkan penjualan, nah dalam paparan ini belajar dari konsep GM tadi, bahwa jika produk standar saja sudah bisa bagus dalam pasaran maka jualah produk yang tujuannya untuk kesan kemewahan dan gaya.  Kalau melihat di Indonesia sendiri, ini juga diterapkan di persaingan industri motor kita, yang awalnya Honda bermain dengan motor  100cc, dengan fasilitas standar mulai dari Astrea Prima, Grand, Impresa, Legenda, Supra , Revo kemudian dikembangkan ke CBR 150 dan 250cc yang harganya cukup fantastis, dari produk  100cc yng belasan juta ketika di CBR sudah melesat di 30jutaan lebih. Namun persepsi produknya yang dibangun benar-benar mengejar gaya, sehingga bentuk motornya pun sangat stylis, layakanya motor balap dunia, padahal kita lihat apakah cukup memungkinkan jalanan di Indonesia yang tidak begitu terawatt baik untuk menyalurkan power dari CBR 250cc?  Ada, namun tidak semua jalanan yang dilalui layak untuk performa 250 cc, apalagi jalan dikota besar, belum memasuki perseneling 5 sudah ketemu  traffic light. Baca selengkapnya

Bisnis & Marketing

Langganan Artikel Bisnis Marketing Toko Online Wirausaha

  • Begitu ada artikel baru, Anda dapat email pemberitahuan