Strategi Bisnis : Jangan terlalu banyak umbar keunggulan dalam promosi
Strategi Bisnis. Sudah lebih dati 70 kali saya diminta sharing/narasumber dalam berbagai kegiatan skop strategi bisnis, yang pada akhirnya banyak peserta yang menghubungi paska kegiatan tersebut dengan melampirkan penawaran dan kerjasama, baik untuk promosi, marketing atau hanya untuk pendampingan. Ada 1 hal yang menarik dari semua itu, yaitu rata-rata dari para rekan calon pengusaha dan pengusaha atau pelaku usaha sampingan baisanya terlalu yakin dengan ini :
- Merasa idenya berbeda dengan yang lain, sedangkan dia belum pernah mengecek dari pesaing2., sehingga lemah ide pembedanya
- Merasa bahwa produk lebih baik, padahal semua itu baru dari sisi prosesnya, belum melihat produk itu setelah di gunakan 3-4 tahun lagi seperti apa kuat dan awetnya. (Awet dan daya tahan beda, kalau daya tahan tidak bsia dikatakan “tergantung pemakain”, karena itu pemahaman yang mengaburkan, bahwa produ itu belum masuk area ujicoba yang matang)
- Merasa ide barunya lebih segar, padahal sering terjadi ide barunya itu pernah dimunculkan pelaku usaha yang sama beberapa tahun sebelumnya dan terbukti gagal.
- Merasa bahwa dengan keluar dari sebuah perusahaan, karena telah mengetahui semua proses bisnisnya, kemudian mendirikan perusahaan untuk bersaing dari tempat bekerjanya yang terdahulu, padahal dia baru mengausau dari sisi prosesnya belum kepada filosofi marketing dan strategi yang diterapkannya. Baca selengkapnya
Strategi Bisnis Toko Online : Pentingnya mengkoneksikan Produk yg dijual di Toko Online dengan domain
Toko Online menjadi solusi dalam beberapa hal bidang penjualan karena kemudahannya, baik kemudahan dibuat, dipesan ke developer dll. Juga karena kecepatan dalam pembuatan Toko Online saat ini lebih cepat dari pada waktu untuk menghabiskan tidur siang, mulai dari pemesanan domain, hosting dan instal, karena banyak layanan instan. Tetapi mungkin perlu diingat, saya pernah menyampaikan ke saat Workshop E-commerce di UC UGM dengan contoh lain, bahwa ketika setiap orang mampu berjualan “jagung bakar”, baik dari anak-anak sampai kakek-kakek, dan dari modal 10ribu sampai yang 1 juta, maka titik jenuh di masyarakat akan semakin tinggi. Karena akhirnya di semua tempat bisa ada penjual jagung bakar, namun seiring banyaknya penjual, maka cirikhas jagung bakar harus jelas, kemudian yang tidak boleh lupa, jika masyarakat pembeli jagung puas, biasanya lain waktu mengidentifikasi lokasi penjual jagung secara otomatis dengan istilah: Penjual Jagung Dekat perempatan, Penjual Jagung ujung jalan, Penjual jagung dekat kelurahan. Apa artinya?
Strategi Bisnis dan Kewirausahaan : Sukses Bisnis dengan menguatkan “Nilai” Layanan dengan 3 cara
Oleh Ipan Pranashakti KIP
Secara umum dalam pengembangan usaha, bisnis baik skala besar maupun kecil, komponen dalam proses membangun kepuasan pelanggan menjadi tujuan utama walau tidak semua elemen strategi bisnis dan strategi marketing yang dibentuk mengaju ke arah sana. Perkembangan yang ada saat ini ketika semua berlomba dan merasa bisa mendirikan dan memajukan usaha maka nuansa kompetisi sebenernya sudah terbangun baik secara personal, sektoral dan kelompok usaha. Artinya bahwa dalam persaingan lokal dan sektoral yang melibatkan unsur persaingan kecil misal pedagang pasar yang saling berdekatan maka haruslah dibangun sebuah wacana bahwa setiap layanan haruslah berkesan bagi pelanggan.
Strategi marketing & Personal selling : 5 penyebab utama penolakan membeli produk
Oleh Ipan Pranashakti (www.ipan.web.id)
Personal Selling adalah bagian dari Strategi marketing perusahaan yang merupakan langkah konkret dalam membangun penjualan langsung dan bertujuan bertemu dengan masyarakat. Dalam kaitan ini sang sales atau pelaku marketing mempunyai kesempatan untuk secara langsung mengetahui sejauh mana produk atau layanan direspon secara cepat oleh masyarakat entah itu dalam bentuk penolakan atau persetujuan membeli.
Strategi Marketing : Marketing Era e-commerce bukan berarti telah membuang era tradisional (seri 1)
Membaca sebuah tulisan di web pakar ekonomi yang berbicara tentang marketing dan migrasi strategi marketing, saya jadi berpikir apakah memang secara defacto kita semua harus percaya bahwa era e-commerce dan internet marketing merupakan era yang benar benar baru?
Kehebatan dan kecanggihan era baru ini dalam konsep IT memang ada pelonjakan yang luar biasa, misal dari internet yg akses statis menjadi dinamis dan everywhere, dari yang belum kenal orang banyak sekarang bisa berkomunitas dg teknologi di Facebook, Friendster, Plurk dll. Di sisi komunikasi murah yang dahulu segala pembicaraan jarak jauh harus dengan telepon, sekarang ada Yahoo Messenger, Email, Board, SMS dan multi interface chat. Namun ini semua berkenaan dengan infrastruktur IT di seluruh lapisan dunia. Apakah dengan infrastruktur tersebut akhirnya strategi marketing juga bermigrasi total?? Jawabnya tidak.
Bahkan ketika Skype dan VoIP menjadi solusi untuk telepon murah pun, nilai tradisional nya tetap sangat kuat.
Era e-commerce dan internet marketing yang berflatform web 2.0 masih tetap membutuhkan kaedah strategi marketing dari era tradisional. Lalu apa saja perubahan itu?
Strategi Bisnis dan Strategi Marketing : Fokus kepada pelanggan, sebuah misi terbaik untuk sukses bisnis
Oleh Ipan Pranashakti (www.ipan.web.id)
Strategi bisnis yang futuristik selalu mengedepankan posisi pelanggan sebagai dimensi yang lebih tinggi dan berkuasa. Dan marilah kita coba urai beberapa unsur tersebut
Layanan terbaik
Layanan terbaik bukan lahir dari rumusan rapat para manajer dan direktur dari sebuah perusahaan. Layanan terbaik juga bukan rumusan strategi bisnis yang sudah direncanakan poada 10 tahun yang lalu sejak awal berdirinnya perusahaan. Namun Layanan terbaik adalah sejauh mana anda memahami keinginan pelanggan kemaren, saat ini dan prediksi yang akan dating. Karena di era teknologi informasi ini peluang berubahnya persepsi pelanggan bisa secepat kilat berbalik arah karena :
Strategi Bisnis : Memahami tipe pesaing dalam bisnis
Saat ini persaingan strategi bisnis provider seluler pada titik puncak, tekanan-tekanan pesaing tidak saja muncul dari satu lini namun sudah mulai menyeluruh. Menyeluruh dari lini penurunan harga, produk dan layanan, kedekatan fungsi dan kedekatan harga dengan kepentingan pelanggan.
Satu hal, bahwa persaingan dalam strategi bisnis dengan lini penurunan harga akan memberikan keuntungan bagi pelanggan, karena masyarakat golongan menengah ke bawah merasakan harga yang semakin terjangkau, namun hal ini bisa menurunkan aspek kepuasan pelanggan jika hal ini muncul dengan tujuan untuk memunculkan persepsi; siapa termurah maka terbaik bagi pelanggan, dan menjadi pilihan masyarakat. Benarkah??
Baca selengkapnya
Strategi Bisnis ; Arti Pesaing dalam Manajemen Bisnis dan Strategi Bisnis
Saat ini hanya ada 2 produsen prosesor yang “terdengar” di dunia ini, Intel Corp dan AMD yang secara mati-matian bersaing dengan strategi bisnis terobosannya. Secara umum penguasaan pasar masih dipegang Intel, namun disisi lain AMD juga memiliki kelompok segmen yang sangat fanatis, karena performa yang tinggi namun harga yang sedikit lebih murah.
Seorang narasumber di bidang pengadaan komputer, pernah saya tanya apakah mungkin Intel menguasai pasar prosesor dengan model manajemen AMD, jawabnya “pasti bisa” bahkan mungkin membinasakan produsen AMD. Namun saya berpikir apakah kalo Intel membinasakan AMD, apa malah nanti Intel Corp tidak terbentur Hukum Anti MOnopoli di banyak negara terutama USA? Kalo ini terjadi strategi bisnis jadi mentah kembali karena terbentur undang2.
Strategi marketing : Jangan terjebak hanya mempromosikan produknya saja, lalu?
Perusahaan atau distributor yang menjual ditingkat pengecer yang secara rutin bertemu dengan pengguna atau pelanggan “end user”, terkadang secara mati-matian mempromosikan kelebihan produknya, harganya, keunggulannya, jumlah omsetnya. Semua demi strategi marketing di tingkat lapangan, hal ini sebenernya tidak menjadi masalah jika:
- Anda sedang memasarkan barang yang anda buat atau dibuat oleh perusahaan ditempat anda bekerja
- Mempunyai hubungan emosional dan fisik dengan produsen, banyak distributor (misal saja member MLM) yang tidak tahu menahu soal Produsen, tetapi seakan-akan sangat tahu
- Sebagai karyawan atau bagian dari perusahaan yang secara langsung mampu membuktikan aspek produksi secara detail
Namun jika anda atau tempat anda bekerja adalah hanya pengecer yang tidak mempunyai ikatan pasti dengan pihak produsen, atau reseller lepas, dan hanya terikat dengan agent utamanya, maka dalam menerapkan strategi marketing operasionalnya, saat memasarkan dengan pelanggan hendaknya juga menginformasikan :
Strategi Bisnis : Repositioning sebagai strategi melebarkan segmentasi pasar.
Oleh : Ipan Pranashakti KIP (www.ipan.web.id)
Dalam rangka menguatkan implementasi strategi bisnisnya, pasta gigi Close Up yang dulu menderifikasi sebagai produk yang bermoto “Gigi Putih Cemerlang”, maka saat itu sudah banyak mengembangkan ‘taringnya’, yang dahulu dianggap pasarnya masih terbatas pada pendamba gigi putih termasuk anak-muda perokok karena giginya telah mulai menguning. Namun karena tuntutan pasar, Repositioning dilakukan dengan “Gigi Putih Nafas Menyegarkan “ untuk meningkatkan presepsi bahwa selain gigi putih Close Up juga mampu memberikan “value” menyegarkan nafas atau mulut segar, sehingga repotisioning ini bertujuan mempertahankan pasar lama namun juga memperlebar pasar dengan “Menyegarkan Nafas”, sehingga mampu menpengaruhi mahasiswa yang suka masakan padang dengan aroma pete, ikan, jengkolpun berusaha memakai ini untuk meningkatkan kepercayaan dirinya.
Pepsodent yang dulu juga membangun potisioning statement “Gigi Putih” saat ini telah berhasil melakukan “Repotisioning” dengan “Perlindungan Gusi” dan “Perlindungan Gigi Berlubang”. Perubahan ini bukan semata kata-kata yang diubah, namun Produsen telah memikirkan perubahan kuantitatif target pasar dan segmen pasar yang dibidik, tentu ketika seseorang mencapai usia tua dengan gigi berlubang sangatlah tidak nyaman, sehingga Pepsodent menjadi jawaban.




