Strategi Marketing : 4 Manfaat dari promosi mulut ke mulut

Sudah sejak zaman dahulu kala, bahkan sebelum ada internet, maka budaya promosi mulut ke mulut, atau kalau orang jawa bilang “gethok tular”  menjadi sangat efektif dalam membantu kelancaran penjualan. Sayangnya masih banyak pengusaha yang tidak mengkondisikan hal ini agar berjalan dengan baik, promosi mulut ke mulut.  Alamiah, alasan utama menurut saya tentang promosi mulut ke mulut ini, tetapi setidaknya itu mempunyai kekuatan besar, karena ketika marketing, direktur dan perusahaan sedang tutup bisa terbantu promosinya.

Dalam sebuah seminar marketing di  Yogyakarta,  ada salah satu peserta seminar yang  bertanya sebelum materi yang saya paparkan selesai, karena alasannya modalnya tipis sehingga tidak akan bermain di iklan tetapi di promosi mulut ke mulut, dan dia ingan lebih dalam soal ini.

Dampak besar dari hebatna promosi mulut ke mulut bagi usaha Anda :

  1. Dengan posisi promosi mulut ke mulut yang kuat maka konsumen yang datang, telp, email adalah paaa posisi siap beli, siap tawar, dan siap transaksi. Betapai indahnya ini, karena sebagai tim marketing tinggal menendang bola menuju gawangnya. Nah dari sana kita bisa mendapatkan  keuntungan, bahwa konsumen digerakkkan oleh konsumen lain
  2. Terbukti, dari kuatnya promosi mulut ke mulut akan menciptakan  peluang lebih besar untuk mencetak pelanggan  dengan loyalitas tinggi, bahkan kadang mereka membentuk komunitas tersendiri.
  3. Waktu atau durasi penjualan menjadi pendek, mungkin saja sebelum kita gencar iklan, sudah ada yang telepon, ada yang pesan, sehingga dengan promosi mulut ke mulut . Tetapi inti dari point ini, bahwa waktu penjualan bisa dipersingkat dan dipersempit.  Memudahkan untuk peningkatan produk selanjutnya
  4. Brand Images, sebelum di iklankan pun jika promosi mulut ke mulut berjalan secara alamti maka brand lah yang menjadi fokus pembicaraan, sehingga anda sebagai pengusaha diuntungkan, tinggal iklan anda untuk memolesnya.

Baca selengkapnya

Strategi Marketing : Memahami 4 level konsumen

Masih dalam kaitan diskusi dengan salah satu rekan yang memilki usaha cukup baik, maka kita asik juga soal dikusi tentang perilaku konsumen. Mengintip perilaku konsumen adalah salah satu cara dari sekian banyak yang bisa kita jadikan alasan untuk mendekati cara terbaik yang bisa langsung di respon konsumen, karena jika tidak maka kita akan sulit mendekatinya walau dengan media yang bertubi, tim marketing yang banyak.

Tujuan utama dari pembahasan perilaku konsumen adalah karena memang sebenernya ada 4 level terhadap konsumen tersebut :

  1. Prospek, yaitu pihak yang sudah mengenal bisnis kita, atau sudah kita kenalkan tetapi belum sekalipun membeli/transaksi  dalam pengamatan saya dalam forum, milis, komunitas banyak yang masih sebatas prospek, apalagi kalau kita masuk ke milis “dengan tujuan diem2 hanya mau promosi, walau ada artikel kecilnya tapi itu hanya kamuflase, maka seperti ini jika tidak dengan sistem rayuan benefit yang sebenarnya maka hanya memposisikan sebagai prospek. Ada lagi dalam istilah lain prospek adalah orang yang sedang mengamati tetapi belum melakukan kontak apapun, terutama dalam media onlinem sehingga perusahaan harus aktif jemput bola.
  2. Pelanggan, adalah orang yang benar sudah bertransaksi baik membeli jasa atau barang.
  3. Klien, adalah orang yang rutin bertransaksi, membeli dari apa yang kita miliki baik jasa atau produk
  4. Advocates, adalah mereka yang sudah puas atau sangat puas dengan jasa atau layanan kita sehingga akan berusaha menceritakan kepada pihak lain. Nah perusahaan harus peka terhadap tipe ancovates ini karena di sinilah bisa saling bersinergi. Namun harus diingat, advocates ini memiliki kecenderungan obyektif, sehingga jika perusahan intervensi maka sebaimnya secara bijak, dan dengan cara  smooth. Karena akan beda posisinya jika sudah menjadi bagian dari marketing independent, bedanya akan sangat kelihatan membujuk terus, merayu terus, sehingga posisikan Advocates secara obyektif jangan buru2 ditawari jadi marketing independent

Baca selengkapnya

Strategi Marketing : Kepuasan Pelanggan bukan tujuan akhir, pahami 5 dimensi

Suatu sore saya mengunjungi seorang rekan yang memiliki usaha cukup baik, banyak diskusi terutama tentang kepuasan pelanggan, namun saya sampaikan di sana janganlah kepuasan pelanggan menjadi tujuan akhir, karena pada dasarnya kepuasan pelanggan hanya “jalan tol” menuju kejayaan usaha, karena kepuasan pelanggan berfungsi sebagai :

  1. Kepuasan pelanggan hanya menjadi “jalan tol” untuk membangun loyalitas pelanggan, dengan banyaknya yang loyal akan mengurangi biaya iklan yang mungkin anggaran terbesar
  2. Kepuasaan pelanggan hanya “alat pemancing” agar pelanggan loyal dan akan sering membeli/transaksi
  3. Kepuasan pelanggan hanya “media” untuk loyalitas pelanggan agar juga menceritakan kepada banyak pihak, maka ini menjadi media promosi
  4. Kepuasan pelanggan hanya “alat pendorong” untuk membeli/transaksi kembali walau perusahaan kita sedang tidak beriklan
  5. Kepuasan pelanggan hanya “perangsang” loyalitas pelanggan untuk pembelian dengan volume yang lebih besar

Setelah pelanggan puas, kemudian loyal maka dengan pencitraan yang baik maka bisa menjadi pelanggan yang fanatik.

Baca selengkapnya

Mentoring Bisnis : Pentingnya aspek “Sikap” seorang mentor bisnis

Mentoring bisnis adalah pola binaan dalam mencapai tujuan bisnis, atau pola pendampingan dalam tujuan usaha. Namun seorang mentor harus memiliki pola sikap yang baik agar mentor memiliki kekuatan dan dipercaya oleh menteesnya.

Beberapa  hal yang harus dimilliki dari seorang mentor dari aspek SIKAP :

  1. Mental dan komitemen kuat untuk mengembangkan orang lain dan diri sendiri
  2. Keterbukaan dan kesediaan dalam mengurai akar masalah
  3. Semua diawali dari masalah tidak langsung kepada solusi
  4. Mentor harus memberikan materi dan praktek binaan yang paling sesuai, bukan paling diingat
  5. Menghormati sudut pandang orang lain dan keputusannya
  6. Kesabaran dalam mengurasi masalah dan mencari solusi, jangan lari ke teori dahulu
  7. Mendorong Mentee agar juga memiliki komitmen tinggi untuk mandiri dan menjadi ahli
  8. Menumbuhkan rasa solidaritas sesama  jaringan mentees
  9. Saling menjaga kerahasiaan kepada hal-hal yang memang awalnya rahasia usaha, agar mentee percaua kepada mentor

Baca selengkapnya

Kewirausahaan : 5 langkah mewujudkan impian menjadi pengusaha

Dalam membangkitkan semangat kewirausahaan di Indonesia, berikut tips dari saya, yang saya sampaikan di Talkshow Bisnis Di Yogya.

1. Pastikan Keyakinan Anda

Pastikan alas an apa yang membuat anda yakin menjadi pengusaha, apakah hanya ini impian anda? ATau ini hanya faktor kepepet karena melamar kerja di mana-mana tidak diterima, keputusan ini akan memberikan energy yang berbeda.

  • Pengusaha bidang apa yang anda sasar,
  • Apa hobi anda
  • Apa bakat anda
  • Apa potensi lingkungan sekitar anda

Untuk menuju keberhasilan jangka panjang anda harus tahu ukuran jangka pendeknya

(Jika anda masih menggangap bahwa merintis usaha itu tidak perlu dituliskan dari sekarang maka anda sudah kehilangan momentum sangat berarti karena impian besar dimulai dari keindahan kecil diawalnya)

Baca selengkapnya

Twitter Ipan Pranashakti

Milis Toko Online

Download Bisnis Marketing Toko Online

Konsultasi Bisnis Marketing Toko Online

Langganan Artikel Bisnis Marketing Toko Online Wirausaha

  • Langganan Artikel, Otomatis dikirim ke email Anda, isilah :