Berbicara mengenai perkembangan manajemen bisnis di era informasi, sepertinya sudah menjadi hal yang sangat menarik dibandingkan dahulu, karena persaingan bisnis saat ini, ada dalam ranah online dan offline. Bahkan bisnis yang sejatinya kecil di offline, bisa tampak besar secara online, atau sebaliknya. Bahkan bisnis yang sudah sukses di offline, tiba-tiba disalip dari bisnis sejenis, melalui ekspansi secara online. Lalu apa langkah antisipasinya? Terutama bagi yang akan memulai bisnis baru, karena berhasil melihat peluang bisnis secara singkat? Apakah karena faktor manajemen bisnis nya?

Perkembangan teknologi yang sangat cepat membuat sarana dan prasarana dalam memulai bisnis bisa dikatakan ada revolusi. terutama dalam hal menentukkan langkah awal berbisnis. Misal, dengan memanfaatkan media online, membangun bisnis bisa lebih cepat dengan modal bisnis yang minimalis, tanpa harus repot membangun gedung bertingkat, tidak harus membeli ruko milyaran rupiah.

Memulai bisnis, menjadi sangat mudah dan praktis, apalagi model duplikasinya saat ini begitu mudah, akan memunculkan model persaingan baru, baik dari dari produk setipe, atau produk pengganti, yang menggerogoti pasar. Namun banyak yang tidak disadari, bahwa bisnis tidak selalu tentang produk sajam banyak hal yang lain yang harus disiapkan. Namun bagi pemula biasanya hanya memahami 2 hal ini dalam memulai bisnis :

Pertama, membuat produk.

Dalam menangkap peluang usaha, banyak kejadian, pemula terlalu fokus dan hanya menekankan pada pembuatan produknya saja, atau fokus kemasan yang menarik saja. Ini pemahaman memulai bisnis yang cukup lemah, masih harus diberikan pemahaman pengembangan bisnis.

Kedua, Promosi tiada henti

Bagi pemulau dalam memulai bisnis, mungkin pemasaran dianggap sekedar promosi tiada henti, iklan tiada henti. Sehingga dianggapnya memulai bisnis cukup promosi dan iklan saja. Ini pemahaman memulai bisnis yang cukup rentan, bisa mengakibatkan salah langkah dalam mendekati pasar. Padahal ada perbedaan jelas antara mempromosikan dan memasarkan, bisa dibaca di Perbedaan promosi dan pemasaran

Untuk itu ketika memulai bisnis, setidaknya memamahi fase bisnis yaitu tahapan yang biasanya dilalui. Hal ini untuk melihat seberapa jauh, perjalanan yang akan ditempuh dalam menjalani bisnis.

Pertama, Memulai Bisnis
Dalam fase ini, memulai bisnis sebisa mungkin sudah memiliki gambaran secara lengkap tentang konsep awal, terutama pemasasran, misal segmen pasar, target pasar, brand, bentuk produk, kreatifiatas harga dalam persaingan awal, sistem pemasaran dan saluran/distribusi, komposisi SDM dan legalitas.

Jangan sampai memulai bisnis hanya bermodal pengetahuan tentang produk, karena bisnis juga tentang produsen dan konsumen, ditambah kondisi persaingan dan perilaku pesaing.

Kedua, Menjalankan Bisnis
Dalam fase menjalankan bisnis tentu butuh standar operasional, sehingga proses-proses bisnis yang ada sebaiknya dibuat SOP, Standar Operasional Prosedur. Manfaatnya adanya kejelasan proses, keunggulan proses dan nilai tambah dari proses yang dianggap paling cocok/hemat/pas/relevan. Misal dalam proses menanak nasi putih, di sebuah resto nasi goreng, agar antar staf sama memprosesnya, dibuatlah SOP dalam memasak nasi, karena memang keunggulannya ada di bahan nasi yang pulen untuk nasi goreng.

Menjalankan bisnis bisa dimulai dari sisi alami, apa adanya, namun jika kondisi sudah ramai, pelanggan sudah begitu banyak, maka standar operasional dibutuhkan, sehingga karyawan memiliki acuan, tidak bergerak atas pemahaman yang dia kuasai saja.

Ketiga, Mempertahankan Bisnis,
Dalam fase mempertahankan bisnis, sudah melibatkan kondisi persaingan dan perubahan pasar. Perubahan pasar artinya bisnis tidak sekedar diri sendiri, tapi berkenaan dengan agresifnya pesaing,  menjadi bagian dari yang harus dicermati. Fase mempertahankan bisnis ini identik dengan tuntutan inovasi bisnis yang mulai disiapkan, karena bisa saja himpitan dari persaingan memaksa adanya inovasi yang segera, misal dalam era informasi, promosi menggunakan media sosial, menjadi bagian yang harus dipaksakan ada, karena konsumen telah sibuk menggunakan media sosial untuk mencari segala informasi, juga tentang produk dan komentar para penggunanya.

Ada 3 hal yang ukuran kepuasaan pelanggannya dirumuskan dengan baik; Pertama, standar pelayanan, sehingga menghasilkan pengalaman pelanggan sama antar cabang, antar waktu. Kedua, value. Ya nilai yang sama, hasil dari pelayanan optimal, menghasilkan value, yaitu apa yng dirsakan pelanggan. Ketiga, perbandingan, artinya melibatkan pihak eksternal, komparasi, mengamati dan menjadikan diri sendiri/bisnis melakukan peningkatan. Tidak harus reaktif menghadapi pesaing, mungkin sekedar proaktif.

Keempat, Mengembangkan Bisnis.
Dalam proses manajemen bisnis, akan ada 2 pola, pertama proses rutin, dan proses pengembangan. Kelamahan pebisnis tradisional, mereka terlalu fokus pada aspek rutinnya, tidak berpikir untuk pengembangan. Bahkan pada pola lama ada yang berprinsip “Seperti ini ada sudah  jalan lumayan”. Padahal di era globalisasi, dari negara lain bisa saja masuk penjadi pesaing dalam kondisi yang lebih inovatif, menantang dan memberikan penawaran yang lebih disukai pasar. Untuk pikirkan aspek pengembangan ini, dan tidak harus pengembangan ini berupa penambahan modal, bisa saja dari sisi pola manajemen bisnis, yaitu jejaring, atau keterbukaan kesempatan menjalin kerjasama dengan pihak luar.

Konsep manajemen bisnis merupakan rancangan yang sebaiknnya dimatangkan terlebih dahulu sebelum memulai suatu bisnis agar dapat dimulai dengan kejelasan arah kegiatan dan berjalan dengan arah yang bertumbuh. Apa saja unsur dalam konsep manajemen bisnis? Salah satunya adalah perencanaan dan pengaturan, agar target bisnis tercapai.

Untuk memulai usaha kecil maupun besar sangatlah perlu untuk mematangkan konsep bisnis dengan memperhatikan unsur-unsur penting yang terdapat pada manajemen bisnis. Nah apa saja unsur-unsur itu ?

Pertama, jenis usaha yang jelas
Langkah awal dalam memulai bisnis adalah mengenal detail jenis usaha. Memulai merancang usaha dengan menyusun rincian produk, bentuk produk, segmen pasar, target pasar, hingga pengaturan SDM dan keuangan, bahkan dalam langkah awal sasaran penjualan produk pun harusnya begitu jelas. Hal yang sifatnya prinsip harus dilakukan agar langkah awal untuk memulai lebih terarah dan gampang diikuti.

Kedua, menentukan lokasi: offline atau online
Lokasi usaha merupakan salah satu unsur penting yang harus diperhatikan dikarenakan lokasi mempengaruhi seberapa orang akan mengenal bisnis ini, jika ini berpikir pada sisi bisnis full offline, belum masuk pada online. Prinsip dalam menentukan lokasi, jika lokasi mudah dilihat ribuan orang perhari, sama halnya lokasi itu memiliki kekuatan promosi otomatis, karena mudah dilihat dan dikenali, karena faktor lokasi yang strategis. Namun, yang perlu diperhatikan, pemilihan lokasi tidak hanya mengacu pada ramai atau tidaknya lokasi tersebut namun sebaiknya lokasi bisnis juga  disesuaikan dengan target yang akan dibidik.

Ketiga, persaingan
Persaingan tidak selamanya menakutkan, karena bisa saja langkah agresif pesaing justru mengedukasi pasar, tentang produknya, yang kebetulan memang sejenis dengan produk yang kita miliki. Kenapa pesaing menjadi momok yang selalu menghantui para pebisnis? Hal ini diawali dari ketakutan, kekagetan dan ketidakmampuan mengukur kemungkinan yang akan terjadi. Tidak dapat dipungkiri akan selalu ada pesaing dalam tiap kegiatan bisnis namun dengan strategi yang dibuahkan dari manajemen bisnis  yang matang,  pesaing bisa digunakan sebagai pilihan kepada masyarakat, dan ukuran bahwa terbukti kita lebih baik, lebih berkualitas. Namun keberadaan pesaing, membuat kita harus rajin menganalisis pesaing mencari kekurangan pada bisnisnya dan menjadikan kekurangan  tersebut sebagai penyempurna produk kita.

Keempat, rencana pemasaran
Banyak sekali pemula dalam bisnis yang masih keliru memahami taktik pemasaran dengan strategi pemasaran. Bahkan ketika merencanakan strategi pemasaran, tidak sadar yang disusun adalah tatkik pemasaran. Sehingga ini perlu diselaraskan. Rencana pemasaran tidak sama dengan rencana promosi, rencana iklan. Posisi strategi pemasaran lebih luas daripada promosi, iklan. Pemasaran sejatinya bagaikan busur yang menancapkan persepsi kepada pelanggan. Misal persepsi: termurah, terkuat, paling awet.

Banyak kejadian ketika mengatakan menyusun rencana pemasaran, sejatinya Cuma upaya memperkenalkan produk semata. Memasarkan produk sekarang ini sudah sangat mudah dikarenakan kemajuan teknologi yang sangat cepat. Memasarkan produk dengan memperhatikan target pasar terlebih dahulu sangat dianjurkan agar pemasaran tepat sasaran.

Pemasaran dalam manajemen bisnis, memiliki target yaitu persepsi positif di konsumen, dan persepsi khusus, misal terkuat, paling bandel, paling tangguh dan lain sebagainya.

Kelima, berinovasi dan menjaga kualitas produk
Kualitas produk yang dihasilkan sangatlah penting untuk pertahankan agar para konsumen tetap puas. Konsumen yang puas akan menjadi konsumen yang setia. Namun perlu juga dilakukan inovasi pada produk agar konsumen tidak bosan tapi tetap ingat untuk mempertahankan kualitas produk. Inovasi yang dilakukan sebaiknya berbeda dengan para pesaing agar inovasi tersebut menjadi ciri khas produk usaha kita dan akan lebih baik jika produk tersebut hanya bisa didapatkan ditempat kita.

Keenam, evaluasi
Evaluasi  dalam penerapan manajemen bisnis sangatlah penting. Siklus dari manajemen bisnis, dimulai dari perencanaan, implementasi, audit /evaluasi dan tindak lanjut dari hasil audit /evaluasi. Audit dan evaluai dua hal yang berbeda dalam manajemen bisnis, namun timingnya bisa bersamaan. Prinsip dari proses audit dan evaluasi adalah menemukan peluang perbaikan, meskipun terkadang juga menemukan penyimpangan, tapi mindset yang dibangun adalah peluang perbaikan. Dengan melalukan evaluasi akan sangat membantu pelaku usaha untuk meminimalisir tingkat kerugian dikarenakan kesalahan teknis, proses dan human error,n Manajemen bisnis yang tepat akan membawa usaha menjadi lebih mudah untuk dilakukan. Usaha yang akan dimulai maupun yang sudah dijalankan akan lebih teratur dan terarah sehingga target dan tujuan usaha akan lebih cepat tercapai. Konsistensi dan kegigihan akan menyempurnakan manajemen bisnis yang telah disusun.