Strategi Bisnis: Jangan hanya menjual produk tapi juga menjual ‘value’

Strategi bisnis dalam pergeseran nilai salah satunya adalah, bahwa saat ini semakin banyak orang paham bahwa selain menjual barang maka perlu memahami  manfaat, dampak dari sebuah barang. Dalam bahasa bisnis nilai manfaat, nilai pengaruh dan nilai dampak  diistilahkan dengan value, atau nilai yang diukur dari sisi besaran manfaat, dampak, nilai kesempurnaan.

Strategi bisnis yang baik tentu telah menetukan bagaimana langkah-langkah identifikasi value itu dibangun, dibentuk dengan langkah langkah manajemen nya. Sebuah contoh ketika ada seseorang membeli sebuah Mesin Bor  maka tentu nilai yang melekat adalah bahwa seseorang pembeli tadi mau beli lubang. Lubang? Bor mampu membuat lubang dengan cepat, kuat, akurat, dan menghasilkan lubang yang banyak tanpa rusak dan rewel. di lain pihak mesin bor juga mampu untuk mengerinda dan memroses dalam penghalusan media kulit plastik dan kayu. Dengan kata lain bahwa penjual tidak boleh hanya menjual produk tanpa pengetahuan dasar dan pengembangan maafaat. Pengembangan manfaat?


Pernah anda mendengar iklan produk Agar-agar dari  merek wallet. Selama ini dan sejak saya kecil produk itu jelas-jelas untuk membuat makanan berbentuk agar-agar, hanya itu. Namun pada tahun-tahun ada pengembangan  value  dan didukung  strategi positioning yang hebat :

  1. Agar-agar Merek Walet hanya produk untuk membuat agar-agar, namun dalam sebuah penelitian Rumput laut adalah bahan makanan yang kaya serat. Padahal agar-agar dibuat dari rumput laut, sehingga positioning yang dibangun bahwa Produk Walet sangat kaya dengan serat.
  2. Makanan berserat bagus untuk kesehatan, sehingga Produk Wallet disinergikan menjadi makanan untuk kesehatan pencernaan. Nilai kesehatan dibangun dengan baik. Karena makanan yang sehat sedang menjadi booming, pengembangan persepsi value .
  3. Tidak setiap hari produk agar-agar Walet dikonsumsi oleh kebanyakan orang, karena mungkin  secara leveling value, menjadi makanan tersier. Untuk ini perlu pergeseran untuk dapat menjadi makanan pokok yang dikonsumsi tiap hari, mungkinkah?? Dalam upayanya akhirnya ditemukan sebuah langkah agar-agar  Walet mampu berkolaborasi dengan nasi putih, dengan positioning, bahwa nasi yang ditaburi serbuk agar-agar wallet akan menjadi enak, sedikit berasa manis, kenyal, nasi tidak keras, dan yang terpenting adalah tanpa harus membeli makanan tambahan berserat  dengan waktu konsumsi secara terpisah. Makan nasi juga makan makanan berserat juga menjaga kesehatan pencernaan, semua karena apa?? Karena produk agar-agaar Walet.
  4. Makanan agar-agar tidak cukup menarik jika dalam benak pelanggan hanya terbayang makanan yang manis, bening, kadang berwarna ,kenyal. Dalam perkembangannya untuk segmen anak-anak, Walet mengembangkdan dalam iklan bahwa agar-agar adalah makanan yang mampu meningkatkan perilaku cerdas, dengan contoh perilaku yang muncul dalam iklan, seorang anak-anak mengumpulkan wadah-wadah kecil  berbentuk segitiga, bintang segi empat dan ada yang berbentuk angka 1 angka 2  dan seterusnya ditambah dengan wadahkecil berbentuk beberapa huruf A, B dan C.

Selamat  menguasai  value dari setiap produk anda dan mengembangkannya untuk strategi bisnis anda, korelasikan dengan strategi marketing anda yaitu positioning dalam setiap iklan, baik dalam brosur yg ekonomi maupun yang raksasa.

Sukses selalu
Ipan Pranashakti KIP

2 Comments

  1. menarik sekali artikel nya sangat memotifasi. mungkin bisa posting artikel lain tentang konsep konsep strategi bisnis lainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *