Marketing : 5 Alasan saya meninggalkan MLM

Memang tidak dipungkiri Indonesia ini sangat empuk untuk peluang bisnis yang berbasis jaringan atau MLM atau affiliasi. Karena memang kondisi perekonomian Indonesia cukup mudah disentuh usaha berbasis modal minimalis.

Namun izinkan saya berbagi dan bependapat, karena ini memang dilindungi hukum, bebas berpendapat:

  1. MLM tidak mengajarkan sesungguhnya menjadi pengusaha sejati, namun menjadi selling sejati. Kok bukan marketing? Yah marketing orientasinya kepada kepuasan pelanggan, selling kepada volum penjualan dan jaringan. Kalau ada yang tidak puas pada produknya, tidak jelas arahnya kemana? Namun jika puas arahnya sangat jelas yaitu ke hadiah2 dan komisi2.
  2. Sebenernya tidak ada jaminan sukses di MLM, dan MLM sendiri pantang memberikan grafik perkembangan membernya berapa persen yang sukses dan yang tidak sukses, namun yang terus dipublish adalah yg sukses dan sudah mendapatkan hadiah-hadiah
  3. Setiap upaya sukses di MLM akan menemui saturasi, dan kondisi ini pula yang membuat MLM Besar di tahun 2004-2009 cukup besar sekarang surut.
  4. Sudah ada upaya jegal menjegal downline dari sesama brand MLM dan sesama produk dengan brand MLM yang berbeda namun sejenis, mutasi ini cukup menjadi undercover di dunia MLM
  5.  Dahuku kala meninggalkam MLM yang cukup sukses dengan alasan saya ingin yang bisa membekali diri bagaimana mendfatarkan merek untuk HKIm yg mengajarkan strategi keuangan, mengajarkan pengelolaan SDM dan Pajaknya, Mengajarkan produki dan standar regulasi ….

Memang membaca ini bagi pelaku MLM akan terasa seperti sebuah desakan dan kemarahan? Sama dahulu saya juga marah kalau ada yang meragukan usaha di MLM saya, tapi itu dulu sekarang sudah terbukti badai stuarasi itu ada..dan memang MLM besar itu sudah tenggelam..sehingga memang yang masih semangat2 nya di MLM , saya mohon maaf atas tulisan ini, jangan emosi ,kita pernah sama-sama senasib, bedanya saya ditahun 2004-2007 an, beda tahun.. dan saya pun melihat milyader dari sebuah MLM sekarang main di jasa kontruksi dan jasa properti karena memang binsis riil yang mendidik menjadi owner akan lebih merubah bangsa ini sebeneranya.

Mohon maaf atas tulisan ini, yah sekedar catatan kecil pribadi tentang MLM, dalam kenangan yang akhirnya sudah lama ditinggalkan, selain dari sisi  kajian ternyata mengandunb ghoror.

Marketing : Sedikit kesalahan UKM dalam memanfaatkan media online

Bebeberapa hari ini saya mendapatkan diskusi dari rekan2 beberapa komunitas  via Yahoo Messenger, berkenaan dengan penerapan marketing untuk penetrasi online. Dari beberapa hal yang saya amati ada beberapa yang kurang pas  di terapkan rekan2 dari sisi pemahaman awal.

  1. Masuk ke online tidak dibarengi peningkatan benefit dan insentif,
  2. Tidak diberikan insentif pemacu ingatan misal diskon khusus yang unik, karena di online informasi dikonsumsi cepat. Sehingga perubahan taktik harusnya cepat, bulan lalu bisa beda dengan bulan depan. Diskon jangan  begitu2 saja.
  3. Di awal penerapan penetrasi online, maka berharapa langsung kepada penjualan, tapi bukan membangun brand awareness, sehingg kecewa, seakan online tidak membantu, padahal penerapan media online itu bagian dari strategi, nah taktiknya yang berbeda dan dipertajam.
  4. Tergesa-gesa mengukur prestasi online dari tingginya penjualan, tapi tidak waspada taktik dari pesaing yang terus improvisasi tanpa kita pantau.
  5. Desain web tidak sesuai segmen yang dituju, kemudahan navigasi dan kontak ke layanan service tidak fokus tempatnya, sebaiknya di bagian atas kanan ada no Hotline.
  6. Ada beberapa toko online tapi wajahnya seperti blog pribadi, kurang Display able. Artinya seakan masih sebagai percobaan bikin toko online, yang karakter seperti masih pribadi, belum selera corporate
  7. Berpikir ketika membuat web dan blog bisnis maka sudah final dan ada kemajuan usaha, padahal masih perlu di sosialisasikan dan dipromosikan kembali.
  8. Semangat dalam membuat blog atau web bisnis baru mengonlinekan  belum meningkatkan manfaat, misal dengan artikel yang sangat bermanfaat atau tips.
  9. Berpikir web yang penting murah kalau perlu gratis, padahal perlu strategi pengembangan media, ini yang lebih mahal dari webnya. Butuh proses dan taktik lapangan.

Sehingga perlu dikembangkan lagi. Yah ini hasil dari dikusi via  YM yang saya jadikan tulisan di blog ini. Semoga  bermanfaat walau singkat.
Sukses

 

Marketing : Membangun Web Bisnis, perkaya dahulu konten

Tulisan ini sebagai sharing saja dalam bidang pengembangan web bisnis, karena saya sendiri menekuni online marketing sejak 1998-1999, dan kadang prihatin saja, ketika bertahun2 membantu mengkonsep dan  membangun web bisnis banyak pihak, sebagian besar sebenernya belum siap masuk pada media online sebagai alat penetrasi.  Sehingga proses analisa dan pembuatan web jadi mundur dan kadang tidak tuntas, walau dikomunikasikan ke pemesan atau stafnya, kita datangi pun juga tidak tertangkap dengan baik, semua ini karena ada beberapa hal

  1. Pemesan web menyerahkan sepenuhnya desain web hingga isi konten termasuk profol perusahaan, keterangan produk yang notabene itu bukan skill dari web developer
  2. Pemesan web sebenernya tidak memahami beda offline dan online
  3. Pemesan web tidak memahami bagaimana fungsi web developer bukan jurnalis online
  4. Pemesan web tidak mau tahu dengan kekurangan data dan kelengkapannya

Nah di atas adalah keterangan dari sisi perancang dan web develope juga  internet marketer,  nah pesan saya kepada kita semua jika dari sisi lain, yaitu dari sisi  sebagai pemilik perusahaan  yang akan memesan web  melalui orang lain, persiapkan konten dahulu secara matang:
Baca selengkapnya

Strategi Marketing : Memahami 4 level konsumen

Masih dalam kaitan diskusi dengan salah satu rekan yang memilki usaha cukup baik, maka kita asik juga soal dikusi tentang perilaku konsumen. Mengintip perilaku konsumen adalah salah satu cara dari sekian banyak yang bisa kita jadikan alasan untuk mendekati cara terbaik yang bisa langsung di respon konsumen, karena jika tidak maka kita akan sulit mendekatinya walau dengan media yang bertubi, tim marketing yang banyak.

Tujuan utama dari pembahasan perilaku konsumen adalah karena memang sebenernya ada 4 level terhadap konsumen tersebut :

  1. Prospek, yaitu pihak yang sudah mengenal bisnis kita, atau sudah kita kenalkan tetapi belum sekalipun membeli/transaksi  dalam pengamatan saya dalam forum, milis, komunitas banyak yang masih sebatas prospek, apalagi kalau kita masuk ke milis “dengan tujuan diem2 hanya mau promosi, walau ada artikel kecilnya tapi itu hanya kamuflase, maka seperti ini jika tidak dengan sistem rayuan benefit yang sebenarnya maka hanya memposisikan sebagai prospek. Ada lagi dalam istilah lain prospek adalah orang yang sedang mengamati tetapi belum melakukan kontak apapun, terutama dalam media onlinem sehingga perusahaan harus aktif jemput bola.
  2. Pelanggan, adalah orang yang benar sudah bertransaksi baik membeli jasa atau barang.
  3. Klien, adalah orang yang rutin bertransaksi, membeli dari apa yang kita miliki baik jasa atau produk
  4. Advocates, adalah mereka yang sudah puas atau sangat puas dengan jasa atau layanan kita sehingga akan berusaha menceritakan kepada pihak lain. Nah perusahaan harus peka terhadap tipe ancovates ini karena di sinilah bisa saling bersinergi. Namun harus diingat, advocates ini memiliki kecenderungan obyektif, sehingga jika perusahan intervensi maka sebaimnya secara bijak, dan dengan cara  smooth. Karena akan beda posisinya jika sudah menjadi bagian dari marketing independent, bedanya akan sangat kelihatan membujuk terus, merayu terus, sehingga posisikan Advocates secara obyektif jangan buru2 ditawari jadi marketing independent

Baca selengkapnya

Strategi Marketing : Kepuasan Pelanggan bukan tujuan akhir, pahami 5 dimensi

Suatu sore saya mengunjungi seorang rekan yang memiliki usaha cukup baik, banyak diskusi terutama tentang kepuasan pelanggan, namun saya sampaikan di sana janganlah kepuasan pelanggan menjadi tujuan akhir, karena pada dasarnya kepuasan pelanggan hanya “jalan tol” menuju kejayaan usaha, karena kepuasan pelanggan berfungsi sebagai :

  1. Kepuasan pelanggan hanya menjadi “jalan tol” untuk membangun loyalitas pelanggan, dengan banyaknya yang loyal akan mengurangi biaya iklan yang mungkin anggaran terbesar
  2. Kepuasaan pelanggan hanya “alat pemancing” agar pelanggan loyal dan akan sering membeli/transaksi
  3. Kepuasan pelanggan hanya “media” untuk loyalitas pelanggan agar juga menceritakan kepada banyak pihak, maka ini menjadi media promosi
  4. Kepuasan pelanggan hanya “alat pendorong” untuk membeli/transaksi kembali walau perusahaan kita sedang tidak beriklan
  5. Kepuasan pelanggan hanya “perangsang” loyalitas pelanggan untuk pembelian dengan volume yang lebih besar

Setelah pelanggan puas, kemudian loyal maka dengan pencitraan yang baik maka bisa menjadi pelanggan yang fanatik.

Baca selengkapnya

Kewirausahaan & Peluang Usaha : Benarkah Anda Banyak Ide bisnis?

Benarkah Anda banyak ide bisnis?
Jika anda memiliki 1000 ide produk bisnis, 100 ide bisnis, 10 ide bsinis maka itu patut disyukuri, namun mohon ide itu jangan hanya menyentuh kepada hal-hal yang “nikmat” saja. Artinya ide bisnis jangan hanya membangun impian terus setinggi langit tetapi ide hanya berkutat soal bikin produk, promosi, bikin kantor dll

Nah kalau memang banyak ide maka sebaiknya ide itu juga melingkupi :

  1. Ide mencari modalnya, bukan saja hanya membuat business plan tetapi ide mencari sosok yang tepat untuk kerjasama modal
  2. Ide produksi, dan proses peningkatannya
  3. Ide pemasaran, mohon bedakan pemasaran dan promosi, kalau bicara bagi brosur, bikin web, kalender usaha, katalog online saja maka itu masih lingkup promosi bukan total untuk marketing.
  4. ide perizinan, legalitas usaha
  5. ide jaringan
  6. ide keuangan, cash flow
  7. ide perhitungan keuntungan
  8. ide pengembangan usaha dan pengembangan modal
  9. ide penetrasi onlien marketing
  10. ide SDM mulai rekrutmen, seleksi dan peggajian jenjang karir

Baca selengkapnya

Dasar Marketing : HUbungan Differensiasi dan Positioning (Bagi Orang awam)

Dalam seminar Marketing  saya menyampaikan bahasa yang mudah dipahami, dengan gaya bahasa orang awam.

Cara memahami ala pengusaha/awam begini (agak beda dengan teori2nya , karena saya ambil bahasa pengusaha)

Positioning

Positioning adalah langkah untuk memasuki benak dalam pikiran konsumen untuk melekatkan persepsi tertentu. Mau dipersipsikan apa nih produk saya

Differensiasi

Differensiasi adalah langkah/upaya untuk membuat produk kita berbeda dari yang lain terutama dari pesaing kita

Syarat menurut pemikiran saya (bahasa utk  pengusaha) :

  • Differensiasi yg unik (ada sedikit perbedaaan dari yang lain namun sedikit)
  • Differensiasi yg antik (benar-benar berbeda sebagain besarnya)
  • Differensiasi yg inovatif (karena sentuhan teknologi dll)
  • Differensiasi harus unggul

Bida juga dengan penekanan sebagai berikut

Sebenernya Differensiasi ini adalah “bahasa penerus” dari positioning.

Baca selengkapnya

Selling : Meningkatkan penjualan dengan optimasi Soft Selling secara online

Strategi marketing di era IT ini ada banyak perbedaaan dengan pola yang ada di era sebelum tahun 2000an,  ini bisa terlihat dari pola selling yang terus berubah strategi dan taktiknya.

Banyak sekali dalam menerapkan strategi marketingnya dengan membuat web, email marketing, promosi banner, baliho, pendekatan personal selling dll. Pernahkah terpikir bahwa semua itu masih tergolong dalam hard selling. Sedangkan kita masih diberi kesempatan untuk melakukan upaya soft selling.

Mengenal sedikit tentang Soft selling

Soft selling adalah upaya peningkatan penjualan dengan bentuk-bentuk yang tidak vulgar. Kalau di hard selling vulgarnya sangat tampak. Misal memasang banner ke sebuah web portal, memasang brosur online, dengan demo online & offline.

Baca selengkapnya

Marketing : Meningkatkan Penjualan dengan Edukasi pasar

Banyak sekali inovasi yang dilakukan untuk mendongkrak penjualan, dengan berbagai promosi yang ada, dengan biaya yang luar biasa. Namun yang harus diperhatikan apakah produk kita itu sudah diterima dengan baik?

Yang perlu diperhatikan adalah sejauh mana telah mengedukasi pasar. Edukasi pasar dalam rangka meningkatkan penjualan betujuan agar masyarakaat sadar akan produk anda secara penuh, ini merupakan bagian dari strategi marketing.

Misal, dahulu kalau Kedele hanya dijadikan untuk bahan baku Tempe dan Peyek, saat ini bisa dipakai untuk  Susu Kedele dan Bubuk Kedele dengan harga yang tinggi. Bagi orang awam biasanya berpikir, “Ah masa sih kedele bahan tempe itu bisa mengurangi kolesterol?”. Nah edukasi bisa dalam berbagai bentuk misal hasil penelitian soal kedele, hasil kajian lapangan peminum susu kedele, hasil uji labooratorium dll. Misal ada tulisan : ”Menurut Prof Dr. Ir. Xxxxx dari Universitas Visimaster, menyebutkan dalam hasil penelitiannya, bahwa kedele mampu mengurangi koleterol darah karena mampu meningkatkan metabolisme dan membakar…………….”

Dengan cara itu maka masyarakat tersadar bahwa ternyata produk kedele tersebut adalah hasil rekomendasi pakar dan dengan olahan yang matang dari sebuah penelitian.

Ada produk Habbatuss sauda, setelah di munculkan hadist dan kajian ilmiahnya, masyarakat tersadar, dan penjelasan detil seperti dalam contoh di web ini http://binmuhsinhabbatussauda.blogspot.com/

Dampak edukasi bisa positif dan negatif

Ketika edukasi memamarkan dampak obat kimia yang dossi tinggi dan ektrim maka orang begitu takut, sehingga ada produk obat tertentu yang mulai ditinggalkan, ketika edukasi menjabarkan dampak bakso formalin itu sangat berbahaya,  maka penjual bakso bisa merasa ada penurunan omzet. Tapi di lain pihak  ketika ada yang mengedukasi bahwa obat herbal itu aman dan manjur maka orang berlari mendapatkannya.

Susun edukasi anda sehingga, inovasi produk dan layanan anda bisa diterima dengan baik oleh masyarakat, yang berdampak pada minat terhadap produk anda, sehingga penjualan juga meningkat.

Dalam edukasi pasar, bida menggunakan beberapa model pendekeatn bahasa,

  1. bahasa ilmiah
  2. bahasa umum/masyarakat
  3. bahasa simpel untuk segala umur
  4. bahasa bisnis jika untuk penawaran reseller/agen

Bisa juga memulai dari :

  1. Trend negatif, kesalahan umum masyarakat, misal kebiasaan mengkonsumsi Perasa MSG
  2. Trend positif, misal : membudayanya obat herbal  di masyarakt maka produk ini bagian dari solusi

Dengan edukasi pasar, produk Anda menjadi dipertimbangkan kembali dan dilirik/diminati, yang mungkin awalnya selalu tidak dilirik.

Strategi Usaha : Menghindari manajemen “jam dinding” dalam bisnis anda

web bisnis marketing toko online Strategi Usaha : Menghindari manajemen “jam dinding” dalam bisnis anda

Banyak sekali usaha dari rekan-rekan saya yang jatuh bangun, dan terus mencari peluang usaha lain dan mencobanya. Jatuh bangun dalam usaha masih dirasa mendingan, daripada jatuh dan tidak bisa bangun kembali.  Sekilas memang jika diamati rata-rata  masih menggunakan manajemen usaha “Jam Dinding”

Apa itu manajemen usaha jam dinding? Banyak sekali yang merasa usaha nya masih tetap berjalan/eksis namun sebenarnya tidak terjadi peningkatan, bahkan ibaratnya ketika “batere” yang berupa modal dan skill mulai menipis maka perputaran jam secara tiba2.. Ini  terjadi karena rata-rata dalam usaha masih ada budaya :

  1. Monoton tidak melakukan inovasi
    Ketika penjualan sedang tinggi, merasa sedang di  ‘zona nyaman’  sehingga malas berpikir/berinovasi, sedangkan pesaing yang sedang berada “zona keterpojokan”  terus berinovasi karena mereka ingin segera keluar dari ketertinggalanya.
  2. Merasa begini saja cukup
    Ada pendapat yang salah seperti ini ; “Tidak usah dengan manajemen usaha yang aneh-aneh “Padahal manajemen usaha itu penting karena dimungkinkan setiap hari pesaing terus memperbaiki manajemen usahanya misal  melakukan promosi yang fokus, peningkatan kualitas pegawainya, website interaktif, kantor+cabang yg representatif dan meningkatkan kecepatan mendekati pasar.
  3. Benci dengan teori.
    Teori dimunculkan atas kejadian dan hikmah dari persitiwa bisnis sebelumnya, sehingga  teori membuat kita tidak terjebak pada lubang kesalahan yang sama dari pelaku bisnis sebelumnya
  4. Teori biarlah  di kampus.
    Teori dimunculkan  agar setiap usaha tidak perlu ekperimen dengan menghabiskan modal untuk percobaan-percobaan yang tidak akurat. Selanjutnya mennghidari ide yang spontan dan tidak beraturan, ide sebaiknya saling berkaitan, dengan pengetahun dapat menjadi pijakan ide/inovasi.
  5. Tidak  memahami beda selling dan marketing.
    Ini penting karena biasanya ketika penjualan sedang tinggi maka merasa sedang “sukses” padahal   ketika penjualan tinggi itu ukurannya hanya selling, jika ukuran  marketing  maka seberapa puaskah pelanggan atas penjualan yang tinggi, atau seberapa besarkan return dan complain sebagai ukuran “kekuatan marketing”.

Sehingga hindari lah anda mengarungi usaha layaknya jam dinding yang terus merasa aman karena terus berputar  tanpa inovasi hingga kekuatan batere semakin habis tanpa disadari. Sehingga jangan sampai berpikir  “Gini saja sudah cukup, sudah jalan, ngapain belajar lagi”

Marketing : 5 Bentuk dasar Promosi bagi orang awam

Dalam promosi yang gencar dan terstruktur rapi maka biasanya ada perencaaan yang matang dan disesuaikan dengan segmen, agar promosi menjadi efektif dan sesuai sasaran. Selain media yang gunakan maka substansi atau materi dari iklan harus ditentukan dengan baik.

Hal ini lah yang kadang perlu diskusi strategis antara marketing, produksi, PR dan keuangan. Namun jika anda seorang pengusaha yang mempunyai kewenangan penuh terhadap bidang-bidang di atas,maka akan lebih mudah dalam menentukan substansi dari bentuk-bentuk promosi. Setidaknya ada 5  bentuk substansi :

Baca selengkapnya

Selling : Value Lifetime untuk peningkatan penjualan jangka panjang

Beberapa email masuk ke saya dari para sales person dan tim penjualan reseller, terimakasih atas emailnya semoga anda menjadi sales yang handal atau manajer penjualan yang hebat di semua lini. Dari sekian email, yang menjadi perhatian saya bahwa tampaknya masih belum difokuskan antara  fungsi selling sebagai bagian dari marketing dalam aktifitas sehari-hari baik itu bekerja sebagai salesperson untuk perusahaan diri sendiri atau pihak lain.

Cara instan melakukan penjualan banyak diperoleh dari pendahulu atau senior2, tetapi sebenernya ada yang lebih penting dipahami bahwa target yang terlampaui dari senior2 tersebut belun tentu jangka panjang, karena sebenernya para sales person tersebut memahami yang namanya  “Value Lifetime”

Baca selengkapnya

Strategi Bisnis : Memahami Inovasi dalam persaingan usaha/perusahaan

Inovasi dalam usaha itu sebenarnya bisa dimulai dari hal yang sederhana, secara umum misal kita lihat dari Sebatang  Sedotan Minuman, dahulu sedotan minuman fisiknya lurus, sehingga kalo kita beli Ice Juice, atau Lemon Tee di Resto kadang harus memiringkan Gelas Panjangnya, nah Inovasi terjadi ketika muncul sedotan warna putih dengan spiral/per di tengah sehingga Sedotan bida diliipat. Ini adalah inovasi walau sangat sederhana, dan restoran besar lenih memilih ini daripada sedotan lurus yang warna warni.

Baca selengkapnya

Strategi Bisnis Toko Online : Pentingnya mengkoneksikan Produk yg dijual di Toko Online dengan domain

Toko Online menjadi solusi dalam beberapa hal bidang penjualan karena kemudahannya, baik kemudahan dibuat, dipesan ke developer dll. Juga karena kecepatan dalam pembuatan Toko Online saat ini lebih cepat dari pada waktu untuk menghabiskan tidur siang,  mulai dari pemesanan domain, hosting dan instal, karena banyak layanan instan. Tetapi mungkin perlu diingat, saya pernah menyampaikan ke saat Workshop E-commerce di UC UGM dengan contoh lain, bahwa ketika  setiap orang mampu berjualan “jagung bakar”, baik dari anak-anak sampai kakek-kakek, dan dari modal 10ribu sampai yang 1 juta, maka titik jenuh di masyarakat akan semakin tinggi. Karena akhirnya di semua tempat bisa ada penjual jagung bakar, namun seiring banyaknya penjual, maka cirikhas jagung bakar harus jelas, kemudian yang tidak boleh lupa, jika masyarakat pembeli jagung puas, biasanya lain waktu mengidentifikasi lokasi penjual jagung secara otomatis dengan istilah:  Penjual Jagung Dekat perempatan, Penjual Jagung ujung jalan, Penjual jagung dekat kelurahan. Apa artinya?

Baca selengkapnya

Strategi Bisnis dan strategi marketing : Manfaat pameran yang vital bagi usaha

Hampir setiap hari ada pameran, dari  berbagai industri baik kerajinan, komputer, tekstile, mebel dll yang kesemuanya tentu mengedapankan strategi bisnis yang berbeda walau berada dalam satu ruangan.

Dalam pameran komputer di sebuah gedung ternama di Yogyakarta, saya mendapatkan undangan untuk diskusi interaktif. Dari diskusi ini tampak bahwa masih banyak pengikut pameran sebatas ”menjawab” dari ”penawaran” harga sewa lokasi pameran yang murah dari event organizer. Dan hebatnya mereka tidak melakukan sesuatu kecuali menunggu pengunjung membeli, dan hanya itu saja. Walau di beberapa stand tampak begitu memanfaatkan momentum pameran ini.

Strategi bisnis yang baik, tentu selalu memaksa adanya perncanaan marketing dalam masalah promosinya, terutama pameran karena pameran mempunyai manfaat antara lain :

Baca selengkapnya

Next Page »

Twitter Ipan Pranashakti

Milis Toko Online

Download Bisnis Marketing Toko Online

Konsultasi Bisnis Marketing Toko Online

Langganan Artikel Bisnis Marketing Toko Online Wirausaha

  • Langganan Artikel, Otomatis dikirim ke email Anda, isilah :