Mentoring bisnis : 6 Alasan kenapa butuh mentor bisnis
Mentoring bisnis sering diupayakan oleh perusahaan, komunitas bisnis, program hibah, pendampingan usaha UKM, dan pemulihan paska bencana, sehingga posisi mentor bisnis menjadi strategis, namun benar-benar seorang mentor bisnis bukan hanya seorang konsultan atau trainer.
Dalam sebuah kegiatan pertengahan tahun 2010, ketika dalam menjadi narasumber undangan sebuah Dinas di Pemda Yogya saya sampaikan beberapa slide tentang pengembangan UMKM dan UKM, baik dari cara offline dan online. Namun secara prinsip, sebaiknya mentor bisnis lebih mengutamakan untuk offline, karena dalam proses transfer knowledge butuh media praktek, media lapangan, media observasi produksi dan unsur humanitas : baik sentuhan ke alat/tool, peragaan, ekpresi, komunikasi 3 arah, komunikasi 2 arah, diskusi 3 arah. Sehingga seorang mentor bisnis harus peka dengan fenomena ini.
Namun selain itu saya sampaikan tentang mentoring bisnis, kenapa itu dibutuhkan, salah satu slide-nya :
Mentoring Bisnis : Langkah menentukan Mentor Bisnis yang tepat
Pergeseran terjadi ketika di Indonesia, untuk menjadi mentor bisnis kebanyakan saat ini tidak dari pengalaman dalam bidangnya, bahkan menyentuh bidangnya pun tidak. Sehingga ada yang berawal dari seorang konsultan langsung ke mentor.
Namun memang beberapa hal dari peristiwa ini tidak perlu diperdebatkan, saya lebih senang kepada “bagaimana memajukan daya saing Indonesia’.
Untuk mencari mentor bisnis maka sebaiknya ada beberapa hal yang harus diperhatikan :
- Susunlah tujuan yang jelas untuk membantu “hal apa” nanti mentor bisnis itu
- Pastikan bentuknya apakah ini mentor bisnis yang akan berbayar atau gratis. Karena program dari bantuan/hibah kadang mentor dibayar tinggi, tapi juga ada yang gratis 100%
- Kompetensi apa saja yang dibutuhkan dari “hal apa” itu, karena belum tentu dari pengusaha IT langsung mencari dari praktisi IT, bisa saja dari marketing atau keuangan/pajak dll
- Susunlah setidaknya ada 10 calon mentor bisnis anda
- Pelajari dari 10 itu mana yang paling sesuai, jika mentor ditunjuk dari organisasi Anda atau komunitas Anda maka lihatlah pengalamannya
- Hubungi dari 3 atau 5 daftar calon mentor bisnis, bisa lewat email dll, katakana Anda butuh masukan tentang program mentoring, jangan langsung bilang mau butuh mentor.
- Siapkan daftar pertanyaan setidaknya anda sudah punya kerangka dan arah “apa” masalah atau “apa” tema peningkatan yang diharapkan
- Hubungi secara lebih dekat bagi mentor yang akan dipilih, 2 mentor, lihat keterbukaan dan kemampuan komunikasinya.
- Tentukan dengan pasti mentor bisnis Anda, kemudian buat kesepakatan atau kontrak belajar.
Mentor Bisnis : 5 tips untuk harapan menjadi mentor bisnis
Dalam berbagai silaturahim, baik itu di KADIN, DINAS PEMDA, Komunitas Pengusaha, Konsultan, Trainer dll, menarik ketika bahwa terjadi eforia ada orang ingin menjadi Mentor Bisnis, bahkan ada yang sampai mengikuti pelatihan bersertifikat belasan juta. Itu tidak salah tetapi jika untuk kepentingan mentor bisnis maka ada beberapa kaidah, karena ada baru lulus mahasiswa langsung menawarkan jadi mentor ini, mentoring beda dengan trraining, sehingga bagi yang bercita-cita menjadi mentor bisnis sebaiknya memperhatikannya.
- Upayakan membangun pengalaman nyata pada bidang yang akan menjadi fokus dalam mentoring bisnis, sehingga bukan dari buku saja, tetapi ada pengalaman, sebagai bukti pernah menemukan sebuah proses di lapangan, bukan menemukan sebuah ilmu dan logika berpikir saja.
- Mantapkanlah dari awal,luruskanlah niat berbagi, bukan berpromosi produk atau perusahaan, karena sebenernya yang dibagi adalah bukti ikhlasannya, tidak hanya ilmunya saja.
- Dari awal ini, belajar soal manajemen waktu, karena kelak dalam mentoring bisnis, menghargai waktu adalah wujud nyata dari efektifitas. Saya pernah dipaksa memberikan materi praktek+solusi+evaluasi yang biasa untuk 3 hari menjadi 6 jam, kemudian ada ketidakpuasan dari peserta yang kadang pengen instan-instan saja, akhirnya dampak kepada mentor bisnis, karena sesi praktek pembinaan dengan komputer dikurangi.
- Membangun reputasi yang baik. Mental seorang mentor bisnis adalah mengedepankan tujuan utama meningkatkan mentee, jika mentee sendiri banyak ulah dan justru menggurui maka perlu suasana sehati, karena dalam proses mentoring reputasi mentor dan mentee harus dijaga.
- Membangun kemampuan manajerial. Ada sosok yang selalu berpikir oposisi dalam organisasi termasuk group di mentoring bisnis, ini di manapun bisa muncul, namun Anda harus siap antisipasi tekankanlah bahwa kemampuan manajerial dalam mengelola mentee juga adalah tantangan seorang mentor. Mental oposisi dalan prinsip dan kebijakan biasanya mengarah kepada “ingin diperhatikan” atau “ingin didengar pendapatnya” padahal semua itu tanpa power akan sangat sulit. Sehingga belajar dari sekarang, antisipiasi tentang aspek manajerial itu penting.
- Belajar terus, hal ini adalah awal suksesnya.
Mentoring bisnis : Pilihan pendekatan teknis untuk Mentor Bisnis
Mentor bisnis dalam program offline dan online memiliki banyak pilihan, dan saya sering melakukan ini dengan kombinasi dari beberapa pendekatan yang ada. Sebagai jalan menuju orang (mentee) agar dapat lebih sukses dalam meningkatkan kinerja baik sebagai pengusaha dan pegawai.
Tujuan awalnya dari mentoring bisnis ini harus dipahami, bahwa mentor bisnis bukan sepertinya layaknya mengajar di sekolah atau universitas. Mentor bisnis harus bermental berbagi namun bukan untuk kepentingan “dia” sebagai sang mentor bisnis tetapi untuk sang mentee yang harus dibantu agar melakukan pekerjaan yang lebih efektif dan ada kemajuan berarti, sehingga salah jika dalam pelaksanaan mentoring di lapangan lebih banyak ceramah.
Sebagai pendekatan di lapangan mentor bisnis bisa memilih beberapa pendekatan yang bisa digabung untuk menentukan model di lapangan.
- Training, ini sebagai bentuk pelatihan yang ditujukan agar lebih memudahkan dalam adaptasi kinerja yang efektif
- Diskusi, ini bisa dilakukan dengan mengoptimalkan 2 arah, dari mentor ke mentee dan sesama mentees itu sendiri. Sehingga komunikasi 2 arah ini melahirkan komunikasi yang ideal.
- Konseling, ini lebih kepada pengatasan masalah yang terjadi, sehingga tujuannya ada solusi yang benar-benar sebagi manfaat. (baca juga mentor bisnis)
- Coaching, adalah fokus pada pembinaan, dan menurtu survey, coaching ini ebih efektif dri training, karena arah dan fokus pengembangan lebih sesuai apa yang dibutuhkan, walau di lapangan, menurut pengalaman saya biaya lebih tinggi dari pada traning.
- Benchmarking, adalah membandingkan dengan perusahan lain dengan ukuran pembanding kualitas, waktu dan biaya.belajar berarti melakukan hal-hal yang lebih baik, lebih cepat, dan murah. (bencmarking sy masukkan ke mentoring bisnis, karena saya melihat sudah saatnya membahas sesuatu perbaikan yg lebih dalam)
Mentoring Bisnis : Pentingnya aspek “Ketrampilan” seorang mentor
Mentoring bisnis memiliki posisi yang starategis jika untuk kepentingan mengangkat golongan, tim atau perorangan yang sedang menuju peningkatan usaha. Namun sebagai seorang mentor juga harus memiliki ketrampilan yang terus ditingkatkan.
Kesepaman dalam proses mentoring bisnis sangat diperlukan antara mentor dan mentees. Karena memang pada dasarnya mentoring lebih kepada proses pembinaan bukan proses konseling dan konsultasi. Banyak perbedaan, terlebih kesalahan utama dalam proses mentoring ini karena diterapkannya “pola guru dan murid” saja, artinya hanya berlangsung satu arah, dari guru memberi ke murid. Dalam mentoring bisnis sangat berbeda.
Beberapa hal yang berkaitan dengan aspek KETRAMPILAN yang harus dimiliki seorang mentor
- Komunikatif, kekuatan dalam mengembangkan hubungan dan hubungan dengan orang lain
- Inspiratif, mampu menunjukkan sebagai sosok yang penuh inspirasi bagi orang lain terutama mentees
- Pendengar yang baik, memiliki kepekaan dan mampu menangkap apa yang disampaikan orang lain dengan cara yang menyenangkan
- Analis, bisa memperjelas dan memperdalam posisi masalah, situasi, pilihan mentee
- Empati. mampu menyesuaikan dengan kondisi orang lain secara emosional, mampu mengirimkan sinyakl sedang antusias terhadap penyelesaian masalah
- Mampu memberikan contoh kebaikan dan ketauladanan dengan baik kepada mentee
- Mampu mencerminkan apa yang disampaikan berkenaan isi dan pola penyampaian
- Wawasan luas, mampu melihat dari sudut pandang yang luas, sebisa mungkin lebih detil/luas dari mentees
- Solusif, dapat membantu seseorang menemukan solusi daripada hanya menyampaikan apa yang harus dilakukan
- Mampu memahami diri sendiri dan orang lain
- Fleksibel dan lentur terhadap kondisi yang sedang kaku, stagnan
Mentoring Bisnis : Pentingnya aspek “Sikap” seorang mentor bisnis
Mentoring bisnis adalah pola binaan dalam mencapai tujuan bisnis, atau pola pendampingan dalam tujuan usaha. Namun seorang mentor harus memiliki pola sikap yang baik agar mentor memiliki kekuatan dan dipercaya oleh menteesnya.
Beberapa hal yang harus dimilliki dari seorang mentor dari aspek SIKAP :
- Mental dan komitemen kuat untuk mengembangkan orang lain dan diri sendiri
- Keterbukaan dan kesediaan dalam mengurai akar masalah
- Semua diawali dari masalah tidak langsung kepada solusi
- Mentor harus memberikan materi dan praktek binaan yang paling sesuai, bukan paling diingat
- Menghormati sudut pandang orang lain dan keputusannya
- Kesabaran dalam mengurasi masalah dan mencari solusi, jangan lari ke teori dahulu
- Mendorong Mentee agar juga memiliki komitmen tinggi untuk mandiri dan menjadi ahli
- Menumbuhkan rasa solidaritas sesama jaringan mentees
- Saling menjaga kerahasiaan kepada hal-hal yang memang awalnya rahasia usaha, agar mentee percaua kepada mentor
Mentoring Bisnis : Menjadi Mentee yang baik, agar sukses bersama
Dalam proses mentoring bisnis, jika ada ketidaksuksesan maka tidak selamanya adalah kesalahan mentor, karena pada dasarnya mentoring ini bentuk memberi dan menerima, bisa saja yang memberi sudah optimal dengan cara yang terbaik, namun yang menerima justru santai, kadang serius kadang main HP, kadang keluar merokok.
Mentoring akan sukses jika memang ada kesadaran dari keduanya, mentor dan mentee (yang sedang dibina oleh mentor) dan setidaknya seoarang mentee harus memiliki pola sikap :
- Menjaga kepercayaan, untuk selalu berprasangka baik kepada mentor. Misal diminta belajar menulis surat bisnis, belajar presentasi dll, termasuk ketika ditegur sebaiknya tetap ada prasangka baik
- Tekad bulat konsisten untuk maju dan menambah pengetahuan daya saing
- Selalu terbuka kepada ilmu baru dan ide baru demi kesuksesan bersama, ketik ide dan ilmu itu tidak sesuai maka tetap diterima dengan lapang dada tidak mengumpat dll siapa tahu ilmu itu akan berguna nanti di masa-masa mendatang, sekali lagi Mentoring adalah teamwork, menjaga suasana sesama peserta adalah wajib.
- Sabar dan bersedia menerima koreksi dan masukan dari mentor dan mentee untuk konsisten
- Ikhlas mempraktekkan atau improvisasi untuk peningkatan
- Tertib terhadap waktu dan aturan main, karena ini demi sukses bersama dalam tim
- Konsisten dan fokus untuk tidak berganti-ganti pola yang belum terbukti, atau sekedar iseng mencoba dari temuan dinternet, karena akan mempersulit monitoring dan evaluasi.
- Komunikatif saling menghargai sesama mentee dan kepada mentor, jangan mengolok-olok
- Memahami perkembangan, mengamati kapan bisa bertanya, memotong perkataan dan saat minta bantuan

Selamat menjadi mentee yang baik dalam setiap mentoring bisnis.
Mentoring Bisnis : 8 hal penting untuk sang mentor bisnis
Mentoring bisnis dengan mentor yang handal adalah suatu kekuatan yang ditunggu banyak orang. Namun banyak yang mengeluh kenapa sang mentor bisnis yang hebat tidak mampu membuat mentee (yang sedang di bina oleh mentor) tidak bisa meningkatkan pemahamannya. Masihkah menyalahkan mentor, sebenernya harus ada kontrak belajar yang serius antara mentor bisnis dan mentee nya, sehingga ada 8 hal penting untuk sang mentor bisnis yang bisa diterapkan untuk menjaga suasana dengen mentee.
- Wajib memberikan ketegasan demi kedisiplinan
- Tidak ada rasa sungkan baik kepada yang lebih tua atau karena wanita
- Tidak ada toleransi kepada keterlambatan waktu, kecuali harus dipertanggungjawabkan secara terbuka, karena mentoring adalah pola teamwork, beda dengan pelatihan atau kursus
- Jaga performance mentor, penampilan, hindari aroma badan, aroma mulut yang tidak nyaman, misal habis makan rendang daging.
- Mentor bisnis tidak boleh mengeluh terus di depan mentee
- Mentor bisnis tidak boleh menjelekkan mentee didepan umum
- Mentor bisnis boleh menegur tetapi tidak ada kemarahan, teguran sebaiknya dengan cara memotivasi bukan memvonis/membentak.
- Mentor tidak boleh terlalu banyak bercanda, demi efektifitas waktu dan suasana yang fokus
Mentoring Bisnis : 5 tahapan peningkatan dengan mentor bisnis
Mentoring bisnis saat ini sangat banyak tumbuh di mana-mana baik karena kebutuhan akan peningkatan usaha dan pemahaman, namun dalam hal ini harusnya dipahami setidaknya ada tahapan dalam mentoring bisnis :
- Tahap Perkenalan, saling mengenal diri, keinginan dan kebutuhan, dilakukan dalam satu ruangan dan waktu yang bersamaan. Saat perkenalan maka di sini perlu menggali dan memilah antara sang mentor dan mentee (yang dimentoing). Sehingga ada kejelasan arah. Karena tidak semua yang dalam sebuah group kecil itu dimulai dari kemampuan, modal yang sama. Yang terpenting adalah ada saling menghargai antara mentor dan mentee, juga sesama mentee.
- Tahap Observasi . Tahap observasi dalam hal ini melihat proses langsung, atau dalam alat bantu slide, video yang terpenting mentee tahu bagaimana pola-pola, sistem, cara, antisipasi, hambatan+solusi, semua dipelajari untuk mengoptimalkan penguasaan mentee.
- Tahap Kolaborasi . Tahap di mana sang mentee setelah mengausai pola-sistem kerja, maka dilibatkan langsung untuk merasakan dan menguasai. Dalam ini penting karena ibarat orang yang belajar nyetir mobil jika hanya diberikan teori dan tidak menyentuh mobil langsung maka akang terasa canggung dan dalam perkembangan di lapangan nanti tidak optimal. Mentee dan mentoring terlibat langsung adalah menunjukkan bahwa transfer ilmu itu berjalan dalam rasa saling menghargai.
- Tahap Supervisi. Dalam tahap ini maka sang mentee diminta menerapkan apa yang didapat untuk diterapkan dan dicoba untuk menemukan karakter nya, sistem kerjanya. Pada saat seperti ini mentor juga berlaku sebagai supervisor, dengan target memoles kemampuan dan arahan, saran, masukan untuk hasil yang optimal ke depannya.
- Tahap Implementasi. Dalam tahap ini maka mentee akan dilepas dalam waktu tertentu dan masih dalam komunikasi antara mentor dan mentee tetapi kualitas dan frekuensu sudah berkurang. Dalam tahap implementasi, maka catatan perkembangan harus dimasukkan dalam Buku atau Form Monitoring dan Evaluasi Diri agar dari buku/form tersebut dapat dipetik manfaat untuk peroses mentoring bisnis selanjutnya, terutama tingkat efektifitasnya.
Mentoring Bisnis : Karakter seorang mentor
Saat ini banyak sekali komunitas bisnis yang muncuk berbasis kedaerahan, profesi, alumni, religi. Namun dalam perkembangannya semua orang ingin menjadi mentoring bahkan dengan cara yang tidak elegan, dengan mendiskreditkan mentor yangs senior, selalu apriori terhadap apa yang disampaikan dan dilaksanakan. Namun memang sebaiknya mentor bisnis memang dipandang dengan cara jernih, karena ada beberapa hal yang mencolok akhir ini antara lain:
- Berusaha menjadi mentor dengan mengikuti pelatihan metode A, B, C, D, E, F pokoknya macam-macam
- Berusaha mendekati pejabat dan orang penting yang strategis, untuk profit shared dalam proses mentoring
- Berusaha menguasai semau ilmu lalu mencari mana tema yang baik
- Berusaha menjadi mentor dengan jalan pintas, yaitu masuk ke komunitas dan menyerang dengan cara pandang ala oposisi untuk menarik perhatian
- Berusaha menjadi mentor dengan mencari sertifikat kemana-mana demi mempertegas jati diri
Sedangkan di lapangan untuk menjadi mentor terutama mentor bisnis setidaknya ada beberapa hal yang harus dicermati :




