Strategi Marketing: Membangkitkan emosi dalam iklan promosi

Berkenaan strategi marketing, jika kita amati baik itu di TV, Majalah, KOran, dll perusahaan yang berbasis riset dalam marketingnya maka tampak bahwa mereka mencoba memancing emosi pelanggan, dalam hal ini emosi jangan dikonotasikan sebuah kemarahan tetapi emosi lebih kepada  pengalaman afektif yang disertai penyesuaian dari dalam diri individu tentang keadaan atau sesuatu.
Sudah lama diketahui bahwa emosi merupakan salah satu aspek berpengaruh besar terhadap sikap manusia.

Sepanjang tahun 90an-ketika saya masih pelajar dan mahasiswa, sudah terbiasa nyambi usaha, ketika tahun 95 an ketika subuh pun siap berangkat,  pernah menjadi Tim Marketing dan Riset Marketing sebuah perusahaan Makanan terbesar di Indonesia waktu itu, menjadi Pemimpin Harian sebuah Majalah bidang Ekonomi. Dalam iklan2nya beberapa peruaahaan ada  kecenderungan waktu itu  iklan masih berbasis Product Knowledge dan Benefit Exploring, namun perusahaan itu saat ini saya amati memang sudah beralih kepada sebuah ekspektasi besar, sehingga dalam iklannya produk itu seakan-akan melampuai ekpektasi pelanggannya. Ambil contoh dari berbagai produk:

  • Produk IKlan sebuah Cat rumah, dalam iklannya ada sebuah keluarga yang rukun ceria karena rumah yang ceria hasil dari warna-warni cat rumah
  • Produk perbankan dan asuransi, yang menggambarkan anaknya sukses Kuliah karena asuransi — (Ada hal yang tidak syar’i)
  • Produk Pelezat Makanan, yang mengambarkan keluarga bahagia saat makan bersama
  • Produk Saos Sambal, yang membuat seorang suami bolak balik nyomot masakan istrinya di meja saat mau berakngkat kerja, suasana harmonis.

Itulah, bahwa dalam pengamatan saya sebuah produk sudah mulai diiklan kan dalam bentuk kemasan emosi, satu aspek berpengaruh besar terhadap sikap manusia untuk segera tertarik membeli produk.

Ditengah banyak perceraian maka iklan rumah tangga harmonis menjadi suatu titik temu impian.

Itulah kenapa juga iklan ON CLINIC di TV koran dll sangat genjar dan mengena, karena ada faktor sosial di masyarakat yang berubah dan itu peluang, dengan Tag Line : Membantu Kebahagiaan Keluarga Anda. Jelas itu bemain persepsi di level harapan akhir pelanggannya, tidak hanya sempit “menyembuhkan xxxxxxxxxxxxxx”.


strategi bisnis

5 Tulisan terbaru

  • Komentar

    Ingin menanggapi?




    Semua tanggapan akan diperiksa dahulu oleh Ipan Pranashakti, jika spam comment dan spam link, maka akan dihapus permanent


    Sebelumnya mohon isi perhitungan berikut. *

    Bisnis & Marketing

    Langganan Artikel Bisnis Marketing Toko Online Wirausaha

    • Begitu ada artikel baru, Anda dapat email pemberitahuan