Menentukan keunggulan Produk sebelum dilempar ke pasar

Hari ini kedatangan seorang rekan, dulu peserta pelatihan yg benar2 ingin mendirikan perusahan sendiri, fokus kepada bidang Obat kesehatan berbasis herbal.

Masih ada kebingungan, ketika dikhabari ada Formula Hebat dari seorang Prof bidang Farmasi menemukan formula untuk obat stamina, yang aman dan tidak mengandung resiko. Bingungnya karena harus mulai dari mana dan bagaimana membesarkankannya. Ini masalah klasik, bahwa banyak temuan2 inovasi yang lahir dari praktisi yang belum mampu berbisnis, baru fokus kepada temuan, teknologi dan produksi.

Nah sebagai awalan, sebelum semua produksi berjalan, bisa dimulai dengan langkah:

Pertama, awali dengan riset kompetitor, masing2 fokus di mana, karena saat persaingan tinggi maka masing-masing produk akan melancarkan serangan dengan keunggulannya yg hakiki. Keunggulan cukup 1 namun telak dan mudah dihafalkan, di persepsikan. Contoh Vitamin C yg satu fokus ke Rasa buah, Vitamin C yg satu fokus ke mudah dikonsumsi (botol), vitamin satu lainnya fokus kepada resiko lambung yg minimalis, vitam in satunya fokus kepada bahan yg herbal dan sangat aman. dll dll

Kedua, coba formulasikan produk dalam bentuk sampel dahulu, ujicobakan kepada beberapa orang yg rela, dalam jumlah yg cukup beragam dengan kondisi fisik yang berbeda beda, umur yg sesuai target pasar dll. Bisa juga 5 produk pesaing dan produk kita dimasukkan masing-masing ke botol polos, hanya dikasih kode angka 1 sd 5, lalu minta orang lain mencobanya, kemudian ambil hasil komentarnya, maka yg enak rasanya, enak aromanya, kemudian dampak nyata dari kelima-limanya, ditanyakan mana yg cepat, mana yg tidak ada dampak dll. JUga bisa ditanyakan berkenaan

– aroma yg disuka

– tekstur yg disuka

– khasiat yg tampak, benar ada

– reaksi paling natural.

dll dll

hingga ketemu produk yang paling disuka di sebagian besar koresponden sampel, dan tester. Saya katakan MIE SEDAP butuh riset 1-2 tahun untuk bisa bersaing dengan INDOMIE, makanya sabar (jangan tergesa-gesa seperti layaknya awalan pengusaha)

Ketiga, tentukan titik alat persaingan, keunggulan bersaing, mau di bahan baku , proses, kemasan, garansi, segmen, atau jaringannya. Pada saat saya tanyakan ini, beliau bingung, yah akhirnya saya jawab,”kalau gitu awali dulu dari rencana bisnis singkat”, akhirnya disepakati minggu depan dirumuskan. Kemudin tugas 1 minggu ini membeli produk sejenis untuk komparasi dan merasakan benar2 bagaimana produk yg sudah ada saat ini, terutama yg sudah market leader.

Keempat, Urus semua perizinan dari awal, semua proteksi juga diurus, karena ini adalah keamanan jangka panjang, jangan biarkan brand, dan formula di serobot pihak lain, jadi ini sangat menjadi pengaman.

Kelima, tentukan sistem distribusi, keagenan dll Sampai pada formula yg sangat menguntungkan pada kedua belaah pihak dan stimulasi pasar. Karena ini mendorong faktor penjualan di awal.

Keenam, Lakukan pendekatan pasar dan komunikasi pasar pada segmen yg dituju dengan prioritas target yg utama dahulu, sambil untuk tes dan review produk di pasar yg sempit, agar komplain juga mudah dikendalikan dahulu

Ketujuh, 3 bulan pertama utamakan market share daripada profit, agar ada Experience di pasar yg sekaligus menjadi alat promosi mulut ke mulut dan social media. Jangan berpikir harus untung besar dahulu, pokoke dorong dahulu produk ke pasar, aga berjibaku dengan produk pesaing di tengah2 hamparan konsumen2 masing2 produk…

Masih panjang sebenernya tapi itulah setidaknya bisa menjadi gambaran, jika pada pola yang perfect dengan tabel juga bisa dicobakan, namun cukup panjang.

 


strategi bisnis

5 Tulisan terbaru

  • Komentar

    Ingin menanggapi?




    Semua tanggapan akan diperiksa dahulu oleh Ipan Pranashakti, jika spam comment dan spam link, maka akan dihapus permanent


    Sebelumnya mohon isi perhitungan berikut. *

    Bisnis & Marketing

    Langganan Artikel Bisnis Marketing Toko Online Wirausaha

    • Begitu ada artikel baru, Anda dapat email pemberitahuan