UKM dan UMKM adalah  bagian terbesar dari proses bisnis yang ada di Indonesia, terlepas apakah mereka memahami adanya media sosial online saat ini, maka sudah saatnya kita pedulikan untuk edukasi kepada pemegang kendali dari kekuatan bisnis di Indonesia. UKM menjadi bagian dari perhatian karena kemampuan memahami bidang IT memang masih sangat beragam, sehingga kepedulian terhadap UKM dimulai dari lingkungan sekitar dengan memacu parsipasi UKM menggunakan media yang terjangkau menurut daya konsumsi UKM.

Sosial media masih sebagai aktifitas pribadi, itu yang masih terlihat di pelaku UKM. Belum terjadi adanya kesungguhan sosial media menjadi bagian aktifitas strategis yang mewakili usaha.

Ada 5 tips untuk pelaku UKM di manapun agar mampu memanfaatkan sosial media sebagai tool peningkatan UKM dari sisi aktifitas kecilnya, namun harus rutin.

  1. Pelaku UKM mungkin tidak pernah tahu siapa sebenernya pelanggannya. Tahu dalam hal ini bukan sekedar nama, alamat dan jabatannya, tetapi bagaimana mereka berperilaku termasuk secara online sehingga pada pelaku UKM bisa memberikan nilai tambah secara rutin kepada pelanggannya, baik sedang transaksi atau tidak, semua tetap mendapatkan nilai tambah. Misal, menhadirkan tips2 kecil, motivasi, dorongan kepada pelanggan melalu media sosial, jika ada promo memberikan informasi dini.
  2. Pelaku UKM jangan mengukur keberhasilan nya penggunaan sosial media dari jumlahnya member/account yang menjadi follower, tetapi seharusnya bagaimana kita memahami mereka memacu antusias pelanggan untuk aktif, sehingga media sosial ini layaknya sambung rasa dalam komunitas. Supply demand juga bisa dipantau dari media ini.
  3. Siapkan media ketiga setelah media sosial, yaitu blog, company profile  PDF yang bisa didownload, berita prestasi, tips2  bermanfaat namun dengan bahasa yang ringan. Sehingga sosial media bukan menjadi sarana tunggal, hanya sebagai media distribusi informasi yang bersifat shortcut.
  4. Jangan kirim serangan ke pelanggan melalui media sosial.  Tidak disadari banyak yang gagal meraih hati pelanggan di media sosial  karena setiap memberikan publikasi ke mesia sosial hampir seluruhnya hanya berkenaan  usahanya, baik promosi, iklan, diskon dan produk baru. Perimbangkan dengan benefit, informasi yang non komersial untuk kemajuan pelanggan, tips – motivasi -dorongan yang semua untuk meraih hati pelanggan, sehingga jika ada yang sibuk men-tag foto-foto produk itu merupakan bagian dari serangan yang tanpa disadari, namanya kan  media sosial bukan media sales.
  5. Pahami pola hubungan, sehingga sejak awal minta lah data kepada pelanggan secara halus, dengan media sosial apa mereka berinteraksi, karena tidak semua paham internet, namun setidaknya ada account FB anaknya, saudaranya.  Buatlah nota atau brosur yang memancing pelanggan untuk bisa memberikan data media sosial yang diikuti, toh ini adalah modal bagi pelaku UKM untuk membangun harmonisasi kepada pelanggan dengan cara yang cukup murah dan simpel.

Ada banyak pola menjaga hubungan bagi pelaku UKM kepada pelanggan atau pasar yang masih luas dengan media sosial, strategis dan teknis.

Sukses untuk Anda.