Kewirausahaan : Berbisnis dari Hobi, Cara Pandang yang Tepat

Mungkinkan hobi dijadikan ladang bisnis? Pasti bisa. Sulitkah mewujudkannya? Tergantung pada kemauan dan kemampuan awalnya. Tapi setiap orang berkesempatan memulai bisnis dari hobi. Kenapa? Karena semua bisnis yang didasarkan dari hobi, sudah memiliki modal senang, suka dan ada dorongan dalam pikiran dan hati pelakunya,
Sering saya dimninta sharing di kampus dan sekolah, pertanyaan mendasar, bagaimana memulai bisnis dari hobi? Suatu hari saya diminta sharing di SMK di Yogyakarta, kebetulan banyak siswa yang mengatakan bahwa bisnis bisa dimulai hari hobi. Lalu bagaimana memulainya? Ternyata banyak sekali kesalahan memahami bisnis dari hobi, antara lain :

Pertama, kesalahan memahami bahwa bisnis dari hobi haruslah dimulai dari hobi diri sendiri. Ini kesalahan besar, karena salah mengartikan cara memulai bisnis berbasis hobi, maka akan menghambat ketika seseorang tidak punya hobi. Berarti gak bisa berbisnis dong? Atau di sisi lain, hobi kita tidak terlalu menjual. Kadang juga ada yang berpikir juga “pasarnya juga bisa terbatas nih hobi saya”

Kedua, kesalahan memahami seakan berbisnis dari hobi harus menguasai detil seluk belu dari hobi. Padahal, justru memahani bagaiaman hobi itu dilakukan, dibesarkan, dan menentukan siapa yang tertarik hobi tersebut adalah modal awal. Selanjutnya apa saja kebutuhan dari para penghobi demi mengalurkan hobinya tersebut.

Ketiga, kesalahan memahami seakan bisnis dari hobi harus punya modal fisik, setidaknya tempat berkumpul dan showroom. Ini sebuah kesalahan pemahaman. Saya sudah membuktikan itu, karena bisa saja hanya membuat portal online, bisa menjaring pelanggan semakin banyak.

Memulai Bisnis dari Hobi?
Pertama, jangan selalu berpatokan pada hobi Anda, karena kadang sulit kita memahami diri sendiri dengan hobi yang dijalani.Maksudnya, apakah ini hobi jangka panjang atau jangka pendek. Ini mempengaruhi motivasi bisnis seseorang.
Kedua, justru awalilah bisnis berbasis hobi ini, dari memenuhi hobi orang lain, di sekitar kita. Jadi kita anggap penghobi dan komunitas hobi sebagai target pasar dari bisnis kita.
Ketiga, tidak terlalu fokus pada produk yang modern dan canggih. Bisa saja produknya umum, banyak yang bikin, tapi kreatif dalam pemasaran dengan masuk ke komunitas hobi, orientasinya ke MARKET tidak hanya ke PRODUK.

Untuk segera saja, gabungkan dari beberapa kekuatan bisa dari diri sendiri juga dari keluarga dan lingkungan kita dengan keanekaragaman yg berbeda-besa, misal

  1. Amati hobi yang jumlah penghobinya cukup besar
  2. Amati hobi yang penghobinya segmen orang kaya dan berduit
  3. Amati hobi yang didasarkan dari rasa suka yang mendalam, misal hobi memelihari kucing, anjing, maka bisa membuat obat, pakan kucing
  4. Amati wahana di mana para penghobi itu kumpul dan berkomunikasi. Di darat atau di online?


Kenapa kita harus sedikit repot di awal dalam memahami bisnis berbasis hobi? Karena kalau hanya bisa produksi barang, tidak dibarengi dengan analis pasar yang tepat, maka produk kita mungkin “kurang cepat di serap pasar”, modal awal sulit balik kembali.

Saat ini ketika produk berbasis hobi, sudah begitu banyak, apakah sudah terlambat? Tidak ada kata terlambat, karena penggemar hobi itu juga terus berkembang sesuai usia.
Memang memulai bisnis berbasi hobi kadang harus bersabar, karena bisa saja di awal usaha tidak ada satu rupiah pun yang masuk selama beberapa bulan, karena sedang melaluk observasi pasar dan kebutuhan. Juga masih pendekatan ke banyak komunitas. Sediakan waktu untuk bersosialisasi dengan orang-orang yang penting dalam komunitas penghobi tersebut.

Jaga Motivasi Bisnis dari Hobi

Temukan niche dari hobi tersebut. Apakah pada pengadaan, perawatan, even, atribut atau produk harian. Perlu berkomitmen untuk membangun bisnis dari mengidentifikasi celah dan peluang hingga mempelajari bagaiaman akan melayani kebutuhan konsumen.

Memang pada tahap awal memulai bisnis berbasis hobi akan menguras tenaga dan pikiran, tapi itulah perjuangan di awal di para pebisnis yang sukses sebelumnya. Jika sudah melakukan observasi, tulislah dalam kertas, atau ketiklah di laptop. Tetapkan tujuan kecil bulanan. Jika suatu merasa kalah atau lelah, ingatlah bahwa memulai bisnis adalah kepahlawanan, memang penuh pengorbanan. Setiap proses kecil yang tercapat, memungkinkan untuk disyukuri sebagai kemenangan terkecil agar terus termotivasi.

Bisnis dari hobi juga memang penuh tantangan, salah satunya tantangan terbesar adalah belajar mempercayai naik turunnya jumlah adan animo pada hobi tersebut. Ibaratnya, penjualan akan datang dan pergi, jadi harus terus memercayai kemampuan diri Anda terus tekankan setia pada apa yang diyakini ini, bisnis dari hobi.

Dalam berbisnis basis hobi, jangan terlalu sering membandingkan diri Anda dengan pesaing dari sisi aset dan modal besar, tapi berusahlah tetap autentik dan kreatif. Usahakan melayani pelanggan melebihi apa yang mereka harapkan.

Bisnis berbasis hobi kuncinya jaga motivasi untuk selalu dalam kondisi :

  1. Fokus pada semangat dan passion, abaikan kegelisahan.
  2. Temukan niche Anda dalam bisnis hobi
  3. Jangan gengsi dan takut untuk meminta bantuan.
  4. Tetapkan tujuan besar jangka panjang dan jangka pendek
  5. Kembangan jaringan, jaringan, jaringan.

Tetapkan hati lebih kuat bahwa hobi bisa menjadi pekerjaan dan bisnis utama untuk meningkatkan pendapatan. Buktikan kepada konsumen, Anda dapat melayani lebih baik daripada pesaing. Yakinkan bisnis berbasis hobi itu peluang bisnis nyata. (R1)

Tulisan menarik lainnya

2 Komentar

  1. Banyak orang2 sukses yang dimulai dari sebuah hobi. Ini pun bisa menjadi motivasi kita untuk terus menumbuh kembangkan kewirausahaan berbasis hobi
    Nice share 🙂

  2. Terfikir bertahun2 menekuni atau mempunyai penghasilan dari hobi…namun untuk pendapatan pendamping…pertanyaan sy apakah seseorang yg mempunyai impian dan hobi tapi tidak mempunyai skil dan alat pendukung bisa sukses….apakah lgkh awal yg pokok dan harus dimiliki seseorang yg mau mengawali usahanya dengan hambatan seperti yg sy tnyakan diawal td?

Fitur komentar ditutup.