Marketing :Tingkatkan omzet dari model produk yg bergaya

Tulisan ini terinspirasi dari ingatan sy tetang konsep General Motor dalam meningkatkan penjualan dibidang mobil. Yang  jika boleh saya gambarkan secara pribadi, bahwa ketika produk kita sudah masuk pasar dengan penjualan  yang sudah cukup bagus, tentu ada satu lini dimana muncul keinginan untuk meningkatkan penjualan, nah dalam paparan ini belajar dari konsep GM tadi, bahwa jika produk standar saja sudah bisa bagus dalam pasaran maka jualah produk yang tujuannya untuk kesan kemewahan dan gaya.  Kalau melihat di Indonesia sendiri, ini juga diterapkan di persaingan industri motor kita, yang awalnya Honda bermain dengan motor  100cc, dengan fasilitas standar mulai dari Astrea Prima, Grand, Impresa, Legenda, Supra , Revo kemudian dikembangkan ke CBR 150 dan 250cc yang harganya cukup fantastis, dari produk  100cc yng belasan juta ketika di CBR sudah melesat di 30jutaan lebih. Namun persepsi produknya yang dibangun benar-benar mengejar gaya, sehingga bentuk motornya pun sangat stylis, layakanya motor balap dunia, padahal kita lihat apakah cukup memungkinkan jalanan di Indonesia yang tidak begitu terawatt baik untuk menyalurkan power dari CBR 250cc?  Ada, namun tidak semua jalanan yang dilalui layak untuk performa 250 cc, apalagi jalan dikota besar, belum memasuki perseneling 5 sudah ketemu  traffic light.

Nah, jika saya memaparkan dalam konsep dasarnya dengan beragam produk maka hal ini bisa diterapkan dengan mengembangkan faktor

  1. Produk standar yg ada saat ini, apakah mungkin dikembangkan menjadi sebuah lompatan, bukan soal kualitas yang ditingkatkan, tapi kesan mewah dan stylisnya. Inget, bukan soal kualitas, tapi soal harapan dalam bergaya.
  2. Produk standar yang memang membidik target pasar secara mayoritas, bisa kah dikembangkan untuk menbidik target pasar yang sempit namun memilik daya beli yang tinggi? Berapa motor Kawasaki 600cc di pasaran, bisa lebih dari 40juta, senilai mobil bekas layak pakai, tapi jika memakai mobil bekas yg sudah agak kuno, kesan MEWAHnya tidak terbangun, namun meski motor KAWASAKI namun karena kelasnya mewah maka pemakai pun ingut terbangun.
  3. Produk standar yang awalnya fokus kepada keterjangkauan harga, diubah menjadi konsep produk LENGKAP,  sepertinya dahulu  kal a ketika membuat rumah dibangun sendiri, kemudian pesan ini itu untuk rumah sendiri, saat ini modelnya paket lengkap, membeli rumah sekaligus  lingkungan yang ada kolam renang, rekreasi, sekolah anak, taman bermain. Dahulu kala orang membeli motor standar kemudian mati-maatian dimodifikasi, saat ini justru produsen motor mengeluarkan produk yang lengkap dengan kesan racing, mulai dari velg, knalpor, speedometer, suara, performa dll
  4. Produk standar dengan garansi dan jaminan yang minim, dikembangakan ke produk mewah dengan  garansi dan jaminan yang lebih luas dan lama. Ketika orang membeli mobil Toyota Camry senilai 500juta ke atas, ketika dalam bulan ke 3 menyerempet pagar, cat lecet, maka tinggal dibawa ke dealer maka perbaikan gratis, ketika suatu saat suspensi dirasa tidak nyaman lagi, keras dan getar bisa mintakan kembali pengganti, padahal sy amati suspense itu seharga 8 jutaan, sudah 3 kali minta ganti tanpa biaya. Dll
  5. Promosi dengan model berbeda, saya menganggap ini sebagai komunikasi pemasaran yang inovatif, artinya jangan diartikan sekeder beda dari sebelumnya saja, bukan Cuma itu tetapi ada kesan bahwa iklan yang baru menunjukan sisi estetika  terhadap produk yang ditawarkan beda kelasnya.  Ada iklan motor Suzuki yang masih kental  dengan iklan SI GESIT IRIT, tapi ada produk pengembangan yang mengesankan motor bergaya BALAP tangguh dan SANGAT RESPONSIF di jalanan, sehingga kesan motor irit dengan motor kencang itu sesuatu yg berbeda dan berlawanan persepsinya
  6. Masih banyak sebenernya tapi itu dulu, saya tulis ini dinihari, sehingga sedapatnya saja.namun tetap tidak mengurangi kesan edukasinya,.

Ok, terimakasih sudah berkunjunga ke web saya, Ipan pranashakti

Tulisan menarik lainnya

Tentang penulis : Ipan Pranashakti

Praktisi bidang online marketing, marketing era digital, menekuni bidang online sejak 1998, Lebih dari 70 kali menjadi narasumber seminar/workshop/talkshow di berbagai kota di Indonesia, dengan lingkup materi Strategi menangkap peluang usaha offline dan online, Strategi Marketing, SEO, Social Media Optimization, Toko Online+Ecommerce, Netpreneur, Kewirausahaan. ------------------------------------------------------ Contact Person : 0815 787 22222 ( SMS Only) Email : ipan999@yahoo.com

1 Komentar

  1. terimakasih mas Ipan, artikelnya sangat2 menarik dan membantu saya, namun ada beberapa hal yang mau saya tanya nih ke mas ipan.
    saya sekarang ini bekerja menjadi seorang marketing, dimana sebelum-sebelumnya saya bekerja di bagian produksi sebuah produk fashion dan sekarang saya di tugaskan di perusahaan yang berbeda untuk menjadi seoarang marketing yang kebetulan juga di bidng fashion, kebetulan kita mempunyai sistem market keagenan dan juga reseller serta kita juga mempunyai outlet sendiri, kiranya mas Ipan punya masukan buat saya mengingat saya masih awam di bidang marketing, kira2 langkah pertama apa yang mesti saya lakuin mas untuk mendongkrak strategi penjualan dan branding agar produk kita di kenal?? serta mungkin mas Ipan punya referensi bacaan untuk saya dengan senang hati saya pasti akan membacanya. terimakasih mas sebelumnya di tunggu masukan baiknya … salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sebelumnya mohon isi perhitungan berikut. * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.