Strategi bisnis : Kehilangan pelanggan, bukan sebuah kebangkrutan

Dalam meningkatkan kekuatan bisnis kadang orang perlu wacana-wacana dari buku, sehingga saya mengingat betul dahulu kala ada statement dari Stephen C Broydrick, dalam bukunya “The 7 universal Laws of  Customer value”,  yang intinya  ‘relakan dengan sengaja kehilangan seorang/beberapa  pelanggan jika memang itu menjadi penghambat’,  memang buku sudah lama, namun masih saya ingat sampai sekarang. Kenapa?

Saya ingin membuktikan sendiri, dan memang betul, acapkali pelanggan meminta dilayani melebihi dari apa yang seharusnys kita sediakan. Demi kepuasan maka kita penuhi itu, tetapi dengan sebuah hukum pasti

  1. Jangan sampai kita mati sendiri untuk demi kehidupan pihak lain, artinya tidak harus sampai mengorbankan waktu, pikiran dan tenaga perusahaan ke 1 pelanggan yang rewel, sehingga konsentasi ke pelanggan lain terabaikan
  2. Jangan risau kehilangan pelanggan, seperti kalimat seorang pegawai bank yang saya dengar akhir2 ini, kehilangan seorang nasabah bank tidak masalah, terutama ketika nasabah itu menjadi penyakit dari sistem yang ada, dalam hal ini dalam permasalahan kredit macet dan penabung yang tidak jelas asal dananya, seperti dalam kasus politik akhir2 ini.
  3. Jangan takut kehilangan pelanggan, bahkan dalam buku tersebut saya masih ingat yang intinya “daripada mengurusi pelanggan yang tidak sopan, mencerca, yang dapat menggerogoti semangat maju staf, mengacaukan semangat meningkatkan keuntungan makin tinggi, maka dilepas 10% pun tidak masalah. Awalnya membaca buku ini dahulu, saya bingung dan protes, karena pelanggan itu harus dipertahankan apapun caranya, ternyata lambat laun saya paham, bahwa melepas 1-2 pelanggan dengan sengaja bukan hal yang buruk, toh tanpa sengaja pun bisa pelanggan itu lari diam2, justru kalau dengan sengaja kita tahu penyebabnya. Demi  kelangsungan usaha maka perlu menjembatani diri bahwa pelanggan yang tidak etis, asusila, tidak menghargai sesama manusia, kepribadian buruk, skeptis, apriori, menjadi indah jika dilepas.

Yah memang buku  “The 7 universal Laws of  Customer value” ini mengajarkan

“apakah kita akan terus menerus berhubungan kepada pelanggan yang tidak baik, hingga enerhi, waktu, perputaran modal, pelayanan terganggu?”

“apakah kita akan terus menerus berhubungan kepada pelanggan selalu menuntut lebih tinggi dari apa yang disepakati?”

Memang buku ini sedikit nyleneh, ketika dalam rumusan marketing selalu mengatakan perebutkanlah pelanggan dan pasar, termasuk dalam kondisi persaingan, namun rupanya buku ini mengajarkan sesuatu yang berlawanan arah di awal, sebuah pengalaman dari penulis yang sudah mengarungi dunia usaha begitu lama. Dan memang tidak semua pelanggan pun beritikad baik, tidak saja produsen, saat ini pelanggan juga bisa bermasalah dan mempunyai masalah kepribadian.

Strategi Bisnis : Pelanggan bukan lagi raja, tapi terpenting

Dalam sebuah diskusi disebutkan bahwa statement pelanggan adalah raja sudah tidak lagi relevan, tetapi menjadi statemen ; pelanggan adalah mitra terpenting. Setelah sekian waktu, ini ternyata didukung oleh beberap praktisi juga termasuk konsultan marketing Hermawan kertajaya.

Ketika pelanggan adalah raja, maka semua kehendaknya menjadi wajib dituruti, setidaknya diikuti, padahal ketika kehendaknya itu merubah sesuatu yang bisa mengecewakan pelanggan lain, maka itu sebaiknya tidak terjadi.

Baca selengkapnya

Kewirausahaan : Benarkah para pebisnis tidak butuh teori?

Dalam beberapa forum, dalam beberapa status di social media, beberapa di milis dan buku-buku banyak sekali mengatakan berbinis tidak perlu teori. Saya awalnya kaget, kenapa?

Salah mengartikan Teori
Mungkin dipikir yang namanya Teori itu laksana buku tebal, laksana e-book ratusan halaman yah? Sehingga banyak calon pebisnis malas dengan teori, sehingga kesalahpahaman memahami teori ini lah yang membuat banyak yang antipati dengan teori.  Pada zaman dahulu dorongan ingin memulai usaha, ketika belum ada online2 nan yang maju seperti sekarang ini, teori tetap ada namun ditemukan sendiri ketika dalam menjalankan bisnis, sehingga memang untuk sebuah teori bisnis pribadi, butuh pengorbanan modal, waktu, tenaga. Nah dengan majunya teknologi maka pertukaran informasi, forum, milis menjadikan pertukaran informasi dari yang sukses dan gagal menjadi sebuah kemasan pengalaman dan rumus, ini juga disebut teori. Teori teman saya, teori bapak saya, teori tetangga saya. Teori bukan sesuatu yg harus berwujud buku, bahkan mungkin pengalaman orang lain dalam bentuk lisan menjadikan kemasan yg sistematis sehingga menjadi sebuah teori sendiri.

Baca selengkapnya

Konsultasi Bisnis :Sukses membangun usaha nasi goreng

Konsultasi Bisnis : Bagaimana memulai usaha nasi goreng agar sukses

Pertanyaan bisnis :

Perkenalkan nama saya Yusuf, saya pernah bertatap muka dengan bapak di acara Bogor beberapa waktu yg lalu.
yang ingin saya tanyakan, bagaimana menurut pengalaman dan pengetahuan bapak untuk menjual nasi goreng PKL di depan ruko yang rencana di mulai dari jm 5 sore – 10 malam apakah strategi dan tips nya untuk memulai bisnis ini. saat ini  ruko punya orang tua, pagi-siang untuk kantor pos, malam masih kosong, trafficnya lumayan rame,resep nasi goreng sudah ada tinggal ditambah dgn masakan lain.
Regards,
M.Yusuf
Jawaban  Ipan Pranashakti —-
Sahabat saya M.Yusuf, salut atas motivasi untuk terus berjuang dalam kemapanan cita-cita dan pikiran kita.
Untuk memulai usaha nasi goreng, pertama kali yang dipikirkan jika sudah ada modal resep, tempat..maka setidaknya :
Segmen apa yang akan dibidik?

Kenapa segmen? karena ini menentukan seting ruangan, harga dan cara melayani. Masak sih kita nawari produki sisir rambut ke orang gundul yang habis masuk OPSPEK? Nah segmentasi ini sebagai bentuk upaya agar rumah amakan nasi goreng ini akan cepat diserap pasar.
Segmentasi ini tidak harus rumit, yang terpenting agar respon pasar sangat baik, karena memang sebagai permulaan dengan respon baik akan menambah semangat. Segmentasi dalam strategi marketing menjadi kunci awal.. mungkin bisa baca artikel lain  tentang segmentasi di http://ipan.web.id/tag/segmentasi/

Baca selengkapnya

Marketing : Promosi di koran memang cepat hot tapi cepat kuno juga

Ada sekitar 30an metode promosi di era sekarang, yang sudah saya susun dalam bentuk materi presentasi, baik dalam jalur offline atau  online,  nah jika dingat-ingat memang koran harian menjadi media promosi yang tidak pernah sepi oleh iklan. Kenapa tidak pernah sepi? Karena perusahaan sering mengulang-ulang iklan di koran. Kenapa diulang-ulang?

Karena rahasia besar iklan di koran adalah:

“Cepat boombing/hot tapi juga cepat kuno/layu”

Ambil contoh, suatu hari mungkin Anda membaca iklan koran berkenaan Blackbbery yang diskon 20% dari sebuah counter baru.. Kemudian Anda mencoba tengok tanggalnya, ternyata sudah 7 hari yg lalu, mungkin Anda langsung bergumam sbb :

Baca selengkapnya

Strategi Bisnis : Business Plan dimata pengusaha dan investor

Business Plan menjadi kontroversi di beberapa komunitas, apakah perlu atau tidak? Bahkan ada yang mengatakan bahwa tanpa business plan pun bisa sukses.  Nah sebenernya bukan perkara sukses atau tidak sukses, karena itu semata datanganya dari Tuhan. Manusia hanya harus berihtiar, sehingga ketika dipetakan maka ada yang butuh dan ada yang tidak butuh business plan.

  1. Jika membangun usaha di rumah, dengan modal sendiri kadang merasa business plan tidak butuh, dan secara alamiah usaha bisa dijalankan
  2. Jika membangun usaha sebagai reseller maka memang business plan seakan tidak menjadi penting dalam usahanya, justru lebih kepada improvisasi usaha
  3. Jika usaha memang tinggal meneruskan dari orang tua/warisan memang ilmu bisnis sudah bisa dalam bentuk pendidikan orangtua dalam bisnis

Nah lalu di mana posisi business plan? karena dalam strategi bisnis itu menjadi bagian dari gambaran perencanaan?

  1. Ketika pengusaha akan menawarkan program kerjasama investasi sering kali investor menanyakan business plan
  2. Ketika pengusaha akan mengajukan pinjamain modal ke lembaga keuangan maka business plan sering menjadi point
  3. Ketika pengusaha pernah gagal kemudian di bimbing untuk didanai maka business plan menjadi tolak ukur dari sisi mana dan tujuan apa wilayah-wilayah yang harus didanai

Baca selengkapnya

Konsultasi Bisnis : Bisakah meningkatkan usaha Apotek dg promosi online

Konsultasi Bisnis  Tema : Bisakah meningkatkan usaha Apotek dan Bekam dengan promosi online

Pertanyaan :
Apa kabar pak Ipan? Semoga pak Ipan sekeluarga dlm kondisi sehat wal afiat dlm lindungan Alloh Subhanahu wa Ta’ala, Aamiin. Pak, sdh 5 bln ini saya mengelola apotek (menjual aneka obat2 kimia sintetis & obat herbal) tanpa ada praktek dokter & sejak 10 hari lalu membuka Rumah Sehat ‘Thibbun Nabawi’ (utk awal baru melayani terapi bekam). Sy ingin meningkatkan omzet apotek dgn berjualan obat2 yg ada di apotek secara online. Apakah menurut pak Ipan efektif kalau obat2 yg di apotek dipasarkan secara online, mengingat obat2nya sebagian besar (terutama obat2 kimia yg dijual bebas) pasti banyak tersedia di pasaran. Mohon pencerahannya. Terimakasih banyak sebelumnya

Eny Harjanti- Tasikmalaya

Jawaban  Ipan Pranashakti —-

Baca selengkapnya

Strategi Bisnis : Rumus penting tentang produk, yaitu product positioning

Jika suatu saat Anda menanyakan kepada orang lain berkenaan dengan  kalimat ini “Bapak dan Ibu, hadirin acara gahthering yang terhormat bagaimana kira-kira penilaian selama ini  tentang merek dari produk saya ini”  sambil Anda menunjuukan sebuah brosur produk bermerek  dari Anda, kemudian pertanyaan ini dilempar ke banyak orang dan mereka membalas dengan kalimat

  • “Hem yah saya rasa sama dengan merek lain? rasanya manis dan seger”
  • “Biasa saja Pak, sama lah dengan yang lain”
  • “Lumayan bisa mendekati  merek lain”

Wow…wow……ini sebuah “tekanan” bagi Anda dan strategi bisnis Anda, karena mereka tidak bisa membedakan keunggulan, atau kelebihan dari produk Anda. Dan ini sangat kurang mendukung jika usaha Anda memang digariskan untuk menang dalam persaingan persepsi di benak pelanggan.

Lalu bagaimana dengan upaya ini? Apakah perlu ada perubahan dalam strategi bisnis?

Baca selengkapnya

Kewirausahaan : Peta persaingan UKM berubah di era digital ini

Suatu saat tetangga Anda mungkin menjadi bisa pesaing dalam usaha. Ini adalah istilah dari saya menyikapi sedikit bergesernya pola persaingan inti dari perkembangan zaman ini, bahwa memang posisi produsen dan konsumen bisa berubah dalam 1 detik. 1 menit, 1 jam , atau 1 hari. Artinya memang desakan kebutuhan dan isyu global telah menjadikan bahwa setiap transaksi bisnis bisa menjadi “ide memulai bisnis baru”.

Kenapa?

Karena saat ini eranya sudah horisontal, semua bisa menjalani usaha, tidak harus dengan RUKO MEWAH, tidak harus di pinggir jalan BESAR,
persaingan bisa tumbuh di samping kita, di depan kita, di lahan yang baru bahkan   dalam media online siapapun bisa berjualan online selama ada kemauan dan ketekunan

Hari ini tetangga menjadi konsumen Anda membeli baju dari Anda, esoknya tetangga itu kerjasama dengan pihak lain, menjadi reseller dan mendirikan usaha dengan produk yang sama dengan Anda, karena terinspirasi dari cerita dan transaksi dari Anda.

Baca selengkapnya

Strategi Bisnis Toko Online untuk mahasiswa

Mahasiswa memiliki banyak waktu untuk mengembangkan dan berlatih usaha toko online sedini mungkin dengan penerapan strategi bisnis toko online yang cocok dengan karakter mahasiswa secara umum.

Beberapa strategi bisnis toko online yang bisa dikembangkan oleh mahasiswa, dengan cara usaha bersama, atau berkelompok.
Untuk mewujudkan impian usaha toko online bagi mahasiswa perlu disadari ada 5 hal

  1. Berorerientasi pada perkembangan pasar, tidak hanya pada produk, karena kalau produk, banyak lah yang mau menawarkan diri untuk dipasarkan dengan toko online.
  2. Berorientasi pada layanan prima, untuk strategi bersaing, bukan sekedar jual murah
  3. Berorientasi pada mambangun database pelanggan, sebagai modal keberlanjutan usaha setelah wisuda
  4. Berorientasi pada membangun brand dalam toko online, sehingga upaya membangun brand sudah dimulai dari hal terkecil
  5. Berorientasi pada ketidak sempurnaan menjadi penyempurna, sehingga menerima kritikan adalah bagian dari pendewasaan
  6. Berorientasi kepada keseimbangan aspek bisnis dan aspek teknis dalam toko online, tidak saja dari sisi teknis misal ribut soal CMS nya dll.

Selain itu juga perlu upaya aspek non teknis toko online sbb:

Baca selengkapnya

Strategi Bisnis Toko Online : Rata-rata kurang fokus ke marketing

Dalam perjalanan watu sy sudah memberikan puluhan kali sharing strategi bisnis toko online di berbagai even, dalam sering tersebut biasanya saya awali dari diskusi kecil, dan memang tampak kadang toko online dibuat dengan  tergesa-gesa, asal buat atau asal murah.

Fenomena ini memang wajar dalam usaha toko online, karena memang pemahaman strategi bisnis toko online mereka belum berkutat soal bagaimana web sebagai bagian dari karakter brand dari sebuah marketing, baru sekedar asal kebut dan berwujud, sehingga sering mati-matian fokus kepada aspek teknis dan tampilan teknis. Lalu apa saja yang memang harus dikembangkan sekarang?

Baca selengkapnya

Kewirausahaan : Pengalaman menjadi trainer / motivator bisnis (satu)

Sudah biasa saat fajar menjelang, saat subuh bergema, posisi diri sudah mandi berpakain rapi untuk segera di bandara untuk undangan sharing motivasi bisnis di sebuah kota dalam rangka meningkatkan pemahaman kewirausahaan secara umum, atau ada tema khusus misak internet marketing, optimasi toko online dan lain sebagainya.

Perjalanan ini dijalani tanpa berpikir apapun berkenaan dengan berapa honor yang akan diterima, berapa jumlah peserta, karena tugas dan fungsi motivator adalah sangat mulia, mendorong aspek dalam diri seseorang untuk tetap yakin, semangat kuat, tidak minder, lurus pada visi misi hidup dan tegar, juga tujuan lain.

Indonesia masih banyak membutuhkan motivator dalam segala hal, karena pada dasarnya iklim kemasyarakatan Indonesia ini masih perlu di benahi dari sisi “dalam”/inner power dari   setiap manusia.

Baca selengkapnya

Strategi markerting : Persaingan yang tidak disadari oleh kebanyakan UKM

Strategi marketing kali ini membahas materi simpel, berkenaan dengan persaingan. Dalam bisnis persaingan memang harus di hadapi tidak bisa dihindari. Persaingan adalah hal yang biasa dalam dunia usaha, ‘banyak yang menerima persaingan dengan akal pikiran ada yang menerima dengan emosional, ada yang seakan kuat menghadpi persaingan tetapi sejujurnya kawatir, ada yang media-media menulis persaingan sebagai pemacu kreatifitas, walau sejujurnya dalam hatinya masih tersirat kekawatiran untuk kalah dalam persaingan.

Persaingan dihadapi dengan jujur dan bisa dengan pragmatis, bahwa ini pengaruhui oleh

  1. Persaingan wajar,  sehat dan tidak  head to head
  2. Persaingan dalam kualitas untuk merebut hati pelanggan
  3. Persaingan head to head saling menyindir dalam promosinya
  4. Persaingan yang tidak disadari keberadaaanya

 

Bahkan ketika Anda membanghun usaha bisa saja belum di lauching tapi sudah ada pihak lain yang merasa tersaingi karena mungkin teman dekat, tetangga dll, yang akan menjadi perbedaan apakah adalam persaingan memacu

  1. Semakin kreatif
  2. Semakin buta pikiran menggunakan cara kasar
  3. Semakin tidak peduli
  4. Semakin mendorong penurunan harga

Nah beberapa dalam hal  persaingan ini, kadang tidak mudah menyakinkan diri sendiri bahwa kita punya “pesaing”, karena sudah menganggap produknya unik dan berbeda dengan yang lain tanapa melihat perkembangan pasar.
Ketika ada usaha bakso, disampingnya ada usaha soto, memang ketiganya tidak sedang bersaing dalam sebuah produk yang sama, namun bersaing untuk memenuhi kebutuhan yang sama, yaitu lapar.

Sehingga persaingan itu tidak bisa hanya dianggap dari produk sejenis, tetapi bersaing dalam jenis produk yang berbeda namun dalam pemenuhan kebutuhan yang sama pun bisa terjadi. Seperti TV , persaingan tidak hanya dari sesama stasitun tv tapi juga Media Portal online, dalam meraih kepercayaan dari para pemasang iklan.

Sehingga kesadaran bersaing ini juga melanda UKM di Indonesia yang  belum sadar arah mana datang kompetitor selama ini, selaku berpikir dari produk yang sama, belum kepada pemenuhan kebutuhan yang sama. Misal warung soto dan warung bakso, warung mie ayam dalam satu lokasi kantin sejatinya juga bersaing walau beda produk namun sama-sama untuk selera dan pemenuhan kebutuhan makan. Yang terpenting persaingan harus sehat dan tetap menjaga wibawa.

Marketing : 5 Alasan saya meninggalkan MLM

Memang tidak dipungkiri Indonesia ini sangat empuk untuk peluang bisnis yang berbasis jaringan atau MLM atau affiliasi. Karena memang kondisi perekonomian Indonesia cukup mudah disentuh usaha berbasis modal minimalis, bonus maksimalis

Namun izinkan saya berbagi dan bependapat, karena ini memang dilindungi hukum, bebas berpendapat. Pendapat ini saya tujukan kepada umum, untuk mengimbangi hebohnya publikasi MLM,

  1. MLM tidak mengajarkan sesungguhnya menjadi pengusaha sejati, namun menjadi selling sejati, tidak pernah diajarkan bagaimana membina SDM yag baik, mengatur cash flow, menghitung pajak dan gaji, mendaftarkan Patent, Hack Cipta, rahasia dagang. MLM sejatinya bukan 100% marketing? Yah marketing orientasinya kepada kepuasan pelanggan, selling kepada volume penjualan dan jaringan. Kalau ada yang tidak puas pada produknya, tidak jelas arahnya kemana? Namun jika puas arahnya sangat jelas yaitu ke hadiah2 dan komisi2. Sedang perusahaan sebenernya marketing sendiri sudah masuk kepada lini produksi, tidak puas, maka bisa menjadikan manajemen produksi berubah, tidak puas bisa memacu inovasi layanan
  2. Sebenernya tidak ada jaminan sukses di MLM, dan MLM sendiri pantang memberikan grafik perkembangan membernya berapa persen yang sukses dan yang tidak sukses, namun yang terus dipublish adalah yg sukses dan sudah mendapatkan hadiah-hadiah
  3. Setiap upaya sukses di MLM akan menemui saturasi, dan kondisi ini pula yang membuat MLM Besar di tahun 2004-2009 cukup besar sekarang surut.
  4. Sudah ada upaya jegal menjegal downline dari sesama brand MLM dan sesama produk dengan brand MLM yang berbeda namun sejenis, mutasi ini cukup menjadi undercover di dunia MLM
  5.  Dahuku kala meninggalkam MLM yang cukup sukses dengan alasan saya ingin yang bisa membekali diri bagaimana mendaftarkan merek untuk HAKI, mengajarkan strategi keuangan, mengajarkan pengelolaan SDM dan Pajaknya, Mengajarkan produksi dan standar regulasi ….
  6. MLM bisa memberikan bonus besar karena dari produsen membebani MEMBERNYA sebagai tukang gudang, tukang distribusi, tukang presentasi, tukang rekrut, kasir sekaligus biaya telepon ke customer dll ditanggung membernya, sehingga kenapa komisinya bsia besar, karena profesi2 tadi sebagai tukang dan kasir dirangkap menjadi satu.
  7. Orang MLM sebenenrya menyembunyikan sesuatu, secara rata-rata/sebagian, mereka menunjukkan BONUS BESAR kepada calon downline agar tertarik, juga mungkin kepada downline tetapi sejatinya di dalam bonus itu tidak pernah disebutkan biaya komunikasi, biaya bensin, biaya simpan gudang mini, biaya makan2 dll, kalau orang ekonomi pasti mengerti lah, bedangya keuntungan bersih dan pendapatan kotor, yg dtunjukan itu semua adalah pendapatan kotor. Bonus 1 juta pd bulan ini namun biaya komunikasi, telepon, makan dan waktunya itu bisa lebih dari itu. Jujur saja lah. kebanyakan orang MLM tidak mau membuka itu semua.

Memang membaca ini bagi pelaku MLM akan terasa seperti sebuah desakan, mungkin tamparan atau desakan dan memancing kemarahan Anda, mungkin geram, bahkan mau ngajak debat? Sama, dahulu saya juga marah kalau ada yang meragukan usaha di MLM saya, bahkan mau saya tantang debat 4 mata, tapi itu dulu sekarang sudah terbukti badai saturasi itu ada lebih baik memperjuangkan MEREK USAHA SENDIRI..dan memang MLM besar2 itu sudah tenggelam..kalau ada yg mengatakan ada MLM dengan sistem lebih baru, lebih bagus itu hanya cara orang MLM dari model lama agar bisa eksis di MLM model baru dan terkesan lebih menarik dan iming2 harapan baru, dan mereka tetap menjadi kutu loncat, sehingga memang yang saat ini masih semangat2 nya di MLM, saya mohon maaf atas tulisan ini, jangan emosi ,kita pernah sama-sama senasib, bedanya saya ditahun 2003/2004-2007 an, beda tahun.. dan saya pun melihat milyader dari sebuah MLM sekarang main di jasa kontruksi dan jasa properti karena memang binsis riil yang mendidik menjadi owner akan lebih merubah bangsa ini sebeneranya.Saking insyafnya, mobil BMW nya dijual diberikan untuk kepentingan sosial dan sedekah

Mohon maaf atas tulisan ini, yah sekedar catatan kecil pribadi tentang MLM, dalam kenangan yang akhirnya sudah lama ditinggalkan, selain dari sisi  kajian Islam ternyata mengandung ghoror, itu kenapa di Arab Saudi tidak diizinkan usaha berbau MLM termasuk di Yordania, satu2nya MLM yg akhirnya dibubarkan oleh Negara.Saya bersyukur menjalani usaha keluarga, menjadikan saudara2 bisa tetap menjalani usaha ini, mereka2 saudara yg mengelola, me-manaje bisa eksis walau merintis dari NOL, tapi itu tetap bangga, memberikan peluang bagi adik2 saya, sekarang bisa mengembangakan cabang hingga 11 kota, hanya berkat Allah semuanya ini. Dan ada satu catatan, bahwa para MANTAN UP LINE saya sekarang setelah ada badai saturasi MLM, mereka bingung mau usaha apa, beruntung saya PERGI lebih cepat dari MLM itu, sekedar MENJALANKAN PEPATAH ORANG CHINA, “lebih baik mundur beberapa langkah, untuk ancang2 melompat lebih jauh dan lebih cepat”

Marketing : Dampak Jatuhnya Pesawat Sukhoi superjet 100

Jatuhnya Pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Kamis 10 Mei 2012 merupaan sesuatu yang kontradiktif dari niatan diterbangkannya pesawat tersebut, yang awalnya diharapkan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen akan pesawat Sukhoi yang jatuh tersebut dengan mencoba terbang.

Jatuhnya Pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak bukan saja soal pesawat merek Sukhoi, tetapi soal bagaimana Produk USA/ EROPA versus RUSIA di mata orang Asia, di mata penerbangan komersial Indonesia, karena untuk pesawat tempur sudah berhasil masuk ke beberapa negara di Asia sejak lama.

Jatuhnya pesawat Sukhoi  ini bukan semata karena kurang layak terbang,karena pesawat ini sudah dicobakan dari rute Rusia, Kazakhztan, Pakistan, Myanmar, dan Indonesia.

 

Dari sisi Value Added, untuk isyu keselamatan penumpang+crew, Sukhoi, SSJ-100 ini dilengkapi pendeteksi kegagalan sistem. Didukung Traffic Collision Avoidance System (TCAS) generasi kedua yaitu  sistem pendeteksi bila pesawat itu akan mengalami tumbukan dengan  pesawat lain atau obyek lain. Sistem avionik SSJ 100 memiliki keunggulan keselamatan penerbangan dan kehandalan yang tinggi. Yah itu yang ditawarkan sebagai isyunya.

Marketing dibalik Status Penyelidikan

Baca selengkapnya

Next Page »

Bisnis & Marketing

Langganan Artikel Bisnis Marketing Toko Online Wirausaha

  • Begitu ada artikel baru, Anda dapat email pemberitahuan