Strategi Bisnis : Real Time Service, metode jitu mempertahankan pelanggan

Saat ini setiap perusahaan skala besar maupun skala kecil berupaya menajamkan strategi bisnisnya karena pengaruh:

  1. Tumbuhnya industri dan usaha yang begitu cepat
  2. Kemudahan regulasi dan informasi pendirian perusahaan
  3. Dipermudahnya regulasi investor asing masuk, walau dibatasi secara parsial
  4. Era globalisasi yang mulai menancapkan unsur persaingan tanpa batas
  5. Era teknologi informasi yang membuka wacana pemahaman bisnis global kepada siapapun

Salah satu strategi bisnis yang dilakukan adalah bagaimana mempertahankan pelanggan yang ada. Mempertahankan pelanggan yang ada tersebut menurut saya dapat dibagi menjadi:

  1. Pelanggan yang sangat loyal sehingga dapat dikategorikan fanatik
  2. Pelanggan loyal yang sedang transisi dari pelanggan yang terpuaskan
  3. Pelanggan terpuaskan (bisa berawal hanya dari 1 transaksi)
  4. Pelanggan yang sedang berpikir untuk menentukan reaksi/persepsi terhadap perusahaan anda

Real time service yang dianggap sebagai strategi hebat di era persaingan ini mempunyai kekuatan bahwa terpuasakannya pelanggan hari ini belum tentu akan terpuaskan lagi pada lain hari walaupun dengan bentuk kualitas dan produk yang sama, sehingga perlu pengembangan Real Time Service yang lebih mampu memenuhi secara ‘value’ (bukan fisik semata) dari pelanggan.

Real time service (RTS) sebagai kunci kemenangan bisnis dan strategi bisnis untuk mempertahankan pelanggan mempunyai konsep antara lain:

  1. Menjaga kualitas hubungan dengan pelanggan dengan selalu berusaha menjaga kedekatan dengan pelanggan dengan berbagai cara: Menyediakan telpon bebas pulsaMembangung sebuah web yang mampu menjembatani keomunikasi dimanapun dan kapanpun, karena alamatnya www.perusahaan.com sangat mudah dihafal daripada harus menghafal alamat rumah dan panjangnya nomor telepon dan fax. Website sebagai elemen RTS dibudayakan oleh perusahaan-perusahaan Amerika. (Informasi perihal pembuatan web ; www.visimaster.com)
  2. Mengkondisikan agar terciptanya pengalaman yang mengesankan bagi pelanggan
  3. Membangun unsur  komunikasi dengan dukungan informasi strategis yang mampu menjawab pertanyaan di benak pelanggan
  4. Menyediakan strategi atau manajemen complain sebagai bentuk media penampungan permintaan dan keluhan pelanggan dengan cepat, akurat dan “sangat menjawab”.
  5. Menyediakan pola penerimaan feedback atau umpan balik untuk menyempurnakan produk dan layanan untuk masa mendatang.

Dari sekian metode dan strategi yang pernah anda terapkan, sudahkan anda melengkapi dengan unsur-unsur diatas?

Artikel ini ditulis oleh Ipan Pranashakti KIP untuk masukan seorang rekan pengusaha digital printing di yogya yang pernah kawatir akan kehilangan sebagain pelanggannya.

Follow ipan999 on Twitter

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

Add to Technorati Favorites

Tulisan berkualitas lainnya :

Komentar

Ingin menanggapi?





Di bawah ini ada 2 kata mohon digabung untuk pengisian kode di bawahnya.Trims

Blog directory Business Blog Directory & Search engineTopOfBlogsBusiness blogsMarketing Blogs - Blog Catalog Blog Directory Add to Mixx! Digg!

Follow ipan999 on Twitter

    Bookmark and Share
  • Ingin dikabari via email, jika ada Artikel terbaru?

  • Pelanggan Email Artikel

    229
Web Ayahku, Strategi Bisnis, Strategi marketing, Kewirausahaan, peluang usaha

Desain Web Terbaik

www.ipan.web.id

Media informasi strategi bisnis, strategi marketing, kewirausahaan, peluang usaha, Jasa SEO Indonesia dan bisnis online

Perkembangan dunia usaha saat ini memasuki era kompetitif, segala media dan cara digunakan sebagai alat bersaing. Web ini lahir dengan tujuan berbagi pemikiran, konsultasi, wacana, dan pandangan dalam Jasa SEO Indonesia, strategi bisnis, strategi marketing, kewirausahaan, peluang usaha, dan bisnis online.


Silahkan email ke ipan999@yahoo.com


-------------------------
Milis Asosiasi Toko Online Indonesia
Asosiasi Toko Online Indonesia, klik di sini

Gabung ke Asosiasi Toko Online Indonesia, klik di sini

Strategi Marketing Jogja Properti