Strategi Bisnis : Business Plan dimata pengusaha dan investor

Business Plan menjadi kontroversi di beberapa komunitas, apakah perlu atau tidak? Bahkan ada yang mengatakan bahwa tanpa business plan pun bisa sukses.  Nah sebenernya bukan perkara sukses atau tidak sukses, karena itu semata datanganya dari Tuhan. Manusia hanya harus berihtiar, sehingga ketika dipetakan maka ada yang butuh dan ada yang tidak butuh business plan.

  1. Jika membangun usaha di rumah, dengan modal sendiri kadang merasa business plan tidak butuh, dan secara alamiah usaha bisa dijalankan
  2. Jika membangun usaha sebagai reseller maka memang business plan seakan tidak menjadi penting dalam usahanya, justru lebih kepada improvisasi usaha
  3. Jika usaha memang tinggal meneruskan dari orang tua/warisan memang ilmu bisnis sudah bisa dalam bentuk pendidikan orangtua dalam bisnis

Nah lalu di mana posisi business plan? karena dalam strategi bisnis itu menjadi bagian dari gambaran perencanaan?

  1. Ketika pengusaha akan menawarkan program kerjasama investasi sering kali investor menanyakan business plan
  2. Ketika pengusaha akan mengajukan pinjamain modal ke lembaga keuangan maka business plan sering menjadi point
  3. Ketika pengusaha pernah gagal kemudian di bimbing untuk didanai maka business plan menjadi tolak ukur dari sisi mana dan tujuan apa wilayah-wilayah yang harus didanai

Business plan juag menjadi penting ketika sebuah perusahaan dipegang oleh beberapa pemegang saham dan menyerahkan pengelolaan kepada direksi maka business plan sering menjadi alat komunikasi dalam perencanaan perusahaan ke depan dan kajian bagi pemegang saham yang terlibat.

Sehingga memang jika menemui ada beberapa pengusaha menolak business plan, secara umum karena mereka berdiri sendiri dalam usaha.

Sayangnya business plan dipersepsikan oleh banyak pihak sebagai tabel isian, borang isian,  padahal ketika otak kita merencanakan usaha dalam pikiran itu sudah termasuk business plan, perbedaannya adalah apakah rencana itu tertuang dalam dokumen untuk orang lain atau hanya untuk diri sendiri. Bahkan dalam sebuah rapat perusahaan yang akan merencanakan upaya/strategi bisnis dalam 1 tahun ke depan, itu juga sebagai business plan dalam skop yang kecil.

Nah bagaimana menguji seberapa penting business plan itu bagi komunikasi sesama investor dan pengelola?
Misal Anda punya dana 100 milyar dan akan di tanamkan ke perussahaan PT   DODODODOD, kira2 apa yang Anda tanyakan ke Perusahaan itu? apakah kita percaya saja meletakkan 100 milyar kepada perusahaan tanpa ada komunikasi rencana pengembangan usaha?  Itulah posisi business plan, memang beda ketika pengusaha mandiri dan dalam kontek kerjasama dengan para investor.

Apakah business plan menjamin sukses? Tidak ada apapun yg berada di dunia ini  akan menjamin sukses, bahkan resep konsultan ternama di dunia, karena sukses  adalah misteri dari Tuhan.

Tulisan menarik lainnya

Tentang penulis : Ipan Pranashakti

Praktisi bidang online marketing, marketing era digital, menekuni bidang online sejak 1998, Lebih dari 70 kali menjadi narasumber seminar/workshop/talkshow di berbagai kota di Indonesia, dengan lingkup materi Strategi menangkap peluang usaha offline dan online, Strategi Marketing, SEO, Social Media Optimization, Toko Online+Ecommerce, Netpreneur, Kewirausahaan. ------------------------------------------------------ Contact Person : 0815 787 22222 ( SMS Only) Email : ipan999@yahoo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sebelumnya mohon isi perhitungan berikut. * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.