Dulu, orang memilih tempat liburan dari brosur, iklan majalah, atau cerita kerabat. Kini banyak calon wisatawan memulainya dari layar ponsel: menggulir foto pantai, video kuliner, dan ulasan penginapan sebelum memutuskan berangkat. Di antara media sosial yang ada, Instagram menjadi salah satu yang paling berpengaruh, dengan lebih dari satu miliar pengguna aktif bulanan.

Penelitian Maitrayee Shetye dan Rashmi Sreejit Nair dari D.Y. Patil University, Navi Mumbai, di Academy of Marketing Studies Journal (2025) menelaah bagaimana Instagram dipakai untuk mempromosikan perjalanan dan pariwisata. Mereka mewawancarai influencer, pemilik bisnis wisata, dan pakar industri. Artikel ini merangkum temuannya agar mudah diterapkan oleh pelaku usaha wisata, pengelola desa wisata, dan pemasar.

Mengapa Instagram Cocok untuk Promosi Pariwisata

Pariwisata menjual pengalaman, dan pengalaman paling mudah disampaikan lewat gambar dan video. Menurut penelitian ini, sifat visual Instagram yang dipadukan dengan fitur interaktif menjadikannya media yang ideal untuk memperkenalkan destinasi, layanan, dan informasi perjalanan. Foto dan video berkualitas dapat membangkitkan emosi dan keinginan untuk berkunjung. Studi yang dikutip makalah ini juga menyebut konten visual berpengaruh besar pada persepsi dan keputusan wisatawan.

Sektor wisata sendiri luas, mencakup transportasi, akomodasi, makanan dan minuman, serta hiburan. Banyak orang juga meluangkan waktu untuk meriset sebelum bepergian, sehingga media sosial berperan penting sebagai sumber referensi. Sebagai gambaran, makalah ini menyebut sekitar 35 persen keputusan perjalanan dipengaruhi hasil di Instagram, meski angka ini disampaikan tanpa rincian sumber sehingga sebaiknya dibaca sebagai indikasi umum.

Fitur Instagram yang Mendukung Promosi Wisata

Beberapa fitur yang dibahas dalam penelitian ini:

  • Stories, Reels, dan IGTV.Memberi format beragam untuk bercerita, dari cuplikan singkat sampai dokumentasi perjalanan. Interaksi dan keterlibatan pengguna meningkat dengan format ini.
  • Tagar dan geotag.Membantu orang menemukan lokasi, terutama tempat yang belum banyak dikenal.
  • Akun bisnis dan fitur belanja.Memungkinkan pelaku usaha menampilkan detail usaha dan mengelola interaksi dengan calon pelanggan.
  • Alat iklan bertarget.Membantu merek menjangkau audiens yang tepat dengan upaya yang relatif ringan.
  • Polling dan stiker interaktif.Cara sederhana mengajak audiens berpartisipasi dan menjaga eksposur.

Peran Influencer dalam Pemasaran Wisata

Influencer perjalanan sering membagikan pengalaman langsung dan ulasan destinasi. Penelitian terdahulu yang dikutip menunjukkan pemasaran lewat influencer di Instagram menghasilkan kepercayaan dan keterlibatan lebih tinggi daripada konten buatan merek. Alasannya, cerita pribadi terasa lebih autentik dan relevan bagi pengikutnya.

Penelitian ini juga menyinggung peran tokoh berpengaruh (key opinion leader) dalam membangun kesadaran, termasuk tentang keberlanjutan. Influencer dengan pengikut besar dapat membentuk tren dan preferensi perjalanan, sehingga kolaborasi dengan mereka menjadi strategi umum bagi bisnis wisata.

Metode Penelitian Singkat

Para peneliti memakai pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan lewat wawancara mendalam semi-terstruktur dengan narasumber yang dipilih secara purposif: influencer, pemilik atau manajer bisnis wisata, dan pakar industri. Jumlah narasumber ditentukan berdasarkan saturasi data, yaitu berhenti ketika wawancara baru tidak lagi memberi wawasan tambahan. Analisis memakai kerangka tematik Clarke dan Braun, dan temuan divalidasi lewat member checking.

Lima Manfaat Instagram bagi Bisnis Wisata

1. Keterlibatan Audiens Meningkat

Pariwisata adalah industri yang cukup khusus. Pemasaran tradisional sulit menjangkau banyak orang sekaligus, dan interaksi dengan calon pelanggan terbatas. Narasumber menyebut Instagram membuat jangkauan jauh lebih cepat dan mudah. Mereka juga bisa menjawab pertanyaan calon klien lewat fitur sederhana dan menampilkan semua detail usaha lewat akun bisnis. Antarmukanya yang mudah dipelajari membuat siapa pun bisa langsung memakainya.

2. Visibilitas Lebih Luas

Foto, Reels, dan polling membantu bisnis tetap terlihat dan tidak tertinggal tren. Pelaku usaha dapat mengabarkan perjalanan terbaru dan jadwal tur mendatang, sehingga kehadiran mereka terjaga. Tagar yang tepat, keterangan foto berisi kata kunci, dan pengaturan lanjutan membantu menjangkau audiens lintas negara. Narasumber mengaku dulu media iklan mereka kurang efektif menjangkau banyak daerah, sedangkan kini jangkauannya jauh lebih luas.

3. Penjualan Tumbuh

Narasumber melaporkan banyak pertanyaan masuk yang berhasil dikonversi menjadi prospek. Mereka menyebut peningkatan penjualan setelah usahanya hadir di Instagram, dan platform ini dianggap membantu menutup dampak pandemi COVID-19. Perlu dicatat bahwa klaim ini bersifat persepsi dan tidak disertai angka.

4. Hemat Biaya

Memposting konten di Instagram gratis. Pemula dapat mulai hanya dengan mengunggah foto dan video, tanpa investasi besar dan tanpa prosedur rumit. Pada tahap awal, platform ini membantu membangun kehadiran di pasar tanpa modal iklan, dibandingkan masa lalu ketika beriklan lewat media lain membutuhkan biaya cukup besar.

5. Efektif untuk Kabar Cepat

Perubahan jadwal, promo mendadak, atau pengumuman penting dapat disampaikan seketika. Sebelum ada media sosial, memberi tahu banyak orang tentang pembaruan terbaru jauh lebih sulit dan lambat.

Dua Tantangan Utama

Kehabisan Ide Konten

Pembuat konten dituntut selalu menghadirkan sesuatu yang baru agar audiens tidak bosan. Narasumber mengaku sesekali mengalami kebuntuan kreatif, terutama di musim sepi wisata ketika tidak banyak hal baru yang bisa dibagikan. Risiko lainnya, audiens jenuh bila bentuk pemasarannya itu-itu saja.

Sulit Mengikuti Tren

Tren media sosial berubah cepat, dan mengikutinya sambil tetap fokus pada strategi sendiri tidaklah mudah. Narasumber khawatir bila tidak mengikuti tren, mereka bisa kehilangan pengikut. Karena itu, memahami platform dengan baik sebelum menggunakannya secara serius sangat penting.

Selain dua hal itu, makalah menyinggung algoritma Instagram yang terus berubah dan memengaruhi jangkauan konten, serta persaingan ketat yang menuntut inovasi berkelanjutan. Upaya ini memakan sumber daya dan tidak selalu memberi hasil instan.

Strategi Praktis untuk Pelaku Usaha Wisata

Dari temuan di atas, berikut langkah yang bisa dicoba:

  1. Gunakan akun bisnis.Manfaatkan tombol kontak, informasi usaha, dan fitur analitik.
  2. Optimalkan bio dan nama akun.Cantumkan kata kunci seperti jenis wisata dan lokasi.
  3. Tampilkan visual terbaik.Foto dan video berkualitas tinggi dengan cerita singkat yang menggugah.
  4. Padukan berbagai format.Gunakan Reels untuk jangkauan, Stories untuk kabar harian, dan carousel untuk itinerary.
  5. Pasang tagar dan geotag yang relevan.Ini membantu destinasi yang belum populer lebih mudah ditemukan.
  6. Balas pertanyaan dengan cepat.Respons yang sigap mengubah penonton menjadi pelanggan.
  7. Bangun kolaborasi.Libatkan influencer atau kreator lokal yang sesuai dengan karakter destinasi.
  8. Siapkan kalender konten.Rencanakan unggahan, termasuk ide khusus untuk musim sepi, seperti cerita di balik layar, tips perjalanan, dan ulasan tamu.
  9. Evaluasi rutin.Pantau konten mana yang paling banyak dilihat dan disimpan, lalu sesuaikan.

Penelitian ini bersifat kualitatif dan narasumbernya adalah orang-orang yang sudah aktif memakai Instagram, sehingga pandangan mereka cenderung positif. Makalah tidak merinci jumlah maupun profil narasumber, dan klaim kenaikan penjualan tidak disertai data kuantitatif. Dengan demikian, temuannya lebih tepat dibaca sebagai gambaran pengalaman pelaku industri daripada bukti yang dapat digeneralisasi ke seluruh sektor pariwisata.

Para penulis mengusulkan beberapa topik lanjutan: dampak fitur baru seperti algoritma berbasis AI, filter augmented reality, dan fitur belanja terhadap pemasaran destinasi; peran micro-influencer dalam mempromosikan destinasi yang belum dikenal dibanding macro-influencer; penggunaan Instagram untuk mendorong praktik wisata ramah lingkungan; serta pengaruh jangka panjang kampanye Instagram terhadap pilihan destinasi wisatawan yang sebenarnya.

Instagram telah menjadi platform penting bagi promosi pariwisata berkat tampilan visualnya, jangkauan luas, dan kemampuannya mendorong interaksi. Bagi pelaku usaha wisata, terutama yang bermodal terbatas, platform ini membuka akses ke pasar yang lebih luas dengan biaya rendah. Keterlibatan audiens, visibilitas, penjualan, efisiensi biaya, dan kecepatan informasi adalah keunggulan yang dirasakan para narasumber.

Namun keberhasilan tidak datang otomatis. Konten harus segar, autentik, dan mengikuti perkembangan tren serta algoritma. Bagi pelaku wisata di Indonesia, mulai saja dari langkah sederhana: rapikan akun bisnis, unggah visual terbaik secara konsisten, jalin interaksi dengan calon pengunjung, dan siapkan rencana konten agar tetap kreatif sepanjang tahun.