Strategi Marketing : Tahapan dari Promosi Iklan ke Promosi Mulut lewat Mulut

Dalam sebuah forum ada yang  gelisah dengan penrapan stratgi marketingya, karena biaya promosi tinggi sekali. Jika promosi dikurangi maka penjualan juga berkurang. Sebenernya jika dipahami bahwa dalam strategi marketing itu positioning maka semua akan terasa lebih mudah dikenali.

Dalam membangun usaha baru kita kenal yang namanya siklus sebuah brand, yang ini secara umum akan melekat pada usaha-usaha yang pernah ada sekarang.

  1. Pada tahap awal, biaya promosi mungkin akan cenderung tinggi, artinya ukuran efektifitasnya masih berhubungan dengan pengenalan dan publisitas. Semua ini tentu untuk memacu penjualan awal, terutama untuk mendorong konsumen mencoba produk.
  2. Pada tahap kedua, ketika sudah ada indikator penjualan maka sebenernya kita harus sadar, bahwa apa yang dikerjakan di no 1, yaitu tahap awal maka akan berdampak pada persepsi pengguna produk, yang ini bisa mendorong adanya promosi mulut ke mulut, sehingga jika sudah diindikasikan ini terjadi, maka sudah bisa dikurangi iklan di media besar  yang mahal.
  3. Namun pengurangan di Tahap 2 tadi dari pengertian frekuensi, biaya,  tapi untuk aktifitas promosi tetap harus dipertahankan, karena untuk mengingatkan, memastikan, merangsang keingintahuan pasar.  Bedanya bahwa bentuk promosi kita bisa lebih dewasa dan tidak hanya fokus pada penjualan tetapi juga persepsi besar terhadap brand kita dititipkan di sini.
  4. Pada tahap ini jika sudah ada promosi yang memacu persepsi kuat seperti di nomor 3, tentulah jikaproduk barang retail dan skala konsumsi maka akan ada agen, reseller yang tertarik untuk bekerjasama di berbagai wilayah, sehingga pada tahap ini menjadikan perubahan cara promosi, sehingga strategi promosi harus diubah karena penting juga untuk mempertahankan agen dan reseller kita tidak lari.
Jika sudah memahami dari tahapan ke empat tersebut, baca juga artikel lain di sini :

  • http://ipan.web.id/strategi-marketing-4-manfaat-dari-promosi-mulut-ke-mulut/
  • http://ipan.web.id/marketing3-hal-yang-harus-diperhatikan-dalam-periklanan/
  • http://ipan.web.id/strategi-marketing-strategi-bisnis-media-iklan-yang-efektif-untuk-lingkungan-yang-ramai/
  • http://ipan.web.id/strategi-bisnis-jangan-hanya-menjual-produk-tapi-juga-menjual-value/

Yah ini sebagai wacana strategi marketing dan pemantapan peluang usaha saja.

Sukses selalu

Strategi Bisnis : Jangan terlalu banyak umbar keunggulan dalam promosi

Strategi Bisnis. Sudah lebih dati 70 kali saya diminta sharing/narasumber dalam berbagai kegiatan skop strategi bisnis, yang pada akhirnya banyak peserta yang menghubungi paska kegiatan tersebut dengan melampirkan penawaran dan kerjasama, baik untuk promosi, marketing atau hanya untuk pendampingan. Ada 1 hal yang menarik dari semua itu, yaitu rata-rata dari para rekan calon pengusaha dan pengusaha atau pelaku usaha sampingan baisanya terlalu yakin dengan ini :

  1. Merasa idenya berbeda dengan yang lain, sedangkan dia belum pernah mengecek dari pesaing2., sehingga lemah ide pembedanya
  2. Merasa bahwa produk lebih baik, padahal semua itu baru dari sisi prosesnya, belum melihat produk itu setelah di gunakan 3-4 tahun lagi seperti apa kuat dan awetnya. (Awet dan daya tahan beda, kalau daya tahan tidak bsia dikatakan “tergantung pemakain”, karena itu pemahaman yang mengaburkan, bahwa produ itu belum masuk area ujicoba yang matang)
  3. Merasa ide barunya lebih segar, padahal sering terjadi ide barunya itu pernah dimunculkan pelaku usaha yang sama beberapa tahun sebelumnya dan terbukti gagal.
  4. Merasa bahwa dengan keluar dari sebuah perusahaan, karena telah mengetahui semua proses bisnisnya, kemudian mendirikan perusahaan untuk bersaing dari tempat bekerjanya yang terdahulu, padahal dia baru mengausau dari sisi prosesnya belum kepada filosofi marketing dan strategi yang diterapkannya. Baca selengkapnya

Strategi Marketing : 4 Manfaat dari promosi mulut ke mulut

Sudah sejak zaman dahulu kala, bahkan sebelum ada internet, maka budaya promosi mulut ke mulut, atau kalau orang jawa bilang “gethok tular”  menjadi sangat efektif dalam membantu kelancaran penjualan. Sayangnya masih banyak pengusaha yang tidak mengkondisikan hal ini agar berjalan dengan baik, promosi mulut ke mulut.  Alamiah, alasan utama menurut saya tentang promosi mulut ke mulut ini, tetapi setidaknya itu mempunyai kekuatan besar, karena ketika marketing, direktur dan perusahaan sedang tutup bisa terbantu promosinya.

Dalam sebuah seminar marketing di  Yogyakarta,  ada salah satu peserta seminar yang  bertanya sebelum materi yang saya paparkan selesai, karena alasannya modalnya tipis sehingga tidak akan bermain di iklan tetapi di promosi mulut ke mulut, dan dia ingan lebih dalam soal ini.

Dampak besar dari hebatna promosi mulut ke mulut bagi usaha Anda :

  1. Dengan posisi promosi mulut ke mulut yang kuat maka konsumen yang datang, telp, email adalah paaa posisi siap beli, siap tawar, dan siap transaksi. Betapai indahnya ini, karena sebagai tim marketing tinggal menendang bola menuju gawangnya. Nah dari sana kita bisa mendapatkan  keuntungan, bahwa konsumen digerakkkan oleh konsumen lain
  2. Terbukti, dari kuatnya promosi mulut ke mulut akan menciptakan  peluang lebih besar untuk mencetak pelanggan  dengan loyalitas tinggi, bahkan kadang mereka membentuk komunitas tersendiri.
  3. Waktu atau durasi penjualan menjadi pendek, mungkin saja sebelum kita gencar iklan, sudah ada yang telepon, ada yang pesan, sehingga dengan promosi mulut ke mulut . Tetapi inti dari point ini, bahwa waktu penjualan bisa dipersingkat dan dipersempit.  Memudahkan untuk peningkatan produk selanjutnya
  4. Brand Images, sebelum di iklankan pun jika promosi mulut ke mulut berjalan secara alamti maka brand lah yang menjadi fokus pembicaraan, sehingga anda sebagai pengusaha diuntungkan, tinggal iklan anda untuk memolesnya.

Baca selengkapnya

Strategi Marketing : Cara Promosi Efektif di Abad 21

Strategi Marketing. Dalam sebuah acara seminar di yogya ada beberapa catatan kecil  yang bisa saya tulis dari acara diskusi, sebagai narasumber saya mencoba ambil point simpelnya.

Di Abad  21 ini ada sedikit perbedaan yang rekan-rekan KPMI harus pahami. Kalau dahulu kala perusahaan besar maupun kecil cenderung melakukan pemasaran missal, misal :

  1. Membagi brosur kepada siapapun di manapun
  2. Mengganggap konsumen itu sama atau rata-rata sama
  3. Bergantung pada iklan, sehingga biaya iklan sangat tinggi
  4. Berusaha memuaskan pelanggan

Di era IT atau era komunikasi ini sebenernya ada beberapa yang sudah bergeser di antaranya :

  1. Pasar saat ini sudah mulai jenuh dengan banjirnya brosur, iklan di mana-mana, semua orang ingin jadi pengusaha dan semua ingin membagi brosurnya.
  2. Era Internet telah merubah perilaku pasar menjadi horisontal, yang dahulu sangat percaya dengan brosur sekarang di era IT mereka juga butuh “komentar “orang lain yang telah menggunakan produk, review produk, keluhan akan sebuah produk. TInggal duduk menggunakan Google cukup sudah.

Baca selengkapnya

Konsultasi Bisnis : Strategi marketing usaha Sabun batangan

Konsultasi Bisnis adalah ruang konsultasi online di www.ipan.web.id yang akan di balas via web. Mengindari spam maka emil, HP dan nama di tutup sebagian.

Penanya : Nama : Samxxx, Email : pandawaxxxxxx@yahoo.com,  Hp : 081921xxxxxxx
Pertanyaan :

Dear Pak Ipan
Pak perkenalka nama saya samuel, saya berancana mau berbisnis Sabun Batangan ke warung – warung, yang bersifat sales  kanvas, dimana Sabun Bantangan ini saya beli dari Pabrik, pertanyaan saya gimana strategi marketing nya ke warung – warung pak, mohon info nya

Jawaban Ipan Pranashakti :  —————–

Terimakasih Pak  Sam,

Kalau kita sejatinya hanya berpikir selling maka bisa masuk dengan harga murah dan bayar mundur, atau model bayar 7-10 hari. Tetapi kalau berpikir Marketing maka harus diperhatikan

  1. Terhadap persepsi yang akan dibangun, karena orang menbeli sabun mandi LUX atau Sabun cuci Rinso biasanya karena sudah didrive oleh iklan di TV  unruk membangun persepsi yang kuat.
  2. Mengalahkan produk regular dan power yang kuat dengan  stabililtas iklan agak sulit jika bersaing dengan cara yang sama dengan umumnya, kecuali dengan target promosi lokal/regional. Artinya memang selama waktu tertentu Produk sabun Mas Sam ini dipatenkan, kemudian disusun sebuah iklan yang selain mempromosikan produk juga membangun persepsi di wilayah teretntu terutama regional khusus. Persepsi itu penting,  seorang ibu2 jika akan beli ke toko dari rumah sudah punya rencana akan beli sabun A atau sabun B, ini berdasar dari iklan yang ditangkap di TV atau Koran.
  3. Ambil segmen yang tidak mengutamakan brand kuat dalam produk sabun. Misal sabun untuk hotel, sabun untuk anak-anak kos, sabun untuk souvenir hias, jika sabun cuci bisa masuk ke laundry  tradisional.
  4. Upaya Selling dan Marketing tidak identik atau tidak sama. Selling hanya bagian dari Marketing. Dalam selling lebih mengutamakan berapa jumlah yang terjual, dalam marketing berapa jumlah yang puas dan akan loyal.

Baca selengkapnya

Dasar Marketing : 5 unsur dalam strategi pemasaran (bagi pemula)

Materi  dasar marketing ini khusus bagi pemula, karena memang dalam blog bisnis dibaca oleh ribuan pembaca dari berbagai usia, segmen dan background pendidikan. Dalam memulai usaha terkadang banyak sekali kegamangan antara produk dulu atau pasar dulu, nah di sini nanti akan kita bahas secara praktis dan singkat saja.

Berikut 5 unsur Strategi Pemasaran , khususnya tips bagi pemula:

Baca selengkapnya

Marketing : 5 Bentuk dasar Promosi bagi orang awam

Dalam promosi yang gencar dan terstruktur rapi maka biasanya ada perencaaan yang matang dan disesuaikan dengan segmen, agar promosi menjadi efektif dan sesuai sasaran. Selain media yang gunakan maka substansi atau materi dari iklan harus ditentukan dengan baik.

Hal ini lah yang kadang perlu diskusi strategis antara marketing, produksi, PR dan keuangan. Namun jika anda seorang pengusaha yang mempunyai kewenangan penuh terhadap bidang-bidang di atas,maka akan lebih mudah dalam menentukan substansi dari bentuk-bentuk promosi. Setidaknya ada 5  bentuk substansi :

Baca selengkapnya

Toko online : Pentingnya Segmentasi dalam toko online

Tidak terlalu muluk2 kok jika pengusaha toko online itu memikirkan segmentasi dalam usahanya, jangan berpikir segmentasi itu sulit.

Tujuan segmentasi pasar adalah menyesuaikan kemampuan usaha toko online dengan kebutuhan sekelompok masyarakat agar timbul nilai komersial yang saling menguntungkan. Misal jika ada jualan obat rematik, obat sakit punggung, obat uban, tentu utamakan segmen orang tua, sehingga mulai dari brosur, desain, kalimat2nya memang untuk orangtua. Tidak salah jika anda bikin ribuan brosur lalu dibagi ke ribuan anak SMP dan SMA, itu tidak salah tetapi efektifitasnya rendah, sehingga sebaiknya memang ribuan brosur itu untuk orangtua, bisa di Kantor Taspen?Pensiun, rumah sakit  masyarakat menengah/Puskesmas, Joging Minggu pagi  dll. Ibarat kasarnya yg namanya segmentasi itu, tidak jika mau menjual mobil Jaguar atau Mercedez Benz dengan membagi brosur iklan ke SMP atau media sekolah SMP.

Baca selengkapnya

Toko Online : Strategi memasarkan toko online bagi pemula

Tidak harus sebuah toko online memasang baliho besar dipinggir jalan. Selain mahal juga tidak cocok dengan perilaku pengguna media iklannya. Artinya bahwa jika anda pemilik bisnis kegiatan online maka sebaiknya menggunakan sistem promosi yang juga lebih di dominasi media online, karena pertumbuhan jumlah domain yang semakin tinggi hingga milyaran domain/subdomain maka semakin susah masyarakat menghafal domain satu persatu. Sehingga solusi efektif adalah lebih kepada meningkatkan teknik link building, untuk menguatkan kekuatan baik dengan meningkatkan submission di social bookmarking, direktori, atau komunitas market place. Tidak harus dengan membabi buta melakukan promosi di web iklan gratis, karena banyak web iklan gratis yang justru kunjungan dan efektifitasnya minimal, sekedar uji ada dan tanpa nilai bisnis yang pasti.

Baca selengkapnya

Strategi Bisnis Toko Online : 3 langkah positioning web toko online dalam komunitas online.

Dalam  3 bulan ini banyak sekali email dan sms yang masuk ke saya berkenaan dengan pertanyaan bagaimana promosi toko online.  Secara umum tentu pertanyaan seperti ini harus dijawab dalam forum interaktif, jika via email, masih banyak terjadi multipersepsi. Namun tidak salahnya saya sampaikan sesuatu yang ringan dahulu tentang pemilahan target promosi toko online.

Sesuatu yang bersifat online maka kecenderungannya juga lebih sulit untuk dicari kembali jika tidak diformat secara khusus,  karena ketika toko offline bisa melekat pada lokasi yang pasti, misal pusat Toko Buku Islam Amanah ada di Jalan…….. di Ibu kota Jakarta. Nah jika toko online maka tidak banyak indikator yang dapat mengarahkan pada sebuah lokasi layaknya toko offline di jalan besar. Untuk itu perlu ada 3 usaha yang ringan, antara lain :

Baca selengkapnya

Strategi Bisnis dan strategi marketing : Manfaat pameran yang vital bagi usaha

Hampir setiap hari ada pameran, dari  berbagai industri baik kerajinan, komputer, tekstile, mebel dll yang kesemuanya tentu mengedapankan strategi bisnis yang berbeda walau berada dalam satu ruangan.

Dalam pameran komputer di sebuah gedung ternama di Yogyakarta, saya mendapatkan undangan untuk diskusi interaktif. Dari diskusi ini tampak bahwa masih banyak pengikut pameran sebatas ”menjawab” dari ”penawaran” harga sewa lokasi pameran yang murah dari event organizer. Dan hebatnya mereka tidak melakukan sesuatu kecuali menunggu pengunjung membeli, dan hanya itu saja. Walau di beberapa stand tampak begitu memanfaatkan momentum pameran ini.

Strategi bisnis yang baik, tentu selalu memaksa adanya perncanaan marketing dalam masalah promosinya, terutama pameran karena pameran mempunyai manfaat antara lain :

Baca selengkapnya

Strategi marketing : Sukses bisnis dengan membangkitkan sikap sukarela masyarakat/pelanggan

Strategi marketing yang hebat maka pola dasar dari bisnisnya selalu mengarah pada pembangkitan  “sikap sukarela” dari pelanggan dan pasar. Sukarela? Kok bisa? Iya karena dengan membangkitkan “sikap sukarela” maka apapun yang perusahaan lakukan akan membangkitkan perubahan tindakan, pemikiran, dan kesan dari pelanggan dan masyarakat. Beberapa contoh dari pembangkitan sikap sukarela ini antara lain.

Ilustrasi Marketing Satu

Anda sebagai  pengusaha menciptakan strategi bisnis dengan penerapan strategi marketing dengan alat promosi yang hebat dan pemerataan yang kuat, tersebar di seluruh kota dengan jangkauan yang luas, artinya di sudut manapun ada. Namun jika masyarakat atau pelanggan anda tidak “sukarela” membaca iklan, apakah iklan itu akan bermanfaat?

Baca selengkapnya

Strategi Marketing : 5 Alasan memanfaatkan email marketing sebagai media yang murah namun efektif

Strategi marketing era tradisonal dan era internet  bukan berarti berganti eranya secara total, hanya metode dan media marketing yang bergeser seperti dahulu kala ketika promosi hanya bisa dengan suara di Radio kemudian muncul iklan suara+visual di TV. Namun memang kemasan yang disajikan untuk pelanggan haruslah berawal dari pergeseran perilaku pelanggan bukan dari kemampuan modal dan investasi kecanggihan teknologi pemilik perusahaan  saja.

Email belum disadari oleh  pelaku bisnis sebagai media yang efektif untuk menpertajam lini komunikasi bisnisnya, dan masih dianggap sebagai alat pasif saja. Kekeliruan ini yang akan saya bahas dari sudut pandang bisnis.

Baca selengkapnya

Strategi marketing & Personal selling : 5 penyebab utama penolakan membeli produk

Oleh Ipan Pranashakti (www.ipan.web.id)

Personal Selling adalah bagian dari  Strategi marketing perusahaan yang merupakan  langkah konkret dalam membangun penjualan  langsung dan bertujuan bertemu dengan masyarakat. Dalam kaitan ini sang sales atau pelaku marketing mempunyai kesempatan untuk secara langsung mengetahui sejauh mana produk atau layanan direspon secara cepat oleh masyarakat entah itu dalam bentuk penolakan atau persetujuan membeli.

Baca selengkapnya

Strategi Marketing : Pentingnya Pers dalam promosi yang segmentif (1)

Strategi Marketing. Ketika dulu banyak perusahaan takut dengan unsur pers sehingga sering terjadi pengusiran wartawan atau jurnalis, . Secara umum bileh dikatakan antipati atau skeptis terhadap unsur-unsur media masa. Namun ironinya perusahaan tersebut dalam usaha promosinya tetap menggunakan media masa sebagai media iklan, baik berupa gambar maupun teks, untuk implementasi strategi marketingnya.

Apakah media iklan tersebut 100% efektif?

Baca selengkapnya

Twitter Ipan Pranashakti

Milis Toko Online

Download Bisnis Marketing Toko Online

Konsultasi Bisnis Marketing Toko Online

Langganan Artikel Bisnis Marketing Toko Online Wirausaha

  • Langganan Artikel, Otomatis dikirim ke email Anda, isilah :