Strategi Marketing dan Kewirausahaan : Seni Menjual dengan hati

Dalam tinjauan strategi marketing, semua orang bisa menjual, namun tidak semua orang mampu menjual semua barang dagangan atau produknya secara utuh. Karena memang dalam seni menjual atau teknik menjual, bahwa kesalahan umum salesman salesgirl, lebih berfokus terhadap kuantitas atau pemenuhan target.

Harapan besar seorang marketer atau salesman/girl mampu menjual setinggi-tingginya mencapai impiannya. Sedangkan tuntutan konsumen atau pelanggan berbeda, sehingga perlu menyamakan persepsi.

Secara filosofi seni menjual sebenernya bukan milik sekumpulan pebisnis, divisi marketing, salesman/girl dll. Seorang Inul Daratista adalah seorang penjual, dengan penampilannya di atas panggung. Seorang pengisi seminar, sedang berjualan dengan cara berfikir dan pengalamannya, tentu sang pengisi seminar juga berharap akan dipanggil kembali mengisi.

Berarti menjual dan seni menjual adalah milik banyak orang dan lapisan.

  1. Jangan terlalu fokus pada produk anda saja, pikirkan juga kesesuain harga, manfaat, dampaknya terhadap setiap pelanggan agar waktu dan kesempatan menjadi efisien.
  2. Kuasai produk-produk sejenis dari pesaing baik dari sisi kelebihan dan kelemahnnya, namun sisi kelemannya tidak untuk disebarluaskan, hanya untuk dapat masuk ke hati konsumen yang pernah memakai produk pesaing
  3. Cobalah untuk membuka “strategi komunikasi” dua arah, komunikasi adalah jiwa dari fungsi-fungsi marketing dan penjualan namun hendaknya semangat mempengaruhi dan membujuk didahului dahulu dengan awalan untuk menunjukkan kedekatan dan keramahan kepada calon pembeli. Jangan pancing pemberontakan dari calon pembeli karena muncul paksaan dari anda.
  4. Dalam seni menjual yang matang, penjual melakukan proses membujuk/merayu untuk membeli hanya ‘satu bagian’ dari misi sesungguhnya, yaitu membangun komunikasi untuk dapat lebih memberikan ruang promosi. Sehingga janganlah terpaku pada niatan untuk menyampaikan gempuran kata-kata penjualan saja, harus ada rangkaian kata promosi, persepsi, dan pembangunan reputasi.
  5. Temukan secara perlahan bahwa kehadiran anda untuk menjual adalah bagian dari pengatasam masalah atau kebutuhan pelanggan. Sehingga ketika setelah terjadi kesepakatn jual beli jangan lupa bahwa anda perlu memberikan kedekatan baik sosial, kekeluargaan, dorongan/motivasi dll, walau hanya sekejab. Raih hatinya dahulu.
  6. Pastikan adanya komunikasi jaminan atau garansi dalam setiap transaksi untuk menguatkan kepastian layanan paska transaksi, untuk meningkatkan rasa tenang dari calon pembeli. Tenang tidak kawatir, gelisah dan ragu.

Penjual yang hanya berpikir untuk melakukan penjualan dan lari dari kedekatan hati dengan pelanggan tanpa mampu masuk ke benak pelanggan maka akan menyulitkan diri untuk mengembangkan usaha/penjualan pada waktu mendatang.
Pada tulisan berikutnya akan saya tuliskan lebih banyak lagi untuk selain seni menjual dengan hati ini.

Sukses selalu.


strategi bisnis

5 Tulisan terbaru

  • Komentar

    Komentar di tutup.

    Bisnis & Marketing

    Langganan Artikel Bisnis Marketing Toko Online Wirausaha

    • Begitu ada artikel baru, Anda dapat email pemberitahuan