Kenapa iklan harus belajar dari pendahulu & pesaing

Kalimat di atas, sebagai judul ‘Kenapa iklan harus belajar dari pendahulu & pesaing’, saya artikan dahulu agar tidak timbul persepsi yang salah. Jadi dalam perjalanan waktu  kita kadang tidak memiliki pengetahuan dasar dalam menyusun iklan, sehingga memiliki pengertian yang sempit bahwa iklan yang penting desain keren, video modern megah, gambar heboh, koran termahal dll

Yang perlu diingat dalam menyusun iklan adalah berkenaan dengan seberapa kuat konsumen akan melihat iklan itu sebuah ‘informasi sakti’  atau ‘informasi bermanfaat’. Yah dalam menyusun iklan perlu 2 hal itu, meski kedua adalah kalimat yang saya buat sendiri, silahkan pembaca tafsirkan kembali, namun dari sisi pengertian bawah jangan sampai ‘iklan’ Anda hanya menjadi sampah di benak konsumen, meski dibangun dengan biaya puluhan juta.

Lalu apa yang perlu disadari dari iklan tersebut berkenaan dengan cara menyususn iklan berdasar pendahulu atau pesaing juga? karena pada dasarnya setiap konsumen akan memiliki reaksi berbeda atas sebuah iklan, karena dipengaruhi oleh :

  • Afeksi, yaitu perasaaan yang dalam hal ini, iklan kadang diharapkan menggunakan pendekatan emosional yang bisa membuat beberapa reaksi positif, karena pada dasarnya iklan akan mempengaruhi perasaaan konsumen
  • Kognitif, yaitu konsumen menilai, memberikan penilaian berdasar atas iklan saat ini, dan iklan sebelumnya, juga atas dasar informasi dari non iklan yang diterimanya. Penilaian ini mempengaruhi  sikap terhadap sesuatu yang diiklankan tersebut.

JIka digabung maka konsumen akan memiliki perasaaan dan penilaian dari sebuah iklan, dengan menggunakan aspek pribadi, yang setiap individu memiliki reaksi yang berbeda-beda. Namun pada dasarnya konsumen akan meng evaluasi atas merek itu, kemudian memasukkannya kedalam benak pikiran.

Dari sisi Afeksi atau perasaaan, maka ada beberapa yang bisa timbul :

  1. gembira, misal dalam sebuah iklan yang menggambarkan sebuah merek mendapatkan penghargaan khusus karena terbukti produknya  terbaik dan memberi dampak nyata kepada pemakainya, misal dalam produk susu anak, vitamin anak, maka orangtua merasa gembira apa yang dipilih untuk anaknya ternyata dapat pengakuan dari dunia/nasional dalam beberapa kriteria
  2. lucu, misal dalam iklan Jarum 76, ada tokoh fiktif/rekayasa tentang JIn dan Manusia, yang pada iklan ini, Jin bisa mewujudkan semua keinginan manusia lugu itu. Atau iklan dengan beberapa pelawak dengan iklan komedi yang membuat suasana pemirsa jd lebih kendor, lebih rileks, karena lucunya iklan tersebut
  3. takut, biasanya iklan yang memberikan edukasi di faktor kesehatan, misal bahaya makanan KIMIA, dalam iklan makanan organik. Ada lagi edukasi tentang SUSU yang ditambahi PEMANIS buatan, padahal itu beresiko terhadap si Anak.
  4. bangga. misal iklan sebuah motor yang dalam iklan dipakai tokoh dunia ternama. sehingga pembeli motor tersebut merasa bangga, atau sebaliknya, sebelu membeli merasa bangga, bahwa pilihan motor yang akan dipilih untuk dibeli adalah merek terpercaya, tebukti dipuji tokoh dunia, dalam halini contoh iklan MOTOR YAMAHA dengan tokoh Pembalap Valentino Rossi dan Lorenzo
  5. dll dll hingga ada 11 reaksi

Sehingga dari sinilah, bahwa iklan zaman sekarang bisa sangat menguras EMOSI pembacanya, bisa mengodak aduk logika pemirsanya. Misal iklan sebuah sabun mandi yang membuat anak2 satu komplek perumahan berprestasi karena jaranga bolos sekolah karena sakit. Kenapa jarang sakit? karena mandi menggunakan sabun tersebut yang bisa membasmi kuman di tubuh si anak, sehingga sehari-hari tetap sehat. Karena pada dasarna kreatifitas pembuat iklan ini sadar bahwa iklan sabun mandi yng menjelaskan tentang wangi, tentang kulit putih, tentang anti bakteri sudah cukup banyak, namun tidak menghubung-hubungkan dengan prestasi sekolah, itulah masalahnya.

++ saya tulis artikel ini di dinihari, sambil membuat iklan utk sebuah usaha fashion, dari pihak lain, saya coba gunakan penggugah rasa yg tepat ke konsumen, agar MEMORI yang ada di benak konsumen atas produk2 sebelunya bisa terkoreksi karena edukasi yang kuat dalam pesan-pesan iklan ini nanti ++

Tulisan menarik lainnya

Tentang penulis : Ipan Pranashakti

Praktisi bidang online marketing, marketing era digital, menekuni bidang online sejak 1998, Lebih dari 70 kali menjadi narasumber seminar/workshop/talkshow di berbagai kota di Indonesia, dengan lingkup materi Strategi menangkap peluang usaha offline dan online, Strategi Marketing, SEO, Social Media Optimization, Toko Online+Ecommerce, Netpreneur, Kewirausahaan. ------------------------------------------------------ Contact Person : 0815 787 22222 ( SMS Only) Email : ipan999@yahoo.com

2 Komentar

  1. Inspiratif sekali dan bermanfaat untuk dijadikan bahan acuan memilih tema iklan untuk menarik perhatian

  2. Terima kasih pelatihan ini bermanfaat sekali. Agar strategi pemasaran nya semakin bagus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sebelumnya mohon isi perhitungan berikut. * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.