Marketing: Produk yg cocok promosi dg model sampling

Ketika sharing di depan para pengusaha di sebuah kota di kalimantan, saya mendapatkan sebuah sample produk berupa VCO ukuran kecil, yah memang promosi dengan sample ini cukup penting, walau tidak harus kepada semua produk. DI sisi lain saat sedang istirahat, di meja disajikan beberapa sample produk juga berkenaan dengan makanan khas beberapa kota, karena pada saat event ini juga didukung jasa pengiriman JNE yang sedang mengeluarkan layanan baru berkenaan Jasa pengadaan oleh2 khas dr berbagai  kota di Indonesia.

Nah tapi di sisi lain promosi2 barang tertentu jarang diberikan dalam bentuk sampling, lalu apa saja yang cocok dengan promosi model sampling, antara lain : Baca selengkapnya

Marketing :Tingkatkan omzet dari model produk yg bergaya

Tulisan ini terinspirasi dari ingatan sy tetang konsep General Motor dalam meningkatkan penjualan dibidang mobil. Yang  jika boleh saya gambarkan secara pribadi, bahwa ketika produk kita sudah masuk pasar dengan penjualan  yang sudah cukup bagus, tentu ada satu lini dimana muncul keinginan untuk meningkatkan penjualan, nah dalam paparan ini belajar dari konsep GM tadi, bahwa jika produk standar saja sudah bisa bagus dalam pasaran maka jualah produk yang tujuannya untuk kesan kemewahan dan gaya.  Kalau melihat di Indonesia sendiri, ini juga diterapkan di persaingan industri motor kita, yang awalnya Honda bermain dengan motor  100cc, dengan fasilitas standar mulai dari Astrea Prima, Grand, Impresa, Legenda, Supra , Revo kemudian dikembangkan ke CBR 150 dan 250cc yang harganya cukup fantastis, dari produk  100cc yng belasan juta ketika di CBR sudah melesat di 30jutaan lebih. Namun persepsi produknya yang dibangun benar-benar mengejar gaya, sehingga bentuk motornya pun sangat stylis, layakanya motor balap dunia, padahal kita lihat apakah cukup memungkinkan jalanan di Indonesia yang tidak begitu terawatt baik untuk menyalurkan power dari CBR 250cc?  Ada, namun tidak semua jalanan yang dilalui layak untuk performa 250 cc, apalagi jalan dikota besar, belum memasuki perseneling 5 sudah ketemu  traffic light. Baca selengkapnya

Dongkrak omzet dengan media online

Mendongkrak omzet sebenernya bisa dilakukan secara spontan dan sistematis. Baik itu untuk UKM atau skala perusahaan besar. Yang terpenting adalah upaya mendongkrak omzet memiliki tujuan yang jelas, artinya memang dilakukan dengan upaya yang penuh kesadaran bahwa di media online, media kita bisa langsung di tanggapi oleh pihak yang mendukung atau melawan, maksudnya

  1. Mendukung adalah secara emosional memang pro dengan produk kita,
  2. Melawan adalah secara emosional tidak puas atau justru kamuflase dari pesaing yang memainkan peran di media online dengan berbagai manuver.

Baca selengkapnya

Pentingnya promosi berbasis durasi

Banyak cara pendekatan khusus, menuju pola promosi yg memiliki DURASI LAMA, ini menjadi penting karena biasanya UKM, letih dalam promosi karena faktor pembiayaan yg belum begitu kuat, meski semangatnya begitu kuat. Promosi berbasisi durasi ini murni pemikiran saya atas pengalaman pribadi dan beberapa sahabat saya.

Baca selengkapnya

Manfaatkan komunitas utk promosi dg baik

Bukan hal yg aneh lagi, bukan rahasia lagi bahwa mendorong penjualan lewat komunitas bisa dilakukan, di blog ini itu, di buku ini itu dll komunitas menjadi incaran, namun tidak semua mampu mengkondisikan diri dalam komunitas, ada beberapa yg dihindari : Baca selengkapnya

Strategi Marketing: Membangkitkan emosi dalam iklan promosi

Berkenaan strategi marketing, jika kita amati baik itu di TV, Majalah, KOran, dll perusahaan yang berbasis riset dalam marketingnya maka tampak bahwa mereka mencoba memancing emosi pelanggan, dalam hal ini emosi jangan dikonotasikan sebuah kemarahan tetapi emosi lebih kepada  pengalaman afektif yang disertai penyesuaian dari dalam diri individu tentang keadaan atau sesuatu.
Sudah lama diketahui bahwa emosi merupakan salah satu aspek berpengaruh besar terhadap sikap manusia.

Baca selengkapnya

Marketing : 4 tugas tim marketing berkenaan brand

Zaman dahulu kala, terutama di tahun 1935, marketing masih identik dengan Penjualan, namun marketing di tahun 2012 sudah sangat berbeda makna, bahkan tidak bisa identik dengan penjualan, karena sudah sangat luas.
Salah satu dari sekian fungsi dan tugas Tim Marketing adalah brand building, nah dalam tulisan ini akan disampaikan kira-kira apa saja tugas dari tim marketing berkenaan brand perusahaan tersebut :
Baca selengkapnya

Strategi Marketing : Tahapan dari Promosi Iklan ke Promosi Mulut lewat Mulut

Dalam sebuah forum ada yang  gelisah dengan penrapan stratgi marketingya, karena biaya promosi tinggi sekali. Jika promosi dikurangi maka penjualan juga berkurang. Sebenernya jika dipahami bahwa dalam strategi marketing itu positioning maka semua akan terasa lebih mudah dikenali.

Dalam membangun usaha baru kita kenal yang namanya siklus sebuah brand, yang ini secara umum akan melekat pada usaha-usaha yang pernah ada sekarang.

  1. Pada tahap awal, biaya promosi mungkin akan cenderung tinggi, artinya ukuran efektifitasnya masih berhubungan dengan pengenalan dan publisitas. Semua ini tentu untuk memacu penjualan awal, terutama untuk mendorong konsumen mencoba produk.
  2. Pada tahap kedua, ketika sudah ada indikator penjualan maka sebenernya kita harus sadar, bahwa apa yang dikerjakan di no 1, yaitu tahap awal maka akan berdampak pada persepsi pengguna produk, yang ini bisa mendorong adanya promosi mulut ke mulut, sehingga jika sudah diindikasikan ini terjadi, maka sudah bisa dikurangi iklan di media besar  yang mahal.
  3. Namun pengurangan di Tahap 2 tadi dari pengertian frekuensi, biaya,  tapi untuk aktifitas promosi tetap harus dipertahankan, karena untuk mengingatkan, memastikan, merangsang keingintahuan pasar.  Bedanya bahwa bentuk promosi kita bisa lebih dewasa dan tidak hanya fokus pada penjualan tetapi juga persepsi besar terhadap brand kita dititipkan di sini.
  4. Pada tahap ini jika sudah ada promosi yang memacu persepsi kuat seperti di nomor 3, tentulah jikaproduk barang retail dan skala konsumsi maka akan ada agen, reseller yang tertarik untuk bekerjasama di berbagai wilayah, sehingga pada tahap ini menjadikan perubahan cara promosi, sehingga strategi promosi harus diubah karena penting juga untuk mempertahankan agen dan reseller kita tidak lari.
Jika sudah memahami dari tahapan ke empat tersebut, baca juga artikel lain di sini :

  • http://ipan.web.id/strategi-marketing-4-manfaat-dari-promosi-mulut-ke-mulut/
  • http://ipan.web.id/marketing3-hal-yang-harus-diperhatikan-dalam-periklanan/
  • http://ipan.web.id/strategi-marketing-strategi-bisnis-media-iklan-yang-efektif-untuk-lingkungan-yang-ramai/
  • http://ipan.web.id/strategi-bisnis-jangan-hanya-menjual-produk-tapi-juga-menjual-value/

Yah ini sebagai wacana strategi marketing dan pemantapan peluang usaha saja.

Sukses selalu

Strategi Bisnis : Jangan terlalu banyak umbar keunggulan dalam promosi

Strategi Bisnis. Sudah lebih dati 70 kali saya diminta sharing/narasumber dalam berbagai kegiatan skop strategi bisnis, yang pada akhirnya banyak peserta yang menghubungi paska kegiatan tersebut dengan melampirkan penawaran dan kerjasama, baik untuk promosi, marketing atau hanya untuk pendampingan. Ada 1 hal yang menarik dari semua itu, yaitu rata-rata dari para rekan calon pengusaha dan pengusaha atau pelaku usaha sampingan baisanya terlalu yakin dengan ini :

  1. Merasa idenya berbeda dengan yang lain, sedangkan dia belum pernah mengecek dari pesaing2., sehingga lemah ide pembedanya
  2. Merasa bahwa produk lebih baik, padahal semua itu baru dari sisi prosesnya, belum melihat produk itu setelah di gunakan 3-4 tahun lagi seperti apa kuat dan awetnya. (Awet dan daya tahan beda, kalau daya tahan tidak bsia dikatakan “tergantung pemakain”, karena itu pemahaman yang mengaburkan, bahwa produ itu belum masuk area ujicoba yang matang)
  3. Merasa ide barunya lebih segar, padahal sering terjadi ide barunya itu pernah dimunculkan pelaku usaha yang sama beberapa tahun sebelumnya dan terbukti gagal.
  4. Merasa bahwa dengan keluar dari sebuah perusahaan, karena telah mengetahui semua proses bisnisnya, kemudian mendirikan perusahaan untuk bersaing dari tempat bekerjanya yang terdahulu, padahal dia baru mengausau dari sisi prosesnya belum kepada filosofi marketing dan strategi yang diterapkannya. Baca selengkapnya

Strategi Marketing : 4 Manfaat dari promosi mulut ke mulut

Sudah sejak zaman dahulu kala, bahkan sebelum ada internet, maka budaya promosi mulut ke mulut, atau kalau orang jawa bilang “gethok tular”  menjadi sangat efektif dalam membantu kelancaran penjualan. Sayangnya masih banyak pengusaha yang tidak mengkondisikan hal ini agar berjalan dengan baik, promosi mulut ke mulut.  Alamiah, alasan utama menurut saya tentang promosi mulut ke mulut ini, tetapi setidaknya itu mempunyai kekuatan besar, karena ketika marketing, direktur dan perusahaan sedang tutup bisa terbantu promosinya.

Dalam sebuah seminar marketing di  Yogyakarta,  ada salah satu peserta seminar yang  bertanya sebelum materi yang saya paparkan selesai, karena alasannya modalnya tipis sehingga tidak akan bermain di iklan tetapi di promosi mulut ke mulut, dan dia ingan lebih dalam soal ini.

Dampak besar dari hebatna promosi mulut ke mulut bagi usaha Anda :

  1. Dengan posisi promosi mulut ke mulut yang kuat maka konsumen yang datang, telp, email adalah paaa posisi siap beli, siap tawar, dan siap transaksi. Betapai indahnya ini, karena sebagai tim marketing tinggal menendang bola menuju gawangnya. Nah dari sana kita bisa mendapatkan  keuntungan, bahwa konsumen digerakkkan oleh konsumen lain
  2. Terbukti, dari kuatnya promosi mulut ke mulut akan menciptakan  peluang lebih besar untuk mencetak pelanggan  dengan loyalitas tinggi, bahkan kadang mereka membentuk komunitas tersendiri.
  3. Waktu atau durasi penjualan menjadi pendek, mungkin saja sebelum kita gencar iklan, sudah ada yang telepon, ada yang pesan, sehingga dengan promosi mulut ke mulut . Tetapi inti dari point ini, bahwa waktu penjualan bisa dipersingkat dan dipersempit.  Memudahkan untuk peningkatan produk selanjutnya
  4. Brand Images, sebelum di iklankan pun jika promosi mulut ke mulut berjalan secara alamti maka brand lah yang menjadi fokus pembicaraan, sehingga anda sebagai pengusaha diuntungkan, tinggal iklan anda untuk memolesnya.

Baca selengkapnya

Strategi Marketing : Cara Promosi Efektif di Abad 21

Strategi Marketing. Dalam sebuah acara seminar di yogya ada beberapa catatan kecil  yang bisa saya tulis dari acara diskusi, sebagai narasumber saya mencoba ambil point simpelnya.

Di Abad  21 ini ada sedikit perbedaan yang rekan-rekan KPMI harus pahami. Kalau dahulu kala perusahaan besar maupun kecil cenderung melakukan pemasaran missal, misal :

  1. Membagi brosur kepada siapapun di manapun
  2. Mengganggap konsumen itu sama atau rata-rata sama
  3. Bergantung pada iklan, sehingga biaya iklan sangat tinggi
  4. Berusaha memuaskan pelanggan

Di era IT atau era komunikasi ini sebenernya ada beberapa yang sudah bergeser di antaranya :

  1. Pasar saat ini sudah mulai jenuh dengan banjirnya brosur, iklan di mana-mana, semua orang ingin jadi pengusaha dan semua ingin membagi brosurnya.
  2. Era Internet telah merubah perilaku pasar menjadi horisontal, yang dahulu sangat percaya dengan brosur sekarang di era IT mereka juga butuh “komentar “orang lain yang telah menggunakan produk, review produk, keluhan akan sebuah produk. TInggal duduk menggunakan Google cukup sudah.

Baca selengkapnya

Konsultasi Bisnis : Strategi marketing usaha Sabun batangan

Konsultasi Bisnis adalah ruang konsultasi online di www.ipan.web.id yang akan di balas via web. Mengindari spam maka emil, HP dan nama di tutup sebagian.

Penanya : Nama : Samxxx, Email : pandawaxxxxxx@yahoo.com,  Hp : 081921xxxxxxx
Pertanyaan :

Dear Pak Ipan
Pak perkenalka nama saya samuel, saya berancana mau berbisnis Sabun Batangan ke warung – warung, yang bersifat sales  kanvas, dimana Sabun Bantangan ini saya beli dari Pabrik, pertanyaan saya gimana strategi marketing nya ke warung – warung pak, mohon info nya

Jawaban Ipan Pranashakti :  —————–

Terimakasih Pak  Sam,

Kalau kita sejatinya hanya berpikir selling maka bisa masuk dengan harga murah dan bayar mundur, atau model bayar 7-10 hari. Tetapi kalau berpikir Marketing maka harus diperhatikan

  1. Terhadap persepsi yang akan dibangun, karena orang menbeli sabun mandi LUX atau Sabun cuci Rinso biasanya karena sudah didrive oleh iklan di TV  unruk membangun persepsi yang kuat.
  2. Mengalahkan produk regular dan power yang kuat dengan  stabililtas iklan agak sulit jika bersaing dengan cara yang sama dengan umumnya, kecuali dengan target promosi lokal/regional. Artinya memang selama waktu tertentu Produk sabun Mas Sam ini dipatenkan, kemudian disusun sebuah iklan yang selain mempromosikan produk juga membangun persepsi di wilayah teretntu terutama regional khusus. Persepsi itu penting,  seorang ibu2 jika akan beli ke toko dari rumah sudah punya rencana akan beli sabun A atau sabun B, ini berdasar dari iklan yang ditangkap di TV atau Koran.
  3. Ambil segmen yang tidak mengutamakan brand kuat dalam produk sabun. Misal sabun untuk hotel, sabun untuk anak-anak kos, sabun untuk souvenir hias, jika sabun cuci bisa masuk ke laundry  tradisional.
  4. Upaya Selling dan Marketing tidak identik atau tidak sama. Selling hanya bagian dari Marketing. Dalam selling lebih mengutamakan berapa jumlah yang terjual, dalam marketing berapa jumlah yang puas dan akan loyal.

Baca selengkapnya

Dasar Marketing : 5 unsur dalam strategi pemasaran (bagi pemula)

Materi  dasar marketing ini khusus bagi pemula, karena memang dalam blog bisnis dibaca oleh ribuan pembaca dari berbagai usia, segmen dan background pendidikan. Dalam memulai usaha terkadang banyak sekali kegamangan antara produk dulu atau pasar dulu, nah di sini nanti akan kita bahas secara praktis dan singkat saja.

Logika dalam pemasaran yang harus diubah kepada para pemula dalam membangun usaha adalah, ketika tahun 1935, maka strategi pemasaran berfokus pada volume  penjualan, namun di tahun 2014, pemasaran mengalami sekitar 8 etape menjadi fokus kepada kecintaan merek dari masyarakat, artinya tidak hanya pembeli yang harus puas, tapi masyarakatpun bisa merasakan puas, itu kenapa PT Kereta Api berusaha melakukan pendekatan kepada masyarakat umum di daerah sekitar rel kereta, terutama jalur rel kereta yg dekat dengan pemukiman, meski itu bukan pelanggan jasa Kereta Api, karena tujuan dalam stragei pemasaran, maka harus juga memikirkan pola memuaskan masyarakat di sekitar aset PT KERETA API, agar kelangsungan usaha semakin membaik, tidak ada masyarakat yang merusak rel, merusak palang kereta, merusak stasiun, dan rela memberikan kabar ke Pengelola KEreta Api jika ditemukan ada baut/bantalan rel kereta yang lepas. Itu adalah bagian dari strategi pemasaran.

Saat saya merevisi tulisan ini, saya masih menjadi konsultan untuk sebuah kampus swasta yang berkembang untuk  mempertajam lini pemasaran dan penerapan Management ISO 9000 di  sebuah STIE, di sana pendekatan yang sy coba berikan ke klien, antara lain bahwa STIE tersebut perlu juga memuaskan  dan sehati dengan masyarakt sekitar kampus, agar tidak ada aset kampus yg dijarah, dirusak, dan menjadi tetangga yang baik terutama kepada para mahasiswanya, meski tetangga itu bukan PENGGUNA kampus tersebut.

Begitu juga dengan Garuda Indonesia, sudah menerapkan hingga marketing society, untuk masyarakat Indonesia, termasuk didalamnya BUKAN PENGGUNA layanan transportasi  GARUDA INDONESIA tersebut.

Berikut 5 unsur Strategi Pemasaran , khususnya tips bagi pemula:

Baca selengkapnya

Marketing : 5 Bentuk dasar Promosi bagi orang awam

Dalam promosi yang gencar dan terstruktur rapi maka biasanya ada perencaaan yang matang dan disesuaikan dengan segmen, agar promosi menjadi efektif dan sesuai sasaran. Selain media yang gunakan maka substansi atau materi dari iklan harus ditentukan dengan baik.

Hal ini lah yang kadang perlu diskusi strategis antara marketing, produksi, PR dan keuangan. Namun jika anda seorang pengusaha yang mempunyai kewenangan penuh terhadap bidang-bidang di atas,maka akan lebih mudah dalam menentukan substansi dari bentuk-bentuk promosi. Setidaknya ada 5  bentuk substansi :

Baca selengkapnya

Toko online : Pentingnya Segmentasi dalam toko online

Tidak terlalu muluk2 kok jika pengusaha toko online itu memikirkan segmentasi dalam usahanya, jangan berpikir segmentasi itu sulit.

Tujuan segmentasi pasar adalah menyesuaikan kemampuan usaha toko online dengan kebutuhan sekelompok masyarakat agar timbul nilai komersial yang saling menguntungkan. Misal jika ada jualan obat rematik, obat sakit punggung, obat uban, tentu utamakan segmen orang tua, sehingga mulai dari brosur, desain, kalimat2nya memang untuk orangtua. Tidak salah jika anda bikin ribuan brosur lalu dibagi ke ribuan anak SMP dan SMA, itu tidak salah tetapi efektifitasnya rendah, sehingga sebaiknya memang ribuan brosur itu untuk orangtua, bisa di Kantor Taspen?Pensiun, rumah sakit  masyarakat menengah/Puskesmas, Joging Minggu pagi  dll. Ibarat kasarnya yg namanya segmentasi itu, tidak jika mau menjual mobil Jaguar atau Mercedez Benz dengan membagi brosur iklan ke SMP atau media sekolah SMP.

Baca selengkapnya

Next Page »

Bisnis & Marketing

Langganan Artikel Bisnis Marketing Toko Online Wirausaha

  • Begitu ada artikel baru, Anda dapat email pemberitahuan