Menentukan keunggulan Produk sebelum dilempar ke pasar

Hari ini kedatangan seorang rekan, dulu peserta pelatihan yg benar2 ingin mendirikan perusahan sendiri, fokus kepada bidang Obat kesehatan berbasis herbal.

Masih ada kebingungan, ketika dikhabari ada Formula Hebat dari seorang Prof bidang Farmasi menemukan formula untuk obat stamina, yang aman dan tidak mengandung resiko. Bingungnya karena harus mulai dari mana dan bagaimana membesarkankannya. Ini masalah klasik, bahwa banyak temuan2 inovasi yang lahir dari praktisi yang belum mampu berbisnis, baru fokus kepada temuan, teknologi dan produksi.

Nah sebagai awalan, sebelum semua produksi berjalan, bisa dimulai dengan langkah: Baca selengkapnya

Business Plan : Medan Persaingan usaha

Salah satu aspek dalam menyusun Rencana Bisnis, antara lain dengan menekankan kepada perhitungan “medan persaingan”, yang setidaknya ada rincian  kondisi persaingan saat ini dan siapa saja yg bermain didalamnya, juga dengan cara apa mereka2 ini mengandalkan alat bersaingnya, sehingga ini menjadikan pertimbangan, bagaimana mau memenangkan pasar jika kita sendiri tidak tahu mana saya yang harus dilampaui.

Itu penting, jika kita memiliki banyak ide namun belum ‘menengok’ kondisi persaingan artinya kadang-kadang kita belum benar2 siap untuk menerima pesaing sebagai ‘sahabat’, ‘pendorong’ ‘ inspirasi’, karena melongok sejenak kondisi persaingan itu berarti kita dapat ketiganya di atas. Memang agak butuh waktu untuk melihat kondisi persaingan sebenernya, namun daripada ganggur dan banyak waktu senggang, alangkah baiknya itu dijadikan satu kegiatan, agar kita tidak berasa paling besar saat ini, namun di medan persaingan seebenernya sudah ada yg bersiap dengan gerakan yang lebih disukai pasar.
Namun jika dalam hal memulai usaha, mungkin ada beberapa peristiwa, misal

  1. Ada beberapa usaha kuliner tidak begitu maju, bahkan merugi, karena mungkin baru fokus kepada produksi, kepada promosi, namun belum benar2 melihat kondisi persaingan di area setempat.
  2. Ada beberapa usaha Distro kaos, belum begitu maju, karena mahir dalam produksi tapi tidak melihat kondisi pasar
  3. Ada beberapa usaha herbal, dibangun karena tidak melihat produk sejenis di pasar sebelum diluncurkan, ternyata begitu dipromosikan ‘tidak menjadi’ yang unggul di pasar.
  4. dll

Baca selengkapnya

Strategi Bisnis : Jangan terlalu banyak umbar keunggulan dalam promosi

Strategi Bisnis. Sudah lebih dati 70 kali saya diminta sharing/narasumber dalam berbagai kegiatan skop strategi bisnis, yang pada akhirnya banyak peserta yang menghubungi paska kegiatan tersebut dengan melampirkan penawaran dan kerjasama, baik untuk promosi, marketing atau hanya untuk pendampingan. Ada 1 hal yang menarik dari semua itu, yaitu rata-rata dari para rekan calon pengusaha dan pengusaha atau pelaku usaha sampingan baisanya terlalu yakin dengan ini :

  1. Merasa idenya berbeda dengan yang lain, sedangkan dia belum pernah mengecek dari pesaing2., sehingga lemah ide pembedanya
  2. Merasa bahwa produk lebih baik, padahal semua itu baru dari sisi prosesnya, belum melihat produk itu setelah di gunakan 3-4 tahun lagi seperti apa kuat dan awetnya. (Awet dan daya tahan beda, kalau daya tahan tidak bsia dikatakan “tergantung pemakain”, karena itu pemahaman yang mengaburkan, bahwa produ itu belum masuk area ujicoba yang matang)
  3. Merasa ide barunya lebih segar, padahal sering terjadi ide barunya itu pernah dimunculkan pelaku usaha yang sama beberapa tahun sebelumnya dan terbukti gagal.
  4. Merasa bahwa dengan keluar dari sebuah perusahaan, karena telah mengetahui semua proses bisnisnya, kemudian mendirikan perusahaan untuk bersaing dari tempat bekerjanya yang terdahulu, padahal dia baru mengausau dari sisi prosesnya belum kepada filosofi marketing dan strategi yang diterapkannya. Baca selengkapnya

Strategi Bisnis Toko Online : Pentingnya mengkoneksikan Produk yg dijual di Toko Online dengan domain

Toko Online menjadi solusi dalam beberapa hal bidang penjualan karena kemudahannya, baik kemudahan dibuat, dipesan ke developer dll. Juga karena kecepatan dalam pembuatan Toko Online saat ini lebih cepat dari pada waktu untuk menghabiskan tidur siang,  mulai dari pemesanan domain, hosting dan instal, karena banyak layanan instan. Tetapi mungkin perlu diingat, saya pernah menyampaikan ke saat Workshop E-commerce di UC UGM dengan contoh lain, bahwa ketika  setiap orang mampu berjualan “jagung bakar”, baik dari anak-anak sampai kakek-kakek, dan dari modal 10ribu sampai yang 1 juta, maka titik jenuh di masyarakat akan semakin tinggi. Karena akhirnya di semua tempat bisa ada penjual jagung bakar, namun seiring banyaknya penjual, maka cirikhas jagung bakar harus jelas, kemudian yang tidak boleh lupa, jika masyarakat pembeli jagung puas, biasanya lain waktu mengidentifikasi lokasi penjual jagung secara otomatis dengan istilah:  Penjual Jagung Dekat perempatan, Penjual Jagung ujung jalan, Penjual jagung dekat kelurahan. Apa artinya?

Baca selengkapnya

Strategi marketing & Personal selling : 5 penyebab utama penolakan membeli produk

Oleh Ipan Pranashakti (www.ipan.web.id)

Personal Selling adalah bagian dari  Strategi marketing perusahaan yang merupakan  langkah konkret dalam membangun penjualan  langsung dan bertujuan bertemu dengan masyarakat. Dalam kaitan ini sang sales atau pelaku marketing mempunyai kesempatan untuk secara langsung mengetahui sejauh mana produk atau layanan direspon secara cepat oleh masyarakat entah itu dalam bentuk penolakan atau persetujuan membeli.

Baca selengkapnya

Strategi Bisnis dan Strategi Marketing : Fokus kepada pelanggan, sebuah misi terbaik untuk sukses bisnis

Oleh Ipan Pranashakti (www.ipan.web.id)

Strategi bisnis yang futuristik selalu mengedepankan posisi pelanggan sebagai dimensi yang lebih tinggi dan berkuasa. Dan marilah kita coba urai beberapa unsur tersebut

Layanan terbaik

Layanan terbaik bukan lahir dari rumusan rapat para manajer dan direktur dari sebuah perusahaan. Layanan terbaik juga bukan rumusan strategi bisnis yang sudah direncanakan poada 10 tahun yang lalu sejak awal berdirinnya perusahaan. Namun Layanan terbaik adalah sejauh mana anda memahami keinginan pelanggan kemaren, saat ini dan prediksi yang akan dating. Karena di era teknologi informasi ini peluang berubahnya persepsi pelanggan bisa secepat kilat berbalik arah karena :

Baca selengkapnya

Strategi Bisnis : Memahami tipe pesaing dalam bisnis

Saat ini persaingan strategi bisnis provider seluler pada titik puncak, tekanan-tekanan pesaing tidak saja muncul dari satu lini namun sudah mulai menyeluruh. Menyeluruh dari  lini penurunan harga, produk dan layanan, kedekatan fungsi dan kedekatan harga dengan kepentingan pelanggan.

Satu hal, bahwa persaingan dalam strategi bisnis dengan lini penurunan harga akan memberikan keuntungan bagi pelanggan, karena masyarakat golongan menengah ke bawah merasakan harga yang semakin terjangkau, namun hal ini bisa menurunkan aspek kepuasan pelanggan jika hal ini muncul dengan tujuan untuk memunculkan persepsi; siapa termurah maka terbaik bagi pelanggan, dan menjadi pilihan masyarakat. Benarkah??
Baca selengkapnya

Strategi marketing : Jangan terjebak hanya mempromosikan produknya saja, lalu?

Perusahaan atau distributor yang menjual ditingkat pengecer yang secara rutin bertemu dengan pengguna atau pelanggan “end user”, terkadang secara mati-matian mempromosikan kelebihan produknya, harganya, keunggulannya, jumlah omsetnya. Semua demi strategi marketing di tingkat lapangan, hal ini sebenernya tidak menjadi masalah jika:

 

  1. Anda sedang memasarkan barang yang anda buat atau dibuat oleh perusahaan ditempat anda bekerja
  2. Mempunyai hubungan emosional dan fisik dengan produsen, banyak distributor  (misal saja member  MLM) yang tidak tahu menahu soal Produsen, tetapi seakan-akan sangat tahu
  3. Sebagai karyawan atau bagian dari perusahaan yang secara langsung mampu membuktikan aspek produksi secara detail

Namun jika anda atau tempat anda bekerja adalah hanya pengecer yang tidak mempunyai ikatan pasti dengan pihak produsen, atau reseller lepas, dan hanya terikat dengan agent utamanya, maka dalam menerapkan strategi marketing operasionalnya, saat memasarkan dengan pelanggan hendaknya juga menginformasikan :

Baca selengkapnya

Strategi Bisnis : Repositioning sebagai strategi melebarkan segmentasi pasar.

Dalam rangka menguatkan implementasi strategi bisnisnya, pasta gigi Close Up  yang dulu menderifikasi sebagai produk yang bermoto “Gigi Putih Cemerlang”, maka saat itu sudah banyak mengembangkan ‘taringnya’, yang dahulu dianggap pasarnya masih terbatas pada pendamba gigi putih  termasuk anak-muda perokok karena  giginya telah mulai menguning. Namun karena tuntutan pasar, Repositioning dilakukan dengan “Gigi Putih Nafas Menyegarkan “ untuk meningkatkan presepsi bahwa selain gigi putih Close Up  juga mampu memberikan “value” menyegarkan nafas atau mulut segar, sehingga repotisioning ini bertujuan mempertahankan pasar lama namun juga memperlebar pasar dengan “Menyegarkan Nafas”, sehingga mampu menpengaruhi mahasiswa yang suka masakan padang dengan aroma pete, ikan, jengkolpun berusaha memakai ini untuk meningkatkan kepercayaan dirinya.

Pepsodent yang dulu juga membangun potisioning statement “Gigi Putih” saat ini telah berhasil melakukan “Repotisioning” dengan “Perlindungan Gusi” dan “Perlindungan Gigi Berlubang”. Perubahan ini bukan semata kata-kata yang diubah, namun Produsen telah memikirkan perubahan kuantitatif target pasar dan segmen pasar yang dibidik, tentu ketika seseorang mencapai usia tua dengan gigi berlubang sangatlah tidak nyaman, sehingga Pepsodent menjadi jawaban.

Baca selengkapnya

Bisnis & Marketing

Langganan Artikel Bisnis Marketing Toko Online Wirausaha

  • Begitu ada artikel baru, Anda dapat email pemberitahuan