Memulai usaha, pentingnya memahami siklus awal bisnis

Tidak semua pemula dalam bisnis mau ikhlas menerima kondisi awal bisnis, yang kadang tidak langsung seperti apa yang diharapkan, misalnya penjualan belum bagus atau sama sekali belum ada penjualan, butuh energi promosi yg sangat kuat dan sabar, banyak ketidaksesuaian layanan dan respon pasar, belum adanya pemahaman yg merata di SDM, belum menemukan irama kerja yang baik sehingga kadang ada ide kadang tidak ada.

Siklus usaha setelah berjalan lama memang kadang berada pada kondisi membaik dan menurun, itu jika sudah berjalan pada waktu tertentu, namun jika pada permulaan, bisa saja belum ada pembanding,  belum ada ukuran.. .Namun semua itu akan serta merta dipahami sejalan waktu, namun setidaknya secara awam ada tahapan kecil yang mungkin dipahami, tentu uraian ini setelah melalui fase riset pasar/pengamatan pasar, sehingga penjelasan ini  antara memulai usaha dengan respon pasar, diuraiakan dengan bahasa biasa/umum : Baca selengkapnya

Marketing :Tingkatkan omzet dari model produk yg bergaya

Tulisan ini terinspirasi dari ingatan sy tetang konsep General Motor dalam meningkatkan penjualan dibidang mobil. Yang  jika boleh saya gambarkan secara pribadi, bahwa ketika produk kita sudah masuk pasar dengan penjualan  yang sudah cukup bagus, tentu ada satu lini dimana muncul keinginan untuk meningkatkan penjualan, nah dalam paparan ini belajar dari konsep GM tadi, bahwa jika produk standar saja sudah bisa bagus dalam pasaran maka jualah produk yang tujuannya untuk kesan kemewahan dan gaya.  Kalau melihat di Indonesia sendiri, ini juga diterapkan di persaingan industri motor kita, yang awalnya Honda bermain dengan motor  100cc, dengan fasilitas standar mulai dari Astrea Prima, Grand, Impresa, Legenda, Supra , Revo kemudian dikembangkan ke CBR 150 dan 250cc yang harganya cukup fantastis, dari produk  100cc yng belasan juta ketika di CBR sudah melesat di 30jutaan lebih. Namun persepsi produknya yang dibangun benar-benar mengejar gaya, sehingga bentuk motornya pun sangat stylis, layakanya motor balap dunia, padahal kita lihat apakah cukup memungkinkan jalanan di Indonesia yang tidak begitu terawatt baik untuk menyalurkan power dari CBR 250cc?  Ada, namun tidak semua jalanan yang dilalui layak untuk performa 250 cc, apalagi jalan dikota besar, belum memasuki perseneling 5 sudah ketemu  traffic light. Baca selengkapnya

Strategi Bisnis : Solusi ketika omzet menurun

Begitu banyak email yang menanyakan kondisi usaha menurun, dan omzet sempat drop, terakhir kemaren diskusi dengan pengusaha herbal yang sudah menggunakan strategi bisnis berlapis-lapis. JIka pengusaha kawakan dan pengalaman tinggi omzet naik dan turun sudah seperti fase yang selalu ada, namun jika pemain baru dalam bisnis, begitu fase menurun bisanya frustasi, menyalahkan keadaan negara, menyalahkan pihak lain. Baca selengkapnya

Bisnis : Bersaing tidak harus selalu dari sisi kualitas

Ketika baru memulai usaha dan merasa modal masih terbatas, jangan minder untuk bersaing, apalagi karena alasan kurang modal sehingga kurang berkualitas. Karena tidak semua persaingan harus dari sisi adu kualitas, tidak harus melampaui kualitas dari pesaing kita saat ini. Bersaing itu sendiri memiliki banyak taktik yang bisa dikedepankan meski usaha masih minim.

Kalimatnya, Bersaing tidak harus pada kualitas puncak, tidak harus korelatif dengan modal yang tinggi. ketika diminta mendampingi instansi negeri, dan membina UKM bidang kaos, saya katakan, tidak ada yang akan menguji bahan kaos hingga ke LABORATORIUM, untuk semua produk kaos yang ada.

Baca selengkapnya

Peluang Usaha : Pendorong sukses bisnis online

Peluang usaha di bisnis online sangat lebar, bahkan peluang ini ada terus namun memang tidak semua peluang itu cocok untuk semua orang, karena memang pada dasarnya ada karatkter perorangan yang bisa mempengaruhi dari bentuk bisnis apa yang cocok.

Sehingg menyikapi peluang ini, setidaknya bisa mengenal beberapa pendorong sukses di bisnis online secara umum yg lahir dari dalam diri kita sendiri, tentu ada yang mungkin tidak tersebutkan di sini. Baca selengkapnya

Menentukan Value saat memulai usaha bisnis bagi pemula

Kadang jika melihat persaingan di bisnis fashion, memperhatikan secara seksama, maka kan terasa sekali bagaimana semua lini digunakan untuk bersaing, bahkan merek pun dibangun kesan luar negerinya, padahal produk lokal.

 Namun ada juga yang alamiah, kadang usahanya mengalir saja dan itu tidak masalah, karena memang menjalani usaha itu sangat variatif, tidak sama persis masing-masing pihak yang terlibat. Baca selengkapnya

Bersaing tingkatkan omzet dgn memecah produk & layanan

Kalau amati akhir-akhir ini di akhir tahun 2013, persaingan sudah mengarah kepada kreatifitas harga dan memberikan pengertia harga yg masuk akal. Baik itu untuk produk berupa barang dan layanan, tidak saja produk besar nasional namun juga internasional.
Memecah produk dan layanan yang dimaksud adalah, agar harga lebih murah dengan memberikan fitur yg logic, dan konsumen memilih sendiri sesuai kebutuhan, konsumen tidak dibanjiri semua fitur yg bisa dipasangkan, meski hanya sebagian yg bisa benar-benar menjawab kebutuhan dan keinginan konsumen, apalagi masing-masing konsumen memiliki tingkat kebutuhan dan kepekaan produk yang berbeda.
Baca selengkapnya

Memulai usaha : Produk dulu atau marketing dulu?

Memang sudah zamannya sekarang ini, kita memiliki mindset dari pendekatan marketing, kalau zaman dulu orang mau memulai usaha selalu berpikir PRODUK dulu jadi baru memikirkan pemasaran. Zaman dahulu yang penting produk hebat pemasaran bisa asal2 an


Namun sekarang persaingan begitu kuat, duplikasi begitu cepat, posisi penjual dan pembeli bisa bergeser cepat, hari ini dia pembeli ku besok bisa jadi pedagang yang menyaingiku, jadinya saling bersaing dalam waktu sehari karena kemudahan mendapatkan produk dan menjadi agen, reseller.
  Baca selengkapnya

Strategi Marketing : 7 Differensiasi yang bisa digali utk daya saing

Differensiasi dalam strategi marketing diarahkan untuk memberikan Value yang mudah diingat dan benar-benar dirasakan perbedaanya, agar bisa melekat pada benak konsumen secara baik  dengan komposisi ; brand + keunikan+ value nya. Memang kalau dilihat sekilas differensiasi yang ada saat ini lebih cenderung dalam pendekatan fisik, misal :

  1. Desain toko
  2. Desain rombong dalam waralaba
  3. Desain custom untuk para pramuniaga
  4. Nama usaha
  5. Desain brosur
  6. Desain interior dalam ruangan usaha
  7. Desain kemasan
  8. dll dll

Sehingga banyak yang terjebak dalam pemikirannya bahwa differensiasi adalah sesuatu yang bisa di raba, disentuh dibedakan secara fisik. Sejatinya ada differensiasi yang sifatnya kasat mata, artinya bisa dirasakan walau belum tentu bisa diraba.

Berikut ada7 differensiasi yang merupakan gabungan dari keduanya: Baca selengkapnya

Bisnis : Menjadikan harga bukan alasan pembelian atau penolakan

Di era lama masih banyak beranggapan bahwa harga adalah satu-satunya nyawa dalam keuntungan, dalam bahasa awam harga tinggi bisa mendatangkan laba yang tinggi. Namun belum tentu pada era sekarang, karena ada banyak alasan konsumen yang tidak lagi mempertimbangkan faktor harga sebagai alasan membeli atau alasan untuk menolak penawaran produsen.

Kondisi-konsidi ketika harga bukan sebagai alasan utama, sejatinya muncul karena konsumen tidak memiliki kepekaan yang tinggi terhadap logika harga, lebih mengedepankan kepada emosionalnya, kepada ‘selera’ dan prestisenya.  Semua ini menjadikan rumus bahwa konsumen sejatinya memiliki kepekaan harga yang berbeda-beda.

Ambil contoh, saya tidak pernah tertarik dengan penawaran HP CHina, entah kenapa meski fitur sangat canggih, karena saya sudah memiliki  pengalaman dan cerita yang membuat unsur emosinal saya menolak HP murah produk china, yang sekarang di level 300ribu-500ribu sudah bisa membeli Smartphone dengan OS Android dan touchscreen.

Sehingga jika dirumuskan ada faktor-faktor yang mempengaruhi masing-masing konsumen

  1. Produk memiliki kekhususan tersendiri, meski mahal itu bukan alasan untuk ditolak, dahulu ada Laptop Mac Apple yang katanya tidak mudah kena virus, beda dengan Windows. Sehingga pebisnis memikirkan keamanan data lebih segalanya dari harga laptop.
  2. Pembeli tidak begitu mengerti, produk sejenis sebagai pembanding, ini terjadi ketika seorang rekan masih fanatis terhadap blackberry waktu itu, karena hanya Blackbbery yang ada BBM sebagai tool personal mesege terakurat karena melekat kepada perangkat (hanya blackbbery tidak bisa yang lain), tercepat, ter-asyik saat itu, namun ketika dalam perjalanan sekarang ada Android dengan Whatsapp-nya kondisi akan sangat berbeda. Pada awalnya orang berbondong-bondong membeli Blackbberry meski seharga 5-8 juta.
  3. Rendahnya biaya perawatan, terutama untuk instansi, menjadi hal penting. Ketika ada pejabat membeli Toyota Camry, kemudian saya tanya alasan pengadaaan-nya karena memang garansinya menyeluruh, pernah mobil kejatuhan buah Pakel, atap penyok, belok nyenggol pagar, kemudian shock breker dirasa kurang empuk, hingga diganti 3 kali, semua free, padahal 1 set perangkat 8 jutaan, sudah ganti 3 kali, tanpa pengeluaran. Ada rekan membeli perangkat Digital Printing, harganya lebih mahal 2 kali lipat dari produk China, tapi tetap dibeli karena digaransi sekian waktu jika rusak service gratis, termasuk pernah mendatangkan teknis dari luar negeri, namun semua dijamin karena garansi, persoalan dalam hal ini bagi pelaku bisnis, agar usahanya tidak tersendat  hanya karena service, lebih baik beli yang lebih bagus dan ada garansi jelas secara full.
  4. Produk secara emosional mewakili sebuah simbol gengsi, kualitas,  dan ekslusif/terbatas. Itu kenapa jam tangan seharga 40 juta dibeli, ada anak muda dibelikan ayahnya mobil 6 Milyar? Karena ada strata kelas, yg sangat emosional

Rasionalitas kadang tidak menjadi alasan utama, karena ada faktor emosional yang juga cukup menjadi keputusan membeli ingin serba cepat, serba bersaing, serba bisa segera menunjukkan sesuatu, harga berapapun tidak masalah, itu kenapa ketika tetangga saya yg masih TK dibelikan Blackberry yang cukup mahal, maka yang dibelikan pun tidak tau alasannya. Karena kepekaan anak dan orangtua pun bisa beda.

Strategi Bisnis : Pelanggan bukan lagi raja, tapi terpenting

Dalam sebuah diskusi disebutkan bahwa statement pelanggan adalah raja sudah tidak lagi relevan, tetapi menjadi statemen ; pelanggan adalah mitra terpenting. Setelah sekian waktu, ini ternyata didukung oleh beberap praktisi juga termasuk konsultan marketing Hermawan kertajaya.

Ketika pelanggan adalah raja, maka semua kehendaknya menjadi wajib dituruti, setidaknya diikuti, padahal ketika kehendaknya itu merubah sesuatu yang bisa mengecewakan pelanggan lain, maka itu sebaiknya tidak terjadi.

Baca selengkapnya

Strategi bisnis : Titik krusial bisnis berbasis kemitraan adalah keunikannya

Bisnis bersistem kemitraan kita bagi ada 3 : waralaba, business oportunity dan lisensi.  Dalam perjalanannya ketiganya memang banyak perbedaan. Namun ada beberapa titik kesamaannya, bahwa “keunikan” akan menjadi kekuatan.

Sayangnya dari sisi waralaba saja, ternyata banyak keunikannya tidak bertahan lama, alias tidak bersifat jangka panjang. Nah ini perlu terus dibangun, karena dari keunikan inilah menjadi embrio pembeda dari yang lain.

Nah apakah keunikan ini benar-benar penting di ranah waralaba, business oportunity dan lisensi? Baca selengkapnya

Bisnis : Nilai Seni & estetika dalam meningkatkan kekuatan Web perusahaan

Jika banyak berpikir web bisnis perusahaan dan UKM hanya berkutat soal server, hosting, domain dan web programing maka itu hanya soal teknis, sedangkan kualitas dari web itu sendiri juga dipangaruhi dari estetika dan seni. Ini perlu dipahami agar para perusahaan:

  1. Web bisnis memiliki karakter
  2. web bisnis memiliki ciri khas
  3. Web bisnis memiliki persuasi
  4. web bisnis memiliki selera yang sesuai pasar
  5. web bisnis memiliki kekuatan jurnalistik online
  6. Web bisnis memiliki daya tarik dari sisi tampilan
  7. Web bisnis memiliki unsur nilai tambah dari informasi dan navigasi yang kuat.

 

Sehingga bukan persoalan menggunakan Joomla dan WordPress yang gratis tetapi juga ada nilai seni yang tidak ternilai, membutuhkan instuisi dan naluri, itu yang membuat web bisnis bisa menjadi sangat mahal.

Seperti air putih yg free, namu jaminan kesehatan dan higienitasnyalah yang mahal, sehingga muncul air mineral dalkam kemasan.

Di sisi lain web bisnis karakter desain juga in line dengan media lain yng mungkin dalam bentuk cetakan/offset.

 

Marketing : Membangun Web Bisnis, perkaya dahulu konten

Tulisan ini sebagai sharing saja dalam bidang pengembangan web bisnis, karena saya sendiri menekuni online marketing sejak 1998-1999, dan kadang prihatin saja, ketika bertahun2 membantu mengkonsep dan  membangun web bisnis banyak pihak, sebagian besar sebenernya belum siap masuk pada media online sebagai alat penetrasi.  Sehingga proses analisa dan pembuatan web jadi mundur dan kadang tidak tuntas, walau dikomunikasikan ke pemesan atau stafnya, kita datangi pun juga tidak tertangkap dengan baik, semua ini karena ada beberapa hal

  1. Pemesan web menyerahkan sepenuhnya desain web hingga isi konten termasuk profol perusahaan, keterangan produk yang notabene itu bukan skill dari web developer
  2. Pemesan web sebenernya tidak memahami beda offline dan online
  3. Pemesan web tidak memahami bagaimana fungsi web developer bukan jurnalis online
  4. Pemesan web tidak mau tahu dengan kekurangan data dan kelengkapannya

Nah di atas adalah keterangan dari sisi perancang dan web develope juga  internet marketer,  nah pesan saya kepada kita semua jika dari sisi lain, yaitu dari sisi  sebagai pemilik perusahaan  yang akan memesan web  melalui orang lain, persiapkan konten dahulu secara matang:
Baca selengkapnya

Strategi Bisnis : Jangan lupakan segmentasi dalam membangun usaha

Selalu dalam kisahnya, bisnis bisa gagal dan sukses makanya mantapakan segmentasinya dahulu di awal, agar kita tidak kehilangan energi, waktu dan dana.

Banyak yang yang usahanya tenggelam di 3 tahun pertama, namun ada yang justru melonjak 3 tahun pertama. Memang dari awal harus disadari dalam bisnis bisa gagal dan bisa sukses, namun tidak harus gagal dahulu untuk sukses.

Strategi bisnis didalamnya ada strategi marketing, sehingga jika pengusaha hanya mempedulikan aspek produk terus, tidak memberikan pendekatan marketing didalamnya, maka  ada kecenderungan bahwa produk belum tentu bisa booming, persoalannya bukan pada marketing  yang menjadi “penyelamat” tetapi karena meman setiap produk yang diarahkan ke market, maka sebiaknya dibekali ilmunya yaitu market+ing (marketing).

Untuk itu kuarkan strategi bisnis dengan pola segmentasi yang tepat, beberapa keuntungan ada nya segmentasi yang tepat di awal bagi bisnis Anda:
Baca selengkapnya

Next Page »

Bisnis & Marketing

Langganan Artikel Bisnis Marketing Toko Online Wirausaha

  • Begitu ada artikel baru, Anda dapat email pemberitahuan