Strategi Marketing: Membangkitkan emosi dalam iklan promosi

Berkenaan strategi marketing, jika kita amati baik itu di TV, Majalah, KOran, dll perusahaan yang berbasis riset dalam marketingnya maka tampak bahwa mereka mencoba memancing emosi pelanggan, dalam hal ini emosi jangan dikonotasikan sebuah kemarahan tetapi emosi lebih kepada  pengalaman afektif yang disertai penyesuaian dari dalam diri individu tentang keadaan atau sesuatu.
Sudah lama diketahui bahwa emosi merupakan salah satu aspek berpengaruh besar terhadap sikap manusia.

Baca selengkapnya

Strategi Marketing : Images of value, membangun persepsi yang lebih baik

Beberapa hari lalu dari saat tulisan strategi marketing ini ditulis, pagi2 dapat SMS dari salah seorang sekretaris sebuah Direktorat:
“Selamat Pagi, Pak Ipan, mengingatkan hari ini jam  xxxxx sbg narasumber di workshop xxxxxxx xxxxx xxxxx”

Yah, hari ini diminta memberikan workshop Internet Marketing untuk puluhan pengrajin di Yogya.  Dari sana para pengrajin ini akan diarahkan kepada GURITA MEDIA dengan meningkatkan penetrasi media onlinem, yaitu sebuah upaya promosi berbagai cara ke media internet dengan berbagai bentuk dan keanekaragaman taktik.
Baca selengkapnya

Strategi Marketing : 7 Differensiasi yang bisa digali utk daya saing

Differensiasi dalam strategi marketing diarahkan untuk memberikan Value yang mudah diingat dan benar-benar dirasakan perbedaanya, agar bisa melekat pada benak konsumen secara baik  dengan komposisi ; brand + keunikan+ value nya. Memang kalau dilihat sekilas differensiasi yang ada saat ini lebih cenderung dalam pendekatan fisik, misal :

  1. Desain toko
  2. Desain rombong dalam waralaba
  3. Desain custom untuk para pramuniaga
  4. Nama usaha
  5. Desain brosur
  6. Desain interior dalam ruangan usaha
  7. Desain kemasan
  8. dll dll

Sehingga banyak yang terjebak dalam pemikirannya bahwa differensiasi adalah sesuatu yang bisa di raba, disentuh dibedakan secara fisik. Sejatinya ada differensiasi yang sifatnya kasat mata, artinya bisa dirasakan walau belum tentu bisa diraba.

Berikut ada7 differensiasi yang merupakan gabungan dari keduanya: Baca selengkapnya

Strategi Marketing : Tahapan dari Promosi Iklan ke Promosi Mulut lewat Mulut

Dalam sebuah forum ada yang  gelisah dengan penrapan stratgi marketingya, karena biaya promosi tinggi sekali. Jika promosi dikurangi maka penjualan juga berkurang. Sebenernya jika dipahami bahwa dalam strategi marketing itu positioning maka semua akan terasa lebih mudah dikenali.

Dalam membangun usaha baru kita kenal yang namanya siklus sebuah brand, yang ini secara umum akan melekat pada usaha-usaha yang pernah ada sekarang.

  1. Pada tahap awal, biaya promosi mungkin akan cenderung tinggi, artinya ukuran efektifitasnya masih berhubungan dengan pengenalan dan publisitas. Semua ini tentu untuk memacu penjualan awal, terutama untuk mendorong konsumen mencoba produk.
  2. Pada tahap kedua, ketika sudah ada indikator penjualan maka sebenernya kita harus sadar, bahwa apa yang dikerjakan di no 1, yaitu tahap awal maka akan berdampak pada persepsi pengguna produk, yang ini bisa mendorong adanya promosi mulut ke mulut, sehingga jika sudah diindikasikan ini terjadi, maka sudah bisa dikurangi iklan di media besar  yang mahal.
  3. Namun pengurangan di Tahap 2 tadi dari pengertian frekuensi, biaya,  tapi untuk aktifitas promosi tetap harus dipertahankan, karena untuk mengingatkan, memastikan, merangsang keingintahuan pasar.  Bedanya bahwa bentuk promosi kita bisa lebih dewasa dan tidak hanya fokus pada penjualan tetapi juga persepsi besar terhadap brand kita dititipkan di sini.
  4. Pada tahap ini jika sudah ada promosi yang memacu persepsi kuat seperti di nomor 3, tentulah jikaproduk barang retail dan skala konsumsi maka akan ada agen, reseller yang tertarik untuk bekerjasama di berbagai wilayah, sehingga pada tahap ini menjadikan perubahan cara promosi, sehingga strategi promosi harus diubah karena penting juga untuk mempertahankan agen dan reseller kita tidak lari.
Jika sudah memahami dari tahapan ke empat tersebut, baca juga artikel lain di sini :

  • http://ipan.web.id/strategi-marketing-4-manfaat-dari-promosi-mulut-ke-mulut/
  • http://ipan.web.id/marketing3-hal-yang-harus-diperhatikan-dalam-periklanan/
  • http://ipan.web.id/strategi-marketing-strategi-bisnis-media-iklan-yang-efektif-untuk-lingkungan-yang-ramai/
  • http://ipan.web.id/strategi-bisnis-jangan-hanya-menjual-produk-tapi-juga-menjual-value/

Yah ini sebagai wacana strategi marketing dan pemantapan peluang usaha saja.

Sukses selalu

Strategi Marketing : 4 Manfaat dari promosi mulut ke mulut

Sudah sejak zaman dahulu kala, bahkan sebelum ada internet, maka budaya promosi mulut ke mulut, atau kalau orang jawa bilang “gethok tular”  menjadi sangat efektif dalam membantu kelancaran penjualan. Sayangnya masih banyak pengusaha yang tidak mengkondisikan hal ini agar berjalan dengan baik, promosi mulut ke mulut.  Alamiah, alasan utama menurut saya tentang promosi mulut ke mulut ini, tetapi setidaknya itu mempunyai kekuatan besar, karena ketika marketing, direktur dan perusahaan sedang tutup bisa terbantu promosinya.

Dalam sebuah seminar marketing di  Yogyakarta,  ada salah satu peserta seminar yang  bertanya sebelum materi yang saya paparkan selesai, karena alasannya modalnya tipis sehingga tidak akan bermain di iklan tetapi di promosi mulut ke mulut, dan dia ingan lebih dalam soal ini.

Dampak besar dari hebatna promosi mulut ke mulut bagi usaha Anda :

  1. Dengan posisi promosi mulut ke mulut yang kuat maka konsumen yang datang, telp, email adalah paaa posisi siap beli, siap tawar, dan siap transaksi. Betapai indahnya ini, karena sebagai tim marketing tinggal menendang bola menuju gawangnya. Nah dari sana kita bisa mendapatkan  keuntungan, bahwa konsumen digerakkkan oleh konsumen lain
  2. Terbukti, dari kuatnya promosi mulut ke mulut akan menciptakan  peluang lebih besar untuk mencetak pelanggan  dengan loyalitas tinggi, bahkan kadang mereka membentuk komunitas tersendiri.
  3. Waktu atau durasi penjualan menjadi pendek, mungkin saja sebelum kita gencar iklan, sudah ada yang telepon, ada yang pesan, sehingga dengan promosi mulut ke mulut . Tetapi inti dari point ini, bahwa waktu penjualan bisa dipersingkat dan dipersempit.  Memudahkan untuk peningkatan produk selanjutnya
  4. Brand Images, sebelum di iklankan pun jika promosi mulut ke mulut berjalan secara alamti maka brand lah yang menjadi fokus pembicaraan, sehingga anda sebagai pengusaha diuntungkan, tinggal iklan anda untuk memolesnya.

Baca selengkapnya

Strategi Marketing : Memahami 4 level konsumen

Masih dalam kaitan diskusi dengan salah satu rekan yang memilki usaha cukup baik, maka kita asik juga soal dikusi tentang perilaku konsumen. Mengintip perilaku konsumen adalah salah satu cara dari sekian banyak yang bisa kita jadikan alasan untuk mendekati cara terbaik yang bisa langsung di respon konsumen, karena jika tidak maka kita akan sulit mendekatinya walau dengan media yang bertubi, tim marketing yang banyak.

Tujuan utama dari pembahasan perilaku konsumen adalah karena memang sebenernya ada 4 level terhadap konsumen tersebut :

  1. Prospek, yaitu pihak yang sudah mengenal bisnis kita, atau sudah kita kenalkan tetapi belum sekalipun membeli/transaksi  dalam pengamatan saya dalam forum, milis, komunitas banyak yang masih sebatas prospek, apalagi kalau kita masuk ke milis “dengan tujuan diem2 hanya mau promosi, walau ada artikel kecilnya tapi itu hanya kamuflase, maka seperti ini jika tidak dengan sistem rayuan benefit yang sebenarnya maka hanya memposisikan sebagai prospek. Ada lagi dalam istilah lain prospek adalah orang yang sedang mengamati tetapi belum melakukan kontak apapun, terutama dalam media onlinem sehingga perusahaan harus aktif jemput bola.
  2. Pelanggan, adalah orang yang benar sudah bertransaksi baik membeli jasa atau barang.
  3. Klien, adalah orang yang rutin bertransaksi, membeli dari apa yang kita miliki baik jasa atau produk
  4. Advocates, adalah mereka yang sudah puas atau sangat puas dengan jasa atau layanan kita sehingga akan berusaha menceritakan kepada pihak lain. Nah perusahaan harus peka terhadap tipe ancovates ini karena di sinilah bisa saling bersinergi. Namun harus diingat, advocates ini memiliki kecenderungan obyektif, sehingga jika perusahan intervensi maka sebaimnya secara bijak, dan dengan cara  smooth. Karena akan beda posisinya jika sudah menjadi bagian dari marketing independent, bedanya akan sangat kelihatan membujuk terus, merayu terus, sehingga posisikan Advocates secara obyektif jangan buru2 ditawari jadi marketing independent

Baca selengkapnya

Strategi Marketing : Kepuasan Pelanggan bukan tujuan akhir, pahami 5 dimensi

Suatu sore saya mengunjungi seorang rekan yang memiliki usaha cukup baik, banyak diskusi terutama tentang kepuasan pelanggan, namun saya sampaikan di sana janganlah kepuasan pelanggan menjadi tujuan akhir, karena pada dasarnya kepuasan pelanggan hanya “jalan tol” menuju kejayaan usaha, karena kepuasan pelanggan berfungsi sebagai :

  1. Kepuasan pelanggan hanya menjadi “jalan tol” untuk membangun loyalitas pelanggan, dengan banyaknya yang loyal akan mengurangi biaya iklan yang mungkin anggaran terbesar
  2. Kepuasaan pelanggan hanya “alat pemancing” agar pelanggan loyal dan akan sering membeli/transaksi
  3. Kepuasan pelanggan hanya “media” untuk loyalitas pelanggan agar juga menceritakan kepada banyak pihak, maka ini menjadi media promosi
  4. Kepuasan pelanggan hanya “alat pendorong” untuk membeli/transaksi kembali walau perusahaan kita sedang tidak beriklan
  5. Kepuasan pelanggan hanya “perangsang” loyalitas pelanggan untuk pembelian dengan volume yang lebih besar

Setelah pelanggan puas, kemudian loyal maka dengan pencitraan yang baik maka bisa menjadi pelanggan yang fanatik.

Baca selengkapnya

Strategi Marketing : Cara Promosi Efektif di Abad 21

Strategi Marketing. Dalam sebuah acara seminar di yogya ada beberapa catatan kecil  yang bisa saya tulis dari acara diskusi, sebagai narasumber saya mencoba ambil point simpelnya.

Di Abad  21 ini ada sedikit perbedaan yang rekan-rekan KPMI harus pahami. Kalau dahulu kala perusahaan besar maupun kecil cenderung melakukan pemasaran missal, misal :

  1. Membagi brosur kepada siapapun di manapun
  2. Mengganggap konsumen itu sama atau rata-rata sama
  3. Bergantung pada iklan, sehingga biaya iklan sangat tinggi
  4. Berusaha memuaskan pelanggan

Di era IT atau era komunikasi ini sebenernya ada beberapa yang sudah bergeser di antaranya :

  1. Pasar saat ini sudah mulai jenuh dengan banjirnya brosur, iklan di mana-mana, semua orang ingin jadi pengusaha dan semua ingin membagi brosurnya.
  2. Era Internet telah merubah perilaku pasar menjadi horisontal, yang dahulu sangat percaya dengan brosur sekarang di era IT mereka juga butuh “komentar “orang lain yang telah menggunakan produk, review produk, keluhan akan sebuah produk. TInggal duduk menggunakan Google cukup sudah.

Baca selengkapnya

Konsultasi Bisnis : Strategi marketing usaha Sabun batangan

Konsultasi Bisnis adalah ruang konsultasi online di www.ipan.web.id yang akan di balas via web. Mengindari spam maka emil, HP dan nama di tutup sebagian.

Penanya : Nama : Samxxx, Email : pandawaxxxxxx@yahoo.com,  Hp : 081921xxxxxxx
Pertanyaan :

Dear Pak Ipan
Pak perkenalka nama saya samuel, saya berancana mau berbisnis Sabun Batangan ke warung – warung, yang bersifat sales  kanvas, dimana Sabun Bantangan ini saya beli dari Pabrik, pertanyaan saya gimana strategi marketing nya ke warung – warung pak, mohon info nya

Jawaban Ipan Pranashakti :  —————–

Terimakasih Pak  Sam,

Kalau kita sejatinya hanya berpikir selling maka bisa masuk dengan harga murah dan bayar mundur, atau model bayar 7-10 hari. Tetapi kalau berpikir Marketing maka harus diperhatikan

  1. Terhadap persepsi yang akan dibangun, karena orang menbeli sabun mandi LUX atau Sabun cuci Rinso biasanya karena sudah didrive oleh iklan di TV  unruk membangun persepsi yang kuat.
  2. Mengalahkan produk regular dan power yang kuat dengan  stabililtas iklan agak sulit jika bersaing dengan cara yang sama dengan umumnya, kecuali dengan target promosi lokal/regional. Artinya memang selama waktu tertentu Produk sabun Mas Sam ini dipatenkan, kemudian disusun sebuah iklan yang selain mempromosikan produk juga membangun persepsi di wilayah teretntu terutama regional khusus. Persepsi itu penting,  seorang ibu2 jika akan beli ke toko dari rumah sudah punya rencana akan beli sabun A atau sabun B, ini berdasar dari iklan yang ditangkap di TV atau Koran.
  3. Ambil segmen yang tidak mengutamakan brand kuat dalam produk sabun. Misal sabun untuk hotel, sabun untuk anak-anak kos, sabun untuk souvenir hias, jika sabun cuci bisa masuk ke laundry  tradisional.
  4. Upaya Selling dan Marketing tidak identik atau tidak sama. Selling hanya bagian dari Marketing. Dalam selling lebih mengutamakan berapa jumlah yang terjual, dalam marketing berapa jumlah yang puas dan akan loyal.

Baca selengkapnya

Dasar Marketing : HUbungan Differensiasi dan Positioning (Bagi Orang awam)

Dalam seminar Marketing  saya menyampaikan bahasa yang mudah dipahami, dengan gaya bahasa orang awam.

Cara memahami ala pengusaha/awam begini (agak beda dengan teori2nya , karena saya ambil bahasa pengusaha)

Positioning

Positioning adalah langkah untuk memasuki benak dalam pikiran konsumen untuk melekatkan persepsi tertentu. Mau dipersipsikan apa nih produk saya

Differensiasi

Differensiasi adalah langkah/upaya untuk membuat produk kita berbeda dari yang lain terutama dari pesaing kita

Syarat menurut pemikiran saya (bahasa utk  pengusaha) :

  • Differensiasi yg unik (ada sedikit perbedaaan dari yang lain namun sedikit)
  • Differensiasi yg antik (benar-benar berbeda sebagain besarnya)
  • Differensiasi yg inovatif (karena sentuhan teknologi dll)
  • Differensiasi harus unggul

Bida juga dengan penekanan sebagai berikut

Sebenernya Differensiasi ini adalah “bahasa penerus” dari positioning.

Baca selengkapnya

Selling : Meningkatkan penjualan dengan optimasi Soft Selling secara online

Strategi marketing di era IT ini ada banyak perbedaaan dengan pola yang ada di era sebelum tahun 2000an,  ini bisa terlihat dari pola selling yang terus berubah strategi dan taktiknya.

Banyak sekali dalam menerapkan strategi marketingnya dengan membuat web, email marketing, promosi banner, baliho, pendekatan personal selling dll. Pernahkah terpikir bahwa semua itu masih tergolong dalam hard selling. Sedangkan kita masih diberi kesempatan untuk melakukan upaya soft selling.

Mengenal sedikit tentang Soft selling

Soft selling adalah upaya peningkatan penjualan dengan bentuk-bentuk yang tidak vulgar. Kalau di hard selling vulgarnya sangat tampak. Misal memasang banner ke sebuah web portal, memasang brosur online, dengan demo online & offline.

Baca selengkapnya

Marketing : Meningkatkan Penjualan dengan Edukasi pasar

Banyak sekali inovasi yang dilakukan untuk mendongkrak penjualan, dengan berbagai promosi yang ada, dengan biaya yang luar biasa. Namun yang harus diperhatikan apakah produk kita itu sudah diterima dengan baik?

Yang perlu diperhatikan adalah sejauh mana telah mengedukasi pasar. Edukasi pasar dalam rangka meningkatkan penjualan betujuan agar masyarakaat sadar akan produk anda secara penuh, ini merupakan bagian dari strategi marketing.

Misal, dahulu kalau Kedele hanya dijadikan untuk bahan baku Tempe dan Peyek, saat ini bisa dipakai untuk  Susu Kedele dan Bubuk Kedele dengan harga yang tinggi. Bagi orang awam biasanya berpikir, “Ah masa sih kedele bahan tempe itu bisa mengurangi kolesterol?”. Nah edukasi bisa dalam berbagai bentuk misal hasil penelitian soal kedele, hasil kajian lapangan peminum susu kedele, hasil uji labooratorium dll. Misal ada tulisan : ”Menurut Prof Dr. Ir. Xxxxx dari Universitas Visimaster, menyebutkan dalam hasil penelitiannya, bahwa kedele mampu mengurangi koleterol darah karena mampu meningkatkan metabolisme dan membakar…………….”

Dengan cara itu maka masyarakat tersadar bahwa ternyata produk kedele tersebut adalah hasil rekomendasi pakar dan dengan olahan yang matang dari sebuah penelitian.

Ada produk Habbatuss sauda, setelah di munculkan hadist dan kajian ilmiahnya, masyarakat tersadar, dan penjelasan detil seperti dalam contoh di web ini http://binmuhsinhabbatussauda.blogspot.com/

Dampak edukasi bisa positif dan negatif

Ketika edukasi memamarkan dampak obat kimia yang dossi tinggi dan ektrim maka orang begitu takut, sehingga ada produk obat tertentu yang mulai ditinggalkan, ketika edukasi menjabarkan dampak bakso formalin itu sangat berbahaya,  maka penjual bakso bisa merasa ada penurunan omzet. Tapi di lain pihak  ketika ada yang mengedukasi bahwa obat herbal itu aman dan manjur maka orang berlari mendapatkannya.

Susun edukasi anda sehingga, inovasi produk dan layanan anda bisa diterima dengan baik oleh masyarakat, yang berdampak pada minat terhadap produk anda, sehingga penjualan juga meningkat.

Dalam edukasi pasar, bida menggunakan beberapa model pendekeatn bahasa,

  1. bahasa ilmiah
  2. bahasa umum/masyarakat
  3. bahasa simpel untuk segala umur
  4. bahasa bisnis jika untuk penawaran reseller/agen

Bisa juga memulai dari :

  1. Trend negatif, kesalahan umum masyarakat, misal kebiasaan mengkonsumsi Perasa MSG
  2. Trend positif, misal : membudayanya obat herbal  di masyarakt maka produk ini bagian dari solusi

Dengan edukasi pasar, produk Anda menjadi dipertimbangkan kembali dan dilirik/diminati, yang mungkin awalnya selalu tidak dilirik.

Toko Online : Hubungan Promosi Toko Online dan Facebook

Kepopuleran Facebook saat ini sedang tinggi, namun janganlah pertaruhkan semua kekuatan toko online di Facebook. Facebook memang media komunikasi yang memiliki memiliki  banyak penggemar saat ini, tidak kurang dari 500juta member. Namun perlu kita ingat bahwa situs pertemanan adalah media yang kemungkinan mengikat selain pelanggan juga pesaing sesama rantai bisnis toko online, sehingga perlu bijak menggunakan Facebook, karenaFacebook  hanya sebuah brand sekian banyak  jejaring sosial yang ada, yang bisa surut juga.  Nilai positif dari Facebook adalah komunikasi personalnya yang tinggi, sehingga fungsikan Facebook sebagai hubungan timbal balik, artinya ketika toko online anda berkomunikasi lebih bersifat korporat, maka Facebook sebagai personalisasinya. Wujud dari hubungan personalisasinya itu misalnya anda memberikan diskon khusus atau gift bagi pelanggan yang ulangtahun, atau misal menjelang lebaran, anda siapkan paket khusus member  toko online yang juga relasi atau penggemar di Facebook.

Jangan pertaruhakan kesemua kekuatan di Facebook, misal susunan harga katalog di Facebook. Hal ini akan mengurangi fungsi akurasi toko online anda, sehingga bisa saja harga yang terlanjur di posting di Facebook 2 hari lalu berbeda dengan harga di toko online saat ini. Sehingga posting-posting di Facebook hanya sebagai stimulasi personal agar semakin dekat dengan toko online dan semakin sering berkunjung ke toko online, jika ingin transaksi yah tetap melalui sistem shoping cart di toko online. Kenapa? Karena di Facebook memungkinkan orang lain berkomentar secara anarkis dan memang sengaja untuk menurunkan kredibilitas toko online anda dengan serangan-serangan kecil dan mudah, karena bisa saja pesaing berganti nama dalam Facebook untuk merusak citra dari pesaing, walau ini mungkin belum/jarang terjadi di saat ini, karena persaingan toko online belum pada taraf jenuh.

Dari sisi positif, Facebook  memberikan  kepastian profil dan data member, dan sembagai pengusaha yang jeli maka status-status dari member dapat menggambarkan perilaku dan kematangan pelanggan. Manfaatkan ini. Gunakanlah Aplikasi dalam facebook untuk memberikan kuisioner atau survey mungkin juga mini shop dalam Facebook, sebagai pengingat bagi member.

Facebook juga dapat untuk menguatkan informasi manajemen, tukar pengalaman, dan diskusi produk-produk, namun yang perlu diingat bahwa komunitas ini tentu bertujuan untuk saling menguntungkan, untuk itu jagalah hubungan baik dalam Facebook ini, sebagai budaya saling menghargai, karena kecenderungan emosi dan terbawa arus di Facebook yang layaknya hubungan  personal, sangat  tidak cocok jika muncul dalam komunitas pengusaha, misal olok-olokan atau penuh bahasa prokem.  Karena pertentangan sengit di diskusi group Facebook bisa terekam dalam waktu yang lama, dan dibaca banyak pihak. Hindari konfrontasi online, demi reputasi jangka panjang.

Strategi Bisnis Toko Online : Pentingnya memahami faktor logistik untuk sukses di toko online

Membuat toko online mungkin nantinya semua orang bisa secara mandiri. Memajang produk ke web toko online secara mandiri, mengiklankan secara mandiri. Namun ada beberapa kepentingan rantai distribusi yang perlu dikuasai, yang mungkin setiap produk  mempunyai karakteristik yang berbeda.

Perbedaan karakteristik dari faktor logistik dalam rantai toko online antara lain:

  1. Produk Furniture, secara umum barang berukuran besar, berat namun sebagian riskan terhadap kerusakan faktor ruang, misal karena hasil perakitan, modifikasi.
  2. Produk Peralatan Fitness, Mebeler susun. Membutuhkan proses perakitan di tempat lokasi setelah sampai.
  3. Bahan Kimia, mempunyai penolakan tinggi di perusahaan pengiriman, menuntut pengemasan yang standar, dan surat-surat jaminan dari pihak berwenang, sebagian besar memiliki kandungan racun, mudah tumpah, memuai, berbau.
  4. Software, mempunyai karakteristik bahwa mudah diduplikat, bernilai tinggi, resiko dicuri dan kadang intalasi  bergantung pada platform atau mungkin hardware
  5. Barang pecah belah, resiko pecah, tergoncang dll

Baca selengkapnya

Strategi Bisnis Toko Online : Pentingnya mengkoneksikan Produk yg dijual di Toko Online dengan domain

Toko Online menjadi solusi dalam beberapa hal bidang penjualan karena kemudahannya, baik kemudahan dibuat, dipesan ke developer dll. Juga karena kecepatan dalam pembuatan Toko Online saat ini lebih cepat dari pada waktu untuk menghabiskan tidur siang,  mulai dari pemesanan domain, hosting dan instal, karena banyak layanan instan. Tetapi mungkin perlu diingat, saya pernah menyampaikan ke saat Workshop E-commerce di UC UGM dengan contoh lain, bahwa ketika  setiap orang mampu berjualan “jagung bakar”, baik dari anak-anak sampai kakek-kakek, dan dari modal 10ribu sampai yang 1 juta, maka titik jenuh di masyarakat akan semakin tinggi. Karena akhirnya di semua tempat bisa ada penjual jagung bakar, namun seiring banyaknya penjual, maka cirikhas jagung bakar harus jelas, kemudian yang tidak boleh lupa, jika masyarakat pembeli jagung puas, biasanya lain waktu mengidentifikasi lokasi penjual jagung secara otomatis dengan istilah:  Penjual Jagung Dekat perempatan, Penjual Jagung ujung jalan, Penjual jagung dekat kelurahan. Apa artinya?

Baca selengkapnya

Next Page »

Bisnis & Marketing

Langganan Artikel Bisnis Marketing Toko Online Wirausaha

  • Begitu ada artikel baru, Anda dapat email pemberitahuan