Marketing : Prestige Pricing, bidikan tepat penjualan meningkat

Mungkin materi prestige pricing sudah begitu melekat bagi para seminar marketing yang pernah saya idi puluhan even yang menjadikan saya sebagai nararsumbernya, namun bagi yang belum mengenal apa sih prestige pricing

Ketika saya memilih pola hidup sederhana, tidak glamour, tidak serbe berlomba dalam kemewahan, adalah sebuah pilihan untuk tidak membeli produk hanya produk berbau prestige pricing, yaitu membeli sebuah produk bukan dari manfaat riil produk, tetapi lebih kepada harga sebuah gengsinya. Dampak gengsi yang bisa dibeli.

Ketika ada penawaran sebuah jam tangan merek tertentu seharga 40 juta, saya langsung mengatakan tidak tertarik, karena bagi saya cukup lah jam tangan dibawah 1 juta ini yang saya pakai, karena saya tidak ingin terbebani dengan rasa deg-deg an ketika jam tangan ketinggalan, atau sedang diletakkan di hotel dll

Namun berbeda dengan orang lain yang orientasi hidup untuk sebuah pengakuan, maka membeli produk  berbau prestige pricing adalah sebuah “keharusan pribadi”  misal membeli mobilk seharga 4 milyar, baju pengantin karya xxxxx seharga 200juta..

Nah itu tadi prestige pricing dari kacamata konsumen, nah jika dari kacamata produsen maka ada beberapa hal berkenaan itu :

  • Untuk membentuk produk bisa masuk kepada prestige pricing maka anggaran terbesar ada pada riset produk dan persepsi
  • Untuk membentuk produk bisa masuk kepada prestige pricing maka promosi harus kepada titik ketapatan sasaran, tidak asal pasang atau selalu menerima kerjasama sponsorship asal2an, misal Sulit mendapatkan sponsorship dari Mobil BMW untuk acara sebuah sekolah yang diikuti mayoritas anak SMP..
  • Untuk membentuk produk bisa masuk kepada prestige pricing maka harus mampu mengkomparasi antara produk pesaing, Value apa yang belum diciptakan, sehingga Value Creation adalah cara mengangkat derajat brand nya
  • Untuk membentuk produk bisa masuk kepada prestige pricing butuh endorser yang cukup mahal juga, setidaknya belajar dari persaingan dari 2 obat masuk angin, yang satu Antangin, endorser dari tokoh pelawak yang notabene bagian dari masyarakat menengah ke bawah, kemudian Tolak Angin menggaet Renald Khasali sebagai endorsernya, maka keduanya akan bebeda dampaknya dalam promosi, mungkin seorang direktur yg memakai mobil BMW  tidak malu lagi memasukkan obat  TOlak Angin di sakunya, karena memang persepsinya tolak angin direkomendasikan oleh Rhenald Khasali.
  • dll dl

Saya asal nulis saja ini yang terpenting ada manfaatnya, yang terpenting adalah, kadang kita perlu mencoba menarik garis lurus, bahwa ada segmen tertentu yang memang bertujuan membeli sesuatu produk karena brandnya bisa sangat bergengsi……..

Peluang bagi Anda, menjadi reseller produk2 seperti itu jika telah menemukan Segmen dan target yang tepat di wilayah Anda.

Di Yogya ada rumah makan yang jika makan berdua, menghabiskan sekitar 500ribuan- 1jutaan, namun pentraktir itu sebenernya tidak sedang membayar jamuan makannya, tetapi lebih kepada “membeli penghargaan atas kehadiran tamunya”  sehingga  jamuan senilai 500ribu tidak sedang membayar 2 piring makan malam/nasi goreng/ikan bakar, tetapi sebuah pengakuan, agar tamunya mengerti ini sebuah jamuan HIGH CLASS. 


strategi bisnis

5 Tulisan terbaru

  • Komentar

    Ingin menanggapi?




    Semua tanggapan akan diperiksa dahulu oleh Ipan Pranashakti, jika spam comment dan spam link, maka akan dihapus permanent


    Sebelumnya mohon isi perhitungan berikut. *

    Bisnis & Marketing

    Langganan Artikel Bisnis Marketing Toko Online Wirausaha

    • Begitu ada artikel baru, Anda dapat email pemberitahuan