Persiapan migrasi dari karyawan ke pengusaha

Tidak perlu diperdebatkan apakah karyawan lebih rendah dan lebih tinggi dari pengusaha, agar tidak masuk pada jebakan logika emosional, untuk segera meninggalkan ini untuk yang itu. Tetapi bijak atas pemikiran yang matang dari masing-masing kita, kesuksesan itu bukan copypaste.

Menjadi seorang karyawan dijamin tidak hina dina, bahkan mungkin bisa tetap mulia, karena semua diukur dari ketakwaannya, namun memang menjadi pengusaha juga lebih dapat mengatasi pengangguran dan rendahnya produktifitas dari melimpahnya sumber daya di Indonesia ini.

Nah untuk melompak menjadi pengusaha, sedang posisi masih sebagai karyawan ada beberapa hal yang harus dipersiapkan setidaknya untuk ukuran dari masing-masing kita. Coba pahami secara ringkas hal hal berikut :

  1. Jangan hanya sebagai pelarian agar cepat bebas dari perintah bos dan ingin cepat gantian menjadi bos bagi orang lain
  2. APakah sudah memiliki tabungan hidup yang tidak akan diganggu untuk modal usaha setidaknya 6 bulan ke depan? Atau 3 bulan ke depan? Agar istri dan anak tenang, sehingga bisa tidak gelisah dan fokus karena deraan kebutuhan keluarga, namun bisa fokus kepada kebutuhan bisnis, juga agar anak instri tenang sekaligus memabntu berdoa, agar semakin membuka keyakinan kepada Allah, Yang Maha Pemberi Rezeki, Yang Maha Mendengar.
  3. Apakah sudah memastikan mau usaha apa? Jika masih usaha baru, maka pastikanlah menguasai manajemen khas dari bidang usahanya, jangan asal baca buku saja. Karena butuh improvisasi, sehingga masing2 bidang ada masalah yg khas.
  4. Apakah usaha Anda nanti cukup protektif artinya bahwa tidak akan dimatikan pengusaha lainnya, misal soal HAK CIPTA dll
  5. Apakah anda sudah menulis rencana usahanya? Setidaknya tau apa yang dikerjakan nantinya, sehingga tidak  terjebak rasa malas di rumah, karena terlalu lama dalam kondisi sebagai pegawai merasakan tekanan dan desakan-desakan
  6. Apakah anda sudah mencoba mengerti bahwa memang dalam dunia usaha tidak ada bos yang marah-marah namun harus diperhatikan sekarang bosnya adalah pelanggan yang karakternya sangat beragam dan mungkin belum kita kenali sebelumnya
  7. Apakah sudah melatih diri untuk terbiasa mengelola uang dan tidak tergantung dari duit gajian, artinya timing manja dalam menunggu tanggal gajian dialihkan menjadi sebisa mungkin tidak tergantung tanggal tertentu, caranya coba simpan dulu duit gaji selama 2 bulan tidak diambil dan dicoba membangun dari usaha yang ada, kira2 adalah siklus pendapatan usaha sudah dikenali.
  8. APakah yakin modal Anda cukup untuk menalangi biaya operasional usaha setidaknya 3 bulan ke depan saat usaha sedang diawal perjalanan mungkin belum langsung ramai pelanggannya.

Cobalah mengerti bahwa kondisi 2 alam nya berbeda, dan kadang harus melatih diri dengan mencoba bergabung kepada komunitas pengusaha agar juga bisa paham masalah2 dalam dunia usaha, setelah bergabung ke komunitas dan asoisasi akan ada beberapa karakte member2 yang positif dan negatif, maka kita susun filter di otak kita, hanya tulisan yang sesuai kebutuhan yg kitakonsumsi, agar kita bisa meningkatkan energi berpikir, jauhi pada  jebakan perdebatan terutama dari orang yang masih belum jelas jatidirinya, nanti logika berpikir kita ditarik pada logika mereka.. Ada yang belum memiliki usaha, belum punya CV/PT tapi sudah berani menyalahkan yg sudah benar2 punya usaha. Kadang ketemu mahasiswa menyalahkan kita karena mereka menggunakan mindset selama kuliah, selalu mengukur pada buku2 yang ada, mengukur pada terjemahan dari blog-blog asing, sehingga logika kita ditarik kesana, sedang kita butuh yang taktis dan praktis.

Selain itu pahami Fitnah Bisnis, kita butuh benar-benar kekuatan Allah, karena ketika membangun usaha fitnah itu akan datang bagai angin, halus banget dan kadang kencang banget namun posisinya mungkin tidak didekat kita, bahkan dari sahabat kita lah fitnah itu datang, awalnnya dekat, begitu dekat dan berusaha menguasai informasi tentang yang ada pada kita, namun ternyata pada suatu kondisi akan menjadi fitnah di tempat lain sehingga solusinya, cukupkan informasi yang ada pada kita, tidak perlu semua hal disampaikan kepada semua sahabat, ada kode etik dan batasn yang jelas dari diri kita ini. Anggaplah fitnah itu  sebagai cobaan dan panggilan agar kita semakin dekat dengan Yang Maha Mengetahui. Belum tentu orang yang beragama baik tidak menghembuskan fitnah,  karena fitnah juga bisa berasal dari pelanggan, pesaing, orang yg tidak suka atas eksistensi kita dll Pada kondisi iklim sosial yang beragam fitnah akan bisa bisa terjadi. Jangan berharap pada manusia, tapi kepada Tuhan, mutlak. Perbaiki diri, dan mohon ampunan dosa, sekiranya ada orang lain sedang menyebarkan dosa2 tentang kita ke banyak pihak, kita tetapkan lurus ke Allah untuk mohon kemudahan mendapatkan ampunan, urusan orang lain itu biar Allah yang bereskan.

Tetap optimis namun tidak tergesa-gesa..

Memang lebih aman belajar dari mengelola usaha waralaba, kemitraaan di tahap awal agar bisa melatih diri pada kondisi siap melayani dan siap mengatur orang lain dari konteks usaha milik sendiri yang mungkin aturan-aturan belum begitu lengkap dibuatnya.
Dlama program kemitraan, waralaba dll kita sudah dibekali Aturan, SOP, Strategi Pelayanan dari hasil riset mereka, sehingga ini memudahkan untuk membangun usaha yang sudah teruji sebagai produsen.

Pahami dan tekankan kepada pemahaman bawah sadar “SAYA BISA, ALLAH ADALAH MAHA PEMBERI REZEKI”


strategi bisnis

5 Tulisan terbaru

  • Komentar

    Satu tanggapan to “Persiapan migrasi dari karyawan ke pengusaha”

    1. Irm on December 7th, 2014 16:37

      Good Article Pak Ipan, saya sangat setuju dengan isi artikel ini, makin memantapkan hati yang sedang dalam kegalauan,hehe,, dan saya juga yakin karena tuntunan Allah juga lah yg telah mempertemukan saya dng blog anda ini 🙂 Semoga Pak Ipan Pranashakti selalu diberi rizki kesehatan dan keberkahan untuk kehidupan dunia dan akhiratnya,,, Aamiin.

    Ingin menanggapi?




    Semua tanggapan akan diperiksa dahulu oleh Ipan Pranashakti, jika spam comment dan spam link, maka akan dihapus permanent


    Sebelumnya mohon isi perhitungan berikut. * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

    Bisnis & Marketing

    Langganan Artikel Bisnis Marketing Toko Online Wirausaha

    • Begitu ada artikel baru, Anda dapat email pemberitahuan