Stategi bisnis : 5 tema pencitraan perusahaan melalui sosial media online
Dari sekian elemen yang bisa di sharing ke medis sosial online dalam rangka membangun reputasi terbatas, maka facebook, twitter dan google plus bisa dijadikan sarana untuk pintu informasi. Sedangkan informasi yang dibangun dalam sosial media memang disiapkan yang bersifat khusus untuk tidak memancing reputasi negatif dari khalayak umum di media onlline.
Setidaknya dengan penggunaan sosial media maka informasi dapat dikonsumsi dengan cepat oleh masyarakat.
Beberapa elemen yang bisa disampaikan adalah:
- Kualitas. Diskripsi mutu yang dijaminkan, hal ini untuk menghilangkan keraguan dari umum
- Kejelasan Layanan. Diskripsi tentang layanan yang umum dan diunggulkan, dalam hal ini sangat cocok untuk layanan tematis
- SDM. Kehandalam SDM terutama dengan informasi adanya penghargaan, pelatihan dan kerjasama pihal luar
- Peduli bangsa dan masyarakat. Ini sebagai bentuk informasi 2 arah, sehingga kegiatan yang termasuk sosial ini menjadikan masyarakat memahami fungsi perusahaan yang memang seharusnya bagian dari masyarakat
- Komitmen pada pelanggan. Bukti dan informasi berkenaan adanya upaya peningkatan kepuasan pelanggan, bisa dengan informasi tentang mendapatkan testimoni positif, fasilitas baru, insentif baru untuk pelanggan, penghargaan dari pihak ketiga namun kredibel
Sehingga setiap saat bisa menggunakan sosial media untuk pencitraan selain dari kegiatan promosi dan iklan di media online tentunya. Pencitraan ini berkaitan dengan menjaga interaksi antara produsen dan konsumen agar ada timbal balik informasi yang simbiosi mutualism.,
Strategi Bisnis : Pentingnya perusahaan merencanakan pengunaan sosial media
Iklim positif dan negatif dari pesatnya sosial media muncul dimana-mana, namun membaca sebuah data statistik ternyata masih sedikit perusahaan yang care terhadapa sosial media online, ini bisa berdampak buruk jika masyrakat luas telah menggunakan media sosial ini dari sisi koementar negatif. Dalam era sosial media tidak semua kritikan dan keluhan bersifat membangun perusahaan karena bisa saja itu muncul sebagai serangan diam2 dari pesaing yang tujuannya tidak untuk perusahan tetapi penggemar perusahaan di sosial medianya. Ini bisa cukup parah.
Sehingga perlu sebuah perencanaan yang matang dari perusahaan untuk menciptakan sosial media yang fantastik dan memberikan informasi yang benar-benar mengimbangi informasi liar dan sulir dipantau di masyarakat.
Beberapa alasan utama kenapa perencanaan dalam perusahaan untuk pemanfaatan sosial media ini cukup penting :
Baca selengkapnya
Strategi Bisnis : Google plus serius membantu reputasi perusahaan di sosial media
Dalam fenomena lain di facebook, twitter mungkin kita melihat adanya account yang bodong atau kloningan dalam istilah forum sosial, dalam bahasa umumnya adalah account yang palsu, atau tidak jelas identitasnya atau sebagai sosok dimanipulasikan, misal namanya Aslinya “Karjo” di Facebook memalsukan diri menjadi “Roy Suryo Asli Tenan”, sehingga pemalsuan nama “Roy SUryo Asli Tenan” berdampak mendapatkan simpatik dari banyak member FB yang berjumlah besar karena ketenaran Roy Suryo sebelumnya. Itu sudah umum dan sulit memang untuk dicegah.
Tetapi kondisinya berbeda dengan Google Plus, walau belum lama diluncurkan tetapi embrio akan validitas account untuk perusahaan lebih unggul dari Facebook.
Beberapa hal yang bisa dikembangkan dalam Google Plus, antara lain :
Baca selengkapnya
Strategi Bisnis : Media Sosial sebagai media pertanggungjawaban perusahaan kepada umum
Ketika mengisi acara seminar di sebuah institusi swasta, ada yang menanyakan : untuk apa saja sebenernya medis sosial online itu? karena selama ini mereka sudah berusaha memberikan informasi layanan-layannan. Media sosial sepeti facebook, twitter atau google plus sejatinya salah jika hanya untuk menjaring pelanggan atau hanya untuk sekedar promosi produk. Karena fitur yang begitu banyak dapat dijadikan sebagai sarana menunjukkan jati diri perusahaan dalam membangun citra dari sisi publikasi pertanggungjawaban. Pertanggungjawaban perusahaan dalam ini sebagai upaya :
- Menggugurkan kewajiban atas peraturan pemerintah
- Menunjukkan kepatuhan terhadap pemerintah dan atributnya
- Menjadikan sebagai media pelaporan teks dan gambar
- Menjadikan media feedback atas aaktiftas tahunan
- Menunjukkan komitemen korporat terhadap kemajuan bangsa
- Menunjukkan kedekatan perusahaan dengan pemerintah secara positif
- Menunjukkan kedekatan sosial terhadap bencana dan keterbelakangan ekonomi lingkungan sekitar
Bagaimana media sosial dapat digunakan untu pertanggungjawaban kepada masyarakat?
Strategi Bisnis : Google Plus, sosial media yang peduli corporate
Lahirnya Google plus sebagai pengembangan dari tool Google sebelumnya yang kurang berhasil, Google Wave dan Google Buzz, sepertinya memiliki arah yang berbeda dengan keduanya. Google Plus lebih fokus dalam pengembangan media sosial yang aplikatif terhadap kepentingan aktifitas perusahaan, sehingga tidak relevan membandingkan Google Plus dan Facebook dari kacamata bisnis, namun jika dari sisi fitur dan aplikasi memang keduanya akan menjadi puncak perhatian.
Penggunaan Google Plus memang belum memilikai panduan yang istimewa seperti Facebook, namun seperti itu pula adanya ketika Facebook baru lahir, begitu juga dengan masih minimnya aplikasi dari pihak ketiga.
Pertumbuhan jumlah member Google Plus sudah mencapai 1o juta hanya dalam 2 minggu, itupun pertumbuhan yang masih bersifat tertutup, artinya tidak semua orang bisa bergabung dengan kehendak sendiri, perlu ada Invite dari member lain yang sudah menjadi member. Apa jadinya jika semua secara mandiri bisa mendaftarkan diri? Tentu lebih dari 10 juta member google plus.
Google Plus mengembangkan Brand Pages, yang berbeda denganb Fanspagenya Facebook
Brand pages mesti sedang dalam proses pengembangan, namun cukup memberikan harapan adanya pola penghargaan terhadap aset berupa brand. Kita pahami brand adalah aset termahal dari sebuah usaha, karena disana tergambar identitas dan formalitas perusahaan sebagai jembatan antara perusahaan dan masyarakat.
Dengan fokus kepada brand pages tentu jika salah satu perusahaan membangun pencitraan di Google Plus, pesaing atau followernya juga berusaha meraih pola yang sama.
Baca selengkapnya
Strategi Bisnis : Pentingnya Sosial Media bagi citra perusahaan
Dalam sebuah seminar di Surabaya saya menyampaikan tentang index dari peranan Web Marketing, memang media sosial tidak lagi di nomor satu, namun tetap harus diperhatikan, karena peran media sosial berbasis online dalam membangun citra perusahaan dirasa cukup efektif, sebagai pilar dari marketing dan public relation tool. Media sosial dalam hal ini dibedakan dari masing-masing fitur, karena memang ada perbedaan mendasar antara Facebook, Twitter, Google Plus dan lain-lain, namun setidaknya dalam mendukung strategi bisnis, ada beberapa hal yang bisa menjadi catatan :
- Mudah diaksesnya media social dari perangkat yang sederhana hingga canggih
- Simpelnya pesan cenderung mudah dicerna dalam waktu singkat
- Upaya yang one to many, artinya di posting seseorang yang mewakili perusahaan namun bisa menjangkau banyak pelanggan
- Cepat dalam distribusi informasi
- Adanya notifikasi dalam bentuk email, sehingga informasi bisa diakses lebih dini dan cepat.
Mentoring bisnis : 6 Alasan kenapa butuh mentor bisnis
Mentoring bisnis sering diupayakan oleh perusahaan, komunitas bisnis, program hibah, pendampingan usaha UKM, dan pemulihan paska bencana, sehingga posisi mentor bisnis menjadi strategis, namun benar-benar seorang mentor bisnis bukan hanya seorang konsultan atau trainer.
Dalam sebuah kegiatan pertengahan tahun 2010, ketika dalam menjadi narasumber undangan sebuah Dinas di Pemda Yogya saya sampaikan beberapa slide tentang pengembangan UMKM dan UKM, baik dari cara offline dan online. Namun secara prinsip, sebaiknya mentor bisnis lebih mengutamakan untuk offline, karena dalam proses transfer knowledge butuh media praktek, media lapangan, media observasi produksi dan unsur humanitas : baik sentuhan ke alat/tool, peragaan, ekpresi, komunikasi 3 arah, komunikasi 2 arah, diskusi 3 arah. Sehingga seorang mentor bisnis harus peka dengan fenomena ini.
Namun selain itu saya sampaikan tentang mentoring bisnis, kenapa itu dibutuhkan, salah satu slide-nya :
Mentoring Bisnis : Langkah menentukan Mentor Bisnis yang tepat
Pergeseran terjadi ketika di Indonesia, untuk menjadi mentor bisnis kebanyakan saat ini tidak dari pengalaman dalam bidangnya, bahkan menyentuh bidangnya pun tidak. Sehingga ada yang berawal dari seorang konsultan langsung ke mentor.
Namun memang beberapa hal dari peristiwa ini tidak perlu diperdebatkan, saya lebih senang kepada “bagaimana memajukan daya saing Indonesia’.
Untuk mencari mentor bisnis maka sebaiknya ada beberapa hal yang harus diperhatikan :
- Susunlah tujuan yang jelas untuk membantu “hal apa” nanti mentor bisnis itu
- Pastikan bentuknya apakah ini mentor bisnis yang akan berbayar atau gratis. Karena program dari bantuan/hibah kadang mentor dibayar tinggi, tapi juga ada yang gratis 100%
- Kompetensi apa saja yang dibutuhkan dari “hal apa” itu, karena belum tentu dari pengusaha IT langsung mencari dari praktisi IT, bisa saja dari marketing atau keuangan/pajak dll
- Susunlah setidaknya ada 10 calon mentor bisnis anda
- Pelajari dari 10 itu mana yang paling sesuai, jika mentor ditunjuk dari organisasi Anda atau komunitas Anda maka lihatlah pengalamannya
- Hubungi dari 3 atau 5 daftar calon mentor bisnis, bisa lewat email dll, katakana Anda butuh masukan tentang program mentoring, jangan langsung bilang mau butuh mentor.
- Siapkan daftar pertanyaan setidaknya anda sudah punya kerangka dan arah “apa” masalah atau “apa” tema peningkatan yang diharapkan
- Hubungi secara lebih dekat bagi mentor yang akan dipilih, 2 mentor, lihat keterbukaan dan kemampuan komunikasinya.
- Tentukan dengan pasti mentor bisnis Anda, kemudian buat kesepakatan atau kontrak belajar.
Mentoring bisnis : Pilihan pendekatan teknis untuk Mentor Bisnis
Mentor bisnis dalam program offline dan online memiliki banyak pilihan, dan saya sering melakukan ini dengan kombinasi dari beberapa pendekatan yang ada. Sebagai jalan menuju orang (mentee) agar dapat lebih sukses dalam meningkatkan kinerja baik sebagai pengusaha dan pegawai.
Tujuan awalnya dari mentoring bisnis ini harus dipahami, bahwa mentor bisnis bukan sepertinya layaknya mengajar di sekolah atau universitas. Mentor bisnis harus bermental berbagi namun bukan untuk kepentingan “dia” sebagai sang mentor bisnis tetapi untuk sang mentee yang harus dibantu agar melakukan pekerjaan yang lebih efektif dan ada kemajuan berarti, sehingga salah jika dalam pelaksanaan mentoring di lapangan lebih banyak ceramah.
Sebagai pendekatan di lapangan mentor bisnis bisa memilih beberapa pendekatan yang bisa digabung untuk menentukan model di lapangan.
- Training, ini sebagai bentuk pelatihan yang ditujukan agar lebih memudahkan dalam adaptasi kinerja yang efektif
- Diskusi, ini bisa dilakukan dengan mengoptimalkan 2 arah, dari mentor ke mentee dan sesama mentees itu sendiri. Sehingga komunikasi 2 arah ini melahirkan komunikasi yang ideal.
- Konseling, ini lebih kepada pengatasan masalah yang terjadi, sehingga tujuannya ada solusi yang benar-benar sebagi manfaat. (baca juga mentor bisnis)
- Coaching, adalah fokus pada pembinaan, dan menurtu survey, coaching ini ebih efektif dri training, karena arah dan fokus pengembangan lebih sesuai apa yang dibutuhkan, walau di lapangan, menurut pengalaman saya biaya lebih tinggi dari pada traning.
- Benchmarking, adalah membandingkan dengan perusahan lain dengan ukuran pembanding kualitas, waktu dan biaya.belajar berarti melakukan hal-hal yang lebih baik, lebih cepat, dan murah. (bencmarking sy masukkan ke mentoring bisnis, karena saya melihat sudah saatnya membahas sesuatu perbaikan yg lebih dalam)
Mentoring Bisnis : Pentingnya aspek “Sikap” seorang mentor bisnis
Mentoring bisnis adalah pola binaan dalam mencapai tujuan bisnis, atau pola pendampingan dalam tujuan usaha. Namun seorang mentor harus memiliki pola sikap yang baik agar mentor memiliki kekuatan dan dipercaya oleh menteesnya.
Beberapa hal yang harus dimilliki dari seorang mentor dari aspek SIKAP :
- Mental dan komitemen kuat untuk mengembangkan orang lain dan diri sendiri
- Keterbukaan dan kesediaan dalam mengurai akar masalah
- Semua diawali dari masalah tidak langsung kepada solusi
- Mentor harus memberikan materi dan praktek binaan yang paling sesuai, bukan paling diingat
- Menghormati sudut pandang orang lain dan keputusannya
- Kesabaran dalam mengurasi masalah dan mencari solusi, jangan lari ke teori dahulu
- Mendorong Mentee agar juga memiliki komitmen tinggi untuk mandiri dan menjadi ahli
- Menumbuhkan rasa solidaritas sesama jaringan mentees
- Saling menjaga kerahasiaan kepada hal-hal yang memang awalnya rahasia usaha, agar mentee percaua kepada mentor
Strategi Bisnis : Pentingnya mengenali 3 standar proses dalam bisnis
Dalam mengelola dan memajukan sebuah usaha maka banyak yang mengatakan pentingnya adanaya standar proses dalam strategi bisnis baik skala besar maupun skala UKM.
- Standar hasil
- Standar proses
- Standar perilaku
1. Standar hasil
Jika anda seorang pengrajin maka jika ada cacat bisa segera disortir atau dikembalikan ke produksi, ini berlaku untuk ekportir mebel/furniture juga, daripada return lebih baik jika cacat produksi dipisahkan. Atau mungkin yang usaha warung makan selalu mencicipi masakan anak buahnya, dengan cara mengambil satu sendok setiap hasil masakan dan diletakkan ke piring lain
Tujuannya : Standar hasil ini kualitas anda , sehingga standar ini berlaku, agar pelanggan merasa bahwa kualitas dari hasil masakannya terjaga. Jangalah ada kepikiran dari pelanggan bilang : “Gimana sih nih Nasi Goreng, kadang enak kadang asin, enakan yang buat bapaknya, kalau anaknya selalu gini nih” . Sadarkah bahwa bisa saja standar hasil ini terjadi juga berujung “value “bagi pelanggan yang selalu diingat pelanggan/dikenang untuk selalu repeat order. Standar hasil bisa juga dengan mengamati ukuran, warna, dan berat menurut aturannya.
Strategi Bisnis : Membedakan kebutuhan dan keinginan pasar
Dalam sebuah seminar marketing di Jakarta, sebagai narasumber tunggal saya sampaikan tentang kepuasan pelanggan secara luas, salah kaprah kepuasan pelanggan, juga tentang bagaimana kita menyusun taktik agar pelanggan itu puas. Agar kita semua memahamu sedang di mana usaha kita ini.
1. Kebutuhan
Setiap pelanggan pada dasarnya/awalnya membeli hanya untuk memenuhi kebutuhan, butuh minum air putih, butuh bis kota karena macet, sehingga pada saat srperti ini pelanggan ini hanya berusaha memenuhi kebutuhannya. Peluang bersaingnya Anda bisa menambahkan “sarana” ektra dari pelanggan agar mereka terkenang. Seperti dalam usaha Kamar MandiUmum di terminal, maka yang masuk biasanya hanya karena faktor kebutuhan, tetapi jika ingin membangun kepuasan mkaa bisa dengan cara membuat kamar mandi bersih dan wangi, sehingg ada kenangan di sana, sudah saatnya pengelola Kamar Mandi Umum itu memakai Brand khusus? Ah masak bisa, ngapain juga? Loh sekarang saja cleaning service dan jasa Parkir sudah memamaki brand khusus dalam outsourching.
Contoh nyata dari saya yang saya ungkapkan di seminar : Baca selengkapnya
Strategi Bisnis : Kadang inovasi bisnis dari tempel menempel dan gabung menggabung
Inovasi itu mahal, inovasi itu berat, inovasi itu hanya untuk perusahan besar. Jangan berpikir seperti itu.
Inovasi adalah hak setiap orang dan setiap pengusaha. Inovasi kadang hanya dari tempel menempel:
- Ada mainan anak, produknya sama terus tetapi bungkusnya diganti gambar, kadang gambar Upin Ipin, Dora dll
- Ada produk yang sama semakin lama tempelannya semakin banyak mulai dari legalitas, perizinan, Halal MUI, Pemenang ICSA, Juara lomba xxxx, produk terbaik menurut majalah xxx.
- Ada donat polos ditempel Coklat Belgia, ditempel Strawbery New Zealand, donat lokal terkesan dari luar negeri.
- Ada menempel label, yang dulunya Minyak Ikan sekarang ditambahi dari asalnya, Minyak Ikan Afrika, dari Ikan Hiu kedalaman 2000m dibawah laut
Inovasi juga kadang dari sistem gabung menggabung, contoh :
Stategi Bisnis : Logika memahami Value untuk sukses bisnis
Banyak yang masih menanyakan hubungan strategi bisnis di dalam aspek Value, bahkan ada yang bertanya value itu apa? Terlebih ketika dalam seminar saya mungkin sering menyarankan pentingnya menggali Value, sehingga setelah menjadi narasumber seminar, ada yang belum menangkap logika tentang value.
Dalam beberapa event seminar/workshop, saya mencoba menggali strategi Value Creation khusus pasat ASIA, yg masih bisa mudah di drive dengan fitur dari teknologi.
Logika Pertama:
Ada 2 sandal sedang di jual sebuah toko yang satu harganya sekitar 50 ribu yang satu 350 ribu. Kalau dihitung ongkos produksinya hampir sama. Bentuknya secara umum sama tetapi yang 350 ribu cukup laris. Kenapa?
- Karena sendal yang 50ribu itu hanya sebuah alat kaki agar tidak terkena kotoran, kena paku dll
- Tetapi yang sendal 350ribu itu memiliki susunan karet/plastik yang bisa untuk terapi kaki, ada beberapa tonjolan di sana.
Keduanya ada fungsi yang samam yaitu melindungi kaki, tetapi karena pengayaan nilai, maka sendal jepit tapi bisa digali untuk menguakan nilai tambahnya.
Lalu namanya?
- Yang 50ribu itu memang sengaja dinamai sandal sporty, pengembangan dari sandal jepit
- Yang 350 ribu disebut sebagai sandal kesehatan.
Dari sini ada 2 hal pertama, pengalihan fungsi dari hanya alas kaki menjadi alas kaki yang menyehatkan, secara persepsi dari sendal yang hanya alas kaki menjadi “alat yang menyehatkan” melalui terapi kaki.
Tampak sangat jelas ada upaya perluasan manfaat dan pemenuhan harapan bagi pelanggan, dan cukup bisa memasuki tingginya harapan2 pelanggan.
Mentoring Bisnis : Menjadi Mentee yang baik, agar sukses bersama
Dalam proses mentoring bisnis, jika ada ketidaksuksesan maka tidak selamanya adalah kesalahan mentor, karena pada dasarnya mentoring ini bentuk memberi dan menerima, bisa saja yang memberi sudah optimal dengan cara yang terbaik, namun yang menerima justru santai, kadang serius kadang main HP, kadang keluar merokok.
Mentoring akan sukses jika memang ada kesadaran dari keduanya, mentor dan mentee (yang sedang dibina oleh mentor) dan setidaknya seoarang mentee harus memiliki pola sikap :
- Menjaga kepercayaan, untuk selalu berprasangka baik kepada mentor. Misal diminta belajar menulis surat bisnis, belajar presentasi dll, termasuk ketika ditegur sebaiknya tetap ada prasangka baik
- Tekad bulat konsisten untuk maju dan menambah pengetahuan daya saing
- Selalu terbuka kepada ilmu baru dan ide baru demi kesuksesan bersama, ketik ide dan ilmu itu tidak sesuai maka tetap diterima dengan lapang dada tidak mengumpat dll siapa tahu ilmu itu akan berguna nanti di masa-masa mendatang, sekali lagi Mentoring adalah teamwork, menjaga suasana sesama peserta adalah wajib.
- Sabar dan bersedia menerima koreksi dan masukan dari mentor dan mentee untuk konsisten
- Ikhlas mempraktekkan atau improvisasi untuk peningkatan
- Tertib terhadap waktu dan aturan main, karena ini demi sukses bersama dalam tim
- Konsisten dan fokus untuk tidak berganti-ganti pola yang belum terbukti, atau sekedar iseng mencoba dari temuan dinternet, karena akan mempersulit monitoring dan evaluasi.
- Komunikatif saling menghargai sesama mentee dan kepada mentor, jangan mengolok-olok
- Memahami perkembangan, mengamati kapan bisa bertanya, memotong perkataan dan saat minta bantuan

Selamat menjadi mentee yang baik dalam setiap mentoring bisnis.




