Ketika iklan Anda tidak mampu menstimulasi lagi

Logika sebuah iklan adalah merangsang individu untuk memilih, mengumpulkan informasi, menjterjemahkan pesan dengan logika masing-masing orang. Yah itu prinsip dasar dari sebuah iklan ketika dihadirkan kepada khalayak umum, masih ada sifat individual di awalnya, walaupun nantinya pastilah ada perkembangan yang menimbulkan persepsi kolektif, meski hanya dalam lingkup keluarga, sekola, kuliah  dan group.

Kembali kepada rangsangan iklan kepada individu maka yang harus diperhatikan sejauh mana itu bisa menempus lapisan-lapisan memori dari manusia. Secara umum dan awam dapat digambarkan bahwa ketika iklan itu diterima oleh indera manusia yang disebut sensory receptor. maka informasi yg diterima akan ditampung itu menjadi stimulus, rangsangan-rangsangan sensory input.

Dalam perjalanannya kemudian semua itu akan menjadi perhatian, jika memang ada kecocokan informasi yang diterima, maka perhatian-perhatian itu akan menjadi sebuah persepsi, namun persepsi yang diterima dari banyak nya iklan itu akan berbeda diterima oleh setiap individu, karena informasi iklan yang sekilas itu akan digambarkan dengan logika masing-masing inddividu yang menerimanya.

Misal saya gambarkan secara pribadi, ketika ada iklan pembalut wanita yg memberikan terobosan dari faktor anti kanker rahim, maka bagi pria, iklan-iklan  itu akan memiliki dampak gambaran persepsi yg berbeda-beda di benak individu, misal antara pria yang masih remaja, pria sudah memiliki istri, atau pria yang berprofesi sebagai dokter kandungan, bisa di tes atas sebuah iklan yang sama namun memiliki hasil  gambaran di benak konsumen, dalam bentuk yg berbeda.

Sehingga dari sini perlu diberikan garis merah, sebelum membuat iklan, beberapa hal perlu dipertimbangkan, jika dalam ulasan sy pribadi sbb

  1. Tentukan audience dari iklan tersebut
  2. Tentukan tujuan iklan
  3. Tentukan pesan-pesan yang sempit maknanya agar mudah diingat, jangan konsumen distimulasi dg 100 informasi dalam sebuah iklan tentang detil produk tersebut, tidak akan masuk semua informasinya.
  4. Tentukan media yang bisa begitu dekat dengan audience ini.
  5. Tentukan momentum, dalam hal ini menurut sy momentum lebih tinggi levelnya dari sekedar waktu/timing dalam iklan.
  6. dan seterusnya

Dalam 1 bulan ini saya menyaksikan ketika ada sebuah toko baru di bidang barang pelengkap pariwisata, di area komplek pariwisata, maka ketika toko itu menawarkan  5%  bagi pengantar ke toko itu misa tukang becak, taksi, andong, guide dan sopir rental wisata, maka makna “5%” tidak begitu menjadi stimulasi dan perhatian khusus, karena pada toko yang ada sebelumnya dengan jenis produk yg sama, menawarkan 10 sd 30% komisi.

Begitu juga ketika ada sales motor yang menawarkan kendaraan dengan kecepatan  tinggi hiingga 120km/jam, kepada pembalap, mungkin stimulasi itu tidak begitu menarik, karena motor yang dipakainya setelaj modifikasi mampu lari 180km/jam.

Makna dari tulisan ini adalah, pentingnya dipikirkan kembali apakah iklan kita mampu dengan benar dan tepat menstimulasai, dan menjadi stimulus, perhatian konsumen,kemudian menjadi perhatian mereka secara individu dan kelompok, atau hanya sekedar informasi yang tidak dianggap penting dan lewat begitu saja. itula pentingnya riset, observas pasar, dan ketepatan media.


strategi bisnis

5 Tulisan terbaru

  • Komentar

    Ingin menanggapi?




    Semua tanggapan akan diperiksa dahulu oleh Ipan Pranashakti, jika spam comment dan spam link, maka akan dihapus permanent


    Sebelumnya mohon isi perhitungan berikut. *

    Bisnis & Marketing

    Langganan Artikel Bisnis Marketing Toko Online Wirausaha

    • Begitu ada artikel baru, Anda dapat email pemberitahuan