Stategi Bisnis : Logika memahami Value untuk sukses bisnis

Banyak yang masih menanyakan hubungan strategi bisnis di dalam aspek Value, bahkan ada yang bertanya value  itu apa?  Terlebih ketika dalam seminar saya mungkin sering menyarankan pentingnya menggali Value,  sehingga setelah menjadi narasumber seminar, ada yang belum menangkap logika tentang value.

Dalam beberapa event seminar/workshop, saya mencoba menggali strategi Value Creation khusus pasat ASIA, yg masih bisa mudah di drive dengan fitur dari teknologi.

Logika Pertama:

Ada 2 sandal sedang di jual sebuah toko  yang satu harganya sekitar 50 ribu yang satu 350 ribu. Kalau dihitung ongkos produksinya hampir sama. Bentuknya secara umum sama tetapi yang 350 ribu cukup laris. Kenapa?

  • Karena sendal yang 50ribu itu hanya sebuah alat kaki agar tidak terkena kotoran, kena paku dll
  • Tetapi yang sendal 350ribu itu memiliki susunan karet/plastik yang bisa untuk terapi kaki, ada beberapa tonjolan di sana.

Keduanya ada fungsi yang samam yaitu melindungi kaki, tetapi karena pengayaan nilai, maka sendal jepit tapi bisa digali untuk menguakan nilai tambahnya.

Lalu namanya?

  • Yang 50ribu itu memang sengaja dinamai sandal sporty, pengembangan dari sandal jepit
  • Yang 350 ribu disebut sebagai sandal kesehatan.

Dari sini ada 2 hal pertama, pengalihan fungsi dari hanya alas kaki menjadi alas kaki yang menyehatkan, secara persepsi dari sendal yang hanya alas kaki menjadi  “alat yang menyehatkan” melalui terapi kaki.

Tampak sangat jelas ada upaya perluasan manfaat dan pemenuhan harapan bagi pelanggan, dan cukup bisa memasuki tingginya harapan2 pelanggan.

Nah inilah memahami Value dalam konteks marketing, sehingga dalam strategi bisnis  ini perlu digali lebih jauh.

Logika Kedua :

Pernah saya membeli burung kicauan seharga 300ribu, kalau di pasaran umum paling burung itu hanya senilai 60ribu.  Pernah dikomentari orang ;  “Burung XXXXXX kok mahal amat?”  Tetapi saya tidak melihat itu layaknya burung yang jual  ombyokan bersama-sama dalam satu sangkar, lalu ditawarkan sebagai burung XXXXX.

Saya membeli burung itu karena beberapa hari yang lalu saya kehilangan sebuah jaket kulit di garasi, rupannya rumah dan lingkungan saya akhir2 ini di satroni pencuri, dan saya membeli burung itu karena setiap ada orang mendekat rumah ia akan berbunyi kencang, dan khas, Bahkan ketika anak saya pulang sekolah dari jauh burung itu sudah bunyi. Pagi hari jam 5an ketika ada orang lewat depan rumah burung itu juga berbunyi.

Nah itulah jika di pasaran umum burung tipe itu senilai 60 ribu tetapi karena dia memiliki nilai tambah bisa membantu menjaga rumah/aktifitas depan rumah maka saya beli 300ribu, dari penjual yang awalnya minta 400ribu. Saya tidak perlu membeli anjing untuk membantu mengawasi aktifita sdepan rumah, cukup dengan burung yang peka dan terlatih. Saya tidak hafal semua jenis burung, saya tidak mellihat bagaimana burung itu spesifikasinya, tetapi ada suatu nilai yang saya beli “penjaga depan rumah”

Demikian 2 logika tentang Value

Tulisan menarik lainnya

Tentang penulis : Ipan Pranashakti

Praktisi bidang online marketing, marketing era digital, menekuni bidang online sejak 1998, Lebih dari 70 kali menjadi narasumber seminar/workshop/talkshow di berbagai kota di Indonesia, dengan lingkup materi Strategi menangkap peluang usaha offline dan online, Strategi Marketing, SEO, Social Media Optimization, Toko Online+Ecommerce, Netpreneur, Kewirausahaan. ------------------------------------------------------ Contact Person : 0815 787 22222 ( SMS Only) Email : ipan999@yahoo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sebelumnya mohon isi perhitungan berikut. * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.