Menyusun iklan efektif dari brand identity

Sebelum membahas tentang brand identity dan brand images, maka sy tuliska intronya dahulu. Banyak sekali pengusaha membuat iklan berdasar naluriah sj, iklan berdasar pesanan ke pihak lain, iklan dengan bentuk yg selalu mirip pesaing.  Setelah lama berjalan iklan dikomunikasikan ke konsumen, dan produk sudah digunakan, muncullah persepsi di tengah masyarakat tentang brand tersebut.

Nah itulah, menentukan iklan sebaiknya didasari kepada brand identity yang akan dibangun pengusaha/perusahaan agar melahirkan brand image yang bagus. Lalu ada beda brand identity dan brand image? Pertama, perbedaan dari mana lahirnnya, karena brand identity lahir dari sisi produsen, sedang brand image lahir dari sisi konsumen. Lalu apakah brand image yg lahir di tengan masyarakat (baca :konsumen) selalu sama dengan brand identity yang dirumuskan perusahaan? yah jelas belum tentu. Sering keduanya tidak sama bentuk persepsinya, kadang kita sebut itu GAP.

Nah untuk itu agar antara brand image yg tumbuh di masyarakat, berkenaan dengan merek kita semakain searah dengan persepsi yang diharapkan perusahaan, maka perlu ditentukan brand identity dahulu sebalum menentukan iklan, sebagai komunikasi ke pasar.

Lalu apa saja unsur dari brand identity

1. Rumusan : Positioning

Membangun sebuah kesan merek ke benak konsumen, melalui produk (barang/jasa) dan layanan yang mendampinginya. didukung beberapa hal eleman seperti ketepatan penentuan features, gambar benefit,  kejelasan target market, target audience, serta  positioning statement.

2.  Rumusan : Verbal

Beberapa kalimat yang untuk membangun komunikasi yang menggambarkan mereknya, yang mudah dipahami dan persepsi yg diserap pasar. Unsur dari verbal adalah nama brand, rumusan penjelasan,  positioning tagline.

3. Rumusan : Visual

Mengalihbahasakan dari kalimat/stateman menjadi sebuah logo untuk brand, atau gambar pendukung (maskot, dll)  agar semakin mempemudah memahamkan konsumen akan maksud komunikasi pemasaran tersebut. Antara lain berupa logo, maskot, kemasan, unsur grafis yg berciri khas lainnya.

4. Pengalaman & Testomonial (Kesan nyata)

Adalah bentuk komunikasi yang dalam istilah saya pribadi menggunakan pengalaman konsumen  untuk meningkatkan persepsi ke unsur konsumen laiannya. Menggunakan pelanggan yg satu untuk menarik pelanggan lainnya.  Pengalaman dalam penggunaan produk merupakan pendorong agar memunculkan persepsi tertentu dari konsumen. Agar brand image nya sesuai (baca : selaras ) keinginan perusahaan.

Nah itulah, setidaknya untuk mendapatkan brand image, harus dirumuskan brand identity agar gap tidak terlalu besar.


strategi bisnis

5 Tulisan terbaru

  • Komentar

    Ingin menanggapi?




    Semua tanggapan akan diperiksa dahulu oleh Ipan Pranashakti, jika spam comment dan spam link, maka akan dihapus permanent


    Sebelumnya mohon isi perhitungan berikut. * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

    Bisnis & Marketing

    Langganan Artikel Bisnis Marketing Toko Online Wirausaha

    • Begitu ada artikel baru, Anda dapat email pemberitahuan