Strategi Marketing : Harga murah belum jaminan produk makin laku

Seharian ini senang bisa sharing dengan beberapa pengusaha Yogya,  saya dipasangkan dengan Pak Amir, Ketua APIKRI yang 23 tahun berhasil mengangkat dolanan anak-anak seperti Gansing, Rebana, Batu-batu alam pernik2, biji-bijian menuju ekport ke berbagai negara.

Diskusi yang diprakarsai Dinas di Pemda  Kodya Yogya ini bertujuan menyadarkan cara pandang pengusaha2, terutama bagaimana IDE yang hebat belum tentu laku dipasar jika tidak digabung dengan analisa kebutuhan pasar dan bidikan pasar yang tepat. Namun bisa saja ide sederhana tetapi jika dibutuhkan pasar maka akan bisa tetap eksis.

Pak Amin bercerita bahwa dulu ketika mengekport rebana awalnya hanya sebagai alat musik biasa, juga hiasan di monumen budaya. Seiring waktu pasar nya ingin diperluas, sehingga mengadakan riset kira2 apakah Rebana ini bisa difungsiakn untuk hal lain. Ternyata riset itu menghasilkan sesuatu, yaitu setelah riset kecil berjalan maka rebana kecil tadi bisa arahkan di pasar yang agak luas ke bidang kesehatan, karena ternyata dalam penelitian Rebana jika dibuat dengan ukuran tertentu bisa untuk membantu terapi bagi orang tuli dan gangguan pendengaran di beberapa rumah sakit di luar negeri.


Pasar dibidik, sama-sama rebana tetapi beda pasarnya dan beda bentuknya. Khusus untuk alat kesehatan standar ukuran sangat sensitif.
Diskusi menjadi menarik, kemudian saya coba lihat dari sudutt pandang saya :

  1. Inovasi suatu produk yang awalnya barang sepele jika diriset dengan baik maka akan dapat membidik pasar yang baru
  2. Nilai Tambah yg disusun dengan cermat maka bisa membuat barang yang tidak dilirik menjadi produk yg sangat laku dijual?

Tips dari saya untuk catatan kecil strategi marketing :

  1. Produk itu terkadang susah dijual bukang karena tidak menarik tetapi mungkin pasar yang kita bidik salah
  2. Salah bidik pasar maka harga mudah menjadi sia2. Cobalah dengan membuat produk Jagung Goreng lalu anda tawarkan ke Panti Wreda yang “maaf” berisi nenek/kakek dengan Gigi yang sudah tidak utuh, maka jelas produk Jagung Goreng Anda tidak diminati walau murah sekalipun

Baiklah rekan2 itu catatan kecil, jika produk anda sekarang kurang laku, jangan berpikir mungkin itu karena produk tidak menjual dan tidak harus dibanting harganya juga. Carilah pasar  yang tepat, susunlah “Nilai” produk BEnefti PRoduk yang memang nyata dibutuhkan, mungkin tidak disemua segmen, hanya di satu segmen tetapi kebutuhannaya besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *