Memulai usaha : Filosofi awal mendirikan usaha

Klasik, sudah klise, sudah bosen mendengar bagaimana memulai usaha? Lalu dijawan memulai usaha itu semudah membalikkan tangan, memulai usaha nekat saja dllll  Itu benar tidak salah tapi masih di dataran TEORI, belum ke PRAKTEK,

Bahkan ada orang yang anti TEORI, berkumpul dan menggaungkan “jangan percaya teori dalam memulai usaha”  namun justru hobinya ngasih teori misal
– Jalankan saja nanti akan ketemu ilmunya
– action segera nanti pasti ada jalan
dll dll

Yah keduanya juga sebuah teori, walau yang memberikan teori itu adalah “orang ynag merasa anti teori” . Wong saya ini mau markir kendaraan saja make teori, mau jaga kesehatan juga make teori, nah begitu juga dengan memulai usaha, kita harus paham pada petanya Baca selengkapnya

Memulai Usaha : Ajang mengasah naluri bisnis

Memulai usaha itu bagian dari yang kadang dianggap paling rumit, walau setelah menjalankannya serasa tinggal meneruskan, untuk mengembangkan yang butuh kreatifitas.

Begitu juga ketika Anda masih mahaiswa, atau baru lulus, maka kadang kita bisa melihat kondisi bisnis pada posisi normatif, semua serba ideal, seba indah, seakan pembeli datang sendiri, keuntungan tinggal menghitung, marketing tinggal setting, jika ada masalah maka terus berkata
– Harusnya manajemen di perbaiki
– Harusnya ada hitam di atas putih
– Harusnya ada perencanaan yang terukur
– Harusnya cash flow terukur setiap saat
– Harusnya SDM nya di gaji tinggi agar loyal
Baca selengkapnya

Memulai Usaha : Awali dari modal kemasan

Memulai usaha tidak harus berpikir dengan pusing dahulu, karena kita bisa mencicil upaya tertentu untuk memulai usaha, begitu banyak produk disekitar kita digarap secara tradisional, masih konvensional. Maka ini peluang, itu semua bisa digarap untuk peluang memulai usaha, dalam beberapa UKM binaan kami dahulu, ada pedagang sayuran yang menyuplai SUPERMARKET dan HYPERMART, sebenernya produknya sama dengan pasar tradisional, namun memang dalam penjualannya mengesankan cara yang berbeda, ada Freezer khusus. Juga ada teman jual batik, bellinya di pasar tradisional lalu buat kemasan khusus dan brand khusus kemudian ditawarkan di media online, maka itu sudah cukup sebagai pemikiran awal kita yang akan memulai usaha.
Baca selengkapnya

Memulai usaha : Fokus pada selling dahulu

Ingin memulai usaha, namun banyak hambatan, semisal

  1. Mungkin Anda sibuk, hanya punya waktu malam hari
  2. Mungkin Anda hanya punya modal dari duit gaji
  3. Mungkni Anda harus menghemat untuk bisa menabung

Baca selengkapnya

Memulai usaha : Awali dari modal skill

Sebelum lebih lanjut mengenai memulai usaha fokus dari modal skill, mungkin bisa dibaca dari blog sy berkenaan
“5 alasan sektor jasa akan meningkat” klik –>  Peluang Sektor Jasa cerah

Dalam perjalanan akan memulai usaha tidak perlu harus menggantungkan segalanya kepada 1 modal berbentuk uang, bahkan jangan lah  berkata bahwa tanpa pinjam ke bank tidak mungkin bisa punya usaha.Karena pemahaman membangun usaha harus dengan modal yang yg banyak itu bukan satu-satunya jalan. Jika masih punya pemikiran hanya orang kaya raya yang bisa memulai usaha, berarti itu ada masalah dalam MENTAL BLOCK, suatu kondisi cara berpikir/alam bawah sadar/setting dalam mindset yang kurang tepat. Baca selengkapnya

Persiapan migrasi dari karyawan ke pengusaha

Tidak perlu diperdebatkan apakah karyawan lebih rendah dan lebih tinggi dari pengusaha, agar tidak masuk pada jebakan logika emosional, untuk segera meninggalkan ini untuk yang itu. Tetapi bijak atas pemikiran yang matang dari masing-masing kita, kesuksesan itu bukan copypaste.

Menjadi seorang karyawan dijamin tidak hina dina, bahkan mungkin bisa tetap mulia, karena semua diukur dari ketakwaannya, namun memang menjadi pengusaha juga lebih dapat mengatasi pengangguran dan rendahnya produktifitas dari melimpahnya sumber daya di Indonesia ini.

Nah untuk melompak menjadi pengusaha, sedang posisi masih sebagai karyawan ada beberapa hal yang harus dipersiapkan setidaknya untuk ukuran dari masing-masing kita. Coba pahami secara ringkas hal hal berikut : Baca selengkapnya

Kewirausahaan : Benarkah para pebisnis tidak butuh teori?

Dalam beberapa forum, dalam beberapa status di social media, beberapa di milis dan buku-buku banyak sekali mengatakan berbinis tidak perlu teori. Saya awalnya kaget, kenapa?

Salah mengartikan Teori
Mungkin dipikir yang namanya Teori itu laksana buku tebal, laksana e-book ratusan halaman yah? Sehingga banyak calon pebisnis malas dengan teori, sehingga kesalahpahaman memahami teori ini lah yang membuat banyak yang antipati dengan teori.  Pada zaman dahulu dorongan ingin memulai usaha, ketika belum ada online2 nan yang maju seperti sekarang ini, teori tetap ada namun ditemukan sendiri ketika dalam menjalankan bisnis, sehingga memang untuk sebuah teori bisnis pribadi, butuh pengorbanan modal, waktu, tenaga. Nah dengan majunya teknologi maka pertukaran informasi, forum, milis menjadikan pertukaran informasi dari yang sukses dan gagal menjadi sebuah kemasan pengalaman dan rumus, ini juga disebut teori. Teori teman saya, teori bapak saya, teori tetangga saya. Teori bukan sesuatu yg harus berwujud buku, bahkan mungkin pengalaman orang lain dalam bentuk lisan menjadikan kemasan yg sistematis sehingga menjadi sebuah teori sendiri.

Baca selengkapnya

Konsultasi Bisnis :Sukses membangun usaha nasi goreng

Konsultasi Bisnis : Bagaimana memulai usaha nasi goreng agar sukses

Pertanyaan bisnis :

Perkenalkan nama saya Yusuf, saya pernah bertatap muka dengan bapak di acara Bogor beberapa waktu yg lalu.
yang ingin saya tanyakan, bagaimana menurut pengalaman dan pengetahuan bapak untuk menjual nasi goreng PKL di depan ruko yang rencana di mulai dari jm 5 sore – 10 malam apakah strategi dan tips nya untuk memulai bisnis ini. saat ini  ruko punya orang tua, pagi-siang untuk kantor pos, malam masih kosong, trafficnya lumayan rame,resep nasi goreng sudah ada tinggal ditambah dgn masakan lain.
Regards,
M.Yusuf
Jawaban  Ipan Pranashakti —-
Sahabat saya M.Yusuf, salut atas motivasi untuk terus berjuang dalam kemapanan cita-cita dan pikiran kita.
Untuk memulai usaha nasi goreng, pertama kali yang dipikirkan jika sudah ada modal resep, tempat..maka setidaknya :
Segmen apa yang akan dibidik?

Kenapa segmen? karena ini menentukan seting ruangan, harga dan cara melayani. Masak sih kita nawari produki sisir rambut ke orang gundul yang habis masuk OPSPEK? Nah segmentasi ini sebagai bentuk upaya agar rumah amakan nasi goreng ini akan cepat diserap pasar.
Segmentasi ini tidak harus rumit, yang terpenting agar respon pasar sangat baik, karena memang sebagai permulaan dengan respon baik akan menambah semangat. Segmentasi dalam strategi marketing menjadi kunci awal.. mungkin bisa baca artikel lain  tentang segmentasi di http://ipan.web.id/tag/segmentasi/

Baca selengkapnya

Kewirausahaan : Peta persaingan UKM berubah di era digital ini

Suatu saat tetangga Anda mungkin menjadi bisa pesaing dalam usaha. Ini adalah istilah dari saya menyikapi sedikit bergesernya pola persaingan inti dari perkembangan zaman ini, bahwa memang posisi produsen dan konsumen bisa berubah dalam 1 detik. 1 menit, 1 jam , atau 1 hari. Artinya memang desakan kebutuhan dan isyu global telah menjadikan bahwa setiap transaksi bisnis bisa menjadi “ide memulai bisnis baru”.

Kenapa?

Karena saat ini eranya sudah horisontal, semua bisa menjalani usaha, tidak harus dengan RUKO MEWAH, tidak harus di pinggir jalan BESAR,
persaingan bisa tumbuh di samping kita, di depan kita, di lahan yang baru bahkan   dalam media online siapapun bisa berjualan online selama ada kemauan dan ketekunan

Hari ini tetangga menjadi konsumen Anda membeli baju dari Anda, esoknya tetangga itu kerjasama dengan pihak lain, menjadi reseller dan mendirikan usaha dengan produk yang sama dengan Anda, karena terinspirasi dari cerita dan transaksi dari Anda.

Baca selengkapnya

Kewirausahaan : Pengalaman menjadi trainer / motivator bisnis (satu)

Sudah biasa saat fajar menjelang, saat subuh bergema, posisi diri sudah mandi berpakain rapi untuk segera di bandara untuk undangan sharing motivasi bisnis di sebuah kota dalam rangka meningkatkan pemahaman kewirausahaan secara umum, atau ada tema khusus misak internet marketing, optimasi toko online dan lain sebagainya.

Perjalanan ini dijalani tanpa berpikir apapun berkenaan dengan berapa honor yang akan diterima, berapa jumlah peserta, karena tugas dan fungsi motivator adalah sangat mulia, mendorong aspek dalam diri seseorang untuk tetap yakin, semangat kuat, tidak minder, lurus pada visi misi hidup dan tegar, juga tujuan lain.

Indonesia masih banyak membutuhkan motivator dalam segala hal, karena pada dasarnya iklim kemasyarakatan Indonesia ini masih perlu di benahi dari sisi “dalam”/inner power dari   setiap manusia.

Baca selengkapnya

Kewirausahaan : 3 hal yang sering melekat pada pengusaha muda

Tidak pernah habis membahas kewirausahaan sebagai tema utama, jiwa wirausaha memang sebaiknya muncul dari usia remaja, sehingga penggunaan waktu mudanya menjadi produktif, setidakntya dalam pemikiran, ide, ekesekusi ide dan menghadapi permasalahan. Pendidikan kewirausahaa secara pragmatis juga sudah ada dalam kurikulum pendidikan tinggi, perbedaan mendasarnya justru pada skop penerapan dan praktek yang kadang pemasalahan muncul dan diselesaikan dengan instuisi dan naluri, yang mungkin kita dapatkan karena dalam arena praktek.

Namun dalam beberapa aktifitas ketika mendampingi di PEMDA SLEMAN dan KADIN Yogya,KPMI, dan beberapa organisasi lain maka ada beberapa kecenderungan.

Baca selengkapnya

Peluang usaha :Kebohongan Seminar Memulai bisnis tanpa modal dan tanpa uang

Peluang usaha di Indonesia ini sangat banauk, itu kenapa banyak produsen ingin memasarkan produk dI Indonesia, mencari agen dan reseller. Peluang usaha ini lah yang kadang diselewengkan oleh banyak pihak untuk menarik minat dalam seminar. Sehingga ada EO (event organizer) dan narasumber yang sebenernya memberikan kebohongan publik tanpa ada kekuatan untuk melawan kebohongan itu.

Seminar peluang usaha saat ini bayak sekali beredar di mana-mana dan anehnya bahwa seminar itu selalu menggaungkan

  • Memulai bisnis tanpa modal
  • Cara sukses membeli rumah tanpa uang
  • Cara sukses bisnis pulsa tanpa modal
  • Cara sukses bisnis modal dengkul
  • Strategi sukses bisnis tanpa uang

Tetapi dari serangkaian itu saya sangat mengkritisi adanya seminar

  1. Strategi Sukses Bisnis tanpa uang
  2. Strategi sukses bisnis tanpa modal

Seminar ini diubah-ubah bentuknya dengan permainan kata dan retorika. Tapi sebenernya ada yang disembunyika setidaknya pemateri bisa tidak imbang dalam menyampaikan kesuksesan dan kegagalannya, lebih banyak cerita kesuksesannya, karena itu juga punya nilai jual.

Lalu dimana letak kebohongan Seminar “Strategi Sukses Bisnis tanpa uang” dan “Strategi sukses bisnis tanpa modal”?

Selama seminar itu boleh diikuti dengan membayar uang tertentu misal Rp. 50.000, maka seminar itu bohong besar, bukan kah uang Rp. 50.000 itu juga modal dan bukankah itu juga uang, tidak peduli asalnya dari mana, tetapi seminar itu telah gugur sendiri dengan adanya  “tiket rp. 50.000 atau Rp. 250.000” yang itu juga “modal” itu juga “uang” kenapa bisa-bisanya mengatakan “Seminar Memulai bisnis tanpa modal dan tanpa uang?’

Waspada, jangan terjebak pada logika bisnis yang salah..demi keuntungan EO Seminar-seminar itu. Majukan Indonesia dengan mindset entrepreneur yang benar. Dalam bisnis tetap butuh usaha dan upaya.

Peluang Usaha : Benarkah Fenomena Memulai Usaha Modal dengkul, tanpa uang, tanpa modal dan modal nekat?

Peluang usaha seakan ada di mana-mana,  dan memulai bisnis tidak perlu ini itu? Kalimat retorik yang hanya untuk membuat persepsi memulai bisnis itu seakan mudah, inilah yang turut menyumbang adanya mental masyarakat  yang berpiki, sekolah hanya untuk mengejar gelar. Ada beberapa istilah yang saya pribadi sebenarnya cukup risih mendengarnya, karena istilah ini seakan terlalu mengabaikan rasa syukur kepada Tuhan atas apa yang diberikannya, sehingg menghilangkan pemberian NYA.

Sukses Bisnis tanpa modal (benarikah?)
Tuhan memberikan modal ke kita mungkin tidak dalam bentuk uang, tetapi skill komunikasi, negosiasi, perencanaan +eksekusi, seni, dan lainnya. Sehingga ketika ada yang mengatakan bisnis tanpa modal, seakan pemberian Tuhan itu tidak dianggap ada (skill). Modal dalam bisnis bisa dalam 2 bentuk : Pertama, Modal intagible, yaitu modal yang tidak berwujud pandangan mata, yah misal skill leadership, skill manajerial, skill komunikasi, skill perencanaan, skill mudah bergaul + mudah cair di lingkungan. Kedua, Modal tangible, misal uang, gedung, komputer, laptop, sebuah pulpen dan buku, dan lain sebagainya.

Marilah kita syukuri nikmat pemberian Tuhan jangan takabur dan sombong seakan kita sangat hebat hingga mengabain pemberiannya, dengan mengatakan “bisnis bisa tanpa modal” jika pun bisa meminjam modal uang orang lain, modal produk orang lain tetap saja butuh modal keberanian dan kepercayaaan dan semua itu juga pemberian Tuhan.

“Loh saya ini kan dipinjami kakak saya, produk disuppy teman sendiri”

di atas walau tidak menunjukkan modal uang, tetapi tetap saja, sebenernya kan tetap harus mengembalika pinjaman, bedanya adalah “kapan” modal itu diakui.

“Loh saya ini didanai teman saya, produk dari tetangga”

Tetap saja semua di atas butuh modal, yaitu modal kepercayaan dan mungkin setidaknya beli materai Rp. 6000″ untuk membuat surat perjanjian atau hanya surat bukti penerimaan dana bermeterai.

Termasuk ide-ide cemerlang itu juga modal loh? beruntung Tuhan memberikan ide tersebut. Kenapa tidak diakui pemberian itu?

Baca selengkapnya

Strategi Bisnis : Jangan terlalu banyak umbar keunggulan dalam promosi

Strategi Bisnis. Sudah lebih dati 70 kali saya diminta sharing/narasumber dalam berbagai kegiatan skop strategi bisnis, yang pada akhirnya banyak peserta yang menghubungi paska kegiatan tersebut dengan melampirkan penawaran dan kerjasama, baik untuk promosi, marketing atau hanya untuk pendampingan. Ada 1 hal yang menarik dari semua itu, yaitu rata-rata dari para rekan calon pengusaha dan pengusaha atau pelaku usaha sampingan baisanya terlalu yakin dengan ini :

  1. Merasa idenya berbeda dengan yang lain, sedangkan dia belum pernah mengecek dari pesaing2., sehingga lemah ide pembedanya
  2. Merasa bahwa produk lebih baik, padahal semua itu baru dari sisi prosesnya, belum melihat produk itu setelah di gunakan 3-4 tahun lagi seperti apa kuat dan awetnya. (Awet dan daya tahan beda, kalau daya tahan tidak bsia dikatakan “tergantung pemakain”, karena itu pemahaman yang mengaburkan, bahwa produ itu belum masuk area ujicoba yang matang)
  3. Merasa ide barunya lebih segar, padahal sering terjadi ide barunya itu pernah dimunculkan pelaku usaha yang sama beberapa tahun sebelumnya dan terbukti gagal.
  4. Merasa bahwa dengan keluar dari sebuah perusahaan, karena telah mengetahui semua proses bisnisnya, kemudian mendirikan perusahaan untuk bersaing dari tempat bekerjanya yang terdahulu, padahal dia baru mengausau dari sisi prosesnya belum kepada filosofi marketing dan strategi yang diterapkannya. Baca selengkapnya

Mentoring Bisnis : Pentingnya aspek “Ketrampilan” seorang mentor

Mentoring bisnis memiliki posisi yang starategis jika untuk kepentingan mengangkat golongan, tim atau perorangan yang sedang menuju peningkatan usaha. Namun sebagai seorang mentor juga harus memiliki ketrampilan yang terus ditingkatkan.

Kesepaman dalam proses mentoring bisnis sangat diperlukan antara mentor dan mentees.  Karena memang pada dasarnya mentoring  lebih kepada proses pembinaan bukan proses konseling dan konsultasi. Banyak perbedaan, terlebih kesalahan utama dalam proses mentoring ini karena diterapkannya “pola guru dan murid”  saja, artinya hanya berlangsung satu arah, dari guru memberi ke murid. Dalam mentoring bisnis sangat berbeda.

Beberapa hal yang berkaitan dengan aspek KETRAMPILAN  yang harus dimiliki seorang mentor

  1. Komunikatif, kekuatan dalam mengembangkan hubungan dan hubungan dengan orang lain
  2. Inspiratif, mampu menunjukkan sebagai sosok yang penuh inspirasi bagi orang lain terutama mentees
  3. Pendengar yang baik, memiliki kepekaan dan mampu menangkap apa yang disampaikan orang lain dengan cara yang menyenangkan
  4. Analis, bisa memperjelas dan memperdalam posisi masalah, situasi, pilihan mentee
  5. Empati. mampu menyesuaikan dengan kondisi orang lain secara emosional, mampu mengirimkan sinyakl sedang antusias terhadap penyelesaian masalah
  6. Mampu memberikan contoh kebaikan dan ketauladanan dengan baik kepada mentee
  7. Mampu mencerminkan apa yang disampaikan berkenaan isi dan pola penyampaian
  8. Wawasan luas, mampu melihat dari sudut pandang yang luas, sebisa mungkin lebih detil/luas dari mentees
  9. Solusif, dapat membantu seseorang menemukan solusi daripada hanya menyampaikan apa yang harus dilakukan
  10. Mampu memahami diri sendiri dan orang lain
  11. Fleksibel dan lentur terhadap kondisi yang sedang kaku, stagnan

Baca selengkapnya

« Previous PageNext Page »

Bisnis & Marketing

Langganan Artikel Bisnis Marketing Toko Online Wirausaha

  • Begitu ada artikel baru, Anda dapat email pemberitahuan