Strategi Marketing : Tahapan dari Promosi Iklan ke Promosi Mulut lewat Mulut
Dalam sebuah forum ada yang gelisah dengan penrapan stratgi marketingya, karena biaya promosi tinggi sekali. Jika promosi dikurangi maka penjualan juga berkurang. Sebenernya jika dipahami bahwa dalam strategi marketing itu positioning maka semua akan terasa lebih mudah dikenali.
Dalam membangun usaha baru kita kenal yang namanya siklus sebuah brand, yang ini secara umum akan melekat pada usaha-usaha yang pernah ada sekarang.
- Pada tahap awal, biaya promosi mungkin akan cenderung tinggi, artinya ukuran efektifitasnya masih berhubungan dengan pengenalan dan publisitas. Semua ini tentu untuk memacu penjualan awal, terutama untuk mendorong konsumen mencoba produk.
- Pada tahap kedua, ketika sudah ada indikator penjualan maka sebenernya kita harus sadar, bahwa apa yang dikerjakan di no 1, yaitu tahap awal maka akan berdampak pada persepsi pengguna produk, yang ini bisa mendorong adanya promosi mulut ke mulut, sehingga jika sudah diindikasikan ini terjadi, maka sudah bisa dikurangi iklan di media besar yang mahal.
- Namun pengurangan di Tahap 2 tadi dari pengertian frekuensi, biaya, tapi untuk aktifitas promosi tetap harus dipertahankan, karena untuk mengingatkan, memastikan, merangsang keingintahuan pasar. Bedanya bahwa bentuk promosi kita bisa lebih dewasa dan tidak hanya fokus pada penjualan tetapi juga persepsi besar terhadap brand kita dititipkan di sini.
- Pada tahap ini jika sudah ada promosi yang memacu persepsi kuat seperti di nomor 3, tentulah jikaproduk barang retail dan skala konsumsi maka akan ada agen, reseller yang tertarik untuk bekerjasama di berbagai wilayah, sehingga pada tahap ini menjadikan perubahan cara promosi, sehingga strategi promosi harus diubah karena penting juga untuk mempertahankan agen dan reseller kita tidak lari.
- http://ipan.web.id/strategi-marketing-4-manfaat-dari-promosi-mulut-ke-mulut/
- http://ipan.web.id/marketing3-hal-yang-harus-diperhatikan-dalam-periklanan/
- http://ipan.web.id/strategi-marketing-strategi-bisnis-media-iklan-yang-efektif-untuk-lingkungan-yang-ramai/
- http://ipan.web.id/strategi-bisnis-jangan-hanya-menjual-produk-tapi-juga-menjual-value/
Yah ini sebagai wacana strategi marketing dan pemantapan peluang usaha saja.
Sukses selalu
Konsultasi Bisnis : Strategi marketing usaha Sabun batangan
Konsultasi Bisnis adalah ruang konsultasi online di www.ipan.web.id yang akan di balas via web. Mengindari spam maka emil, HP dan nama di tutup sebagian.
Penanya : Nama : Samxxx, Email : pandawaxxxxxx@yahoo.com, Hp : 081921xxxxxxx
Pertanyaan :
Dear Pak Ipan
Pak perkenalka nama saya samuel, saya berancana mau berbisnis Sabun Batangan ke warung – warung, yang bersifat sales kanvas, dimana Sabun Bantangan ini saya beli dari Pabrik, pertanyaan saya gimana strategi marketing nya ke warung – warung pak, mohon info nya
Jawaban Ipan Pranashakti : —————–
Terimakasih Pak Sam,
Kalau kita sejatinya hanya berpikir selling maka bisa masuk dengan harga murah dan bayar mundur, atau model bayar 7-10 hari. Tetapi kalau berpikir Marketing maka harus diperhatikan
- Terhadap persepsi yang akan dibangun, karena orang menbeli sabun mandi LUX atau Sabun cuci Rinso biasanya karena sudah didrive oleh iklan di TV unruk membangun persepsi yang kuat.
- Mengalahkan produk regular dan power yang kuat dengan stabililtas iklan agak sulit jika bersaing dengan cara yang sama dengan umumnya, kecuali dengan target promosi lokal/regional. Artinya memang selama waktu tertentu Produk sabun Mas Sam ini dipatenkan, kemudian disusun sebuah iklan yang selain mempromosikan produk juga membangun persepsi di wilayah teretntu terutama regional khusus. Persepsi itu penting, seorang ibu2 jika akan beli ke toko dari rumah sudah punya rencana akan beli sabun A atau sabun B, ini berdasar dari iklan yang ditangkap di TV atau Koran.
- Ambil segmen yang tidak mengutamakan brand kuat dalam produk sabun. Misal sabun untuk hotel, sabun untuk anak-anak kos, sabun untuk souvenir hias, jika sabun cuci bisa masuk ke laundry tradisional.
- Upaya Selling dan Marketing tidak identik atau tidak sama. Selling hanya bagian dari Marketing. Dalam selling lebih mengutamakan berapa jumlah yang terjual, dalam marketing berapa jumlah yang puas dan akan loyal.
Dasar Marketing : HUbungan Differensiasi dan Positioning (Bagi Orang awam)
Dalam seminar Marketing saya menyampaikan bahasa yang mudah dipahami, dengan gaya bahasa orang awam.
Cara memahami ala pengusaha/awam begini (agak beda dengan teori2nya , karena saya ambil bahasa pengusaha)
Positioning
Positioning adalah langkah untuk memasuki benak dalam pikiran konsumen untuk melekatkan persepsi tertentu. Mau dipersipsikan apa nih produk saya
Differensiasi
Differensiasi adalah langkah/upaya untuk membuat produk kita berbeda dari yang lain terutama dari pesaing kita
Syarat menurut pemikiran saya (bahasa utk pengusaha) :
- Differensiasi yg unik (ada sedikit perbedaaan dari yang lain namun sedikit)
- Differensiasi yg antik (benar-benar berbeda sebagain besarnya)
- Differensiasi yg inovatif (karena sentuhan teknologi dll)
- Differensiasi harus unggul
Bida juga dengan penekanan sebagai berikut
Sebenernya Differensiasi ini adalah “bahasa penerus” dari positioning.
Selling : Meningkatkan penjualan dengan optimasi Soft Selling secara online
Strategi marketing di era IT ini ada banyak perbedaaan dengan pola yang ada di era sebelum tahun 2000an, ini bisa terlihat dari pola selling yang terus berubah strategi dan taktiknya.
Banyak sekali dalam menerapkan strategi marketingnya dengan membuat web, email marketing, promosi banner, baliho, pendekatan personal selling dll. Pernahkah terpikir bahwa semua itu masih tergolong dalam hard selling. Sedangkan kita masih diberi kesempatan untuk melakukan upaya soft selling.
Mengenal sedikit tentang Soft selling
Soft selling adalah upaya peningkatan penjualan dengan bentuk-bentuk yang tidak vulgar. Kalau di hard selling vulgarnya sangat tampak. Misal memasang banner ke sebuah web portal, memasang brosur online, dengan demo online & offline.
Marketing : 3 Hal yang harus diperhatikan dalam periklanan
Ketika saya mengisi sebuah workshop di Jakarta, saya sampaikan bahwa tujuan beriklan adalah memberikan penyadaran, atau dengan kata lain mengharapkan adanya kesadaran dari masyarakat/sekelompok masyarakat yang dituju, segmentif lah istilahnya. Iklan yang efektif berarti harus bisa memberi kesadaran dari yang antara lain :
- Menyadarkan dari yang belum tahu menjadi tahu
- Menyadari yang awalnya masih ragu menjadi yakin
- Menyadari yg awalnya sedikir mengenal semakin kenal dengan baik
- Menyadari yang awalnya tahu tapi tidak peduli sekarang menjadi lebih peduli
- Menyadari yang awalnya hanya tertarik sekarang merasa sesuai/cocok/pilihan tepat
- Menyadari untuk segera membelinya
- Menyadari apa yang dibeli adalah pilihan tepat (tidak berpindah ke lain hati/produk)
Marketing : Dilematis antara biro iklan yg berorientasi pelanggan atau award
Sebuah perusahaan raksasa berani membayar hingga 7 milyar untuk sebuah iklan dan penanyangannya dan ditangani oleh sebuah biro iklan di satu kota dengan saya. Setelah melihat hasilnya di TV saya lalu mencoba mengira2 berapa modal pembuatan video berdurasi 60 detik tersebut. Kemudian dapat khabar bahwa Video iklan tersebut senilai 180juta dari seorang sutradara ternama di Jakarta, yang terbiasa membuat video klip.
Setelah dikaji ternyata memang banyak kejadian memang perusahaan besar lebih mengambil jalan aman untuk proses periklanan, yaitu dengan menyerahkan ke biro iklan secara keseluruhan, namun apaka benar birol iklan/marketing com itu hanya semata memuaskan pelanggan atau justru secra egois lebih kepada sensasi untuk memburu Award, mumpung ada Job iklan. Namun jika perusahaan baru atau Anda seorang pengusaha maka ada hal-hal yang perlu ditegaskan dalam beriklan menggunakan biro iklan :
Kewirausahaan dan Strategi Bisnis : Arti penting sebuah logo merek usaha
Sejauh mana korelasi strategi bisnis, strategi marketing dengan ekuitas merek yang dibangun dari ciri sebuah logo? Betapa hebatnya strategi bisnis Garuda Airways dimata saya sewaktu saya masih SMP, karena orangtua saya pernah bilang Logo itu senilai 1 milyar di tahun 80-90-an.Dalam hati saya, seberapa hebat sebuah logo?
Logo perusahaan atau produk merupakan salah satu kebijakan manajemen, juga representasi dari strategi bisnis yang mempunyai kaitan dengan bagaimana dapat menimbulkan ciri dan persepsi kepada masyarakat dalam sebuah simbol yang komunikatif, sehingga terjadi koneksi antara visualisasi/penglihatan pelanggan dengan benak pelanggan. Logo mampu menciptakan daya komunikasi walau hanya berukuran beberapa sentimeter saja.
Baca selengkapnya
Strategi marketing & Strategi bisnis : Media iklan yang efektif untuk lingkungan yang ramai
Dalam pengembangan strategi marketing dan dalam upaya melangsungkan strategi bisnis, tentu media iklan menjadi salah satu pilihan dalam menguatkan aspek marketingnya. Media iklan merupakan sebuah media yang strategis karena dalam posisinya yang langsung berkomunikasi dengan masyarakat dan pelanggan untuk menyampaikan pesan bisnis yang membujuk, terutama media iklan pada tempat dan lingkungan yang ramai.
Strategi Bisnis: Jangan hanya menjual produk tapi juga menjual ‘value’
Strategi bisnis dalam pergeseran nilai salah satunya adalah, bahwa saat ini semakin banyak orang paham bahwa selain menjual barang maka perlu memahami manfaat, dampak dari sebuah barang. Dalam bahasa bisnis nilai manfaat, nilai pengaruh dan nilai dampak diistilahkan dengan value, atau nilai yang diukur dari sisi besaran manfaat, dampak, nilai kesempurnaan.
Strategi bisnis yang baik tentu telah menetukan bagaimana langkah-langkah identifikasi value itu dibangun, dibentuk dengan langkah langkah manajemen nya. Sebuah contoh ketika ada seseorang membeli sebuah Mesin Bor maka tentu nilai yang melekat adalah bahwa seseorang pembeli tadi mau beli lubang. Lubang? Bor mampu membuat lubang dengan cepat, kuat, akurat, dan menghasilkan lubang yang banyak tanpa rusak dan rewel. di lain pihak mesin bor juga mampu untuk mengerinda dan memroses dalam penghalusan media kulit plastik dan kayu. Dengan kata lain bahwa penjual tidak boleh hanya menjual produk tanpa pengetahuan dasar dan pengembangan maafaat. Pengembangan manfaat?
Strategi Marketing : Pentingnya Pers dalam promosi yang segmentif (1)
Strategi Marketing. Ketika dulu banyak perusahaan takut dengan unsur pers sehingga sering terjadi pengusiran wartawan atau jurnalis, . Secara umum bileh dikatakan antipati atau skeptis terhadap unsur-unsur media masa. Namun ironinya perusahaan tersebut dalam usaha promosinya tetap menggunakan media masa sebagai media iklan, baik berupa gambar maupun teks, untuk implementasi strategi marketingnya.
Apakah media iklan tersebut 100% efektif?




