Strategi Marketing: Membangkitkan emosi dalam iklan promosi

Berkenaan strategi marketing, jika kita amati baik itu di TV, Majalah, KOran, dll perusahaan yang berbasis riset dalam marketingnya maka tampak bahwa mereka mencoba memancing emosi pelanggan, dalam hal ini emosi jangan dikonotasikan sebuah kemarahan tetapi emosi lebih kepada  pengalaman afektif yang disertai penyesuaian dari dalam diri individu tentang keadaan atau sesuatu.
Sudah lama diketahui bahwa emosi merupakan salah satu aspek berpengaruh besar terhadap sikap manusia.

Baca selengkapnya

Branding : persempit pesan pemasaran

Kalau diamati banyak pengusaha baru atau para pebisnis pemula semangat sekali membuat penawaran, promosi termasuk menggunakan beberapa media yang dari murah hingga termahal baik dengan misi untuk penjualan atau branding, sehingga jika diamati media promosi seperti cerita panjang sekali, brosur seperti koran berbagai rubrik dengan tulisan banyak, mepet, padat sehingga semua kertas terisi pesan-pesan promosi secara penih, saking ingin semuanya masuk ke dalam media itu, ukuran font pun diperkecil.

  Baca selengkapnya

Mendekap hati pelanggan

Ada pertanyaan dalam sebuah seminar bisnis,  “Mas Ipan, kenapa perusahaan besar sering mengadakan lomba kisah indah menggunakan produk, atau cerita kesan manis menggunakan produk tertentu di media online?” tanya peserta menanggap i banyaknya model periklanan di media masa yg sekarang banyak melibatkan pengguna memberikan ‘suaranya’. Baca selengkapnya

Bersaing tingkatkan omzet dgn memecah produk & layanan

Kalau amati akhir-akhir ini di akhir tahun 2013, persaingan sudah mengarah kepada kreatifitas harga dan memberikan pengertia harga yg masuk akal. Baik itu untuk produk berupa barang dan layanan, tidak saja produk besar nasional namun juga internasional.
Memecah produk dan layanan yang dimaksud adalah, agar harga lebih murah dengan memberikan fitur yg logic, dan konsumen memilih sendiri sesuai kebutuhan, konsumen tidak dibanjiri semua fitur yg bisa dipasangkan, meski hanya sebagian yg bisa benar-benar menjawab kebutuhan dan keinginan konsumen, apalagi masing-masing konsumen memiliki tingkat kebutuhan dan kepekaan produk yang berbeda.
Baca selengkapnya

Strategi Marketing : Images of value, membangun persepsi yang lebih baik

Beberapa hari lalu dari saat tulisan strategi marketing ini ditulis, pagi2 dapat SMS dari salah seorang sekretaris sebuah Direktorat:
“Selamat Pagi, Pak Ipan, mengingatkan hari ini jam  xxxxx sbg narasumber di workshop xxxxxxx xxxxx xxxxx”

Yah, hari ini diminta memberikan workshop Internet Marketing untuk puluhan pengrajin di Yogya.  Dari sana para pengrajin ini akan diarahkan kepada GURITA MEDIA dengan meningkatkan penetrasi media onlinem, yaitu sebuah upaya promosi berbagai cara ke media internet dengan berbagai bentuk dan keanekaragaman taktik.
Baca selengkapnya

Strategi Bisnis : Iklan media online sebailknya lebih personal

Dalam Artikel “strategi bisnis : iklan media online sebaiknya lebih personal”,  ketika pagi hari membaca koran pagi di kantor, mungkin Anda bisa membawa koran itu ke teman lain untuk diskusi, namun akan sangat berbeda ketika iklan terbaca dalam media online, maka harus ada tindakan yg lebih dari itu, karena ada upaya  atau send by email, yg keduanya akhirnya lebih kepada hubungan personal, email, social media dll

Artinya bahwa di media online unsur komunikasi personal lebih dominan, sehingga ketika akan memaasang iklan online sebaiknya Baca selengkapnya

Marketing : Segmentasi berhubungan dg kemasan produk

Dalam beberapa puluh seminar/workshop yang pernah saya isi, mungkin sering mendengar  saran saya : jika modal minimalis masuklah dahulu pada usaha dengan segmentasi anak2 dan targetnya adalah anak sekolah.. karena anak sekolah berhubungan mulut ke mulut yang kuat, dan secara personal anak2 tidak terlalu menggubris atribut makanan baik standarisasinya, Logo Halal MUI, Jaminan Mutu dll.

Baca selengkapnya

Marketing : Manfaat kemasan tidak sekedar bungkus

Jika kita melihat perkembangan teknologi saat ini terutama untuk desain dan media cetak, mungkin kita cukup kagum terutama saat ini juga mempengaruhi  dalam bidang pembuatan kemasan, kualitas kemasan mengalami peningkatan yang sangat berarti,  ini harus disikapi menjadi nilai p0sitif  terutama dalam peningkatan penjualan dan kemajuan branding.

Nah untuk memperdalam dari sisi manfaat kemasan ada beberapa hal yang perlu di ketahui, namun ini berangkat dari survey kepada konsumen, apa yang paling penting, paling menarik bagi konsumen. Agar manfaatnya tidak sekedar membungkus…

Nah dari kacamata konsumen ada beberapa hal yang menjadi penting : Baca selengkapnya

Marketing : Prestige Pricing, bidikan tepat penjualan meningkat

Mungkin materi prestige pricing sudah begitu melekat bagi para seminar marketing yang pernah saya idi puluhan even yang menjadikan saya sebagai nararsumbernya, namun bagi yang belum mengenal apa sih prestige pricing

Ketika saya memilih pola hidup sederhana, tidak glamour, tidak serbe berlomba dalam kemewahan, adalah sebuah pilihan untuk tidak membeli produk hanya produk berbau prestige pricing, yaitu membeli sebuah produk bukan dari manfaat riil produk, tetapi lebih kepada harga sebuah gengsinya. Dampak gengsi yang bisa dibeli.

Ketika ada penawaran sebuah jam tangan merek tertentu seharga 40 juta, saya langsung mengatakan tidak tertarik, karena bagi saya cukup lah jam tangan dibawah 1 juta ini yang saya pakai, karena saya tidak ingin terbebani dengan rasa deg-deg an ketika jam tangan ketinggalan, atau sedang diletakkan di hotel dll

Namun berbeda dengan orang lain yang orientasi hidup untuk sebuah pengakuan, maka membeli produk  berbau prestige pricing adalah sebuah “keharusan pribadi”  misal membeli mobilk seharga 4 milyar, baju pengantin karya xxxxx seharga 200juta..

Nah itu tadi prestige pricing dari kacamata konsumen, nah jika dari kacamata produsen maka ada beberapa hal berkenaan itu :
Baca selengkapnya

Marketing : 4 tugas tim marketing berkenaan brand

Zaman dahulu kala, terutama di tahun 1935, marketing masih identik dengan Penjualan, namun marketing di tahun 2012 sudah sangat berbeda makna, bahkan tidak bisa identik dengan penjualan, karena sudah sangat luas.
Salah satu dari sekian fungsi dan tugas Tim Marketing adalah brand building, nah dalam tulisan ini akan disampaikan kira-kira apa saja tugas dari tim marketing berkenaan brand perusahaan tersebut :
Baca selengkapnya

Marketing : Mengenal Cross selling untuk peningkatan penjualan

Karena kondisi fisik menurun drastis selama 1 bulan terakhir ini, saya berburu beberapa produk herbal dan menariknya ada kejadian bahwa pramuniaga nya kreatif, dengan menerapkan cross selling, rajin menawarkan produk lain setelah saya memutuskan membeli beberapa produk. Tentu penawaran selanjutnya itu untuk produk yang relevan.

Ada kalimat muncul dari pramuniaga:
“Atau sekalian ini juga Pak, mampu meningkatkan daya tahan tubuh juga, dengan bahan baku import dari mesir Pak, banyak yang cocok juga. Apa mau nyoba sekalian pak?”
Iya ini sebuah bentuk dari upaya Cross Selling, memang dalam prakteknya sering sudah dilakukan walau mungkin belum ada keseragaman kepada semua pramuniaga, kadang malah bersifat improvisasi.
Baca selengkapnya

Marketing : Manfaat iklan bersama

Dalam beberapa momentum penting, kadang  Media Masa melalui agen iklannya menawarkan iklan bersama, misal saat lebaran. Nah bagaimana sih melihat fenomena ini, apakah iklan bersama efektif?

Nah apa sih manfaatnya dengan berpartisipasi dalam iklan bersama, bentuknya  kadang iklan komparatif, berbarengan dengan merek-merek lain baik merek terkenal atau pun tidak sama sekali, yang jelas biasanya tarif iklan lebih murah. Berikut secara singkat manfaat iklan bersama :

  1. Akan mendapatkan perhatian lebih tinggi, jika merek di samping kita populer
  2. Akan meningkatkan kesadaran merek bagi umum
  3. Akan meningkatkan persepsi kepedulian
  4. Akan meningkatkan ingatan dan penyegaran ingatan konsumen
Namun selain iklan bersama memiliki kelebihan juga memiliki kelemahan :
Baca selengkapnya

Marketing : Promosi di koran memang cepat hot tapi cepat kuno juga

Ada sekitar 30an metode promosi di era sekarang, yang sudah saya susun dalam bentuk materi presentasi, baik dalam jalur offline atau  online,  nah jika dingat-ingat memang koran harian menjadi media promosi yang tidak pernah sepi oleh iklan. Kenapa tidak pernah sepi? Karena perusahaan sering mengulang-ulang iklan di koran. Kenapa diulang-ulang?

Karena rahasia besar iklan di koran adalah:

“Cepat boombing/hot tapi juga cepat kuno/layu”

Ambil contoh, suatu hari mungkin Anda membaca iklan koran berkenaan Blackbbery yang diskon 20% dari sebuah counter baru.. Kemudian Anda mencoba tengok tanggalnya, ternyata sudah 7 hari yg lalu, mungkin Anda langsung bergumam sbb :

Baca selengkapnya

Strategi markerting : Persaingan yang tidak disadari oleh kebanyakan UKM

Strategi marketing kali ini membahas materi simpel, berkenaan dengan persaingan. Dalam bisnis persaingan memang harus di hadapi tidak bisa dihindari. Persaingan adalah hal yang biasa dalam dunia usaha, ‘banyak yang menerima persaingan dengan akal pikiran ada yang menerima dengan emosional, ada yang seakan kuat menghadpi persaingan tetapi sejujurnya kawatir, ada yang media-media menulis persaingan sebagai pemacu kreatifitas, walau sejujurnya dalam hatinya masih tersirat kekawatiran untuk kalah dalam persaingan.

Persaingan dihadapi dengan jujur dan bisa dengan pragmatis, bahwa ini pengaruhui oleh

  1. Persaingan wajar,  sehat dan tidak  head to head
  2. Persaingan dalam kualitas untuk merebut hati pelanggan
  3. Persaingan head to head saling menyindir dalam promosinya
  4. Persaingan yang tidak disadari keberadaaanya

 

Bahkan ketika Anda membanghun usaha bisa saja belum di lauching tapi sudah ada pihak lain yang merasa tersaingi karena mungkin teman dekat, tetangga dll, yang akan menjadi perbedaan apakah adalam persaingan memacu

  1. Semakin kreatif
  2. Semakin buta pikiran menggunakan cara kasar
  3. Semakin tidak peduli
  4. Semakin mendorong penurunan harga

Nah beberapa dalam hal  persaingan ini, kadang tidak mudah menyakinkan diri sendiri bahwa kita punya “pesaing”, karena sudah menganggap produknya unik dan berbeda dengan yang lain tanapa melihat perkembangan pasar.
Ketika ada usaha bakso, disampingnya ada usaha soto, memang ketiganya tidak sedang bersaing dalam sebuah produk yang sama, namun bersaing untuk memenuhi kebutuhan yang sama, yaitu lapar.

Sehingga persaingan itu tidak bisa hanya dianggap dari produk sejenis, tetapi bersaing dalam jenis produk yang berbeda namun dalam pemenuhan kebutuhan yang sama pun bisa terjadi. Seperti TV , persaingan tidak hanya dari sesama stasitun tv tapi juga Media Portal online, dalam meraih kepercayaan dari para pemasang iklan.

Sehingga kesadaran bersaing ini juga melanda UKM di Indonesia yang  belum sadar arah mana datang kompetitor selama ini, selaku berpikir dari produk yang sama, belum kepada pemenuhan kebutuhan yang sama. Misal warung soto dan warung bakso, warung mie ayam dalam satu lokasi kantin sejatinya juga bersaing walau beda produk namun sama-sama untuk selera dan pemenuhan kebutuhan makan. Yang terpenting persaingan harus sehat dan tetap menjaga wibawa.

Marketing : 5 Alasan saya meninggalkan MLM

Memang tidak dipungkiri Indonesia ini sangat empuk untuk peluang bisnis yang berbasis jaringan atau MLM atau affiliasi. Karena memang kondisi perekonomian Indonesia cukup mudah disentuh usaha berbasis modal minimalis, bonus maksimalis

Namun izinkan saya berbagi dan bependapat, karena ini memang dilindungi hukum, bebas berpendapat. Pendapat ini saya tujukan kepada umum, untuk mengimbangi hebohnya publikasi MLM,

  1. MLM tidak mengajarkan sesungguhnya menjadi pengusaha sejati, namun menjadi selling sejati, tidak pernah diajarkan bagaimana membina SDM yag baik, mengatur cash flow, menghitung pajak dan gaji, mendaftarkan Patent, Hack Cipta, rahasia dagang. MLM sejatinya bukan 100% marketing? Yah marketing orientasinya kepada kepuasan pelanggan, selling kepada volume penjualan dan jaringan. Kalau ada yang tidak puas pada produknya, tidak jelas arahnya kemana? Namun jika puas arahnya sangat jelas yaitu ke hadiah2 dan komisi2. Sedang perusahaan sebenernya marketing sendiri sudah masuk kepada lini produksi, tidak puas, maka bisa menjadikan manajemen produksi berubah, tidak puas bisa memacu inovasi layanan
  2. Sebenernya tidak ada jaminan sukses di MLM, dan MLM sendiri pantang memberikan grafik perkembangan membernya berapa persen yang sukses dan yang tidak sukses, namun yang terus dipublish adalah yg sukses dan sudah mendapatkan hadiah-hadiah
  3. Setiap upaya sukses di MLM akan menemui saturasi, dan kondisi ini pula yang membuat MLM Besar di tahun 2004-2009 cukup besar sekarang surut.
  4. Sudah ada upaya jegal menjegal downline dari sesama brand MLM dan sesama produk dengan brand MLM yang berbeda namun sejenis, mutasi ini cukup menjadi undercover di dunia MLM
  5.  Dahuku kala meninggalkam MLM yang cukup sukses dengan alasan saya ingin yang bisa membekali diri bagaimana mendaftarkan merek untuk HAKI, mengajarkan strategi keuangan, mengajarkan pengelolaan SDM dan Pajaknya, Mengajarkan produksi dan standar regulasi ….
  6. MLM bisa memberikan bonus besar karena dari produsen membebani MEMBERNYA sebagai tukang gudang, tukang distribusi, tukang presentasi, tukang rekrut, kasir sekaligus biaya telepon ke customer dll ditanggung membernya, sehingga kenapa komisinya bsia besar, karena profesi2 tadi sebagai tukang dan kasir dirangkap menjadi satu.
  7. Orang MLM sebenenrya menyembunyikan sesuatu, secara rata-rata/sebagian, mereka menunjukkan BONUS BESAR kepada calon downline agar tertarik, juga mungkin kepada downline tetapi sejatinya di dalam bonus itu tidak pernah disebutkan biaya komunikasi, biaya bensin, biaya simpan gudang mini, biaya makan2 dll, kalau orang ekonomi pasti mengerti lah, bedangya keuntungan bersih dan pendapatan kotor, yg dtunjukan itu semua adalah pendapatan kotor. Bonus 1 juta pd bulan ini namun biaya komunikasi, telepon, makan dan waktunya itu bisa lebih dari itu. Jujur saja lah. kebanyakan orang MLM tidak mau membuka itu semua.

Memang membaca ini bagi pelaku MLM akan terasa seperti sebuah desakan, mungkin tamparan atau desakan dan memancing kemarahan Anda, mungkin geram, bahkan mau ngajak debat? Sama, dahulu saya juga marah kalau ada yang meragukan usaha di MLM saya, bahkan mau saya tantang debat 4 mata, tapi itu dulu sekarang sudah terbukti badai saturasi itu ada lebih baik memperjuangkan MEREK USAHA SENDIRI..dan memang MLM besar2 itu sudah tenggelam..kalau ada yg mengatakan ada MLM dengan sistem lebih baru, lebih bagus itu hanya cara orang MLM dari model lama agar bisa eksis di MLM model baru dan terkesan lebih menarik dan iming2 harapan baru, dan mereka tetap menjadi kutu loncat, sehingga memang yang saat ini masih semangat2 nya di MLM, saya mohon maaf atas tulisan ini, jangan emosi ,kita pernah sama-sama senasib, bedanya saya ditahun 2003/2004-2007 an, beda tahun.. dan saya pun melihat milyader dari sebuah MLM sekarang main di jasa kontruksi dan jasa properti karena memang binsis riil yang mendidik menjadi owner akan lebih merubah bangsa ini sebeneranya.Saking insyafnya, mobil BMW nya dijual diberikan untuk kepentingan sosial dan sedekah

Mohon maaf atas tulisan ini, yah sekedar catatan kecil pribadi tentang MLM, dalam kenangan yang akhirnya sudah lama ditinggalkan, selain dari sisi  kajian Islam ternyata mengandung ghoror, itu kenapa di Arab Saudi tidak diizinkan usaha berbau MLM termasuk di Yordania, satu2nya MLM yg akhirnya dibubarkan oleh Negara.Saya bersyukur menjalani usaha keluarga, menjadikan saudara2 bisa tetap menjalani usaha ini, mereka2 saudara yg mengelola, me-manaje bisa eksis walau merintis dari NOL, tapi itu tetap bangga, memberikan peluang bagi adik2 saya, sekarang bisa mengembangakan cabang hingga 11 kota, hanya berkat Allah semuanya ini. Dan ada satu catatan, bahwa para MANTAN UP LINE saya sekarang setelah ada badai saturasi MLM, mereka bingung mau usaha apa, beruntung saya PERGI lebih cepat dari MLM itu, sekedar MENJALANKAN PEPATAH ORANG CHINA, “lebih baik mundur beberapa langkah, untuk ancang2 melompat lebih jauh dan lebih cepat”

« Previous PageNext Page »

Bisnis & Marketing

Langganan Artikel Bisnis Marketing Toko Online Wirausaha

  • Begitu ada artikel baru, Anda dapat email pemberitahuan