Marketing : Fokus pada layanan, tanpa mikir canggih teknologinya

Judul di atas adalah kalimat motivasi sy untuk Anda, bahwa sebenernya dalam mengembangkan produk tidak harus canggih, tidak harus modern tidak harus secara instan membanggakan. Ambil contoh sebuah rumah makan di Yogya dalam pengembangan usaha kuliner, tidak beralih menjadi yang sangat modern justri dia mempertahankan meja sederhana, kursi lusuh, dan ruangan yang penuh nuansa klasik,namun memang di sana- sini sudah ditambahi kipas angin, kasir yang menggunakan cash register, ada penataaan meja yg rapi dan nyaman.

Menunya juga tidak begitu modern, masih mempertahankan menu lama, sebagai warisan dari keluarganya. Lalu apa yang diunggulkan dari usaha itu, kenapa begitu ramai di sana? Apakah pengembangan usaha kulinernya?

  1.  Layananan dipercepat, tidak lagi menunggu lama untuk menikmati makan di sana
  2. Menu minuman di variasikan kepada minuman sehat, tidak saja air putih, tapi ada minuman herbal dan jamu sehat
  3. Mengembangkan promosi ke Koran dengan rutinitas tetap, terjadwal, namun bukan iklan bergambar tapi liputan khusus seperti reportase, berita mengalir ringan
  4. Suasana parkir, sekarang dibuat mudah dan luas, dengan penataan yang rapi an mudah buat memutar mobil
  5. Penataan makanan sudah rapi, setiap saat ada sedikit berantakan maka dirapikan kembali
  6. Ada layanan antar untuk pelanggan kolektif
  7. Aroma masakan diarahkan bisa tembus ke ruang makan, karena bau harumnya khas, ada ventilasi
  8. Model sambutan kedatangan pelanggan lebih pro aktif, cepat sebelum duduk, atau setelah duduk

Yah artinya bahwa tidak semua mengarah kepada sesuatu yang berbau IT, Komputer, namun lebih kepada mempertajam kebutuhan pelanggan, dengan membaca pola-pola kebutuhan pokok dalam berkunjunga ke rumah makan.
Ada beberapa konsep yang bisa dipelajari dalam rangka pengembangan usaha kuliner model simpel

  1. Mempertahankan nuansa masakan dengan kayu, meja kayu, dan penyajian nasi tetap menggunakan tempat dari bamboo
  2. Mengesankan duduk sebagai raja, karena ada kursi kayu mirip kursi untuk keraton, meski ukuran agak kecil, kemudian memposisikan meja sebagai tempat hiburan kuliner, ada kerupuk, makananan ringan lengkap seperti untuk mengisi waktu tunggu layanan
  3. Memperkejakan Tenaga trampil dari sisi parker, dengan standar kode pengarahan parker seperti di mall, dengan gaya bahasa tubuh tukang parker seperti prajurit keamanan kepada rajanya.
  4. Menumbuhkan kesan alamiah, dengan daun pisang, dan lalapan sengaja dibuat banyak porsinya, dengan siraman air sebelum disajikan untuk kesan sejuknya sayuran
  5. Menyusun menu dibagi 3 : menu simpel, sekedar kepada yg ingin mencoba, menu tanggung untuk yang sering dating dalam porsi kecil, menu ideal dengan pilihan sangat lengkap dengan foto sajian yang menggoda, jadi dilihat dari penataan menu di harga kelihatan sekali dari sisi lompatan2 harganya.
  6. Sering memberikan sampel kepada para pelaku pariwisata di sekitarnya, dan voucer makan gratis untuk pelaku wisata beserta keluarga.

Demikian yang bisa disampaikan dengan bahasa ringan untuk pemgembangan usaha kuliner.

 


strategi bisnis

5 Tulisan terbaru

  • Komentar

    Satu tanggapan to “Marketing : Fokus pada layanan, tanpa mikir canggih teknologinya”

    1. Obat Pelangsing Manjur on November 30th, 2014 13:40

      Sip mas.. Pelayanan memang paling penting

    Ingin menanggapi?




    Semua tanggapan akan diperiksa dahulu oleh Ipan Pranashakti, jika spam comment dan spam link, maka akan dihapus permanent


    Sebelumnya mohon isi perhitungan berikut. * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

    Bisnis & Marketing

    Langganan Artikel Bisnis Marketing Toko Online Wirausaha

    • Begitu ada artikel baru, Anda dapat email pemberitahuan