Strategi Bisnis : Pelanggan bukan lagi raja, tapi terpenting

Dalam sebuah diskusi disebutkan bahwa statement pelanggan adalah raja sudah tidak lagi relevan, tetapi menjadi statemen ; pelanggan adalah mitra terpenting. Setelah sekian waktu, ini ternyata didukung oleh beberap praktisi juga termasuk konsultan marketing Hermawan kertajaya.

Ketika pelanggan adalah raja, maka semua kehendaknya menjadi wajib dituruti, setidaknya diikuti, padahal ketika kehendaknya itu merubah sesuatu yang bisa mengecewakan pelanggan lain, maka itu sebaiknya tidak terjadi.

Atau pelanggan menjadi tidak mau mengerti kesepakatan awal, tahu nya adalah apa yang diutarakan pelanggan maka produsen harus tunduk. Walau itu di luar kesepakatan.

Saya sendiri mengalami ini, di semua proposal penawaran kami tuliskan :

– Waktu pengerjaan dihitung sejak materi/konten 100% lengkap

Tujuan kalimat proposal ini adalah agar dalam proses pengerjaan menjadi seirama, menjadi lengkap attribut dan fiturnya berdasarkan dari konten yang ada, tidak saja kenginan dan impian pelanggan semata. Misal ingin webnya interaktif, full media, dan terus menekankan kepada produsen,tapi sebaliknya ketika produsen memintan file untuk videonya, ternyata tidak ada sampa beberapa bulan, sampai produsen dipersalahkan.

Pelanggan menginginkan tampilan yang elegan, namun sebaliknya ketika kami meminta file logo, ternyata tidak disediakan. Malah browsing di media lain yang ada logo promosinya.

Atau dalam kasus yang sama, ingin sekali web interaktif dengan social media, sedangkan account social media nya pun pasif, sehingga koneksi iode tidak didukung interaksi senyatanya dari harapan pelanggan.

Makna kalimat dari proposal contoh kami,
– Waktu pengerjaan dihitung sejak materi/konten 100% lengkap

bahwa proses pengerjaan diitung dimulai sejak 100% materi diterima, dalam kenyataan materi baru 10% pun, kami harus memulai dengan meraba-raba apakah kompatibel, apakah maksudnya, apakah betul tidak nanti kontennya ini itu dll, dan lagi pernah mencoba pendekatan meminta 10 materi isian web, tidak semuanya disediakan, tapi anehnya web harus selesai.

Pelanggan bukan lagi raja, yang ini memang pro kepada hak asasi sehingga tidak lagi raja yang selalu mengalahkan posisi pihak-pihak yang bukan raja, dan tidfak seperti zaman dahulu, agar raja eksis harus mengalahkan raja yang lain, namun betul seperti dalam diskusi bahwa pelanggan adalah sangat penting,  dalam kelangsung bisnis, namun kelak jika ada era IT sudah berjalan penuh, maka pelanggan tidak lagi dari pembeli saja, tetapi juga supplier, dan internal/karyawan.

Fenomena ini memang saya rasakan, pelanggan bukan lagi raja. Sehingga perlunya mempertegas siklus bisnis, bahwa darimanakah ketergantungan produsen itu muncul, maka dari sanalah pengaturan pintu itu diatur, manajemen itu diatur. Namun seperti kata para pakar dunia, pelanggan bukan lagi raja tetapi pihak yang sangat penting dalam kelangsungan usaha.


strategi bisnis

5 Tulisan terbaru

  • Komentar

    Ingin menanggapi?




    Semua tanggapan akan diperiksa dahulu oleh Ipan Pranashakti, jika spam comment dan spam link, maka akan dihapus permanent


    Sebelumnya mohon isi perhitungan berikut. * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

    Bisnis & Marketing

    Langganan Artikel Bisnis Marketing Toko Online Wirausaha

    • Begitu ada artikel baru, Anda dapat email pemberitahuan