6 Nilai komunikasi dalam komunitas

Faktor Komunikasi dalam komunitas, baik itu komunitas pengusaha, komunitas bisnis/profesi dll,  bisa  menjadi alat perjuangan memajukan komunitas terutama jika jarak antar member berjauhan. Dengan terus membangun komunikasi maka diharapkan komunitas ini menjadi bagian dari perilaku hidup, bukan sebatas harapan jika sedang dibutuhkan saja, misal sedang kena masalah modal, marketing, izin dll

Beberapa kekuatan komunikasi dalam komunitas antara lain :

  1. Kejelasan dan kemudahan akses perangkat komunitas : AD/ART, Rencana Strategis, PROGRAM KERJA, Struktur Organisasi, Notulen RAPAT,  dll ini segera harus di bangun dan bisa diakses 24 jam bias online dan offline agar masyarakat semakin sadar akan “kejelasan perjuangan” walau perlu ada kejelasan ruang dan verifikasi dokumen misal versi berapa, revisi berapa, berlaku sejak kapan… sehiniga validitas dokumen sangat jelas.
  2. Komunikasi Vertikal : adalah komunikasi  dari member biasa kepada Pengurus, Pengurus Harian/Wilayah kepada Yayasan/Pengelola/Perhimpunan  dan yang tidak kalah penting adalah komunikasi  masyarakat luas kepada Pengurus Komunitas. Dan yang cukup strategis adalah kualita komunikasi media luaran(cetak/elektronik), komunitas luaran…
  3. Komunikasi Horisontal : bagaimana sesama member ada ruang berkomunikasi yang disiapkan tanpa harus menunggu even dan membayar tiketnya, bisa dengan DISKUSI ONLINE/CHATIING ONLINE/SKYPE/YM/PALRINGO yang tanya jawab bisa berlangsung cepat tanpa ada moderasi yang birokratif, untuk komunikasi yang membutuhkan kesepatan cepat, mufakat dengan cepat, solusi cepat. Tujuan nya kualitas interpersonal, juga  Komunikasi lintas fungsi unit internal, yaitu unit didalam komunitas, baik yang dari Yayasan, Perhimpunan atau amatir/non legalitas, sehingga informasi kerjasaam pengurus  dan rekanan di luar sana yang sudah bekerjasama ada kejelasan, misal adanya daftar kontak person dan bukti dokumen dalam kerjasama2 yang telah lalu, agar memudahkan untuk generasi penerus melanjutkan perjuangan.
  4. Komunikasi dalam bentuk parameter, yaitu SURVEY apa saja kemauan, harapan dan potensi member dan seluruh elemen, ini bentuknya adalah personal. Sehingga bisa menentukan kebijakan yang berbasis dab berorientasi kepada member bukan dari ide pengurus semata.
  5. Komunikasi identifikasi ketidakpuasan, sehingga bisa melihat ruang2 yang rentan terhadap layanan tidak memuaskan yang membuat KOMUNITAS akan ditinggalkan.Sehingga sebaiknya komunitas memang memberikan strategi komunikasi di dalam stakeholder, bukan sekedar taktik komunikasi, agar kekuatan untuk memajukan komunitas tidak tergantung eksitensi pengurus, artinya ada nilai kreasi yang bisa dibangun ditingkat member sendiri, karena apapun alasannnya member biasa itu bersifat mayoritas dan inti dari komunitas itu sendiri, bukan pengurus yang menjadi intinya.

strategi bisnis

5 Tulisan terbaru

  • Komentar

    Ingin menanggapi?




    Semua tanggapan akan diperiksa dahulu oleh Ipan Pranashakti, jika spam comment dan spam link, maka akan dihapus permanent


    Sebelumnya mohon isi perhitungan berikut. * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

    Bisnis & Marketing

    Langganan Artikel Bisnis Marketing Toko Online Wirausaha

    • Begitu ada artikel baru, Anda dapat email pemberitahuan