Pengguna TikTok secara global pada Juli 2025, sekitar 1,94 miliar menurut We Are Social dan Meltwater. Namun secara umum, pengguna Tik Tok pada 2025 masih dibawah Facebook, yang mencapai 3 milyar pengguna. Facebook masih menjadi pemimpin dalam jumlah pengguna aktif bulanan secara global. Setelah Facebook, ada YouTube pengguna lebih dari 2,8 Miliar. Namun dalam hal peningkatan, TikTok cukup memiliki prospek, karena pada oktober 2023 masih 1,75 Milyar pengguna, ada peningkatan 13,7% sampai Juli 2025.
Dalam era digital saat ini, media sosial juga telah menjadi salah satu sarana paling efektif untuk memasarkan produk dan jasa. Salah satu platform yang mengalami pertumbuhan pesat adalah TikTok, aplikasi berbagi video pendek yang sedang menjadi perhatian publik. TikTok bukan hanya tempat hiburan, tetapi juga menjadi ladang emas bagi pelaku bisnis untuk menjangkau audiens secara kreatif dan interaktif, seiring trend gadget saat ini.
Apa alasan memilih TikTok untuk pemasaran? Mari pahami keunggulannya dibandingkan platform media sosial lain.
Algoritma yang kuat
TikTok menggunakan sistem rekomendasi berbasis minat, sehingga konten dapat menjangkau audiens yang tepat meskipun akun Anda belum memiliki banyak pengikut. Ada beberapa alasan algoritma Tik Tok menjadi kompatibel dengan pemasaran. Pertama, Personalisasi Tingkat Tinggi, TikTok menggunakan machine learning untuk mempelajari perilaku pengguna (like, share, durasi menonton, komentar) dan menyesuaikan konten agar sesuai dengan preferensi individu. Kedua, Pemanfaatan Data yang Luas, Algoritma memproses berbagai sinyal, seperti interaksi pengguna (likes, komentar, waktu tonton), Informasi video (caption, hashtag, audio), pengaturan perangkat dan lokasi. Ketiga, kemampuan prediksi yang akurat, Maksudnya, algoritma Tik Tok mampu memprediksi konten mana yang akan membuat pengguna tetap berada di aplikasi lebih lama, sehingga meningkatkan engagement. Keempat, efek viral yang cepat. Konten yang menarik bisa dengan cepat didorong ke audiens yang lebih luas, bahkan untuk akun baru, berkat sistem distribusi berbasis minat, bukan mengandalkan jumlah pengikut. Artinya bukan pemuja followers. Optimisasi Berkelanjutan.TikTok terus memperbarui algoritmanya agar lebih responsif terhadap tren dan perilaku pengguna.
Konten video pendek
Format ini sesuai dengan tren konsumsi konten saat ini, di mana pengguna lebih menyukai informasi yang cepat dan menarik. Tahun 2025, 85% konten yang dikonsumsi di 2025 berbentuk video pendek menurut prediksi industri. Format ini sangat efektif karena durasi waktu di mana seseorang dapat berkonsentrasi secara intens rata-rata hanya 8 detik.
Interaksi tinggi
Fitur komentar, duet, dan tantangan membuat pengguna lebih aktif berpartisipasi. Selain itu, engagement rate 3-5 kali lebih tinggi, artinya seberapa aktif audiens berinteraksi dengan konten,maka video pendek menarik minat berkali-kali. Ini dihitung dari total interaksi seperti likes, comments, shares, saves, dan clicks dibagi dengan reach (jangkauan) atau followers (pengikut) Anda. Saat ini algoritma TikTok, instagram reels, dan YouTube Shorts memprioritaskan konten pendek.
Demografi luas
Awalnya populer di kalangan Gen Z, kini TikTok juga digunakan oleh berbagai kelompok usia termasuk oleh kalangan Millennials, Gen X, bahkan Baby Boomers. Konten TikTok bisa disesuaikan untuk anak muda, orang tua, hingga profesional. Beragam Lokasi & Budaya, karena TikTok tersedia lebih dari 150 negara dan mendukung banyak bahasa. Bahkan algoritma menyesuaikan konten dengan lokasi, bahasa, dan tren lokal, sehingga relevan untuk audiens global.
Minat yang Beragam
Tahun ini, tidak hanya hiburan, tetapi juga edukasi, bisnis, kuliner, teknologi, kesehatan, dll. Hal ini membuat brand bisa menjangkau audiens dengan berbagai minat. Daya Tarik Universal karena format video pendek mudah dipahami oleh siapa saja, sehingga tidak terbatas pada satu segmen demografi.