Pelatihan di komunitas bisnis, efektifnya dengan Andragogi

Tulisan ini muncul karena beberapa kali menjadi top leader di beberapa komunitas besar, sehingga pemilihan Andragogi dan Pedagogi, menjadi pertimbangan dalam pelatihan di komunitas bisnis, salah satu keunggulan penerapan metode Andragogi adalah bahwa “guru/trainer” adalah  bukan yang paling utama, sehingga Kurikulum tidak bisa hanya dibuat dengan melibatkan Trainer/Guru saja.  Karena di Komunitas Bisnis umur rata2 sudah dewasa, sudah memiliki garis pengalaman, hambatan. Saat ini memang di SD, SMP  penerapan Pedagogi sangat tampak, karena memang siswa SD dan SMP belum memiliki pengalaman, hambatan, input sebelumnya.

Sehingga Komunitas Bisnis bukan SD dan SMP yang kurikurum dibuat hanya dari satu sisi yaitu guru, namun peserta nya turut dilibatkan di sana.  Perguruan tinggi yang hebat pun sekarang melibatkan PErusahaan pemakai Alumninya, agar perusahaan juga memberikan input kepada kurikulum perguruan tinggi.

Komunitas Bisnis kurang cocok dengan  Kurikulum Pedagogi 
Terlalu banyak lembaga pendidikan yang berbangga “kurikulumnya hebat” padahal setelah ditilik ternyata kurukulum itu lama tidak diperbaharui, sesuai adanya perubahan zaman dan perkembangan di lapangan. Sehingga kurukulum tidak bisa hanya copy paste dari pihak lain. Sistem Pendidikan yang baik melibatkan “pemecahaan masalah” bukan “menyampaikam materi/mata pelajaran tertentu” saja apalagi untuk kualitas pembelajaran yang sudah memasuki era offline dan online.  Sehingga Andragogi adalah sebuah solusi agar pelatihan di Komunitas Bisnis, karena siswa adalah kerabat/sahabat/patner dalam pembelajaran selain itu keunikan dari siswa/rekan tetap  bisa di dikembangkan.

Dalam hal ini Pedagogi tidak dikatan lebih buruk tetapi hanya lebih cocok jika Komunitas Bisnis  menerapkan Andragogi, beberapa hal keunggulannya

  1. Andragogi adalah pemecarahan masalah saat ini
  2. Androgogi menyadarkan sekarang kita di mana dan kemana arahnya, bukan yang dimanapun anda, harus patuh kepada  penerapaan “kurikulum ini”
  3. Andragogi merumuskan kondisi dan situasi yang baik dalam proses belajar dan penerapannya nanti, bukan seorang trainer yang seenaknya membentak/menyalahkan
  4. Andragogi memunculkan penerapan  proses belajar dengan konsep: Enjoy Learning & Pelatihan Outbond,
  5. Andraogi meningkatkan aktifitas siswa/rekan dan bukan hanya trainer
  6. Andragogi mendorong tujuan belajar yang lebih baik, bukan hanya sebuah kepasrahan pada trainer/guru, termasuk kurikulum yang mungkin juga lama tidak di revisi

Belajar dalam pelatihan sejatinya didorong oleh faktor dari dalam siswa, bukan dari luar, sehingga sistem pelatihan yang baik melibatkan  “unsur terdalam” dari seorang siswa yang akhirnya pelatihan bisa diterapkan di masa mendatang, bukan sebuah pelajaran/materi yang dipaksakan.

Dalam prosesnya nanti bisa menerapkan pendekatan active learning, yang memang belajar bisa horisontal dan vertikal, belajar ke guru/trainer dan sesama siswa, sehingga ruang waktu untuk diskusi sesama siswa juga sangat tinggi.

Humanitas dalam pelatihan di Komunitas Bisnis adalah bahwa pelatihan juga bersifat silaturahim, sehingga pembelajaran online bukan eforia. Artinya pembelajaran online adalah nomor sekian dan terpenting adalah silaturahim yang mendidik di Komunitas Bisnis, Metode e-learning pun sebenernya sudah usang jika untuk komunitas bisnis, karena penerapan di pengusaha sebaiknya sudah mengarah pada e-resources.

 


strategi bisnis

5 Tulisan terbaru

  • Komentar

    Ingin menanggapi?




    Semua tanggapan akan diperiksa dahulu oleh Ipan Pranashakti, jika spam comment dan spam link, maka akan dihapus permanent


    Sebelumnya mohon isi perhitungan berikut. * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

    Bisnis & Marketing

    Langganan Artikel Bisnis Marketing Toko Online Wirausaha

    • Begitu ada artikel baru, Anda dapat email pemberitahuan